Share

KEBANGKITAN SANG NYONYA MAHESA

Author: Benduls
last update Last Updated: 2025-12-25 18:16:43

Setelah Leo diperbolehkan pulang dari rumah sakit, kehidupan di kediaman utama Mahesa berubah drastis. Rumah yang dulunya terasa seperti museum yang dingin dan kaku, kini mulai diwarnai dengan suara tawa anak kecil dan aroma masakan rumah. Namun, bagi Alena, kenyamanan itu terasa seperti ketenangan sebelum badai. Ia tahu bahwa pengakuan publik dari Ravindra tidak serta merta membuat dewan komisaris atau Ny. Mahesa menerimanya.

​Satu minggu setelah kepindahan mereka, Alena berdiri di depan perpustakaan pribadi Ravindra yang luas. Ia menatap deretan buku manajemen, laporan tahunan perusahaan, dan buku-buku strategi bisnis. Ia tidak ingin lagi menjadi "Alena yang lemah", yang hanya bisa menangis saat diintimidasi. Jika ia ingin melindungi Leo dan tetap berada di samping Ravindra, ia harus menjadi perisai, bukan hanya beban.

​"Kamu mencari sesuatu?" suara berat Ravindra mengagetkannya. Pria itu berdiri di ambang pintu, melonggarkan dasinya setelah seharian di kantor.

​Alena menoleh, ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   DI AMBANG RAPUH

    Dinding putih rumah sakit terasa seolah menghimpit Ravindra. Bau antiseptik yang tajam menusuk indranya, mengingatkannya pada malam-malam kelam saat Leo berjuang demi nyawanya. Namun kali ini, yang terbaring lemah di balik pintu unit perawatan intensif adalah Alena—pusat semestanya, wanita yang baru saja ia temukan kembali di antara puing-puing rahasia. ​Dokter spesialis kandungan keluar dengan wajah letih. "Tuan Mahesa, kondisi Nyonya Alena sangat kritis. Tekanan darahnya melonjak drastis akibat stres yang ekstrim—kita menyebutnya preeklampsia dini. Janin dalam kandungannya masih sangat muda, baru memasuki minggu ke-14. Jika Nyonya Alena bergerak sedikit saja atau mengalami tekanan emosional lagi, kita bisa kehilangan keduanya." ​"Apa yang harus saya lakukan?" suara Ravindra parau, nyaris tak terdengar. ​"Bed rest total. Setidaknya untuk satu bulan ke depan. Nyonya Alena tidak boleh menyentuh ponsel, tidak boleh mendengar berita kantor, dan tidak boleh memikirkan hal lain selain n

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   BAYANG-BAYANG DARI MASA LALU YANG KELAM

    Kebahagiaan di kediaman Mahesa seolah menjadi kanvas indah yang baru saja selesai dilukis. Namun, bagi mereka yang hidup di puncak piramida kekuasaan, ketenangan sering kali hanyalah jeda sebelum badai yang lebih besar datang menerjang. Di saat Alena mulai menikmati perannya sebagai istri, ibu, sekaligus direktur yang disegani, sebuah ancaman baru merayap dari celah-celah masa lalu yang belum sepenuhnya tertutup. ​Pagi itu, suasana di kantor Mahesa Logistik terasa tegang. Alena baru saja menyelesaikan rapat koordinasi mingguan ketika Krisna masuk ke ruangannya dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak membawa laporan keuangan atau jadwal pertemuan, melainkan sebuah map hitam tanpa identitas pengirim. ​"Nyonya, ada seseorang yang mengirimkan ini ke meja resepsionis secara langsung. Dia tidak meninggalkan nama, tapi dia berpesan bahwa ini adalah 'hadiah pernikahan' yang tertunda untuk Anda dan Tuan Ravindra," lapor Krisna dengan nada cemas. ​Alena mengerutkan kening. Ia membuka map te

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   SINAR MATAHARI DI BALIK PINTU

    Cahaya matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah tirai beludru abu-abu di kamar utama kediaman Mahesa. Semburat warna emas itu jatuh tepat di atas tempat tidur berukuran *king size*, di mana Ravindra dan Alena masih terlelap dalam posisi yang sangat intim. Lengan kekar Ravindra melingkar protektif di pinggang Alena, sementara kepala Alena bersandar nyaman di ceruk leher suaminya. Tidak ada lagi gurat ketegangan di wajah mereka; yang tersisa hanyalah kedamaian yang dalam, sisa dari malam yang akhirnya menyatukan kembali kepingan jiwa mereka yang sempat pecah. ​Di luar pintu kamar, langkah kaki kecil terdengar berderap di atas lantai marmer. Leo, dengan piyama bergambar dinosaurus dan rambut yang masih berantakan khas bangun tidur, berdiri ragu di depan pintu besar itu. Selama berminggu-minggu, pintu ini selalu tertutup rapat dengan aura yang dingin. Ia terbiasa melihat ayahnya berangkat sebelum ia bangun, atau ibunya yang menangis diam-diam di balik pintu ini. ​Namun pagi ini,

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   DI BAWAH LANGIT KAMAR MAHESA

    Malam di Jakarta terasa begitu tenang setelah badai besar yang menghantam keluarga Mahesa akhirnya mereda. Di kediaman utama, lampu-lampu taman mulai meredup, menyisakan cahaya temaram yang hangat. Setelah memastikan Leo terlelap dengan nyenyak di kamarnya—mimpi tentang menjadi kakak yang hebat—Ravindra dan Alena akhirnya memiliki waktu untuk diri mereka sendiri. ​Pintu kamar utama tertutup dengan suara klik yang pelan namun tegas, seolah mengunci dunia luar dengan segala intrik dan kepenatannya di balik sana. Di dalam ruangan luas yang beraroma kayu cendana dan mawar putih itu, hanya ada mereka berdua. ​Ravindra berdiri di dekat jendela besar yang menampakkan kerlip lampu kota, namun pikirannya tidak berada di luar sana. Matanya tertuju pada pantulan Alena di kaca jendela—istrinya yang sedang berdiri di depan meja rias, perlahan melepaskan anting-permatanya. ​Alena mengenakan gaun tidur sutra berwarna *champagne* yang jatuh lembut mengikuti lekuk tubuhnya yang kini sedikit lebih b

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   PENGAMPUNAN DIBALIK JERUJI SUNYI

    Pagi itu, langit Jakarta tampak abu-abu, tertutup kabut tipis yang membawa hawa sejuk setelah hujan semalam. Alena berdiri di depan sebuah bangunan kolonial yang telah direnovasi menjadi fasilitas rehabilitasi mental kelas atas di pinggiran kota. Tempat ini tenang, dikelilingi taman bunga yang terawat, namun bagi siapa pun yang masuk, ada rasa sesak yang tak terlihat. Di sinilah Ny. Mahesa, wanita yang dulunya menggetarkan lantai bursa saham, kini menghabiskan hari-harinya dalam sunyi. ​Ravindra menggenggam tangan Alena erat. "Kamu yakin ingin melakukan ini sendirian? Aku bisa ikut masuk." ​Alena menatap suaminya dengan senyum lembut namun tegar. Ia mengusap perutnya yang masih rata, tempat kehidupan baru sedang berjuang untuk tumbuh. "Aku harus melakukan ini, Ravindra. Jika aku ingin membesarkan anak kita tanpa beban masa lalu, aku harus melepaskan dendam ini di sini. Aku ingin menatap matanya sekali lagi sebagai seorang menantu, bukan sebagai musuh." ​Ravindra menghela napas, men

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   MUSUH DALAM SELIMUT

    Gema tembakan itu masih berdenging di telinga Alena. Peluru tersebut tidak mengenai dirinya maupun Gunawan, melainkan menghantam sebuah peti kayu tua di samping mereka, mengirimkan serpihan kayu beterbangan di udara yang dingin. Alena tersentak, instingnya sebagai seorang ibu membuatnya secara otomatis mendekap perutnya yang sejak pagi terasa mual. ​"Paman! Kita harus pergi!" teriak Alena di tengah deru angin pelabuhan. ​Gunawan, dengan tubuhnya yang ringkih namun masih memiliki sisa ketangkasan masa lalu, menarik lengan Alena ke balik bayangan tumpukan kontainer. "Dengarkan aku, Alena! Waktuku tidak banyak. Orang itu... dia tidak akan membiarkan rahasia ini keluar. Dia telah memantau keluarga Mahesa seperti bayangan selama tiga puluh tahun!" ​Alena mencengkeram lengan Gunawan. "Siapa, Paman? Katakan padaku!" ​Gunawan menatap mata Alena dengan intensitas yang mengerikan. "Nyonya Mahesa hanyalah pion yang sombong. Dia pikir dia yang mengendalikan semuanya dengan fitnahnya. Tapi ora

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status