FAZER LOGINAlia akhirnya bisa menikahi Pria yang ditaksirnya secara rahasia selama sepuluh tahun, walaupun hanyalah sebagai Pengantin pengganti untuk Saudara kembarnya. Sayangnya, Sang Pria Adrian Denaswara mengetahuinya pada malam pernikahan mereka. Sejak saat itu, hanya ada siksaan dalam pernikahannya, kebencian pria itu terhadapnya menghabiskan cinta untuknya hari demi hari. Dia memutuskan untuk meminta cerai, tetapi Sang Pria tidak ingin melepaskannya,
Ver maisScheur POV
I kept my eyes fixed on the stone floor as I carried the heavy laundry basket down the dimly lit hallway. In this world, humans knew their place — especially when serving werewolves. Two years in the palace had taught me one unbreakable rule: avoid them like poison. Speak only when spoken to. Never meet their eyes. Never linger. A burst of excited voices echoed from the servants’ quarters. I hesitated, then stepped closer and set the basket down. “What’s going on?” I whispered to Simone, the nearest maid who wasn’t part of the chaos. She rolled her eyes and jerked her chin toward the crowd of girls clustered around a posted list. “They just announced the new suite assignments. Half of them are losing their minds because they get to serve His Majesty.” My stomach dropped. I pushed through the group and scanned the names. There it was — mine. Assigned to the king’s private chambers. “Lucky you,” a girl beside me sighed, draping her arm over my shoulder dreamily. I shrugged her off. “Lucky? If the pay is good, then maybe. Otherwise it’s just more work.” She scoffed. “You’re joking, right? Breathing the same air as the king… smelling his scent every day…” Her voice turned wistful. “And the chance to—” “—fuck the king,” another girl finished with a giggle. I grimaced. The crude words made heat creep up my neck. “Oh, sorry,” the second girl added with mock sweetness. “We forgot we have a virgin saint among us.” I stepped back, voice steady despite my racing pulse. “Have you all forgotten that relationships between werewolves and humans are forbidden?” “Pipe down,” someone laughed. “Times have changed. We can sleep with them — just don’t get pregnant. That’s the only real trouble.” Their giggles followed me as I grabbed my basket and hurried away. Why is it always me? --- Later that evening, the assignment proved worse than I feared. Not only was I to clean the king’s chambers — I was also expected to deliver anything he requested. My hands trembled as I carried the small vial of pregnancy-preventing medicine toward his private wing. As I approached the heavy oak door, distinct sounds drifted into the hallway. Breathy moans. A woman’s voice breaking with pleasure. “Oh, Your Majesty… you’re so big… fuck—” I froze, cheeks burning. The raw, unrestrained sounds made something low in my belly tighten. I pressed my thighs together, trying to ignore the sudden slick heat between them. I didn’t dare knock. I stood there, heart hammering, listening as the moans grew louder, more desperate, until they peaked in a broken cry and then abruptly stopped. I stared at the vial in my hands and forced myself to knock twice. The door swung open. Instead of the woman, I was met with a broad, sculpted male torso — golden skin, powerful muscles still glistening with a faint sheen of sweat. My gaze traveled upward slowly, dread and fascination warring inside me, until I met piercing green eyes framed by golden hair. King Baldwin. Shit. I dropped into a deep, graceful bow, offering the vial with shaking hands. “Your Majesty.” He didn’t take it. “Raise your head.” His voice was deep, commanding, and it sent an unwelcome shiver straight down my spine. I obeyed, but kept my eyes lowered. A large, warm finger hooked under my chin, tilting my face up until I had no choice but to meet his gaze. He leaned in and inhaled deeply — actually sniffed the air around me. His eyes darkened. A low, rumbling growl escaped his throat. My breath caught. Heat flooded my core so suddenly that I felt fresh slickness coat my thighs. I hated the way my body reacted. I hated how close he was. I hated that I couldn’t look away. I offered the vial again, voice barely a whisper. “Your Majesty…” After what felt like an eternity, he released my chin and took the medicine. His fingers brushed mine — warm, deliberate. I bowed once more and fled down the corridor as quickly as dignity allowed, my heart thundering in my ears. Back in my small room, I collapsed onto the narrow bed, breathing hard. My hand slipped between my legs almost without thinking. My fingers came back glistening. I felt danger. Fear. And something far more treacherous. Please, I thought as sleep began to pull at me, let this be the last time I ever see him.Setelah Pria itu memakaikan cincin pada Jessica, mereka berdua saling berpelukan sambil menangis, semua orang menyaksikan plot dramatis seperti itu dengan mata kepala mereka sendiri, namun ada sesuatu hal yang terlihat aneh, karena Ray tidak terlihat kesal ataupun malu dengan kejadian ituMeta sedikit menaikkan sudat bibirnya saat dia menatap Ray, tidak perlu diragukan lagi, dia merasa senang melihat Ray akhirnya tidak jadi bertunangan dengan JessicaSetelah beberapa saat berlalu, dua orang yang awalnya merupakan tokoh utama malam itu mulai menjelaskan pada orang banyak tentang lelucon itu secara terpisah, karena itu Pesta Pertunangan itu berakhir dengan diskusi dari para tamu undangan yang hadir disanaSetelah beberapa saat, Adrian datang menghampiri mereka dan berdiri di samping Alia"Kita pulang sekarang?" tanya Adrian sambil menatap Alia"Oke" ucap Alia sambil menganggukkan kepalanya, kemudian dia menolehkan pandangannya dan menatap Meta,"Meta, kami akan pulang sekarang, apa kamu
"Hmm, itu adalah hal yang bagus, Sekarang aku benar-benar yakin dan tenang, kamu benar-benar tidak perlu khawatir lagi karena Adrian telah mengambil keputusannya sendiri, jadi walaupun nantinya Alina kembali, kamu akan tahu bagaimana cara menghadapinya, kamu hanya perlu menjelaskan semuanya padanya" ucap MetaLalu Meta terdiam sejenak untuk berpikir, kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat dan bertanya "Alia, aku benar-benar tidak mengerti, apa yang sebenarnya kamu khawatirkan tentang hal ini?" membuat Alia menghela napasnya dengan berat"Meta, kita tidak bisa melupakan bahwa biar bagaimanapun Alina adalah Adik kandungku, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang jika dia masih memiliki perasaan untuk Adrian" ucap Alia dengan tulus"Alia perasaanmu sendiri tidak akan bisa hilang begitu saja bukan, kamu tidak bisa mengabaikan itu, menurutku jika kamu menyukainya, maka kamu harus mencoba sebaik mungkin untuk tetap bersamanya" ucap Meta"Selain itu Adrian telah banyak berubah ketika
"Perkenalkan, namaku Meta, dan aku adalah salah satu Mantan Pacar Ray" ucap Meta memperkenalkan dirinya membuat Jessica tidak bisa menahan tawanya ketika mendengar Meta memperkenalkan dirinya secara terbuka seperti itu"Hmm, beberapa Mantan Pacarnya yang lain juga hadir disini, tapi ini pertama kalinya aku mendengar perkenalan diri semacam ini" ucap Jessica sambil tersenyum lebar"Mungkin karena aku memiliki kepribadian yang lucu dan menarik" ucap Meta sambil tertawa pelan"Ya, aku bisa melihat itu di dirimu, kamu pasti adalah orang yang menjalani hidup dengan bebas dan mudah untuk mencintai dan membenci" ucap Jessica membuat Meta tersenyum"Jessica, aku tidak menyangka kamu akan menjadi seorang penilai karakter yang baik, Sahabatku juga mengatakan hal yang sama padaku" ucap Meta"Tapi kemudian aku bertanya-tanya mengapa kamu jatuh cinta pada Pria seperti Ray, padahal kamu sangat pandai membaca karakter orang, kamu tahu kalau dia memiliki begitu banyak Mantan Pacarkan?, bagaimana kala
"Dia tidak menjelaskannya, tapi sejauh yang kutahu, pertunangan Ray, hanyalah sebuah taktik untuk memaksa Cyntia muncul, Ray menjadikan pertunangannya itu sebagai umpan untuk melihat apakah Ray masih memegang posisi di hatinya jika dia muncul, lalu menghentikan perjamuan itu, maka pertunangan di antara mereka pasti akan gagal" ucap Adrian dengan santai"Tapi bagaimana jika Cyntia tidak muncul di Pesta itu? apa dia akan tetap bertunangan dengan wanita itu? Ray benar-benar orang yang tidak bertanggung jawab jika melakukan hal seperti itu" ucap AliaSementara menurut Adrian, apa bagusnya wanita yang berinisiatif untuk pergi? jadi Adrian hanya mengatakan "Itu semua tergantung pada suasana hati Ray nanti" sambil tersenyum tipis, membuat Meta dan Alia tidak bisa mengatakan apa-apa mendengar ucapan Adrian itu,Meta menundukkan kepalanya, pikirannya berkelana kemana-mana, dia telah membuat rencananya sendiri di dalam benaknya, semua itu terlalu sulit untuk dipercayaKeluarga Limandara dan Kel
Bibir Alia menganga dengan tidak percaya mendengar pertanyaan Adrian, mulutnya terasa sangat kering, ia tidak bermaksud untuk memasang pertanyaan jebakan untuk dirinya sendiri.Tanpa menunggu jawaban, Adrian terus berjalan ke depan. Untuk setiap langkah yang dia ambil ke arahnya, Alia mundur selang
Adrian menggoda Alia saat melihat ekspresi rumit di wajah Alia,"Sepertinya Putri sulung dari Keluarga Bratakusuma mengalami kesulitan setelah kembali ke Rumah" ucap Adrian, Namun Alia tidak menanggapinyaAdrian tenggelam dalam pikirannya sendiri, lalu Adrian menyalakan sebatang rokok lagi, setelah
Alia masih belum siap untuk menghadapi situasi seperti ini, ia betul-betul tidak menyangka, Adrian bisa mengetahuinya secepat itu,Alia merasa malu mendengar pertanyaan Adrian, ia sangat bingung apakah Alia harus mengakui bahwa sebenarnya dirinya bukanlah Alina, namun jika ia mengakuinya maka Adria
Malam ini adalah malam impian dari Alia Bratakusuma, Seorang Putri dari Pengusaha terkenal Bimo Bratakusuma.Rasanya seperti mimpi bagi seorang Alia Bratakusuma bisa menikah dengan Adrian Denaswara, Pria yang diam-diam telah dicintainya selama tujuh belas tahun.Alia duduk dengan malu-malu di atas


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações