Share

218.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-08-10 22:48:39

Leon terkekeh pasrah, akhirnya membiarkan kakinya melangkah disesuaikan dengan ritme jalan Maura yang siput.

Mereka memang seakrab itu sejak awal semester, berjalan saling rangkul atau gandengan tangan sudah jadi pemandangan biasa bagi siapapun yang kenal mereka.

Tapi bagi angkatan lain atau mereka yang cuma tahu luaran, interaksi ini selalu jadi bahan salah paham.Tidak dengan Maura tidak dengan Risti, Leon selalu jadi sasaran olokan teman tongkrongannya.

Koridor gedung fakultas yang tadinya se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
yoahanessuryadi
gemes banget sama novel ini... best banget kak author
goodnovel comment avatar
Kenzien Yodha
nih dosen nemu aja bahan buat evaluasi matkul sambil bahas masalah pribadi? yg paham kan jadi ngakak. ya kan yon? ......
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
woylah pak dosen, doyan banget ngerjain istri di kelas. wkwkwkwk tiap materi nyerempet teros ke arah Sono, keknya pembahasan materi pak dosen td malam Ampe subuh belom kelar2 sampe harus dibahas di kelas lagi. ahahahaha. makasih updatenya kakak syng :) cie yg lagi bucin bini, Pepet teross pak dosen
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   230.

    Cengkeraman Bumi pada kemudi mengencang. Matanya menyipit tajam, kosong ke arah keramaian parkiran. Dia mengecap rasa pahit di lidah, keangkuhan Rian benar-benar persis seperti yang ia duga, bahkan mungkin lebih menjijikkan."Dira hamil, kamu yakin itu bukan anakmu?" kata Bumi, menahan diri untuk tidak memekik."Lo pacarnya, lo yakin nggak tidur sama dia?! Bisa jadi itu anakmu." balas Rian.Ucapan Rian barusan menamparnya telak, menyisakan rahang yang mengetat kuat dan napas yang tertahan di dada.Bumi sempat diam. Ruang kabin mobil yang serba dingin itu seolah mendadak kehabisan oksigen. Senyum dingin akademisi yang tadi ia pasang menguap tanpa sisa, digantikan oleh kehampaan yang menusuk perasaannya sendiri."Tes DNA membuktikan itu bukan anakku," ujar Bumi akhirnya.Suaranya meluncur rendah, tapi menyimpan kepahitan luar biasa yang tak sanggup ia tutupi lagi.Di seberang sana, Rian mendengus, meremehkan. "Jadi lo pikir itu anakku?""Dira bilang dia selingkuhanmu," balas Bumi, menek

  • Istri Pengganti Mas Dosen   229.

    Matahari terik siang itu membakar aspal saat mobil milik Bumi meluncur membelah kemacetan kota. Usai menyelesaikan jadwal mengajar terakhirnya di kampus, Pak Dosen itu tak ke kantor.Dia memacu kendaraannya menuju salah satu kawasan bisnis paling bergengsi, tempat gedung pencakar langit milik sebuah konglomerasi besar berdiri megah.Di dalam mobil, Bumi mengetukkan jemarinya pada kemudi. Tatapan matanya lurus, dan penuh perhitungan. Informasi yang dikirimkan oleh tim informannya tadi pagi sudah sangat solid. Pria yang baru mendarat dari Zurich itu, sosok yang ia duga kuat sebagai ayah dari janin yang dikandung Dira, ternyata menduduki posisi strategis di perusahaan raksasa tersebut.Bumi memarkirkan mobilnya sempurna di area parkir. Setelah mematikan mesin, ia menghela napas panjang, merapikan tatanan rambutnya di spion, lalu melangkah keluar dengan keanggungan dan wibawa yang tak tergoyahkan.Tak ada janji temu. Sebenarnya dia juga tak yakin bisa menemuinya. Bahkan dengan menyebut di

  • Istri Pengganti Mas Dosen   228.

    "Apa maksudmu,"Hening mendadak menyergap kamar itu, hanya menyisakan deru napas mereka yang perlahan mulai teratur. Pria itu tidak segera menjauh, tidak ada sedikit pun keraguan di matanya saat ia menatap istrinya yang berkaca. Tampak sekali dia menahan untuk tidak menangis.Bagaimana tidak, setelah berpuluh tahun, akhirnya perasaannya yang janggal seperti dikonfirmasi kebenarannya. Dia anak haram. Entah, anak haram yang bagaimana, tapi yang jelas dia bukan anak kadung seperti sang kakak. Maka tak aneh dia di perlakukan berbeda.Bumi justru menarik Maura lebih rapat ke dalam pelukannya, menyembunyikan wajah istrinya di ceruk lehernya yang bidang. Dekapan itu begitu erat."Dengar," suara Bumi rendah. "Siapa yang bilang kamu nggak pantas buat aku? Siapa yang berhak nilai harga dirimu, selain dirimu sendiri?""T- Tapi aku anak haram," balas istrinya lirih, tersendat. "Mas Bumi terhormat dan aku cuma anak haram.""Nggak ada sayang," potong pria itu. "Kamu istriku, bukan anak haram." lanj

  • Istri Pengganti Mas Dosen   227.

    Gadis itu menggeser pantat sedikit, merapat makin menempel ke perut tegap Bumi tanpa sadar, mengira usapan itu cuma bagian dari mimpinya.Bumi meyeringai tipis di balik kegelapan. Niat jahil Pak Dosen yang tadinya sempat meredup kini membara lagi. Tangan tegapnya tidak ada berniat untuk diam.Justru, tangannya sengaja mengusap naik makin ke atas, menerobos lipatan kain piyama yang longgar. Dengan gerakan terukur dan, jemari Bumi merayap naik menembus batas hingga telapak tangannya meremas lembut sebelah gundukan hangat di dada istrinya."Nngghh... Mas Bumi, ih..." gumam Maura terganggu. Kelopak matanya yang berat perlahan terbuka setengah, merasakan usapan dan remasan yang makin kurang ajar di dadanya. "Ngantuk..." rengeknya.Bumi bukannya takut, malah makin berani. Dia menyusupkan hidungnya ke ceruk leher sang istri, mendaratkan ciuman-ciuman kecil yang membuat Maura merinding seketika."Mas, kan udah bilang tadi." bisik Bumi dengan suara seraknya yang begitu seksi, sedang tangannya

  • Istri Pengganti Mas Dosen   226.

    Gadis itu menggeser pantat sedikit, merapat makin menempel ke perut tegap Bumi tanpa sadar, mengira usapan itu cuma bagian dari mimpinya.Bumi meyeringai tipis di balik kegelapan. Niat jahil Pak Dosen yang tadinya sempat meredup kini membara lagi. Tangan tegapnya tidak ada berniat untuk diam.Justru, tangannya sengaja mengusap naik makin ke atas, menerobos lipatan kain piyama yang longgar. Dengan gerakan terukur dan, jemari Bumi merayap naik menembus batas hingga telapak tangannya meremas lembut sebelah gundukan hangat di dada istrinya."Nngghh... Mas Bumi, ih..." gumam Maura terganggu. Kelopak matanya yang berat perlahan terbuka setengah, merasakan usapan dan remasan yang makin kurang ajar di dadanya. "Ngantuk..." rengeknya.Bumi bukannya takut, malah makin berani. Dia menyusupkan hidungnya ke ceruk leher sang istri, mendaratkan ciuman-ciuman kecil yang membuat Maura merinding seketika."Mas, kan udah bilang tadi." bisik Bumi dengan suara seraknya yang begitu seksi, sedang tangannya

  • Istri Pengganti Mas Dosen   225.

    Bumi mengetukkan jemarinya pelan di bahu Maura, matanya menatap lurus ke arah dinding kamar dengan kilat penuh perhitungan. "Kalian udah coba mendekat?""Belum, Pak. Tim kami menahan diri untuk tidak mendekat mendadak, Pak." jelas sang informan cepat.Bumi berdehem pelan, mengutak-atik siasat di dalam kepalanya."Ya. Jangan sampai buat dia curiga," tegas Bumi dingin namun tetap terukur. "Tetap awasi dari radius aman. Pastikan kamu tahu kapan jadwal dia keluar rumah dan siapa saja yang berinteraksi dengannya.""Siap, Pak Bumi. Laporan berkala akan terus kami kirimkan."Sambungan telepon itu pun terputus. Bumi meletakkan kembali HP ke atas nakas, membiarkan keheningan kembali menguasai kamar mereka.Maura, yang sejak tadi menyimak pembicaraan separuh itu, memiringkan wajahnya makin menempel ke dada bidang Bumi. "Gimana, Mas?"Bumi menunduk, mengikis jarak di antara mereka lalu mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Maura. Senyum tipisnya kembali terukir, mengusir aura intimidatif y

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status