Share

Bab 158

Author: Piemar
last update publish date: 2026-05-23 04:26:20

Atas perintah langsung dari Kanselir Marko, Pasukan Bayangan bergerak cepat tanpa menimbulkan kegaduhan publik. Penangkapan dilakukan secara serentak di dua tempat berbeda.

Di kediaman distrik bangsawan, Baron Victor Moreau ditangkap dalam kondisi yang sangat kacau. Ruang kerjanya berantakan dengan botol-botol minuman keras yang kosong, sementara tangannya sedang berusaha membakar dokumen-dokumen manifest Pelabuhan Royal Ashmond yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa. Ia ingin menghapus rekam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 171

    Mendengar kabar dari pelayan, perasaan Isabella berkecamuk. Ia berlari menuju pintu keluar disusul oleh pelayan tadi. Namun, apa yang ia lihat. Sebuah pasukan berkuda dengan zirah ksatria level bawah. Salah satunya turun dan berjalan ke arah mereka. Isabella menoleh perlahan ke arah pelayan yang tadi memanggilnya dengan wajah melotot jengkel. 'Tadi katamu pengawal Ratu Cecilia!' tuntut Isabella lewat tatapan matanya. Rasanya, ia ingin mencakar wajahnya. Pelayan itu hanya bisa menyengir kuda, menunduk ketakutan sembari merutuk dalam hati karena salah mengenali lambang zirah ksatria. Maklum, pelayan pinggiran jarang melihat orang penting istana. Karena takut dimarahi, pelayan itu buru-buru melarikan diri. “Isabella? Em, Duchess Isabella.”Suara bariton yang jernih memecah kecanggungan. Mata pemuda itu langsung berbinar, melebar sempurna begitu mendapati sosok Isabella berdiri di sana. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Dengan sigap, Liam langsung membungkuk horm

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 170

    …Hampir seminggu lamanya, Isabella berada di kediaman Laurent, menghabiskan seluruh waktu dan energinya untuk merawat sang ayah. Di bawah penanganan tabib dari timur yang menggunakan jarum akupunktur dan ramuan herbal Timur, kondisi Roberto perlahan menunjukan kemajuan. Detoksifikasi dan sirkulasi darah pria itu berjalan lancar dan kembali normal tanpa melalui bloodletting yang membahayakan. Selama itu pula, ia tidak diganggu oleh Alice karena perubahan instan sikap Olivia, ibu tiri oportunis itu. Wanita paruh baya yang biasanya hobi berteriak itu kini menjelma menjadi sosok ibu tiri yang luar biasa pengertian, ramah, dan luar biasa rajin. Tentu saja, Isabella tahu persis tidak ada yang gratis dari kebaikan Olivia. Semua itu murni karena Olivia ogah merawat suami yang cacat atau menjadi beban finansial seumur hidupnya. Ditambah lagi, dompet tebal Isabella sebagai istri pangeran adalah jaminan masa depan yang tidak boleh ia sia-siakan.Hari itu, Isabella berencana akan pulang ke i

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 169

    …“Hati-hati kalau bicara, Alice!” Pekik Isabella menahan pergelangan tangannya dengan remasan kuat. Mungkin selama ini Isabella asli selalu mengalah padanya dan menerima perlakuan apapun dari dirinya. Namun, tidak kali ini. Sudah saatnya, ia membalas perlakuannya. Bahkan gara-gara dia, Isabella harus menggantikan posisinya menjadi seorang istri kedua di istana yang penuh intrik. Isabella cukup lama mencekal pergelangan tangan Alice. Ke dua pasang mata bertemu dengan tatapan yang sengit. Alice tidak bisa bergerak sama sekali. Ia tidak pernah menyangka jika kekuatan Isabella jauh di atasnya. Sebetulnya, apa yang ia makan hingga ia memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melawannya.Suara langkah kaki terdengar cukup keras, tabib bermata sipit itu sudah selesai melakukan pertolongan pertama pada Roberto.Isabella melepas cekalan tangannya cukup keras. Mereka pun memutuskan untuk melakukan gencatan senjata demi ayah mereka.Keduanya masuk melihat kondisi Roberto. Saat ini kondisi Robe

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 168

    Isabella merutuk dalam batinnya. Kenapa dia tidak membawa masuk para pengawalnya. Ia hanya menyuruh mereka menunggu di halaman. Jika tahu lebih awal, tidak akan adanya keributan. Padahal di sana, ia hanya ingin menjenguk sang ayah. Sialnya, justru ia malah menemukan sang ayah yang sakit kritis dan sebentar lagi akan menjadi korban malpraktik tabib kuno. Di kehidupan modern, ayahnya hanya perlu mendapat transfusi darah. Namun, naasnya, zaman itu bahkan belum mengenali istilah golongan darah alih-alih transfusi darah pada pasien yang kehabisan darah. Namun, Isabella tidak kehilangan akal. Ia tidak langsung memberontak dengan mengeluarkan jurus boxing–nya secara brutal. Saat kedua pengawal hendak menyeretnya lebih jauh, gadis itu sengaja melemaskan bobot tubuhnya, membuat tumpuan berat pengawal limbung ke depan. Tepat di detik itu, Isabella menyentakkan kedua sikunya ke belakang dengan telak, menghantam ulu hati pengawal sebelah kanan hingga pria itu terbatuk kesakitan dan melepaskan

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 167

    …Sebuah ciuman mendarat di wajah seorang wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang tak lagi muda. ‘“Terima kasih, Ibu. Kau memang ibu yang terbaik di dunia. Aku sangat mencintaimu.” Kata putrinya dengan manja meski usianya sudah menginjak dua puluh tahunan. “Dengarkan aku, Helena…” wanita paruh baya yang tak lain Eva Moreau pun menatap putri semata wayangnya dengan tatapan intens dan dalam. “Ibu melakukan ini bukan untukmu!” Helaan napas berat lolos dari bibirnya. Nada suaranya sedikit bergetar. Helena mengerjap, manik mata birunya melebar selebar-lebarnya. Ia menatap ibunya dengan tak kalah serius. “Apa maksudmu Ibu? Memang kau melakukan ini untuk siapa? Aku putrimu, Ibu. Kau harus selalu berada di sisiku, membelaku, seperti apa yang Ayah lakukan.” Tukasnya dengan decakan kesal. Mendengar kalimat itu, wajah Eva langsung mengeras. “Ibu mendatangi Alex demi menjaga kehormatan keluarga Moreau. Jangan pernah mempermalukan nama keluarga kita dengan sikapmu yang impulsif.” Su

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 166

    Isabella menatap daun pintu kayu ek tebal di depan ruang kerja Alex dengan tatapan gundah. Langkah kakinya tertahan cukup lama. Ada rasa penasaran kenapa pria itu tiba-tiba enggan bertemu dengannya. Apakah dia memang tidak bersedia menerima tamu karena sedang kurang sehat, karena sibuk atau suasana hatinya sedang memburuk. Ada banyak prasangka di kepalanya.Gadis berambut madu itu menghela napas panjang sebelum beranjak dari sana sementara itu pengawal menatapnya sesekali dengan tatapan simpatik. Bagaimanapun, ia tadi menjadi saksi mata ketika mendengar percakapan di antara pangeran dan ibu mertuanya. Bahkan, ia menyaksikan sendiri ketika pangeran meninju tangannya ke jendela dengan gelap mata dan frustrasi. Isabella berjalan menjauh sembari memeluk kotak kayu kecil di tangannya dengan erat. Semalaman, ia terjaga hanya untuk memikirkan bagaimana caranya mengucapkan terima kasih secara layak kepada suaminya. Alex telah menyelamatkan hidupnya dan memberikan perlindungan penuh di balik

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status