Teilen

13. TERPAKSA GANTI RUGI

last update Veröffentlichungsdatum: 03.11.2026 21:28:34

Pulang sekolah Livia dan Sissy berjalan beriringan menyusuri koridor menuju gerbang sambil ngobrol. Beberapa kali terlihat Sissy cekikikan sambil mentoel-toel lengan Livia. Sissy tengah menggoda Livia soal pertemuan mereka dengan Nicky di kantin tadi yang menurut penglihatan Sissy, sahabatnya itu sedang salah tingkah.

"Lo nggak usah ngadi-ngadi deh, nggak usah ngarang. Gue nggak kaya gitu ya," Livia membela diri.

"Ah masa... ehm," goda Sissy terus.

Livia tidak mau merespon lebih. Dia cu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • High School And Secretly Married   13. TERPAKSA GANTI RUGI

    Pulang sekolah Livia dan Sissy berjalan beriringan menyusuri koridor menuju gerbang sambil ngobrol. Beberapa kali terlihat Sissy cekikikan sambil mentoel-toel lengan Livia. Sissy tengah menggoda Livia soal pertemuan mereka dengan Nicky di kantin tadi yang menurut penglihatan Sissy, sahabatnya itu sedang salah tingkah. "Lo nggak usah ngadi-ngadi deh, nggak usah ngarang. Gue nggak kaya gitu ya," Livia membela diri. "Ah masa... ehm," goda Sissy terus. Livia tidak mau merespon lebih. Dia cuma geleng-geleng kepala dan lanjut jalan. Setibanya di ujung koridor, tak sengaja mereka bertabrakan dengan seorang siswi dan membuat benda yang dibawa siswi tersebut jatuh ke lantai. Mereka bertiga sama-sama kaget. Benda bernama bedak padat itu terjun bebas ke lantai dan pecah menjadi dua bagian. Sementara isinya menghambur ke lantai. Siswi pemilik benda itu geram dan melotot ke arah Livia dan Sissy bergantian. "Sialan ya kalian. Hancur kan bedak gue!" bentaknya. "Heh, bukan salah kita

  • High School And Secretly Married   12. LAMPU HIJAU

    Nolan baru saja selesai minum obat saat ponselnya berkedip. Sebuah notifikasi dari aplikasi I* miliknya itu awalnya tidak begitu menarik perhatiannya. Namun saat dia membaca ada nama Livia di pop-up notification yang muncul, buru-buru tangannya meraih ponsel. Bahkan saking buru-burunya sampai hampir menyenggol gelas di tepi nakas dan menumpahkan isinya. Beruntung mamanya yang tengah duduk tak jauh dari situ dengan sigap reflek menghalangi gelas itu. "Nolan apa-apaan sih?! Pelan-pelan, kamu baru aja selesai minum obat," omel Bu Monika. Nolan tidak menghiraukan omelan tersebut dan terus fokus dengan ponselnya yang kini membuatnya mulai tersenyum-senyum sendiri. Kening Bu Monika mengernyit melihat hal itu. "Mama udah bilang, fokus dulu sama kesehatan kamu. Jangan pikirin pekerjaan, kamu senyum-senyum gitu dapat kabar apa? Ada proyek baru yang nyantol kah?" tanya Bu Monika penuh selidik. "Inget ya Nolan, untuk sementara pokoknya kamu jangan dulu sibuk atau memforsir tenaga kamu untuk

  • High School And Secretly Married   11. KHAWATIR

    Pagi itu Livia bangun lebih awal. Selesai bersiap, dia langsung turun ke lantai bawah menemui Bik Sum yang sudah sibuk dengan aktivitasnya di dapur. Melihat Livia sudah turun di waktu yang tak biasa, wanita paruh baya itu kaget dan tampak tergesa-gesa menyiapkan sarapan. "Bik Sum nggak usah siapin sarapan, aku mau sarapan di kantin sekolah aja," ucap Livia. Dia hanya meneguk susu yang sudah terhidang di meja makan dan meminumnya setengah gelas. Bik Sum bengong beberapa saat. Tangannya sudah memegang piring yang akan dia letakkan di meja makan. "Non Livia ada apa kok berangkat pagi-pagi banget?" Bik Sum melirik jam dinding yang saat itu baru menunjukkan pukul setengah enam. "Iya soalnya aku mau mampir ke klinik dulu. Ya udah ya, aku berangkat sekarang," jawab Livia dan langsung bergegas meninggalkan Bik Sum yang masih bengong. Namun setelah Livia menghilang, bibir Bik Sum mengukir senyum penuh arti. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan bahagia. Suasana di se

  • High School And Secretly Married   10. HATI YANG BERBUNGA-BUNGA

    Setibanya di rumah, Livia langsung mandi sementara Sissy menunggu di dalam kamar. Lalu setelahnya mereka makan malam bareng makanan yang sudah disiapkan Bik Sum. Setelah selesai mereka kembali lagi ke kamar dan ngobrol-ngobrol. Tidak jauh-jauh, Sissy banyak bertanya perihal Nicky dan lama-lama hal itu membuat Livia muak. "Iiih lo apa-apaan sih Sy? Kepo banget jadi orang. Kalau lo pengen tahu banyak tentang dia, besok deh lo temui sendiri dia di sekolah trus lo introgasii langsung," ujar Livia sebal. Sissy terkikik. "Hihihihi... iya-iya maaaaap. Jangan marah dong," godanya. "Ya habis dari tadi lo nanyain diaaaa mulu. Lo pikir gue baby sitternya Nicky apa yang tahu banyak soal dia. Orang gue juga baru kenal. Lagian lo kenapa sih segitunya banget? Lo naksir sama dia?" tanya Livia penuh selidik. Jari telunjuknya menuding lurus ke arah hidung Sissy. Sissy memainkan bola matanya sembari mengangkat kedua bahunya. "Mmmmm.... I don't know then.... tapi dia emang keren sih. Nggak jel

  • High School And Secretly Married   9. SISI LAIN NICKY

    Livia menyusuri koridor klinik dengan perasaan kesal. Dia sendiri sebenarnya juga bingung kenapa harus semarah itu pada Nolan. Padahal yang diucapkan suaminya ke Nicky juga nggak ada yang salah. Tapi entahlah... mungkin karena Nicky yang sudah mengetahui rahasianya jadi Livia merasa tidak nyaman kalau keduanya bertemu lama-lama. Takut Nicky keceplosan di depan Nolan. Suaminya itu pasti marah besar kalau sampai tahu bahwa sebenarnya Nicky sudah mengetahui rahasia itu karena keteledorannya. Baru memergoki dokumen yang dibawa ke sekolah aja Nolan sudah semarah itu kemarin. Aaaarggghhh!! Kenapa sih gue harus dihadapkan sama situasi seperti ini?!! Livia menelfon Pak Sam meminta untuk segera menjemput, sembari terus berjalan. Dia cuma pengen cepet-cepet sampai rumah dan tidur. Jiwa dan raganya merasakan letih bersamaan. "Saya tunggu di depan klinik pak," pungkasnya. Livia berhenti di ambang pagar klinik sembari merapatkan jaketnya. Saat sedang sibuk memperhatikan suasana jalan d

  • High School And Secretly Married   8. KEMBALI BERDEBAT

    "Dingin nih, kembali ke kamar yuk," ajak Livia sembari mengusap-usapkan kedua tangannya. Suasana mulai gelap dan beberapa orang yang tadinya menikmati senja di taman rumah sakit mulai beranjak satu per satu. "Yuk," Nolan berdiri perlahan. Dia masih sedikit terhuyung, beruntung Livia dengan sigap membantu menahan tubuhnya. Mereka terkekeh bersamaan karena hal itu. Keduanya lalu berjalan beriringan menuju kamar rawat Nolan. Saat melintasi kamar tulip nomor 05, seseorang keluar dengan koper kecil di belakangnya, membuat Livia dan Nolan sama-sama kaget. "Hai Livia," sapa Nicky dengan senyum mengembang. Selang infus di tangannya sudah tidak ada lagi dan dia juga sudah tidak memakai baju pasien. Livia tersenyum getir membalas senyuman itu sedangkan Nolan cuma menatap Nicky datar. Nolan berusaha menyembunyikan kekagetannya saat mendengar laki-laki itu menyapa Livia. Hanya Livia. "Kamu, udah mau pulang?" tanya Livia. Pulang? Berarti Livia udah tahu kalau dia dirawat. Sejak kapa

  • High School And Secretly Married   4. KEKECEWAAN NOLAN

    "Apa-apaan ini? Siapa dia? Kenapa kamu baru pulang sekolah? Jam berapa sekarang, Via? Ada urusan apa kamu sampai nggak mengizinkan Pak Sam nganter kamu? Urusan sama siapa?" cecar Nolan begitu Livia berhenti tepat di hadapannya. Melihat hal itu, Pak Sam dan Bik Sum langsung sama-sama ngibrit ke bel

  • High School And Secretly Married   2. CEROBOH

    Suara alarm yang nyaring memenuhi seisi kamar Livia. Dengan mata yang masih terpejam, tangan Livia meraba-raba nakas untuk mematikan bunyi alarm yang bersumber dari ponselnya itu. "BUGG!!" Bukan alarm yang akhirnya membuat Livia terbangun, melainkan botol minumannya yang terjatuh ke lantai. Refle

  • High School And Secretly Married   5. SIKAP YANG BERBEDA

    Paginya, Livia dan Nolan keluar bersamaan dari kamar mereka masing-masing. Mereka berdua tampak sudah sama-sama rapi. Untuk beberapa saat keduanya saling tatap, namun setelahnya Nolan memilih berlalu mendahului Livia tanpa sapaan sepatah kata pun. Livia memutar bola matanya dan mendengus. Ada setit

  • High School And Secretly Married   3. RAHASIA TERBONGKAR

    Saat bel berbunyi yang menandakan waktu istirahat, Livia langsung meninggalkan kelas. Dia berjalan cepat menuju tempat dimana dia pagi tadi bertabrakan dengan Nicky, yaitu di depan ruang Laboratorium. Tapi setibanya di sana, dia bingung saat melihat sekumpulan murid laki-laki dan perempuan tengah no

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status