Share

Bab 23. Lima Menit

Penulis: RKamila
last update Tanggal publikasi: 2026-06-25 23:27:55

Tok! Tok! Tok!

Tepat pukul 06.00 pagi, pintu kamar Alena dibuka kasar setelah dirinya tidak mendengar suara ketukan pintu.

Bukan Jaxon ternyata dua pengawal, Alena masih mengucek-ucek matanya yang kantuk karena semalam ia tak bisa tidur.

"Bangun, nona, latihan sudah mulai," kata salah satu pengawal.

Alena diseret paksa ke halaman belakang, kakinya menginjak rumput basah tanpa memakai alas kaki.

Udara dingin di pagi hari serasa menusuk kulitnya, ternyata di sana Jaxon sudah menunggu. Ia mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 146. Keluarga Bukanlah Kelemahan Kieran.

    Dari pintu, Alena memperhatikan keduanya. Ia tersenyum tipis melihat kelakuan kedua jagoannya tersebut. Namun ketika mata mereka bertemu, Alena tahu ada sesuatu yang disembunyikan Kieran.___Setelah William berangkat sekolah, Alena menutup pintu rumahnya. “Kieran,”“Hm?” human Kieran. “Kamu masih memikirkan Raven?” tanya Alena yang juga kepikiran. Kieran yang sedang membuat coklat panas pun berhenti. “Hmpf! Iya,”“Seberapa berbahayanya dia?” tanya Alena. Kemudian Kieran menatap cangkirnya dengan sangat lama, lalu mulai berbicara pelan pada Alena. “Kalau dibandingkan dengan semua orang yang pernah aku hadapi…,” Kieran berhenti sesaat. “Dia lah orang yang paling sulit ditebak!”Lalu Alena duduk di depannya. “Kalau begitu, kita pergi saja dari desa ini,”Kieran langsung mengangkat wajahnya. “Tidak!”“Kenapa?” Alena bertanya-tanya. “Karena ini rumah kita!” ucap Kieran. “Kieran, aku tidak peduli pada rumah ini! Aku hanya ingin William aman,” pinta Alena. Kieran menghembuskan napas

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 145. Mencari Kelemahan Masing-masing

    “Kieran! Aku baru saja didatangi seseorang,” Alena langsung mengadukan para Kieran. Seketika suara Kieran langsung berubah. “Siapa?”“Seorang wanita!” kata Alena. “Apa katanya?” tanya Kieran penasaran. “Dia menyebut nama Raven!” ucap Alena. Hening! Kemudian Kieran berkata. “Al, dengarkan aku,”“Iya,” jawab Alena mendengarkan. “Masuklah ke rumah,” perintah Kieran. “Aku sedang bersama William,” kata Alena. “Bagus! Jangan pergi ke manapun,” perintah Kieran. “Kieran, sebenarnya siapa dia?” Alena masih bertanya-tanya. Kieran diam sesaat. “Alena…,”“Iya?” jawab Alena. “Raven bukan datang untuk membunuhku,” jelas Kieran. “Lalu apa?” tanya Alena lagi. “Dia datang untuk mengambil sesuatu,” terang Kieran. “Apa?” Alena tersentak. Kieran menjawab dengan pelan. “William,”Alena langsung memeluk William dengan sangat erat. Malam itu, Kieran pulang lebih cepat dari biasanya, begitu ia masuk ke rumah William langsung berlari menghampirinya. “Papa!” panggil William. Kieran mengangkat

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 144. Musuh Dari Masa Lalu.

    Pagi itu, untuk pertama kalinya setelah beberapa hari penuh ketegangan, rumah Kieran kembali dipenuhi suara tawa.William duduk di meja makan sembari mengayunkan kedua kakinya. “Mama, hari ini aku mau bekal yang banyak ya!”Alena tersenyum. “Kenapa banyak sekali?”“William lapar Ma,” kata William. Kieran yang sedang meminum kopi pun ikut tertawa kecil. “Kalau terlalu banyak nanti tidak habis lo,”“Selalu habis, Pa,” jawab William. “Kenapa?” tanya Kieran. “Karena Mama yang masak,” rayu William. Alena langsung tertawa.“ Pandai sekali merayunya,”William ikut tertawa dan Kieran memandangi keduanya, pemandangan sederhana itu terasa jauh lebih berharga daripada semua kekayaan yang pernah ia miliki.Namun tiba-tiba, ponsel Kieran bergetar ia lalu mengeceknya, ada satu pesan yang masuk. Kieran lalu membukanya. Wajah Kieran seketika berubah.Alena langsung menyadarinya. “Ada apa?”Kieran tidak langsung menjawab, ia memilih untuk membaca pesan itu sekali lagi.“Tuan, kami menemukan nama ya

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 143. Kehangatan Keluarga

    “tidak masalah!” jawab kieran. “tuan, kami bisa menyerangnya malam ini!” kata jaxon. kieran langsung menggeleng. “tidak!”jaxon hanya terdiam tak berani untuk melawan perintah kieran. “kita tidak akan menyerang markasnya!” bentak kieran. “lalu?” tanya jaxon. “kita datangi saja dia,” perintah kieran. “sendirian?” tanya jaxon. kemudian kieran beralih menatap foto william yang tergeletak di meja. “ya!” pukul satu dini hari, kieran sudah tiba di sebuah gedung tua. ia langsung turun dari mobil sendirian.tidak membawa pengawal, tidak membawa senjata dan pintu gedung tua itu terbuka. di dalamnya susah ada dua puluh orang yang sedang menunggunya.di ujung ruangan, ada viktor yang sedang duduk di kursi dan ia tersenyum.“kamu datang!” ucap viktor. kieran berjalan masuk. “lepaskan orang-orangmu!”viktor tertawa hingga terbahak-bahak. “kamu masih suka memberi perintah?”“aku tidak datang untuk bertarung!” pekik kieran. “lalu?” tanya viktor. kemudian kieran berhenti beberapa meter di

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 142. Jangan Sentuh Anakku

    “Jangan biarkan William melihat apa pun disana!” perintah Kieran. “Dimengerti, Tuan!” ucap anak buahnya. Kemudian Kieran memutuskan sambungan telepon tersebut, tapi di dalam dadanya kemarahan terus membesar bagai kobaran api. Menurutnya Viktor kali ini sudah melewati batas, tapi Viktor lupa bahwa Kieran bisa menyerang bisnis dan mengambil tanah.Bahkan Kieran juga bisa mencoba untuk menghancurkan semua jaringan, tapi Kieran tidak mau membawa William ke dalam permainan mereka karena itu adalah kesalahan yang sangat berbesar.Kieran menginjak pedal gas lebih dalam lagi, untuk segera sampai ke sekolah William. Di sekolah, suasana disana masih seperti biasa.Anak-anak sedang belajar dan William sedang duduk di bangkunya sambil menggambar.“William!” panggil orang asing. William menoleh, ada seorang pria asing yang sedang berdiri di depan pintu kelas. “Ya, Pak?”Lalu Pria itu tersenyum. “Papa kamu menyuruh saya untuk segera menjemputmu,”Kemudian William mengerutkan keningnya. “Papa?”

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 141. Berhenti Bermain.

    “Entahlah!” ucap Kieran. Kemudian Kieran membuka amplop itu, ternyata di dalamnya terdapat satu lembar kertas.“Kalau kamu tidak mau kehilangan anakmu, berhenti menyerang Viktor,”Kieran terdiam.Alena membaca surat itu dari belakang dan wajahnya langsung pucat. “Kieran…?”Kieran meremas kertas itu dengan keras dan William masih berdiri di halaman sembari memakan es krim, Kieran melihat anaknya sebentar lalu seperti ada sesuatu di dalam dirinya yang ikut berubah.Kieran tidak marah, ia justru masih bersikap tenang.“Alena!” panggilnya. “Ya?” jawab Alena. “Bawa William masuk!” perintah Kieran. “Kamu mau apa?” tanya Alena. “Tidak banyak!” jawab Kieran yang kemudian mengambil ponselnya, Ia menghubungi salah satu orangnya. “Cari pengirim surat ini!”Tak berselang lama balasan masuk si teleponnya. “Baik, Bos!”“Jangan bunuh!” pekik Kieran. “Tuan?” tanya Jaxon heran“Aku ingin dia membawa pesan kembali!” Kieran menatap tulisan yang ada di tangannya.“Pesannya harus jelas!”“Apa pesann

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar

    “Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status