เข้าสู่ระบบErfan menggunakan mobil sportnya menjemput Nayla di sekolah TK.Sampai di gerbang sekolah, Erfan melihat para murid sudah banyak yang keluar dari gerbang. Erfan turun dari mobil, lalu menengok ke kanan dan ke kiri mencari Nayla. "Tuan muda, anda mencari siapa?" tanya seorang wanita dewasa, ibu dari salah satu siswa di sana."Saya mau jemput Nayla, apa ibu melihatnya?" tanya Erfan."Nayla, putri Bu Evi?" tanya wanita itu, dengan ekspresi penasaran."Iya benar," balas Erfan, sambil mengangguk."Nayla belum keluar, sebentar lagi sepertinya," balas wanita itu.Erfan mengangguk mengerti."Tuan muda, kenapa anda menjemput Nayla?" tanya wanita itu penasaran."Saya menjadikan Nayla putri angkat saya!" balas Erfan, sambil tersenyum santai.Wanita itu sangat terkejut."Apa anda serius, menjadikan Nayla putri angkat?" wanita itu sedikit tidak percaya.Erfan mengangguk, tidak berbicara lebih banyak dengan wanita itu."Sungguh beruntung Nayla memiliki ayah angkat seperti anda!" ucap wanita itu,
Di Kosan Geya.Geya sedang menangis tersedu-sedu, sambil menatap foto Erfan dan dirinya."Sayang, maafkan aku, aku gak bisa lagi bersamamu," "Aku di paksa sayang, jika aku masih berhubungan denganmu, pria itu akan menyebarkan videoku!" Ternyata Pria yang meniduri Geya secara paksa itu, mengirim pesan kembali ke pada Geya. Pesan itu berisi, jika Geya masih berhubungan dengan Erfan, dia akan menyebarkan video Geya, dan juga Geya harus memuaskannya setiap kali dia mau! jika tidak dia akan menyebarkannya juga.Geya sudah pasrah, bahkan dia sudah tidak berani berbicara tentang hal ini kepada ibunya. Yang ada di pikiran Geya sekarang, hanya ingin melindungi reputasinya. Tapi jika Geya berpikir dengan baik, dan memiliki keberanian untuk berbicara kepada Erfan atau pun ibunya, pastilah ada jalan keluarnya.Tapi Geya sangat penakut, menghadapi ancaman seperti itu dia memilih menyerah, hanya diam, sambil berusaha menerima takdir.====Erfan membawa kedua wanita itu mall. Dia membelanjakan k
Tante Erlina, dan Shara, membuat sarapan bersama-sama. Setelah selesai, mereka pergi membangunkan Erfan.Tapi saat Shara masuk ke dalam kamar Erfan, ternyata Erfan sudah bangun, bahkan dia sudah rapi."Sayang, aku kira kamu masih tidur!" ucap Shara, sambil bergelayut manja, di tangan Erfan."Huh, kalo sudah bangun, mau tidur lagi itu sulit!" balas Erfan, mengelus kepala wanita itu."Kalo gitu ayo kita sarapan!" ucap Shara, dengan nada ceria.Erfan mengangguk, lalu mereka pergi ke ruang malan. Dia ruang makan, Tante Erlina sudah menunggu.Melihat Erfan datang, wanita itu langsung tersenyum indah."Ayo duduk, dan sarapan," ucap Tante Erlina."Kamu yang memasak?" tanya Erfan, sambil duduk di kursi pemimpin."Aku sama Shara yang masak," balas Tante Erlina,sambil tersenyum anggun."Gadis itu apa bisa memasaknya," balas Erfan, sambil melirik Shara, dengan ekspresi mengejek."Hey hey, sayang kamu jangan meremehkan ku! gini-gini juga aku jago memasak tahu!" balas Shara, dengan bibir cemberut
Setelah istirahat, Erfan membawa Tante Erlina ke kamar tempat Shara berada."Fan, kok kesini sih?" tanya Tante Erlina, ekspresinya terlihat panik."Sudah, tenang saja. Ayo kita lanjutkan!" Erfan menjawab, sambil memosisikan Tante Erlina membelakanginya sambil berdiri."Ehh, tapi," sebelum Tante Erlina menyelesaikan perkataannya, dia merasakan senjata besar dan panjang itu menerobos masuk ke dalam guanya."Ahh..." desahan nikmat keluar dari mulut keduanya, saat tubuh mereka menyatu dengan sempurna.Erfan langsung menggempur wanita itu dari belakang, dengan keras. Suara erangan dan benturan kulit bergema di dalam kamar Shara.Karena terlalu lelah Shara tidak terbangun sama sekali, walau di dalam kamarnya sangat bising. ====Di kosan Geya.Terlihat wanita itu masih sibuk dengan laptopnya."Huh, kenapa gak beres-beres sih," gerutunya, tangannya tidak berhenti bermain di keyboard.Terdengar pintu kosannya di ketuk.Geya menoleh, lalu pergi membuka pintu kamar kosannya.Klik.Saat pintu di
Erfan keluar dari kamar, dia ingin pergi mengambil minum karena dia merasa sangat haus.Saat Erfan menuruni tangga, samar-samar dia mendengar suara desahan, yang berasal dari ruang tamu depan.Erfan dengan rasa penasaran yang tinggi, memutuskan untuk melihat keadaan di sana.Erfan berjalan tanpa suara. Semakin dekat ke ruang tamu, suara itu semakin jelas."Ahh...terus Erfan, tante merasa enak ahh," Mendengar suara itu, Erfan sangat terkejut. Dia sangat jelas mengenali suara itu. Itu suara Tante Erlina. Sekarang Tante Erlina sedang mendesah, apalagi membawa-bawa namanya."Apa Tante Erlina sedang bermain sendiri? dan juga membayangkan di tiduri olehku?" gumam Erfan di dalam hari. Seringai nakal tersungging di bibirnya.Erfan dengan hati-hati mendekat ke arah sofa. Sampai dia berdiri di samping sofa tempat Tante Erlina berbaring sambil bermain sendiri.Erfan menatap Tante Erlina dengan tatapan terpana. Apa lagi, saat matanya dengan jelas melihat dada besar, padat wanita itu, dan juga ar
Sampai di rumah Shara. Tante Erlina yang sedang duduk sambil menonton tv, mengalihkan pandangannya ke arah kedatangan Erfan dan Shara."Kalian sudah kembali," ucap Tante Erlina, sambil tersenyum. Erfan tersesat sesaat melihat senyuman Tante Erlina, apalagi keadaannya sekarang yang sedang berhasrat tinggi."Aku kira, tante sudah tidur," ucap Shara, dengan nada ceria."Tante menunggu kalian! jika kalian tidak pulang, tentu saja Tante sudah tidur," balas Tante Erlina."Maaf tante membuatmu menunggu," ucap Erfan, dengan nada tidak enak."Ehh, gak masalah! apa kalian sudah makan?" tanya Tante Erlina.Erfan dan Shara menggelengkan kepalanya. Mereka baru ingat jika mereka belum makan. Mereka terburu-buru pulang karena sudah tidak tahan ingin bermain, sampai melupakan hal penting.Tante Erlina bangkit berdiri, sambil berkata."Kalo gitu, ayo kita makan! tante sudah masak, tante juga belum makan,"Erfan dan Shara mengangguk setuju, mereka pun pergi ke ruang makan.Erfan dan Shara makan denga







