แชร์

BAB 46 Malam yang Terganggu

ผู้เขียน: Mutia Azwar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-02 00:05:25
Keheningan yang tercipta setelah notifikasi itu justru terasa jauh lebih memalukan dibanding apa pun yang baru saja terjadi di antara mereka.

Naura masih berdiri membelakangi Arka. Napasnya belum sepenuhnya teratur, sementara jemarinya sibuk merapikan lingerie yang baru saja ia kenakan kembali. Jejak kemerahan masih membayang di sepanjang leher hingga dadanya, menjadi bukti jelas ulah pria itu.

Di belakangnya, Arka mengusap wajahnya kasar. Garis rahangnya menegang, sorot matanya menggelap oleh f
Mutia Azwar

kira-kira ada apa ya dengan Arka? dan siapakah tamu itu? ikuti terus cerita ini ya karena bab berikutnya konfliknya makin banyak dan makin gong lagi jadi jangan sampai kelewat setaip detail yang aku kasih disetiap babnya, karena semuanya akan berkaitan nantinya sampai ending. jangan lupa follow dan vote yup :)

| 4
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
brynolaa
lanjutt ka ...
goodnovel comment avatar
brynolaa
idihh siapa tuh miranda? jgn” mantan arka lg makanya reaksi arka kek gt jir. woy gio lo ganggu aja dah, lg segapung bgt itu arka sama naura tau🫵
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 158 Pesan Dari Anonim

    Di salah satu sudut apartemen pribadinya, ada sebuah ruangan khusus kedap cahaya bermandikan pendar lampu neon berwarna merah tua. Redroom. Ruang cuci cetak foto manual itu terasa sunyi, hanya menyisakan bunyi tetesan air dari wastafel pembilasan. Udara di dalam sana pekat oleh aroma menyengat cairan kimia developer dan fixer.Dion berdiri diam di tengah ruangan. Kedua tangannya bertumpu pada tepian meja, sementara kepalanya tertunduk menatap deretan lembar foto yang tergantung rapi pada seutas tali jemuran.Semua foto itu hanya menampilkan satu objek: Naura.Ada foto Naura yang sedang tertawa lepas dengan rambut acak-acakan di kantin kampus, foto Naura yang sedang fokus mencoret-coret buku sketsa fashion design-nya, hingga selembar foto berukuran besar yang tergantung tepat di tengah.Foto prewedding mereka yang sempat mereka abadikan dulu. Foto yang merekam binar kebahagiaan murni di mata Naura saat jemari lentiknya bertaut dengan jemari Dion.Dion mengulurkan tangan, menyentuh permu

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 157 H-1: The Day Before The Wedding

    Hari yang selama berbulan-bulan hanya terdengar seperti sebuah rencana kini tinggal satu hari lagi. Pernikahan Arka Rajendra Mahardika dan Naura Callista Wijaya akan digelar besok.Mansion Wijaya sejak pagi sudah dipenuhi kesibukan. Para staf mondar-mandir membawa berbagai perlengkapan. Beberapa kotak besar berisi kebutuhan acara memenuhi salah satu sisi foyer, sementara vendor bunga, tim dokumentasi, hingga wedding organizer keluar-masuk melalui pintu utama dengan kesibukan masing-masing. Suara langkah kaki, percakapan, dan dering telepon terdengar hampir bersamaan dari berbagai penjuru rumah.Di Hotel Grand Mahardika, suasananya bahkan jauh lebih sibuk. Ballroom utama yang sejak beberapa hari terakhir ditutup untuk umum kini hampir sepenuhnya berubah menjadi tempat pernikahan mewah. Rangkaian bunga putih dan ivory memenuhi sepanjang lorong menuju altar, lampu-lampu kristal menggantung dari langit-langit tinggi, dan para pekerja masih sibuk memastikan setiap detail dekorasi berada di

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 156 Deep Talk

    Setelah puas menikmati jajanan pasar yang menurut Arka tidak sehat itu, Arka menggandeng tangan Naura. Pria itu membawanya berjalan sedikit menjauh dari keramaian gerobak. Mereka berhenti tepat di tepi pagar kayu batas bukit. Angin malam berhembus lumayan kencang, menyapu kulit wajah mereka sambil menyuguhkan hamparan lautan cahaya kota yang begitu cantik di bawah sana.Dimas dan Kevin yang mengerti situasi memilih bersantai di bangku kayu dekat gerobak, memberi ruang bagi majikan mereka.Naura menyandarkan kedua sikunya di atas pagar kayu. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar menatap pemandangan malam yang indah."Bagaimana, Monster? Rasanya enak, kan?" ledek Naura, menyenggol lengan Arka dengan sikunya. "Jujur saja, dari tadi kamu makan cilok sama cireng paling banyak loh! Katanya nol gizi, tapi lidah kamu tidak bisa bohong, tahu."Arka berdecak pelan sambil merapikan jaket kulitnya. "Itu karena kamu terus menyuapiku. Aku cuma menghargai makanan yang sudah kamu beli. Kalau tidak

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 155 An Unexpected Date

    Hampir satu jam kemudian, mereka meninggalkan pusat Jakarta. Lampu-lampu kota semakin jarang terlihat ketika jalan mulai menanjak. Udara malam pun terasa lebih dingin. Naura mengangkat kepalanya, mencoba melihat ke mana Arka membawa mereka.“Arka... kita di mana?”Kali ini Arka tidak menjawab. Motor terus melaju hingga akhirnya berhenti di sebuah kawasan perbukitan di perbatasan Jakarta. Tempat itu ternyata masih cukup ramai meskipun hari sudah larut. Beberapa pasangan muda-mudi terlihat duduk-duduk di sepanjang taman, sementara lampu-lampu kecil menghiasi jalan setapak dan deretan warung kaki lima berjajar di sisi kawasan tersebut.Naura turun dari motor dan segera melepas helm. Ia langsung merapikan rambutnya. “Tuh, kan. Rambutku jadi berantakan.”Arka menahan tawa. “Masih cantik kok.”Naura mendelik. “Tidak usah gombal, ya, Monster!”Ia kemudian berjalan beberapa langkah hingga sampai di tepian bukit. Begitu melihat pemandangan di hadapannya, langkah Naura terhenti. Di bawah sana,

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 154 Night Riding

    Begitu kedua kaki Naura menyentuh tanah di taman belakang Mansion Wijaya, Arka langsung menggenggam tangannya dan menariknya menjauh dari balkon. Dimas dan Kevin sudah menunggu beberapa meter di depan, berdiri di antara bayangan pepohonan sambil mengawasi keadaan sekitar. Sesekali Dimas melirik ke arah rumah, memastikan tidak ada pengawal yang keluar dari jalur patroli, sementara Kevin memperhatikan pergerakan kamera CCTV dan lampu sorot yang berputar mengelilingi halaman.Dimas mengangkat satu tangan, memberi isyarat agar mereka mengikuti jalur di sisi tembok. “Lewat sini, Tuan. Kamera di sebelah kanan baru saja berputar ke arah depan. Lampu sorotnya juga sedang mengarah ke taman samping.”Kevin menunjuk ke arah lain dengan wajah datar. “Jangan lewat tengah, Tuan. Ada sensor gerak.”Naura yang sejak tadi berusaha mengikuti langkah Arka seketika mendekat dan berbisik, “Harus banget, ya, kayak gini? Sudah kayak maling saja,”Arka yang mendengar keluhannya justru terkekeh. Ia tetap meng

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   Bab 153 Kabur Bersama Monster

    "Nggh... Arka... Stopph..."Satu desahan lolos begitu saja dari celah bibir Naura saat ibu jari Arka sengaja mencubit putingnya. Naura segera menggigit bibir bawahnya erat-erat, merutuki kelemahannya sendiri. Kenapa sentuhan Arka selalu terasa seperti racun yang memabukkan? Jemari pria itu seolah mampu mengendalikan seluruh sistem sarafnya, merobohkan pertahanan dan rasa gengsi yang susah payah ia bangun.Melihat Naura yang menahan gairah dengan mata berkaca-kaca, Arka tidak mampu menahannya lagi. Ia mengangkat tubuh Naura dengan mudah, memindahkannya ke atas ranjang, lalu menindihnya dari atas. Pria itu menyangga kedua sikunya di sisi kepala Naura. Pandangan Arka bergerak lambat, memperhatikan wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.Lingerie yang dikenakan Naura sudah berantakan. Tali gaunnya terlepas di satu sisi, memperlihatkan bahu mulus serta separuh dadanya yang kian terbuka. Rambut panjangnya tersebar acak di atas sprei putih. Napas Naura memburu, dadanya naik turun den

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status