Partager

14. Dilema Raymond

Auteur: Henny Djayadi
last update Date de publication: 2026-06-14 14:31:09

Raymond terpaku. Kertas hasil laboratorium di tangannya perlahan melonggar, tapi tatapan matanya menjadi nanar, membuatnya seolah ditarik paksa oleh mesin waktu ke masa lalu.

Efek obat itu, reaksi tubuh yang tak terkendali, rintihan frustrasi yang menyiksa.

Ingatan Raymond mendadak terlempar pada peristiwa beberapa tahun yang lalu. Malam terkutuk yang selalu ingin ia hapus dari sejarah hidupnya.

Malam di mana tubuhnya mendadak terbakar hebat dan kehilangan seluruh akal sehat tepat setelah memin
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Istri Rahasia Om Raymond   145. Penghangat Malam

    Viola terdiam mematung dengan ponsel yang masih menempel rapat di pipinya.Matanya membelalak tak percaya. Ini adalah pertama kalinya Jovita tidak mengangkat panggilannya bahkan beberapa detik kemudian, nada sambungnya mendadak mati dan nomor gadis itu tidak aktif sama sekali.“Ihh... kok aneh banget sih!” adu Viola pada papanya dengan nada kesal. “Masa Jovita nggak angkat teleponku, Pa? Sekarang malah nomornya jadi nggak aktif!”Raymond berusaha tetap tenang meski dalam hatinya sempat berdesir cemas. Ia menyeruput kopinya santai untuk menutupi riak kegugupan.“Mungkin Jovita lagi sibuk sama tugas studionya, Vio. Atau ponselnya kehabisan baterai.”Tak jauh dari mereka, Bi Lastri yang memegang baki kosong hanya mencebikkan bibir pelan.Asisten rumah tangga itu melirik sinis ke arah Raymond, seolah sudah bisa menebak akal-akalan dan rencana terselubung antara sang majikan dan Jovita, sebelum akhirnya berbalik melangkah menuju dapur.Seperti halnya saat di masa lalu, Bi Lastri memilih di

  • Istri Rahasia Om Raymond   144. Baju Dinas

    Di kamar, Jovita tampak sibuk duduk di tepian ranjang di dekat koper yang terbuka, memilah dan merapikan pakaian yang akan mereka bawa untuk perjalanan ke Kaliurang. Karena Raymond berkata perjalanan ini urusan pekerjaan dan akan bertemu dengan beberapa klien, Jovita membawa beberapa pakaian formal. Raymond yang berdiri di dekatnya bukannya membantu, melainkan sibuk mengganggu. Pria itu dengan santainya menyelipkan beberapa gaun malam tipis dan lingerie ke dalam koper Jovita. “Jangan lupa baju dinasnya dibawa juga, Jo,” ujar Raymond dengan senyum jahil yang mengembang sempurna. Jovita menepuk pelan tangan suaminya seraya mendelik gemas. “Om Ray! Katanya ini perjalanan bisnis?” “Bisnis juga butuh hiburan kan, Sayang?” jawab Raymond enteng tanpa rasa dosa. Jovita menggeleng-gelengkan kepala lalu mengeluarkan beberapa helai baju tidur tipis itu dar

  • Istri Rahasia Om Raymond   143. Belum Saatnya

    “Sepertinya masih belum rezeki ya, Pak, Bu,” ujar dokter dengan suara lembut. “Hasil tesnya masih negatif. Tapi Bu Jovita ini kan masih sangat muda, kondisi rahim dan fisiknya juga secara umum sangat baik.” Raymond mengangguk pelan seraya menyunggingkan senyum tipis. Meski berusaha bersikap tenang dan menerima penjelasan dokter, Raymond sama sekali tidak bisa menutupi binar matanya yang mendadak redup karena rasa kecewa. “Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tinggal dijaga saja pola istirahat dan nutrisinya.” Sang dokter memberi penjelasan lanjutan, untuk menenangkan pasiennya. “Iya, Dok. Terima kasih banyak,” sahut Raymond sopan. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, Raymond dan Jovita berjalan berdampingan keluar dari ruang periksa. Sepanjang koridor rumah sakit, Raymond tidak melepaskan genggaman tangannya dari jemari Jovita. Dia ingin melindungi dan menuntun

  • Istri Rahasia Om Raymond   142. Poli Kandungan

    Saat mobil Raymond berhenti di area kampus, Jovita yang sedari tadi menunggu dengan wajah pucat bergegas melangkah dan langsung memasuki kabin depan.Raymond menoleh menatap raut letih istrinya. “Vio di mana, Jo?”“Pulang bareng Dylan, Om,” jawab Jovita pelan seraya menyandarkan kepalanya yang terasa agak berat.Raymond mengangguk lega, setidaknya ia tak perlu mengarang alibi lagi untuk menjemput Jovita. Apalagi bareng Dylan, Raymond yakin putrinya dalam suasana hati yang sangat baik.Arsitek senior itu kemudian mengelus pipi Jovita dengan lembut. “Mau langsung pulang atau ke dokter dulu?”“Ke dokter dulu aja, Om,” sahut Jovita seraya menahan rasa mual yang masih sesekali datang.Mobil mewah itu pun perlahan melaju meninggalkan kawasan kampus. Di tengah perjalanan yang tenang, Jovita memutar badannya sedikit menghadap Raymond. Raut ragu menggelembung di dadanya.“Om... bagaimana kalau Jojo benar-benar hamil?” tanya Jovita cemas, memikirkan status kuliah dan rahasia pernikahan mereka.

  • Istri Rahasia Om Raymond   141. Harapan Raymond

    Di ruang kerjanya, Jimmy menyandarkan punggung ke kursi seraya memainkan ballpoinnya.“Jadi, kamu tetap pergi ke Kaliurang sama Jojo?”Raymond mengangguk pelan seraya membolak-balik dokumen di mejanya. “Hampir saja rencananya berubah.”“Kenapa?”“Tadinya aku berniat mau mengajak Vio juga sekalian, hitung-hitung buat motivasi biar dia makin serius ngerjain skripsinya. Tapi... dia malah lebih memilih sibuk ngejar Dylan.”Jimmy tersenyum miris mendengar jawaban itu, lalu menggeleng-gelengkan kepala.“Vio ini kok rasanya nggak ada mirip-miripnya sama kamu ya, Ray... Secara fisik semuanya keturunan Felisa. Lah wataknya... malah makin mirip omanya.”Yang dimaksud Jimmy dengan ‘oma’ bukan ibu kandung Raymond, tetapi Leonor, ibu tirinya.“Mungkin karena dulu aku terlalu sering meninggalkan dia,” sahut Raymond dengan nada datar.Jimmy menggeleng pelan. Seingatnya, Raymond tidak pernah meninggalkan Viola dalam waktu yang lama. Pria itu hanya terlihat absen saat sedang dilanda kasmaran bersama J

  • Istri Rahasia Om Raymond   140. Semoga Tulus

    Jovita terperanjat. Matanya membelalak lebar, terkejut bukan main mendengar ucapan yang terlontar begitu enteng dari mulut Dylan."Nggak! Kamu bicara apa sih, Dyl?" sanggah Jovita tegas, suaranya terdengar makin serak.“Bukankah itu sangat mungkin terjadi? Kalian tidur bersama, kan?”Jovita mengalihkan pandangannya, tak ingin membicarakan hal yang privat itu di hadapan pria lain."Aku cuma flu biasa, ketularan Om Ray! Lagipula... aku dan Om Ray sepakat untuk menunda punya anak!"Mendengar pengakuan lugas itu, bukannya tenang, Dylan justru menyunggingkan bibir dengan senyuman sinis yang penuh kepahitan."Status istri disembunyikan... terus sekarang nggak mau punya anak..." ujar Dylan dengan nada merendahkan yang tajam. "Sebenarnya pernikahan macam apa yang sedang kamu jalani, Jo? Kamu benar-benar nggak merasa kalau selama ini kamu cuma dijadikan..."Dylan mendadak menghentikan kalimatnya. Tenggorokannya terasa tercekat, disergap rasa miris dan kasihan yang amat sangat melihat nasib gad

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status