เข้าสู่ระบบ“Bukan ketika Soren berkhianat,” Ethan tersenyum pahit. “Dan bukan ketika Raven muncul!”Ia menatap Alena. “Semua itu hanya akibat,”“Lalu… apa penyebabnya?” tanya Alena. Ethan menunjuk Richard.“Dimulai dari ayahmu sendiri!”Richard memejamkan mata.Alena menatap ayahnya. “Ayah?”Richard tidak menjawab.Ethan kembali melanjutkan. “Richard membuat satu keputusan puluhan tahun yang lalu,”“Apa?” tanya Alena. “Dia menyelamatkan seorang anak,” jawab Ethan. Alena mengerutkan keningnya. “Anak siapa?”Ethan menatapnya. “Anak itu…. adalah kamu!”Hening! “Dan demi menyelamatkanmu…,” Ethan menatap Eleanor. “...dia menghancurkan hidup banyak orang!”Eleanor menangis. “Jangan!”Ethan tersenyum getir. “Sudah waktunya dia tahu!”Alena melangkah maju. “Apa yang Ayah lakukan?”Richard akhirnya membuka mata. “Alena... jangan dengarkan dia,”“Kenapa?” tanya Alena. “Karena kalau kamu mengetahui semuanya…,”Richard menatap putrinya dengan mata penuh kesedihan. “...kamu akan membenciku seperti dulu!”
Di luar gudang, puluhan mobil hitam mulai berdatangan dan untuk pertama kalinya. Seluruh kekuatan lama Volkov berkumpul di satu tempat.Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas lewat dua puluh, tinggal empat puluh menit.Hanya empat puluh menit sebelum tengah malam.Alena berdiri di depan cermin tua, mengenakan jaket hitam sederhana. Wajahnya terlihat pucat, tetapi sorot matanya telah berubah.Tidak ada lagi gadis yang hanya menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Karena malam ini, ia akan datang sendiri. Atau setidaknya, begitulah yang harus mereka pikirkan.Kieran berdiri di belakang Alena untuk memastikan tekad Alena. “Masih ada waktu untuk membatalkan ini!”Alena menatap pantulan mereka. “Tidak!”“Kita bisa mencari jalan yang lain,” sahut Kieran. “Aku sudah kehilangan terlalu banyak waktu,” jawab Alena. Kieran terdiam dan Alena berbalik menatapnya. “Aku kehilangan Ibu, Ayah, Adrian karena kesalahanku yang menyeret mereka!” ia menarik napas. “Sekarang mereka ada di dep
Suasana menjadi semakin berat, Alena berjalan menuju jendela. Di luar, mobil-mobil hitam masih terparkir.Namun para penyerang tadi sudah menghilang, seolah mereka hanya datang untuk memastikan sesuatu.“Mereka sengaja memperlihatkan foto ini kepadaku?” Alena bertanya-tanya. Kieran berdiri di sampingnya. “Ya,”“Berarti mereka ingin aku mencari Ethan?” tanya Alena kembali. “Dan mungkin mereka ingin kita pergi ke tempat tertentu,” jawab Kieran. Alena menatapnya. “Kamu pikir ini jebakan?”“Pasti!” jawab Kieran percaya diri. “Kalau begitu kenapa mereka menunjukkan orang yang selama ini dianggap mati?” tanya Alena. Kieran tidak menjawab. Selena yang menjawab. “Karena Ethan memiliki sesuatu,”“Apa?” tanya Alena. “Bukti terakhir!” jawab Selena dengan serius. Alena mengerutkan keningnya. “Bukti apa?”Selena mendekat. “Bukti yang bisa membebaskan Richard,”Alena terdiam dan jantungnya berdegup lebih cepat. “Dan menyelamatkan Ibu?”“Ya!” jawab Selena. “Juga Adrian?” tanya Alena. “Ya,”
“Aku tidak butuh diselamatkan dengan cara seperti itu!” suara Alena pecah. “Aku sudah kehilangan keluargaku selama bertahun-tahun!”Ia memukul dadanya sendiri. “Aku hidup tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi!”Kieran segera memeluknya.Alena menangis di dadanya. “Kenapa semua orang selalu memutuskan hidupku tanpa bertanya padaku?”Kieran memejamkan matanya, tangannya mengusap rambut Alena. “Karena mereka takut kehilanganmu!”“Aku lelah…,” suara Alena begitu kecil. “Aku lelah harus kuat,”Kieran memeluknya semakin erat. “Kalau begitu jangan jadi kuat malam ini,”Alena langsung menangis.“Menangislah,” Kieran mencium rambutnya. “Besok kita kuat lagi,”Alena mencengkeram bajunya. “Jangan pergi,”“Aku tidak pergi,” jawab Kieran. “Janji?” tanya Alena. “Janji,” Kieran mengangkat wajah Alena.“Aku sudah berjanji sekali,” Ia menatap mata istrinya. “Dan aku tidak akan pernah mengingkari janji yang kubuat kepadamu,”Alena memejamkan matanya dan untuk beberapa detik, dunia terasa lebih tena
“Kalau begitu kita dengarkan saja,” ucap Kieran lalu ia menatap keluar. “Tapi kita tidak menyerahkan kendalinya,”Alena segera mengangguk, ia mengusap pipinya yang masih basah oleh air mata Kemudian membuka pintu.Perempuan itu tidak bergerak sama sekali, hujan masih membasahi rambut dan wajahnya. Tetapi ekspresinya tetap tenang.“Alena,” suara itu lembut.Bahkan terlalu lembut untuk seseorang yang datang membawa begitu banyak rahasia.“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Alena.Perempuan itu tersenyum tipis. “Pertanyaan yang seharusnya kamu tanyakan sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu!”Alena menegang “K– kkamu mengenalku?”“Sejak sebelum kamu mengenal namamu sendiri!” kata perempuan itu. Kieran maju setengah langkah. “Jangan mendekatinya!”Selena beralih memandang Kieran. “Jadi kamu Kieran?”Tatapan Kieran menjadi dingin. “Kamu mengenalku?”“Aku mengenal namamu,” Selena tersenyum getir. “Richard sering membicarakanmu,”Alena terkejut. “Ayah mengenalnya?”“Lebih dari yang kamu bayangkan
“Bahagia?” tanya Kieran. “Karena aku tidak sendirian,” ucap Alena sembari tersenyum manis. Kieran mencium keningnya dengan lembut dan lama, tapi ketenangan itu tidak lah berlangsung lama.Dari sudut ruangan terdengar suara elektronik.Bip! Sebuah monitor tua menyala, kemudian muncul satu kalimat. > SELAMAT DATANG, ALENA VOLKOV.Alena membeku dan Kieran langsung menatap layar, lalu tulisan berikutnya muncul.> KAMU AKHIRNYA SAMPAI.Lalu sebuah video diputar dan wajah Richard muncul yaitu ayahnya.Alena mendekati layar dengan napas tertahan.“Ayah…?”Richard tampak jauh lebih muda dalam rekaman itu. “Jika kamu melihat rekaman ini, berarti R-09 telah gagal menyembunyikanmu!”Alena menutup mulutnya.Richard kembali melanjutkan. “Dan mungkin seseorang sudah memberitahumu tentang seorang pria bernama Adrian Sorell,”Kieran langsung menoleh kepada Alena dan Alena terdiam.Richard menggeleng perlahan dalam rekaman.“Jangan percaya nama itu!”Dada Alena seperti dihantam. “A– aapa?”Richard
“Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K
“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan
Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya
“Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax







