공유

Bab. 74

작가: WinaraBZ
last update 게시일: 2026-05-10 22:34:00

“Assalamualaikum Mommy, Babaanne…” Karim memberi salam pada dua wanita paling berharga dalam hidupnya.

Mommy dan Babaanne serentak menoleh ke arahnya. Wajah keduanya langsung berubah hangat penuh haru.

“Sayang… kamu sudah datang?” suara Mommy terdengar bergetar lembut. “Bagaimana keadaanmu?” Rima segera meraih dan memeluk anak tunggal kesayangannya itu erat. Sudah hampir setengah bulan ia tidak melihat Karim, dan kerinduan yang selama ini ditahannya seakan luruh begitu saja dalam pelukan itu.

B
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Investor Asing   Bab. 76

    Setelah sholat isya berjamaah usai dan suara riuh kecil anak-anak mulai mereda karena pekerjaan rumah mereka telah selesai, rumah itu kembali dipenuhi ketenangan yang hangat. Ana dan Zayan segera masuk ke kamar mereka masing-masing, sementara Aim ikut berbaring di kamar si bungsu untuk menemaninya tidur. Sesekali terdengar suaranya yang lembut membacakan doa malam hingga akhirnya rumah perlahan tenggelam dalam suasana hening yang menenangkan.Di kamar utamanya, bunda Zayna berdiri di depan lemari sambil memandang gaun yang pernah ia coba bersama nona Soraya beberapa waktu lalu. Jemarinya menyentuh lembut kain itu sebelum akhirnya ia memutuskan memakainya malam ini untuk meeting virtual bersama tuan Karim.Gaun itu sederhana namun anggun, jatuh lembut mengikuti postur tubuhnya tanpa berlebihan. Seperti janjinya pada Aim, ia tidak berdandan sedikit pun. Tidak ada lipstik, tidak pula polesan wajah. Rambutnya tertutup rapi dan ia tampil alami sebagaimana biasanya ketika berhadapan dengan

  • Investor Asing   Bab. 75

    Ziyan yang telah menyelesaikan pekerjaannya di kantor sekitar pukul empat sore segera menuju apartemennya untuk mempersiapkan meeting virtual bertiga yang akan berlangsung pukul lima sore waktu Turki dan pukul sembilan malam waktu Parepare. Meski dilakukan secara virtual, pertemuan itu tetap disiapkan layaknya meeting formal sebagaimana biasanya.Setelah membersihkan diri, ia merebahkan tubuhnya sejenak di sofa apartemennya. Hanya sekitar lima belas menit, sekadar meluruskan badan dan melepas lelah setelah seharian bekerja. Untuk kontrak kerja sama, semuanya sebenarnya sudah ia siapkan sebelumnya di kantor, sehingga sore ini ia hanya perlu memastikan tidak ada yang terlewat sebelum meeting dimulai.Ziyan memejamkan matanya sesaat sambil mengingat kembali sosok Bunda Zayna. Wanita itu memang bukan pribadi yang tamak ataupun ambisius. Dalam setiap trading dan investasi yang ia kelola, selalu ada kehati-hatian yang begitu besar. Baginya, semua dana yang dipercayakan kepadanya bukan sekad

  • Investor Asing   Bab. 74

    “Assalamualaikum Mommy, Babaanne…” Karim memberi salam pada dua wanita paling berharga dalam hidupnya.Mommy dan Babaanne serentak menoleh ke arahnya. Wajah keduanya langsung berubah hangat penuh haru.“Sayang… kamu sudah datang?” suara Mommy terdengar bergetar lembut. “Bagaimana keadaanmu?” Rima segera meraih dan memeluk anak tunggal kesayangannya itu erat. Sudah hampir setengah bulan ia tidak melihat Karim, dan kerinduan yang selama ini ditahannya seakan luruh begitu saja dalam pelukan itu.Babaanne hanya tersenyum sambil mengusap sudut matanya yang mulai basah. Melihat keduanya kembali bersama selalu menjadi pemandangan yang menenangkan hati.Tak lupa Karim juga merangkul dan memeluk Babaanne dengan hangat. “Babaanne juga sehat kan?” tanyanya lembut.“Alhamdulillah… sekarang jauh lebih baik sejak kamu datang,” jawab Babaanne sambil tersenyum penuh kasih.“Ayo nak, kita masuk,” ujar Mommy kemudian. “Ayahmu dan Dede sedang di taman belakang… tempat favoritnya”Karim mengangguk pelan.

  • Investor Asing   Bab. 73

    Pukul 07.30, Karim memulai sarapan paginya sambil membicarakan bisnis dalam suasana yang santai namun tetap profesional dengan Mr. Clark, pebisnis yang seusia dengannya, memiliki pembawaan yang tenang, ceria, dan mudah mencairkan suasana. Meski percakapan mereka dipenuhi candaan ringan, fokus keduanya tetap tertuju pada tujuan akhir pertemuan tersebut.Waktu berjalan tanpa terasa hingga pukul 09.00. Pertemuan pagi itu pun berakhir dengan hasil kerja sama yang sesuai dengan target yang diinginkan Karim. Selain Karim yang harus melanjutkan agenda berikutnya, Mr. Clark juga memiliki jadwal penting lain yang menunggunya, sehingga keduanya sepakat untuk segera mengakhiri pertemuan sarapan tersebut.Ziyan, yang selalu mendampingi Karim ke mana pun ia pergi, segera merapikan berkas-berkas di atas meja lalu mengikuti langkah pria itu keluar dari restoran. Pagi mulai bergerak menuju siang, sementara aktivitas kota perlahan semakin sibuk.“Ziyan, urusan kantor hari ini aku serahkan padamu,” uja

  • Investor Asing   Bab. 72

    Bunda Zayna bingung bagaimana caranya keluar dari ruang virtual itu. Dalam kepanikannya, ia mencoba memaksa dirinya tetap tenang.“Tadi... sebelum masuk saya menekan sebuah link... lalu seperti ada pintu yang terbuka, dan tanpa sadar masuk ke dalamnya,” gumamnya pelan. “Kalau begitu... apakah untuk keluar saya juga harus menemukan link itu lagi?” Ia menoleh ke segala arah. Lorong-lorong digital yang sejak tadi terlihat indah kini terasa asing dan menyesakkan. “Link... kemudian pintu...”Bunda Zayna segera mencoba mengingat langkah pertamanya, Ia berjalan kembali ke arah awal, menelusuri jalur yang tadi dilewatinya. Meski pikirannya kacau dan semua terasa mustahil, ia tetap berusaha tenang.“Ini hanya alam bawah sadar... ragaku pasti masih ada di depan laptop di rumah...” bisiknya, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Tangannya mengepal pelan. Ia menarik napas panjang lalu kembali melangkah, memperhatikan setiap sudut ruang virtual itu dan lorong yang tampak serupa satu sama lain.Di l

  • Investor Asing   Bab. 71

    Hari ke-11 trading yang dijalani Bunda Zayna akhirnya ditutup dengan hasil yang membuatnya tersenyum lega. Profit yang berhasil ia kumpulkan mencapai sekitar 6,880 juta, membuat alokasi portofolio trading yang ia kelola meningkat hingga 78,2% khusus alokasi fast trading dan swing dan hanya mengambil 10% - 40 % dari alokasi ia tentukan. Angka itu bukan hanya sekadar keuntungan, tetapi juga bukti bahwa seluruh waktu, fokus, dan kehati-hatiannya selama ini tidak sia-sia.Besok akan menjadi hari terakhir trading sebelum laporan pertamanya diberikan secara langsung kepada sang pemilik portofolio. Entah sejak kapan, dalam hati kecilnya, Zayna mulai menganggap Karim sebagai “bos”-nya sendiri.Pikiran itu membuatnya terkekeh pelan sambil menggeleng geli. Terlebih lagi, besok ia akan menerima gaji pertamanya. Ada rasa bangga yang sederhana, namun hangat memenuhi dadanya.Hari itu market terlihat mulai melemah dan tidak seaktif beberapa hari sebelumnya. Karena itulah, Zayna memilih untuk tidak

  • Investor Asing   Bab 21

    "Ehm… Karim, jadi kamu berangkat hari ini, nak?” tanya Ismet memecah keheningan setelah sekian lama semua orang terdiam di meja makan. “Jadi, Yah!” jawab Karim cepat, seakan ingin memutus kecanggungan yang baru saja terjadi.Rima yang mengamati wajah sang anak merasa sedikit bersalah. Tanpa sadar

  • Investor Asing   Bab 18

    “Senang bertemu denganmu, Nak,” ucap Sonia dengan senyum ramah, berusaha menghilangkan kecanggungan yang sempat menggantung di antara mereka.Namun di sisi lain, Tuan Ismet terlihat sedikit terkejut. Ia sempat memperhatikan bagaimana Karim menahan diri ketika Sonia mengulurkan tangan untuk berjabat

  • Investor Asing   Bab 16

    “Hei, Zi… Assalamualaikum.”Soraya tersenyum menyambut sahabatnya yang kini duduk tepat di depannya.“Waalaikumsalam, Soraya.” Ziyan membalas dengan senyum hangat saat melihat sahabatnya yang sekian lama baru kembali ia temui. Kurang lebih lima atau enam tahun mereka tidak pernah bertemu. Waktu ter

  • Investor Asing   Bab 15

    Cahaya matahari lembut khas daerah puncak menembus jendela kamar Ziyan yang berada di Mansion orang tua Karim, Namun pagi itu terasa berbeda. Ziyan berdiri cukup lama di depan pintu kamar Karim. Ia mengetuk pelan, menunggu seperti biasanya. Tetapi tak ada jawaban. Ia mencoba lagi. Tetap sunyi.Keni

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status