Beranda / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 56 Bara Asmara di Jogja

Share

Bab 56 Bara Asmara di Jogja

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 08:00:46

Minggu dini hari sebagai hari terakhir mereka di jogja di kampung halaman Arya, subuh dini hari ketika hari masih gelap Arya menyambangi kamarnya yang sementara dipake Sonya untuk istirahat. Maksud Arya sekedar cek kondisi Sonya di kamar itu.  

Arya mendekati Sonya dengan langkah pelan, seperti seekor kucing besar yang mendekati mangsanya. Dia meraih tangan Sonya dan menariknya lebih dekat. Kedua tubuh mereka bertautan dalam kegelapan, dan bibir mereka bertemu dalam ciuman yang lembut.  Dalam keheningan gelapnya subuh dini hari yang sunyi, kedua hati mereka berbicara dalam bahasa yang tak terucapkan. Mereka berdua tahu apa yang mereka inginkan.

Mereka saling mendekat, bibir mereka bertemu dalam ciuman yang penuh hasrat. Arya mencium bibir Sonya dengan lembut, merasakan kelembutan dan kehangatan dari wanita yang dia cintai. Bibir Sonya membalas dengan ciuman yang berapi-api, mencari keintiman yang lebih dalam.

P

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 91 Desahan di Balik Rencana Gelap

    Malam di Jakarta selalu menyisakan hawa panas yang lengket, namun di dalam unit apartemen mewah milik Cindy di kawasan Kuningan, suhu udara diatur sedemikian dingin oleh mesin pendingin ruangan yang bekerja maksimal. Aroma lilin aromaterapi vanila bercampur dengan bau parfum mahal memenuhi ruangan yang tertata minimalis namun glamor itu. Cindy, sang sekretaris seksi blasteran Indonesia-Belanda, baru saja melepaskan blazer kerjanya dan melemparkannya begitu saja ke sofa beludru merah.Ia hanya mengenakan kemeja putih tipis yang kancing atasnya sudah terbuka, memperlihatkan bra renda hitam yang menopang dadanya yang padat. Di tangannya, sebotol wine merah sudah terbuka setengah. Tak lama, bel apartemen berbunyi. Cindy tersenyum binal, ia tahu siapa yang datang.Begitu pintu terbuka, Jodi langsung merangsek masuk. Tanpa basa-basi, ia menarik pinggul Cindy dan melumat bibirnya dengan beringas. Jodi, staf operasional andalan Sonya Fast yang biasanya terlih

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 90 Dinamika di Balik Dinding Kaca

    Sinar matahari pagi menyinari gedung perkantoran Sonya Fast yang berdiri megah di kawasan pusat bisnis Jakarta. Setelah kegaduhan yang terjadi di Marunda, Sonya memutuskan bahwa operasional harus segera kembali normal. Ia tidak ingin para klien kehilangan kepercayaan hanya karena satu insiden sabotase. Baginya, bisnis adalah medan perang, dan seorang jenderal tidak boleh terlihat lemah hanya karena satu serangan gerilya.Suasana di lobi utama sudah tampak sibuk sejak pukul delapan. Para kurir dengan seragam oranye khas Sonya Fast berlalu-lalang mengangkut paket, sementara staf admin sibuk dengan panggilan telepon yang tak kunjung berhenti. Di tengah kesibukan itu, sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di depan lobi.Arya turun dari kursi kemudi. Penampilannya pagi itu sangat berkelas, mengenakan kemeja slim-fit berwarna biru muda yang lengan bajunya digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan pemberian Sonya yang melingkar gagah di perge

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 89 Penawar Badai di Kemang

    Raungan mesin mobil Pak Baskoro akhirnya berhenti tepat di depan teras rumah mewah di Kemang. Suasana malam yang sunyi seolah menjadi saksi bisu kelegaan luar biasa yang dirasakan oleh Arya dan Sonya. Setelah ketegangan maut yang mereka hadapi di Marunda—adu nyawa dengan Reza yang berakhir dengan ledakan di dermaga—keduanya seolah baru saja kembali dari ambang kematian.Arya turun lebih dulu, wajahnya yang ganteng mirip Adjie Massaid itu tampak lelah namun guratan maskulinnya justru semakin menonjol. Ia segera membukakan pintu untuk Sonya. Tanpa banyak bicara, Arya meraih tubuh istrinya yang cantik itu ke dalam gendongan bridal style."Ar, aku bisa jalan sendiri... malu dilihat Pak Dirman," bisik Sonya manja, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arya. Aroma parfum maskulin suaminya yang bercampur keringat justru terasa sangat merangsang bagi indra penciuman Sonya."Diamlah, Sayang. Malam ini kamu ratuku, dan aku tidak mau kaki jenjangmu me

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 88 Antara Nyawa dan Harga Diri

    Udara di ruang kerja Sonya mendadak terasa tipis. Arya berdiri mematung di tengah ruangan yang berantakan, menggenggam kertas ancaman berwarna merah itu hingga remuk di tangannya. Di luar, suara kepanikan staf IT yang mencoba menyelamatkan server masih terdengar samar, namun bagi Arya, dunia seolah sunyi senyap. Fokusnya hanya satu: Sonya dan bayi mereka yang sedang dalam bahaya."Pak Arya! Pak!" Pak Dirman berlari masuk dengan napas tersenggal. "Saya sudah cek rekaman CCTV cadangan yang tersambung ke ponsel saya. Sepuluh menit yang lalu, ada mobil boks katering yang keluar lewat pintu belakang. Saya yakin mereka ada di dalam sana!"Arya menoleh dengan mata yang memerah karena amarah yang tertahan. "Pak Dirman, jangan hubungi polisi. Saya tidak mau mengambil risiko. Reza itu jenius gila, dia pasti memantau frekuensi radio polisi atau sinyal seluler di sekitar sini.""Tapi Pak, sendirian ke Marunda itu bunuh diri! Itu wilayah mati, banyak gudang tua yang sudah di

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 87 Permainan Dua Muka

    Lampu neon di koridor lantai server berkedip sekali sebelum akhirnya padam total. Pak Dirman, yang sudah puluhan tahun bekerja di keluarga itu, merasa bulu kuduknya berdiri. Namun, instingnya sebagai mantan penjaga keamanan tidak hilang. Ia merogoh saku, mencari ponsel untuk dijadikan senter."Reza?" panggilnya dengan suara berat. Tidak ada sahutan. Hanya suara hening yang mencekam dan desis mesin server yang perlahan mati.Di ujung koridor, bayangan itu bergerak. Pak Dirman mencoba mengejar, namun langkahnya terhalang oleh tumpukan kardus yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Saat ia berhasil menyalakan senter ponselnya, koridor itu sudah kosong. Pintu darurat di ujung lorong masih berayun pelan.***Sementara itu, di sebuah kedai kopi tersembunyi yang jauh dari jangkauan gedung Sonya Fast, Reza duduk dengan tenang sambil menyesap espresso-nya. Di depannya, duduk seorang pria paruh baya yang mengenakan topi bisbol rendah. Pria itu ad

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 86 Desas Desus di Koridor Kekuasaan

    Pagi itu, suasana di kantor pusat Sonya Fast tampak seperti biasa, namun di bawah permukaan, ada arus yang mulai bergejolak. Arya, yang kini sudah terbiasa dengan setelan kemeja kerja yang rapi, melangkah masuk melalui lobi utama. Beberapa karyawan memberikan salam dengan hormat, tetapi Arya bisa merasakan perubahan atmosfer. Ada bisik-bisik yang terhenti setiap kali ia melintas.Reza, asisten pribadinya yang ambisius, sudah menunggu di depan ruang kerja dengan tablet di tangan dan senyum yang terlalu sempurna."Pagi, Pak Arya. Jadwal hari ini cukup padat. Ada rapat dengan tim audit eks-Nexus jam sepuluh, lalu makan siang dengan perwakilan pelabuhan," sapa Reza dengan suara yang sangat profesional."Pagi, Rez. Langsung siapkan bahan auditnya di meja saya. Oh ya, apa ada masalah dengan operasional semalam?" tanya Arya sambil membuka pintu ruangannya.Reza mengikuti dari belakang, menutup pintu dengan pelan. "Operasional lancar, Pak. Tapi... anu, a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status