Share

MAHKOTA YANG TAK TERLIHAT

Author: Benduls
last update Last Updated: 2025-12-26 13:58:29

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui jendela besar kediaman Mahesa, menyinari sosok kecil yang berdiri kaku di depan cermin besar. Leo, dengan seragam biru navy berbahan wol kualitas tinggi dan lambang sekolah elit *St. Jude International* di dadanya, tampak sangat menggemaskan sekaligus gugup.

​Alena berlutut di depan putranya, merapikan kerah kemejanya yang sedikit miring. "Ingat pesan Ibu, Leo? Di sekolah nanti, kamu harus jadi anak yang baik, tapi kamu juga harus jadi anak yang berani."

​Leo mengangguk pelan. "Kalau ada yang tanya tentang Papa, Leo boleh bilang Papa CEO yang hebat kan, Bu?"

​Alena tersenyum kecut, hatinya sedikit nyeri. Ia tahu bahwa di sekolah elit seperti itu, identitas bukan sekadar nama, melainkan silsilah. Dan gosip tentang "istri kontrak" yang sempat disebarkan Ny. Mahesa di media masih menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan sosialita kelas atas yang anak-anaknya bersekolah di sana.

​"Tentu saja, Sayang. Katakan Papa sangat menyayangimu," bisik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   DALANG DI BALIK JUBAH PUTIH

    Kecurigaan Ravindra bukanlah sekadar bumbu cemburu buta. Sebagai seorang pria yang membangun imperium bisnis dari reruntuhan intrik, ia memiliki insting yang tajam terhadap sesuatu yang terasa "terlalu sempurna". Kedatangan dr. Adrian di saat kritis, keahliannya yang luar biasa, hingga sejarah masa lalunya dengan Alena, semuanya terasa seperti potongan puzzle yang sengaja diletakkan oleh tangan yang tak terlihat. ​Malam itu, di saat Alena sedang tertidur lelap di bawah pengawasan ketat perawat, Ravindra memanggil Krisna ke ruang kerjanya di kediaman Mahesa. Ruangan itu hanya diterangi satu lampu meja, menciptakan bayangan panjang yang menambah kesan dingin. ​"Sudah ketemu?" tanya Ravindra tanpa basa-basi. ​Krisna meletakkan sebuah map tebal di meja. "Sudah, Tuan. Hasil penyelidikan tim intelijen kita di Jerman menunjukkan hal yang janggal. Riset fetomaternal dr. Adrian selama tiga tahun terakhir dibiayai oleh sebuah yayasan medis bernama Aurora Foundation. Yayasan itu tidak pern

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   BENALU DARI MASA SILAM

    Keadaan Alena yang sempat kritis memaksa Ravindra untuk mencari bantuan medis terbaik di negeri ini. Melalui koneksi pribadinya, ia berhasil mendatangkan seorang dokter spesialis konsultan fetomaternal yang baru saja menyelesaikan riset panjangnya di Jerman. Dokter tersebut dikenal sebagai "tangan dingin" dalam menangani kehamilan berisiko tinggi. ​Namun, Ravindra tidak pernah menyangka bahwa malaikat penyelamat yang ia panggil justru akan menjadi duri baru dalam ketenangan jiwanya. ​Pagi itu, pintu ruang perawatan intensif terbuka. Seorang pria jangkung dengan jas putih yang sangat rapi masuk. Wajahnya memiliki garis rahang yang tegas namun dibalut dengan keramahan yang tenang. Matanya yang cerdas berbinar saat menatap papan informasi medis di ujung ranjang Alena. ​"Alena?" suara pria itu lembut, namun memiliki nada akrab yang membuat Ravindra, yang sedang duduk di samping ranjang, langsung menegakkan punggungnya. ​Alena yang baru saja terbangun, mengerjapkan matanya. "Adrian? Ka

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   DI AMBANG RAPUH

    Dinding putih rumah sakit terasa seolah menghimpit Ravindra. Bau antiseptik yang tajam menusuk indranya, mengingatkannya pada malam-malam kelam saat Leo berjuang demi nyawanya. Namun kali ini, yang terbaring lemah di balik pintu unit perawatan intensif adalah Alena—pusat semestanya, wanita yang baru saja ia temukan kembali di antara puing-puing rahasia. ​Dokter spesialis kandungan keluar dengan wajah letih. "Tuan Mahesa, kondisi Nyonya Alena sangat kritis. Tekanan darahnya melonjak drastis akibat stres yang ekstrim—kita menyebutnya preeklampsia dini. Janin dalam kandungannya masih sangat muda, baru memasuki minggu ke-14. Jika Nyonya Alena bergerak sedikit saja atau mengalami tekanan emosional lagi, kita bisa kehilangan keduanya." ​"Apa yang harus saya lakukan?" suara Ravindra parau, nyaris tak terdengar. ​"Bed rest total. Setidaknya untuk satu bulan ke depan. Nyonya Alena tidak boleh menyentuh ponsel, tidak boleh mendengar berita kantor, dan tidak boleh memikirkan hal lain selain n

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   BAYANG-BAYANG DARI MASA LALU YANG KELAM

    Kebahagiaan di kediaman Mahesa seolah menjadi kanvas indah yang baru saja selesai dilukis. Namun, bagi mereka yang hidup di puncak piramida kekuasaan, ketenangan sering kali hanyalah jeda sebelum badai yang lebih besar datang menerjang. Di saat Alena mulai menikmati perannya sebagai istri, ibu, sekaligus direktur yang disegani, sebuah ancaman baru merayap dari celah-celah masa lalu yang belum sepenuhnya tertutup. ​Pagi itu, suasana di kantor Mahesa Logistik terasa tegang. Alena baru saja menyelesaikan rapat koordinasi mingguan ketika Krisna masuk ke ruangannya dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak membawa laporan keuangan atau jadwal pertemuan, melainkan sebuah map hitam tanpa identitas pengirim. ​"Nyonya, ada seseorang yang mengirimkan ini ke meja resepsionis secara langsung. Dia tidak meninggalkan nama, tapi dia berpesan bahwa ini adalah 'hadiah pernikahan' yang tertunda untuk Anda dan Tuan Ravindra," lapor Krisna dengan nada cemas. ​Alena mengerutkan kening. Ia membuka map te

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   SINAR MATAHARI DI BALIK PINTU

    Cahaya matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah tirai beludru abu-abu di kamar utama kediaman Mahesa. Semburat warna emas itu jatuh tepat di atas tempat tidur berukuran *king size*, di mana Ravindra dan Alena masih terlelap dalam posisi yang sangat intim. Lengan kekar Ravindra melingkar protektif di pinggang Alena, sementara kepala Alena bersandar nyaman di ceruk leher suaminya. Tidak ada lagi gurat ketegangan di wajah mereka; yang tersisa hanyalah kedamaian yang dalam, sisa dari malam yang akhirnya menyatukan kembali kepingan jiwa mereka yang sempat pecah. ​Di luar pintu kamar, langkah kaki kecil terdengar berderap di atas lantai marmer. Leo, dengan piyama bergambar dinosaurus dan rambut yang masih berantakan khas bangun tidur, berdiri ragu di depan pintu besar itu. Selama berminggu-minggu, pintu ini selalu tertutup rapat dengan aura yang dingin. Ia terbiasa melihat ayahnya berangkat sebelum ia bangun, atau ibunya yang menangis diam-diam di balik pintu ini. ​Namun pagi ini,

  • Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya   DI BAWAH LANGIT KAMAR MAHESA

    Malam di Jakarta terasa begitu tenang setelah badai besar yang menghantam keluarga Mahesa akhirnya mereda. Di kediaman utama, lampu-lampu taman mulai meredup, menyisakan cahaya temaram yang hangat. Setelah memastikan Leo terlelap dengan nyenyak di kamarnya—mimpi tentang menjadi kakak yang hebat—Ravindra dan Alena akhirnya memiliki waktu untuk diri mereka sendiri. ​Pintu kamar utama tertutup dengan suara klik yang pelan namun tegas, seolah mengunci dunia luar dengan segala intrik dan kepenatannya di balik sana. Di dalam ruangan luas yang beraroma kayu cendana dan mawar putih itu, hanya ada mereka berdua. ​Ravindra berdiri di dekat jendela besar yang menampakkan kerlip lampu kota, namun pikirannya tidak berada di luar sana. Matanya tertuju pada pantulan Alena di kaca jendela—istrinya yang sedang berdiri di depan meja rias, perlahan melepaskan anting-permatanya. ​Alena mengenakan gaun tidur sutra berwarna *champagne* yang jatuh lembut mengikuti lekuk tubuhnya yang kini sedikit lebih b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status