Share

Bagian 252

Author: Antariksa
last update publish date: 2026-07-28 06:06:03

Agus melempar tubuh bugil Mbak Sari ke atas kasur empuk. Kedua tatapan mereka menyala liar oleh gairah yang sudah tidak tertahankan.

Kulit Sari yang basah oleh keringat berkilau di bawah lampu redup, payudara bergoyang saat tubuhnya mendarat di kasur.

“Naik ke atas, Mbak,” geram Agus sambil merebahkan diri.

Rudalnya sudah tegang keras, dan berdiri tegak menantang.

“Sampeyan janda berpengalaman. Kasih saya goyangan. Mbak yang pegang kendali penuh di atas.”

Agus duduk dan lebarkan kakinya.

Sar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 272

    Agus melangkah turun ke ruang tamu bersama Rosa, Maya dan Siska di belakangnya. Begitu mata Clara menangkap sosok Agus, cewek itu langsung melompat berdiri dari sofa. Dia mengabaikan Pak Mikel dan sama sekali tidak menganggap keberadaan tiga wanita di belakang Agus."Mas Agus!" jerit Clara super heboh.Tanpa canggung, Clara merangsek maju dan langsung menangkup kedua pipi Agus. Jemari lentiknya membelai lembut sudut bibir Agus yang cukup membengkak."Ya ampun, Mas. Bibir sampai lebam iih. Aku cemas banget semalaman tahu enggak!" celecos Clara dengan suara manja yang dibuat-buat. Dia mengangkat bingkisan dari kelab mahal yang dibawanya. "Ini aku bawain obat oles impor sama sup herbal khusus buat Mas Agus tersayang."Rosa dan Siska seketika menghentikan langkah. Keduanya berdiri bersedekap, melipat tangan di bawah dada. Tatapan mata mereka tajam bak belati yang siap menusuk Clara dari belakang."Cewek ini siapa sih, Mbak? Kok ngelunjak banget nempel-nempel Agus-nya kita?" bisik Siska

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 271

    Agus menggeliat, terbangun dengan tubuh segar. Pagi ini di samping ranjang, ada Rosa sudah duduk rapi memangku wadah kecil berisi air hangat dan salep."Duduk dulu, Gus. Biar aku obati lukanya," bisik Rosa lembut.Agus tersenyum miring, menatap wajah ayu Nyonya cantik yang kelihatan khawatir. Muka Rosa pucat melihat sudut bibir Agus yang agak membengkak."Luka kecil gini doang, Mbak. Enggak usah berlebihan," sahut Agus santai."Kecil gimana? Ini robek, Gus!" protes Rosa sambil pelan-pelan menempelkan kapas hangat ke bibir Agus. "Semalem Pak Adul cerita kamu dihajar duluan gara-gara ngelindungin area kelab. Harusnya kamu hati-hati, kalau ada apa-apa gimana?"Meski mengomel, mata Rosa memancarkan rasa bangga yang luar biasa pada pria perkasa di depannya.Agus tak menjawab. Tangan besarnya justru merangkul pinggang Rosa yang makin berisi karena sedang mengandung, lalu menariknya cepat sampai tubuh mulus wanita itu jatuh pasrah di atas dadanya."Aduh, Agus! Nanti airnya tumpah!" pekik

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 270

    Clara melangkah masuk ke ruang tengah rumah gedong Pak Mikel sambil senyum-senyum gatal. Matanya merem-melek, jalannya agak melayang mirip orang mabuk kecubung. Bibirnya yang masih terasa sedikit janggut dan hangat bekas lumatan Agus terus diusap-usap pakai ujung jari.Pak Mikel yang duduk di sofa sambil baca dokumen langsung menurunkan kacamatanya. Dialihkan pandangannya ke anak gadisnya itu."Jam berapa ini, Clara? Ditelepon susah banget," tegur Pak Mikel, dahinya berkerut. "Terus tadi Papi dapet kabar heboh dari manajer kelab. Katanya si Ben anak Pak Pengusaha itu ngompol di sofa VIP gara-gara dihajar orang? Kamu enggak diapa-apain, kan?"Clara bukannya takut malah terkikik geli, lalu menjatuhkan diri di sofa samping papinya."Papi nih kudet banget! Si Ben itu emang pantes ngompol! Udah sok ganteng, posesif, pas dihajar langsung mengkeret," cetus Clara sambil mengibaskan tangan."Hah? Dihajar siapa?" tanya Pak Mikel heran.Clara menyengir lebar, matanya berbinar gatal. "Sama cow

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 269

    Clara menarik tangan Agus setengah menyeret menuju restroom VIP yang terisolasi dan kedap suara. Begitu mereka masuk, bunyi klek terdengar nyaring saat Clara mengunci pintu dari dalam.​"Sini duduk, Mas. Bikin aku deg-degan aja dari tadi," bisik Clara dengan napas agak ngos-ngosan.​Agus cuma terkekeh santai, lalu mendaratkan bokongnya di tepi meja rested wastafel marmer. Clara tidak membuang waktu. Dia langsung merangsek maju, berdiri sangat rapat tepat di antara kedua paha kokoh Agus. Ujung gaun ketatnya bergesekan langsung dengan celana jeans Agus.​"Bisa diem enggak sih? Aku mau obatin luka di bibirmu ini," omel Clara pura-pura galak.​Tangannya mengambil tisu basah, lalu pelan-pelan mengusap bercak darah di sudut bibir Agus. Tapi, matanya malah liar menatap lekat bibir tebal serta dada bidang Agus yang mengintip dari balik kemeja hitam yang kancingnya terbuka.​"Ngapain ngeliatin dada aku terus? Mau megang?" goda Agus sambil tersenyum miring.​"Ih, pede banget!" sergah Clara.

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 268

    "Mas Agus... hati-hati!" kata Clara yang super panik dari belakang.Sedangkan si Ben menyeringai dengan songong, mengira Agus takut. "Kenapa? Baru sadar kamu tuh enggak ada apa-apanya dibanding—"Bugh!Belum sempat si Ben menyelesaikan ocehan sumbangnya, tinju mentah Agus menghantam ulu hati cowok itu. Suara erangan berat lolos dari tenggorokan Ben. Matanya melotot hampir selebar piring, napasnya langsung putus, dan tubuhnya terlipat dua seperti udang rebus kesukaan Agus."Njiir Ben!" jerit dua temannya kaget.Keduanya nekat maju barengan mau mengeroyok. Agus cukup geser kaki sedikit. Saat si cowok berkaus hitam melayangkan pukulan, Agus menepisnya dengan gampang, lalu mendaratkan tendangan lurus tepat di dadanya.Brak!Si pemuda itu sampai terbang tiga langkah dan mukanya menghantam tembok VIP sampai teler. Satu temannya lagi mencoba memiting dari belakang, tapi Agus si jago silat ini langsung menangkap lengannya, membanting tubuhnya ke atas meja kaca.Prang!Botol-botol bir peca

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 267

    Clara masih nempel dan betah banget di atas pangkuan Agus. Gaun bagian atasnya yang agak melorot bikin gundukan dadanya yang kenyal bergesek langsung ke kemeja Agus yang terbuka. Wangi parfum mahal tercium dari celah leher mulusnya.Agus tidak canggung sama sekali. Tangan besarnya malah mendarat lincah di pinggang mulus Clara, meremasnya gemas sampai cewek itu mendesah halus."Aduh, Mas Agus... pelan-pelan," bisik Clara sambil menggeliat manja, semakin dia merapatkan dadanya.Agus tersenyum miring, menatap mata Clara dengan pandangan tajam yang bikin jantung cewek itu mau copot. "Katanya minta ditolongin? Kalau nempelnya seketat ini, yang ada aku yang enggak tahan, Clara."Wajah Clara mendadak panas. Niat awalnya cuma mau berpura-pura, tapi disentuh dan diremas lincah kayak gini bikin lututnya lemes. Dalam hati, Clara menjerit kagum. “Gila! Ini baru cowok sejati! Dadanya keras kayak batu, baunya laki banget. Beda jauh sama mantanku yang picik atau Papi yang loyo!”"Mas Agus kok te

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 5

    “Waduh, mampus,” batin Agus. Ia langsung refleks menepis tangan Maya dengan kuat. Dia juga menjauh beberapa langkah dari si wanita semok ini. Tangannya bahaya benar, karena remasan Maya tadi menyetrum sampai ke semua saraf tubuh Agus, membuatnya merinding ngeri sekaligus nikmat.Maya tertawa sambil

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 4

    “Apaan sih? Mulai rese kamu!” Rosa kelihatan kesal, kulit beningnya jadi kemerahan.Tapi si gadis genit ini semakin menggosok tangannya di dada Agus yang basah karena keringat. Berada di antara dua makhluk cantik yang memiliki perabotan premium tentulah membuat juniornya tegang terus dan menuntut p

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 3

    “Uh, panas,” keluh Siska, dan tiba-tiba dia melepas jaket kulitnya, melemparnya ke bawah kaki Rosa.Tapi Rosa diam saja, memperhatikan gerak-gerik adiknya. Dia tidak tertarik untuk mengomeli Siska karena masih ada Agus di lemari; bahaya kalau sampai ketahuan.“Biasa aja kali ngelihatnya, Mbak. Engg

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 1

    “Percuma punya suami banyak duit, tapi cepet loyo,” gerutu seorang wanita dari dalam kamar. Tak lama, suara desahan terdengar. “Ahh, terus lebih dalam. Ini lebih enak dari punyanya si tua bangka.” Agus sengaja berjalan mengendap-endap sepulang kuliah malam ini karena tidak mau mengganggu penghuni

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status