แชร์

BAB 42

ผู้เขียน: my_ladyyy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-08 23:44:04

Suasana di St' Mary's sore itu terasa tegang. Elion ada di sana namun perhatiannya tertuju pada tablet di tangannya. Rebecca melihatnya sekilas sebelum akhirnya fokus pada Richard. Eleanor dan Henry sudah bersiap dengan tas bawaan di tangan mereka.

Hari itu adalah jadwal terapi kedua Richard, namun kedua orang tua Rebecca harus kembali ke kota mereka.

"Maaf, ibu dan ayah tidak bisa berlama-lama di sini. Ayahmu mendapat pekerjaan mengurus kebun anggur milik wali kota sampai masa panen selesai
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 91

    Roberto melangkah mendekati kemudian menjatuhkan tubuhnya untuk duduk bersila di lantai marmer, hanya beberapa jengkal dari Rebecca. Matanya tertuju pada jaket kusam di pangkuan wanita itu. "Jaket itu, sepertinya sangat berarti bagi Elion." ucap Roberto tanpa melepas pandangannya. "Ini jaket yang dia beli memakai uang gajian pertamanya. Dia bilang ini terlihat keren." balas Rebecca dengan bibir terangkat sedikit membentuk senyum nostalgia yang tipis. "Dan kau pasti bilang jelek?" tebak Roberto halus. "Memang jelek," jawab Rebecca spontan tapi ada binar jenaka di matanya. Untuk beberapa saat, keheningan hadir di antara mereka—sebuah penghormatan sunyi untuk pria yang telah menyatukan mereka di ruangan ini. Rebecca menunduk kembali, membelai garis huruf yang terukir dengan tinta permanen pudar itu. Elion Hale. "Dia menulis namanya sendiri di dalam saku..." suara Rebecca bergetar. "...dia takut kalau jaketnya hilang, orang lain tidak akan tahu siapa pemiliknya. Konyol, kan?"

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 90

    BAB 90Waktu akhirnya berlalu. Townhouse milik Elion terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya. Tidak ada lagi derap langkah kaki Elion yang terburu-buru menuruni tangga. Tidak ada lagi suara pintu kamar yang berderit terbuka, disusul panggilan santainya pada Rebecca hanya untuk menanyakan hal-hal sepele yang sebenarnya bisa ia cari tahu sendiri. Yang tersisa kini hanyalah ketenangan—jenis ketenangan yang dingin, berat, dan menekan dada.Rebecca berdiri membisu di depan lemari pakaian Elion. Sudah hampir dua minggu sejak makam Elion mengering, namun baru hari ini jemarinya memiliki cukup keberanian untuk sekadar menyentuh kenop pintu itu. Ia menarik napas panjang, meresapi udara yang terasa sesak, kemudian membukanya dengan perlahan.Deretan pakaian Elion masih tergantung rapi di sana. Kemeja-kemeja kerjanya, jaket tebal, beberapa sweater favoritnya, hingga celana kain yang masih tersusun presisi di rak bawah. Semuanya masih berada di posisi yang sama—seolah-olah sang pemilik hanya se

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 89

    "Darwin Serphent telah menemukan petunjuk baru." Adam berhenti. Pesan berikutnya masuk. "Mereka menemukan simbol pada kendaraan eksekutor." Senyum Adam perlahan menghilang, digantikan dengan sesuatu yang lebih serius—ekspresi yang jarang muncul di wajah pria itu. Ia membaca baris itu dua kali. Tiga kali. Pesan ketiga muncul: "Mereka belum mengetahui pemiliknya." Keheningan menggantung di ruangan itu, hanya ditemani suara hujan yang mengetuk kaca jendela dengan irama yang tidak peduli pada permainan manusia dibaliknya. Sudut bibir Adam kembali terangkat—perlahan, seperti seseorang yang baru saja memutuskan bahwa ini justru menjadi lebih menarik. "Kalau begitu..." ia mematikan layar ponselnya. "...mari kita lihat siapa yang lebih dulu menemukan jawabannya." Di luar sana, hujan London semakin deras meski waktu hampir masuk pukul dua belas malam. Dan tanpa diketahui Roberto Serphent, dua permainan sedang berjalan bersamaan di tengah kegelapan yang sama. Satu untuk menemu

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 88

    "Anda memanggil saya, Tuan Adam?" Adam mengibaskan tangan, menunjuk kursi di hadapannya. "Duduk, Mr. Vance." Pria itu mengambil tempat, Adam menggeser map hitam di mejanya ke tengah. "Saya ingin proses gugatan perceraian Eliza Ravenscroft dan Roberto Serphent resmi disiapkan mulai hari ini." Pengacara itu tidak langsung menyentuh map tersebut. Ia menatap Adam, mencoba membaca arah angin. "Perceraian? Apakah Nyonya Eliza sudah menandatangani persetujuan?" Adam mendongak, tatapannya mendingin. "Eliza tidak berada dalam posisi untuk menentukan arah keputusan keluarga Ravenscroft." Jawaban itu cukup untuk membuat sang pengacara bungkam. Adam membalik lembaran berkas satu persatu. "Tetapi saya tidak meminta Anda melayangkan gugatan ini ke pengadilan besok pagi. Persiapkan seluruh dokumennya hingga matang, tanpa cela." "Termasuk draf pembagian klaim?" "Termasuk seluruh klausul yang memojokkan pihak Serphent." Vance mengangguk paham. "Kapan kita akan mengakses pe

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 87

    Kembali ke pusat pemantauan, Darwin masih terpaku di depan deretan layar. Ia telah menandai setiap pemunculan titik gelap—kendaraan yang membuntut SUV Elion—pada peta digital kota London. Garis-garis merah saling terhubung, membentuk rute presisi dari luar area pemukiman townhouse, menyisir jalan arteri, hingga berakhir persis beberapa ratus meter sebelum persimpangan layang.Telepon di meja Darwin berdering, sambungan dari Willy."Aku dapat konfirmasi," kata Willy cepat. "Truk itu memang unit resmi. Pengemudinya bernama James Carter, dan rutenya diubah secara manual pada jam dua lebih dua puluh menit siang kemarin oleh manajer logistik bernama Theo Mason. Keduanya sekarang kabur."Darwin mendengarkan sambil terus memperhatikan monitor. "Berarti seseorang sengaja menempatkan truk itu di jalur Elion.""Kau menemukan sesuatu dari rekaman CCTV?" tanya Willy. "Sedan yang mengikuti Elion selalu memotong jalan ke titik blind spot kamera kota," jawab Darwin. "Pengemudinya tahu betul letak ka

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 86

    London belum sepenuhnya bangun saat Darwin sudah berada di dalam sebuah ruangan kecil yang dipenuhi layar monitor. Ruangan yang terletak di salah satu properti milik keluarga Serphent ini difungsikan sebagai pusat pengawasan dan koordinasi keamanan. Lampu utama sengaja dimatikan, menyisakan pancaran cahaya kebiruan dari deretan monitor yang menerangi wajah Darwin yang terlihat dingin dan serius.Di hadapannya, rekaman dari beberapa kamera pengawas terpampang sekaligus dalam beberapa sudut layar. Jalan layang, persimpangan utama, pintu keluar kawasan industri—semuanya berada dalam radius beberapa kilometer dari lokasi kecelakaan Elion. Darwin bersandar di kursinya sambil mengetuk meja pelan."Putar ulang. Mundurkan rekamannya beberapa menit."Operator di sampingnya sigap menekan tombol, rekaman kembali berjalan. SUV hitam milik Elion muncul dari kejauhan. Penanda waktu di sudut layar menunjukkan beberapa menit sebelum benturan terjadi. Darwin memperhatikan kendaraan tersebut tanpa berk

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 4

    Cahaya matahari sore London yang pucat menembus jendela berlapis baja di kamar utama mansion Victoria. Rebecca masih terbaring lemah, matanya menatap hampa ke langit-langit kamar yang berhias ukiran rumit. Rasa nyeri di perutnya kini mulai tertutupi dengan rasa kaku dan panas dari dadanya yang kian

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 3

    London di pagi buta selalu terasa mencekam, namun hal itu tidak berlaku bagi Henry dan Eleanor Foster. Kabut yang menyelimuti area Paddington pagi itu terasa seperti pelukan hangat. Mereka turun dari taksi hitam, membawa tas kain berisi pakaian bayi dan termos sup ayam yang masih mengepul."Pelan-p

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 2

    Langkah kaki pelan terdengar dari balik pintu. Roberto menoleh saat seorang pria berusia lima puluhan masuk membawa tas medis hitam. Rambutnya sudah memutih di pelipis, wajahnya kaku, jelas tidak nyaman berada di tempat itu. "Apa kau sudah gila, Roberto?" suara Christopher direndahkan, amarahnya m

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 1

    Bau antiseptik menyusup perlahan ke dalam kesadaran Rebecca, menusuk hidungnya bahkan sebelum matanya benar-benar terbuka. Cahaya putih rumah sakit terlalu terang, menekan kelopak matanya yang bengkak dan perih. Tubuhnya terasa berat, seperti baru saja ditarik kembali dari laut setelah nyaris tengg

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status