Share

BAB 65

Penulis: my_ladyyy
last update Tanggal publikasi: 2026-07-01 08:01:11

Pecahan kristal dari vas antik abad kedelapan belas berserakan di atas karpet Persia mewah yang melapisi lantai ruang kerja itu. Napas Adam Ravenscroft memburu berat, membuat tubuh tuanya naik turun karena napas yang memburu, tapi masih dipenuhi ambisi yang membara.

Sepasang matanya yang memerah menatap nanar ke arah layar monitor besar di dinding ruangan. Di sana, grafik pergerakan saham utama klan Ravenscroft menurun tajam, menyisakan warna merah darah yang seolah menertawakan sisa-sisa k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 87

    Kembali ke pusat pemantauan, Darwin masih terpaku di depan deretan layar. Ia telah menandai setiap pemunculan titik gelap—kendaraan yang membuntut SUV Elion—pada peta digital kota London. Garis-garis merah saling terhubung, membentuk rute presisi dari luar area pemukiman townhouse, menyisir jalan arteri, hingga berakhir persis beberapa ratus meter sebelum persimpangan layang.Telepon di meja Darwin berdering, sambungan dari Willy."Aku dapat konfirmasi," kata Willy cepat. "Truk itu memang unit resmi. Pengemudinya bernama James Carter, dan rutenya diubah secara manual pada jam dua lebih dua puluh menit siang kemarin oleh manajer logistik bernama Theo Mason. Keduanya sekarang kabur."Darwin mendengarkan sambil terus memperhatikan monitor. "Berarti seseorang sengaja menempatkan truk itu di jalur Elion.""Kau menemukan sesuatu dari rekaman CCTV?" tanya Willy. "Sedan yang mengikuti Elion selalu memotong jalan ke titik blind spot kamera kota," jawab Darwin. "Pengemudinya tahu betul letak ka

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 86

    London belum sepenuhnya bangun saat Darwin sudah berada di dalam sebuah ruangan kecil yang dipenuhi layar monitor. Ruangan yang terletak di salah satu properti milik keluarga Serphent ini difungsikan sebagai pusat pengawasan dan koordinasi keamanan. Lampu utama sengaja dimatikan, menyisakan pancaran cahaya kebiruan dari deretan monitor yang menerangi wajah Darwin yang terlihat dingin dan serius.Di hadapannya, rekaman dari beberapa kamera pengawas terpampang sekaligus dalam beberapa sudut layar. Jalan layang, persimpangan utama, pintu keluar kawasan industri—semuanya berada dalam radius beberapa kilometer dari lokasi kecelakaan Elion. Darwin bersandar di kursinya sambil mengetuk meja pelan."Putar ulang. Mundurkan rekamannya beberapa menit."Operator di sampingnya sigap menekan tombol, rekaman kembali berjalan. SUV hitam milik Elion muncul dari kejauhan. Penanda waktu di sudut layar menunjukkan beberapa menit sebelum benturan terjadi. Darwin memperhatikan kendaraan tersebut tanpa berk

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 85

    Hari berikutnya datang tanpa perubahan berarti, London masih diselimuti langit kelabu. Sisa hujan malam sebelumnya meninggalkan titik-titik air di kaca jendela townhouse, sementara udara dingin masuk melalui celah-celah balkon yang belum tertutup sempurna. Townhouse yang selama dua hari terakhir dipenuhi manusia kini terasa jauh lebih lengang. Bunga-bunga duka masih memenuhi beberapa sudut ruangan, namun suara percakapan yang sebelumnya bersahut-sahutan sudah menghilang, menyisakan keluarga dekat, beberapa pelayan dan keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada keramaian. Di lantai atas, Christopher baru saja menyelesaikan pemeriksaan Rebecca. Wanita itu terlihat berbaring di tempat tidur dengan wajah pucat. Setelah dibujuk cukup lama, ia akhirnya menghabiskan beberapa suap bubur dan meminum obat yang diberikan Christopher. Tidak banyak, tetapi setidaknya cukup untuk membuat tubuhnya bertahan. "Untuk sementara kondisinya masih stabil," ujar Christopher ketika berdiri di amban

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 84

    Pagi berikutnya menyongsong dengan sisa-sisa embun dingin yang melekat di kaca jendela. Pintu kamar utama terdorong pelan. Henry memasuki membawa nampan berisi segelas susu hangat dan bubur gandum. Di atas ranjang, Rebecca sudah terbangun, duduk membisu menatap lantai dengan tatapan hampa. Henry meletakkan nampan itu di atas meja nakas, lalu duduk di tepi tempat tidur. Dengan lembut, pria itu merengkuh jemari dingin putrinya. "Makan sedikit ya, Nak? Demi ibu, demi Jourell..." bisik Henry lembut. Rebecca mendongak, air mata yang mengering di pipinya kembali menetes tipis. "Ayah..." Suaranya serak dan parau. "Bagaimana kalau... bagaimana kalau aku ini benar-benar menantu yang gagal?" Henry tertegun, menatap putrinya dalam-dalam, seolah ingin memastikan ia masih sanggup bertahan. "Aku tidak bisa membuat Elion bertahan," bisik Rebecca, napasnya bergetar menahan sesak yang kembali menghantam. "Aku takut Ayah Arthur dan Ibu Beatrice membenciku. Aku takut mereka menganggapku penyebab El

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 83

    Malam menyelimuti townhouse dengan kesunyian yang mencekik. Di kamar utama, lampu meja dinyalakan redup, memancarkan pendar kuning yang samar. Di atas tempat tidur berukuran king-size, Rebecca duduk bersandar pada tumpukan bantal. Wajahnya pucat pasi, matanya sembap dan hampa, menatap lurus ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka. Di atas meja nakas, mangkuk sup bening yang dibawakan pelayan satu jam lalu sudah dingin tanpa tersentuh sedikit pun, Rebecca bahkan menolak memasukkan satu sendok pun makanan ke dalam mulutnya. Setiap kali aroma masakan tercium, perutnya mual—seolah-olah seluruh tubuhnya ikut menolak kenyataan bahwa Elion telah tertimbun tanah. Setiap mendengar langkah kaki di koridor luar, mata Rebecca akan berbinar singkat. Jantungnya berdegup kencang, mengharapkan keajaiban yang dapat membalikkan kenyataan pahit yang telah dijelaskan Christopher tadi siang. Bagaimana jika itu Elion? Bagaimana jika dia hanya terlambat pulang? Tetapi yang muncul di ambang pintu

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 82

    Bab 82Pintu utama townhouse kembali terdorong lebar. Christopher masuk dengan langkah cepat dan cekatan membawa tas medis. Bahkan jas dokternya masih terkancing rapat, pria itu baru saja menerima panggilan dari Roberto beberapa menit lalu dan langsung meninggalkan rumah sakit."Di mana Nyonya Rebecca?" tanya Christopher sigap."Di sini," sahut Margareth seraya memberi ruang. Christopher segera berlutut di samping sofa. Dengan cermat, ia memeriksa respons pupil, denyut nadi, serta irama pernapasan Rebecca.Tak lama, ia meminta salah seorang pelayan mengambil tensimetermedis. "Tekanan darahnya drop cukup drastis, namun masih dalam ambang batas aman untuk kita pantau di rumah," ujar Christopher usai melakukan pemeriksaan singkat. "Ia mengalami kelelahan fisik dan mental yang amat berat."Roberto berdiri tegap di samping sofa, menyilangkan tangannya di dada. "Ia pingsan tepat setelah mawar pertama dijatuhkan ke peti Elion." Christopher terdiam sejenak, matanya menatap wajah pucat Rebecc

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 4

    Cahaya matahari sore London yang pucat menembus jendela berlapis baja di kamar utama mansion Victoria. Rebecca masih terbaring lemah, matanya menatap hampa ke langit-langit kamar yang berhias ukiran rumit. Rasa nyeri di perutnya kini mulai tertutupi dengan rasa kaku dan panas dari dadanya yang kian

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 3

    London di pagi buta selalu terasa mencekam, namun hal itu tidak berlaku bagi Henry dan Eleanor Foster. Kabut yang menyelimuti area Paddington pagi itu terasa seperti pelukan hangat. Mereka turun dari taksi hitam, membawa tas kain berisi pakaian bayi dan termos sup ayam yang masih mengepul."Pelan-p

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 2

    Langkah kaki pelan terdengar dari balik pintu. Roberto menoleh saat seorang pria berusia lima puluhan masuk membawa tas medis hitam. Rambutnya sudah memutih di pelipis, wajahnya kaku, jelas tidak nyaman berada di tempat itu. "Apa kau sudah gila, Roberto?" suara Christopher direndahkan, amarahnya m

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 1

    Bau antiseptik menyusup perlahan ke dalam kesadaran Rebecca, menusuk hidungnya bahkan sebelum matanya benar-benar terbuka. Cahaya putih rumah sakit terlalu terang, menekan kelopak matanya yang bengkak dan perih. Tubuhnya terasa berat, seperti baru saja ditarik kembali dari laut setelah nyaris tengg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status