Startseite / Romansa / Gadis Terakhir / Calon Ibu Mertua

Teilen

Calon Ibu Mertua

last update Veröffentlichungsdatum: 28.05.2025 18:30:37

“Bel … sini deh,” panggil Mommy Bee saat Sifabella baru saja sampai di rumah produksi milik oma Aneu.

“Iya Bu … eh, Mom … ada yang bisa Bella bantu?” Sifabella mendekat.

“Taraaaaa.” Mommy Bee merentangkan kedua tangannya pada manekin yang dibalut gaun pengantin.

“Bagus enggak?” Mommy Bee bertanya.

“Bagus, rancangan terbaru Mom?” Dengan polosnya Sifabella bertanya.

“Iya … Mommy sengaja buat udah lama khusus untuk calon istrinya Aarav … barusan Mommy rombak dikit dan sesuaikan dengan ukuran kamu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Purple Palette
yang nikah Aarav sama Bella yg heboh mommy sama oma
goodnovel comment avatar
Tati S
mommy be rolong dong upnya banyakin
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 7

    Suatu pagi, aroma tumisan bawang putih sempat memenuhi dapur rumah utama keluarga Marthadijaya di kawasan elit kota Sydney.Sifabella sedang memasak melakukan rutinitas paginya setelah mereka liburan.Meski hanya mengenakan kaos putih longgar dan celana linen krem namun ibu satu anak itu tampak cantik dengan rambutnya diikat asal.Aura keibuan nya terpancar saat sibuk di balik meja dapur.Aghastya sudah bangun, dia duduk di kursi tingginya terlihat sibuk bermain mainan dinosaurus sambil sesekali menyuap sereal cokelat dari mangkuk.Aarav juga ada di rumah makan bersama Aghastya tapi di hadapannya laptop terbuka dan secangkir kopi.“Aga, habisin sarapannya, ya, sayang. Nanti kita antar kamu ke sekolah terus Papi kerja,” ujar Sifabella sambil mengaduk sayur.“Iya Miiii.” Aga menjawab malas-malasan.Tiba-tiba—“Ugh!”Sifabella menghentikan gerakannya. Tangannya refleks menutup mulut.Aarav langsung menoleh. “Sayang, kamu kenapa?”Alih-alih menjawab, Sifabella berlari ke kamar

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 6

    Matahari pagi sudah naik tinggi saat mobil yang dikemudikan Aarav tiba di area Carriageworks Farmers Market, yang terkenal dengan hasil bumi lokal segar, kopi artisan, dan suasana yang hidup setiap Sabtu dan Minggu pagi.Sifabella turun dari mobil, tubuh rampingnya dibalut setelan linen longgar warna sage green dan sandal tali, dengan kacamata hitam besar yang menutupi wajah segar tanpa makeup.Sementara Aarav menurunkan stroller—meski yang naik bukan bayi, melainkan Aghastya yang ngotot ingin naik stoller “seperti bayi bar-barat”.Mereka berjalan beriringan menuju deretan lapak.“Mami, aku mau beli pisang yang bisa jadi senjata!” seru Aga.“Pisang bukan buat dimainin, sayang,” timpal Sifabella sabar.“Tapi bisa jadi pistol bayangan!” balas Aga sambil mengacungkan jari ke udara.Di tengah keramaian, mereka menyusuri lorong-lorong lapak berisi ; buah-buahan lokal seperti persik dan ceri, sayuran organik dengan warna mencolok, roti sourdough yang menggoda, dan aneka bunga segar y

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 5

    Akhir pekan tiba dengan langit biru bersih tanpa awan. Udara di Rose Bay terasa segar, embusan angin dari lautan membawa aroma asin yang menenangkan. Di rumah mungil mereka yang terletak hanya dua blok dari pantai, suasana pagi lebih lambat dari biasanya.Sifabella berjalan santai ke dapur dengan daster bergambar semangka, rambutnya masih berantakan. Di meja, Aarav tengah menggulung pancake untuk Aghastya, yang sudah duduk manis di kursi tinggi sambil bernyanyi lagu dari kartun favoritnya.“Mami, hari ini kita ke pantai ‘kan? Aga mau cari kerang!” serunya sambil mengangkat dua tangan seperti orang teriak “yeay!”Aarav menoleh, “Kita bukan cuma mau cari kerang. Kita mau piknik! Mami udah siapkan sandwich dan buah-buahan, Papi yang nyetir, Aga yang nyanyi.”“Terus tugas Mami apa?” tanya Sifabella sambil menuang teh ke cangkir.Aarav mendekat, memeluk istrinya dari belakang. “Tugas Mami adalah kelihatan cantik dan bahagia. Bonus kalau nanti malam bisa… skidipapap.”Sifabella menyik

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 4

    Di pagi yang cerah di The Little Explorers Early Learning Centre, suasana kelas usia tiga tahun sedang sibuk-sibuknya.Meja bulat mungil dipenuhi crayon warna-warni, kertas gambar, dan remah-remah biskuit. Di sudut ruangan, dua anak kecil duduk berdampingan dengan wajah serius—seolah sedang membahas perjanjian internasional yang sangat penting.Mereka adalah Aghastya dan Amira.Aga memakai jumper dinosaurus favoritnya. Amira mengenakan dress bergambar unicorn. Di tangan mereka ada satu kertas gambar besar berisi lukisan aneh: seekor dinosaurus berwarna ungu yang memeluk pelangi dan makan donat.“Itu kamu ya, Aga?” tanya Amira menunjuk dinosaurus ungu.“Iya. Kamu yang pelangi,” jawab Aga mantap.“Kenapa aku pelangi?”“Soalnya kamu cantik, kayak langit kalau abis hujan,” sahut Aga, meniru ucapan papi ke mami malam sebelumnya.Amira terdiam sejenak, lalu tersipu—gaya anak tiga tahun tersipu adalah menunduk sambil menggigit lengan baju sendiri.“Tapi… kamu enggak boleh peluk pela

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 3

    Pagi itu aroma roti panggang, scrambled egg, dan kopi hitam memenuhi dapur padahal matahari belum sepenuhnya naik di atas Sydney Harbour.Sifabella dengan rambut dikuncir asal dan piyama berbentuk bintang-bintang, tengah menuang susu ke gelas kecil bergambar dinosaurus.Di meja makan, Aarav sudah duduk dengan koran digital di tablet dan secangkir kopi favoritnya, sementara Aghastya duduk di kursi tingginya sambil memukul-mukul sendok ke meja.“Mami, Aga mau dua telur! Tapi yang satu setengah! Yang satu lagi utuh tapi enggak boleh ada kuningnya!” katanya penuh semangat, lalu menepuk-nepuk meja seperti koki sedang demo masak di TV.Sifabella menoleh dengan alis naik satu. “Permisi, kamu pikir ini restoran hotel bintang lima, sayang?”Aghastya mengangkat bahu kecilnya. “Kan Mami chef terbaik se-Sydney,” jawabnya dengan senyum menawan.Aarav tertawa sambil melirik istrinya. “Pinter banget anak ini gombalin maminya.”“Ada turunan dari siapa ya kira-kira?” Sifabella memicing menatap

  • Gadis Terakhir   Ekstra Chapter 2

    Langit Sydney cerah dengan semburat merah muda ketika Aarav turun dari mobil hitamnya di depan gedung kaca menjulang di kawasan Barangaroo—pusat distrik finansial baru yang menggantikan dominasi Central Business District tua.Gedung kantor pusat Marthadijaya Group Australia berdiri megah menghadap Darling Harbour. Dindingnya memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan ilusi kolom-kolom cahaya yang bergerak.Seorang security lokal membuka pintu lobby dan menyapa ramah, “Morning, Mr. Marthadijaya.”Aarav membalas dengan anggukan kecil. Meski statusnya CEO, dia menjaga budaya kerja yang egaliter—budaya khas Australia. Tidak banyak formalitas, tapi tetap penuh profesionalisme.Begitu memasuki lift kaca yang bergerak pelan ke lantai 37, ia sempat melihat pantulan dirinya—kemeja putih bersih, coat abu-abu, dan wajah yang terlihat tiga tahun lebih tua sejak sang kakek, Beni Marthadijaya, wafat dan mewariskan perusahaan ini padanya.**Sesampainya di lantai eksekutif, Meira—asisten pr

  • Gadis Terakhir   Bukan Istri Aarav

    “Mas … aku boleh minta tolong?” Sifabella bersuara setelah melamun sepanjang hari karena kedatangan ibu tiri dan kedua kakak tirinya tadi pagi.“Boleh sayang … kamu mau minta tolong apa?” Aarav duduk bersandar pada headboard menemani Sifabella rebahan karena Sifabella merasakan pusing bila duduk

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
  • Gadis Terakhir   Tulus

    Dengan kondisinya yang sangat lemah, Sifabella tidak bisa mengikuti pemakaman papap Heru.Oma dan mommy membatalkan kegiatannya hari ini untuk menemani Sifabella.“Makan dulu, Bel … kasian bayi kamu.” Oma masuk ke kamar membawa satu piring makan siang untuk Sifabella.Sifabella yang duduk melamun d

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
  • Gadis Terakhir   Jadi Pendiam

    Sudah seminggu semenjak kepulangan mereka ke Sydney.Sifabella jadi sangat pendiam, Aarav kehilangan teman bertengkar.Bahkan ketika Aarav berkelakar pun, Sifabella hanya menanggapi dengan tawa sebentar.Beruntungnya, banyak kewajiban Sifabella yang belum diselesaikan lantaran beberapa minggu terak

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
  • Gadis Terakhir   Membuktikan

    Aarav melakukan segala cara untuk bisa pulang secepatnya ke Jakarta termasuk meminta bantuan sahabat sekaligus kerabatnya yang memiliki privat jet.Tapi tentu saja bantuan itu tidak gratis, suatu saat Aarav harus membalasnya namun bagi Aarav sekarang bertemu dengan istri dan calon anaknya lebih pen

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status