MasukKarena ancaman dari orangtuanya yang akan mencoret namanya dari daftar keluarga, Alif terpaksa menikahi seorang gadis belia bernama Kamea anak dari sahabat papanya. Perbedaan usia yang cukup jauh serta perbedaan karakter membuat mereka sering terlibat dalam perdebatan. Alif menganggap sikap Kamea yang selalu usil dan kekanakan membuatnya merasa direpotkan oleh gadis belia itu. Namun, seiring berjalannya waktu, secara perlahan Alif mulai terbiasa dan nyaman dengan adanya Kamea, tetapi masih belum menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta pada gadis itu. Di saat beramaan, sosok dari masa lalu yang masih mengisi sebagian hatinya hadir kembali. Hal itu membuat Alif dilema antara memilih mempertahankan rumah tangganya atau kembali kepada sang mantan. Selain itu, Kedekatan Kamea dengan teman kuliahnya yang ternyata mencintai gadis itu membuat Alif salah paham. Akankah Alif dan Kamea tetap bersama atau mereka akan memilih pasangan masing-masing?
Lihat lebih banyak“Menikah? Gak, Alif gak mau, Ma, Pa!” pekik seorang lelaki muda yang menyebut namanya Alif kepada kedua orangtuanya.
Reval Alif Pradana, seorang pengusaha muda berparas tampan, putra semata wayang keluarga Pradana. Dia sangat menentang keinginan orangtuanya yang berniat menikahkan dirinya dengan seorang gadis dari rekan bisnis papanya.
“Please, sayang. Kamu harus mau, ya. Lagian dia itu gadis yang baik dan juga cantik. Mama yakin kamu pasti akan bahagia menikah dengannya,” bujuk bu Anita kepada putranya.
Alif menghela napas gusar kemudian mengusap wajahnya kasar. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran kedua orangtuanya yang masih saja menjodoh-jodohkan putranya sendiri seperti di jaman Siti Nurbaya.
Harga dirinya sebagai seorang lelaki sejati ternodai. Mereka seolah menyangka Alif tidak bisa mencari pasangannya sendiri hingga harus dijodoh-jodohkan seperti ini.
“Ma …,”
“Pokoknya Papa mau kamu menikahi Kamea. Benar yang dikatakan oleh mamamu, Kamea itu gadis yang baik. Papa dan Mama melakukan semuanya demi kebaikanmu juga.”
Suara bariton milik pak Pradana itu menyela perkataan Alif. Iris matanya yang tajam menatap lekat wajah putranya. Pertanda perkataan laki-laki paruh baya itu tidak ingin dibantah.
“Kamea?” tanya Alif yang merasa asing dengan nama yang disebutkan oleh papanya itu.
“Ya, Kamea. Dia calon istrimu,” jawab bu Anita.
Alif mendesah kasar. Bagaimana mungkin ia akan menikah dengan seseorang yang bahkan namanya saja sangat asing di pendengarannya?
Lelaki berkulit putih itu menggelengkan kepala. Iris berwarna cokelat itu menatap wajah kedua orangtuanya. Berharap mereka bisa memahami dirinya yang belum siap untuk menikah. Walaupun sudah siap, ia hanya ingin menikahi wanita yang dicintainya.
Hanya ada satu gadis yang ia cintai dalam kehidupannya. Namun saat ini, gadis itu pergi entah ke mana. Dan Alif sudah bertekad untuk menunggu ia kembali dan menikah dengannya.
“Terserah apa kata kalian tentang wanita itu. Alif gak peduli dan gak mau menikah dengannya!” ungkap Alif sambil beranjak dari tempat duduk hendak meninggalkan orangtuanya di ruang keluarga.
“Baiklah. Silahkan kamu menolak perjodohan ini, tapi terpaksa papa akan cabut semua saham papa diperusahaan kamu dan juga ... Papa akan mencoret namamu dari daftar keluarga!” ancam pak Pradana serius.
Alif menghentikan langkahnya. Dia menghela napas kasar sambil mengusap wajahnya. Merasa frustasi dengan ancaman tersebut.
Kedua sudut bibir paruh baya itu tertarik sedikit. Ancamannya berhasil membuat putranya tak berani berkutik. Sebenarnya ia tak setega itu membuat perusahaan Alif hancur.
Namun, tak ada salahnya ia menggunakan cara tersebut agar Alif mau menurut padanya. Pak Pradana dan istrinya sudah berjanji akan menikahkan Alif dengan putri sahabatnya di masa lalu. Dan menurutnya, sekaranglah waktu yang tepat untuk menikahkan mereka.
“Pa ….”
Lelaki paruh baya itu tak memedulikan teriakan Alif yang memanggilnya. Dia terus melangkahkan kakinya hendak menuju ke kamar. Bu Anita yang melihat kepergian sang suami, lantas segera ikut beranjak untuk mengikutinya.
Namun sebelum wanita paruh baya itu pergi, dia melirik sekilas kepada Alif. Kedua sudut bibir merahnya tertarik membentuk senyum lembut.
“Tolong pikirkan baik-baik. Semua kami lakukan untuk kebaikan kamu juga,” tuturnya lembut, setelah itu ia pergi menyusul suaminya.
Alif bergeming menatap nanar bayangan punggung mamanya yang sudah menghilang di balik pintu kamar. Lelaki beralis tebal itu menjambak rambut hitamnya kasar. Kemudian bergegas menuju ke kamarmnya.
"Mi, selamat, ya. Aku turut bahagia atas pernikahan kamu, semoga kalian bahagia." Abimanyu bersalaman dengan Kamea. Pemuda itu menatap lamat wajah gadis yang pernah dicintainya. Senyumnya masih sama, terlihat manis seperti senyum yang nampak saat pertama kali mereka bertemu. "Makasih, Bi. Semoga kamu juga cepat menyusul, ya." Abimanyu tersenyum kecut mendengar kalimat yang diucapkan oleh Kamea. Lantas kemudian pemuda itu menghela napas panjang. "Doakan saja, semoga bisa secepatnya," sahutnya lirih. "Hei, dilarang berlama-lama menatap istriku seperti itu!" Abimanyu langsung menoleh ke arah laki-laki yang ada di samping Kamea. Seperti biasanya suami dari sahabatnya itu akan selalu memasang wajah waspada setiap kali ia dekat dengan istrinya. "Ya, ya, ya! Aku tahu dan aku tidak akan merebutnya," sahut Abimanyu sambil tersenyum miring. Kemudian dia mel
Malam ini suasana di kediaman Pradana terlihat sangat ramai. Rumah megah dan mewah itu didekor dengan sedemikian rupa sehingga terlihat gemerlap indah. Tamu-tamu penting mulai berdatangan satu persatu untuk menemui tuan rumah.Di dalam sebuah ruangan berukuran cukup luas seorang gadis sudah siap dengan gaun cantik berwarna putih tulang. Paras cantik itu semakin terlihat anggun dengan mengenakan sedikit polesan make up dari perias handal yang disewa oleh keluarga Pradama secara khusus.Gadis itu berbalik melihat ke arah pintu ketika tiba-iba seseorang membukanya dari luar. Kedua sudut bibir tipis itu tertarik ke atas membentuk senyum yang sangat manis menyapa sosok laki-laki yang sangat dicintainya sejak lama."Sayang, kenapa masih di sini? Ayok kita ke bawah. Para tamu sudah menunggu," ujar Alif kepada sang istri tercinta.Dia berjalan mendekati gadisnya dengan pandangan yang terpusat pada wajah sang
"Alif, kenapa kamu ada di sini? Kamea sama siapa?" Mama Anita yang baru saja tiba di rumah sakit tak sengaja berpapasan dengan putranya yang juga baru saja kembali dari luar sehabis membelikan makanan untuk Kamea. "Ma, aku habis membelikan makanan untuk Sanee. Tadi dia bersama Fely," sahut Alif sambil mengangkat kantung kresek di tangannya. Kedua bola mata Mama Anita membulat. Tak percaya dengan yang baru saja ia dengar. Putranya dengan mudah meninggalkan menantu kesayangannya berdua dengan Felysia, wanita yang sudah menyebabkan Kamea seperti sekarang ini. "Apa?! Kenapa kamu membiarkan wanita itu bersama menantuku? Gimana kalau dia menyakiti Kamea?" Mama Anita menggerutu geram atas kecerobohan putranya. Biar bagaimanapun Felysia adalah wanita yang sedang terobsesi cinta putra semata wayangnya yang saat ini sudah menikah dengan Kamea. Bila ia bisa nekad memaksa Alif untu
Alif pergi ke luar untuk membelikan makanan untuk Kamea. Sebenarnya dia enggan pergi meninggalkan istrinya itu sendirian ditemani oleh Felysia. Tetapi belia itu memaksa, Alif terpaksa tetap pergi. Namun sebelum itu, ia terlebih dulu memperingatkan kepada Felysia untuk tidak berbuat macam-macam kepada istrinya.Suasana di dalam ruangan menjadi hening untuk beberapa saat setelah Alif pergi. Dua wanita berbeda usia itu terdiam mengumpulkan kata-kata yang hendak mereka bicarakan. Felysia berjalan mendekat dan duduk di kursi yang ada di samping ranjang Kamea."Gimana kedaaan kamu sekarang?" Setelah beberapa saat terdiam, Felysia membuka percakapan dengan menanyakan kabar Kamea."Sudah lebih baik," sahut Kamea singkat.Setelah itu suasana kembali menjadi hening untuk beberapa detik hingga Felysia kembali membuka percakapan untuk mengurai rasa canggung yang sedang melingkupi ruangan."U












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak