Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 164. Memastikan Aman

Share

164. Memastikan Aman

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-08-21 11:16:32

Di atas sofa empuk di sudut ruangan, Jovita berbaring bersandar pasrah di dada bidang Raymond. Napasnya masih tersengal tipis, tubuhnya terasa lemas dan lelah usai gejolak percintaan panas yang baru saja mereka lewatkan di tengah keheningan kantor.

Raymond melingkarkan lengan kokohnya, merengkuh tubuh Jovita rapat-rapat dalam kehangatan. Jemarinya mengusap lembut pundak istrinya yang penampilannya sudah terlihat rapi kembali.

“Maaf... mungkin sampai kamu benar-benar lulus kuliah nanti, aku belu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Asri Widyastuti
mgkn Elvi ibu kandungnya Jojo, jd saudaranya Dylan nih...ternyata ayah n anak sama2 suka type perempuan yg sama
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
wah-wah....ada rahasia apa ya...?????
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
nah lo,,,anak mama Elvi kah Jojo kita ni???
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   169. Kisah di Balik Nama

    Di ruang kerjanya, Raymond mengerutkan dahi membaca pesan masuk di layar ponselnya. Bi Lastri, asisten rumah tangganya itu, tumben mengirim pesan kepadanya, biasanya dia langsung menelepon.@MAK LASTRI[TUAN GA USAH PULANG]Raymond terkekeh sinis dalam hati. Dia yang punya rumah, dia yang membayar gaji ART itu setiap bulan, tapi bisa-bisanya perempuan paruh baya tersebut lancang melarangnya pulang ke rumah sendiri.Belum sempat rasa kesalnya membuncah, pesan berikutnya sudah masuk.@MAK LASTRI[ADA NY FELI]Mata Raymond menyempit. Tanpa berpikir panjang, jemarinya langsung mengetik balasan singkat.@Raymond Chandra[Baik, terima kasih]@MAK LASTRI[BIBI MASAK SOTO][SAYA TITIP NON JOJO BUAT TUAN MAKAN MALAM]Raymond menghembuskan napas lega. Terkesan dengan asisten rumah tangganya yang sangat pengertian.Dengan terhindarnya bentrok tak berguna bersama sang mantan istri, kini Raymond bisa berfokus penuh melahap sisa beban pekerjaan yang menumpuk selama Jimmy mengambil cuti.Semangat Ra

  • Istri Rahasia Om Raymond   168. Tatapan Felisa

    Jovita mendatangi Jimmy yang sedang mengayun tubuh mungil Jasmine. “Boleh gendong, Pak?” Tangannya terulur dengan mata berbinar penuh antusias.“Awas lho, Jo... kalau sampai diompoli bisa langsung 'nular' hamil,” goda Jessica dari atas ranjang, menyunggingkan senyum jahil. “Tapi kalau dilihat-lihat, kamu memang sudah pantes banget gendong bayi.”Jovita hanya bisa mengukir senyum canggung tanpa tahu harus merespons seperti apa.Jimmy yang menangkap kekakuan itu langsung menyahut cepat menetralkan suasana. “Tenang aja, Jo. Baby Jas pakai pampers kok, aman.”Viola yang berdiri di samping tempat tidur tertawa pelan, lalu berceletuk, “Gimana mau ketularan, Tan... cowok aja belum punya.”Jimmy melirik Viola sejenak, lalu membalas santai. “Harus nikah dulu, Vio... baru boleh mikirin punya anak.”Deg.Sindiran halus yang tak disengaja itu sukses membuat Viola seketika gelagapan. Lidahnya mendadak kelu. Kalimat Jimmy seolah menghantam tepat di ulu hati, memicu ingatan pahitnya akan skandal kel

  • Istri Rahasia Om Raymond   167. Baby Jas

    Raymond mendapati Jimmy tengah duduk tertunduk lesu di bangku tunggu depan ruang operasi. Pria yang biasanya tenang dan penuh perhitungan itu kini tampak hancur, kedua tangannya meremas rambut dengan bahu yang bergetar hebat.Jessica, istri tercintanya, mendadak mengalami pendarahan hebat yang memaksa tim medis melakukan tindakan operasi caesar darurat. Sesuatu yang sangat di luar perhitungan, karena pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya semua baik-baik sajaRaymond langsung menghampiri, menepuk keras pundak sahabatnya. “Jim! Fokus, Jim! Jessica dan anak kalian kuat, mereka pasti bisa melewati ini!”Entah nasihat dan kata-kata motivasi itu masuk ke dalam kepala Jimmy atau tidak, pria itu sama sekali tidak bergeming. Pikirannya sudah sepenuhnya terkunci di balik pintu ruang operasi, tempat sang istri tengah berjuang hidup dan mati melahirkan buah hati mereka.Setelah menunggu dalam rentetan menit yang mencekam, pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Dokter melangkah keluar, menghembuskan n

  • Istri Rahasia Om Raymond   166. Panggilan Darurat

    Di sebuah ruangan privat, Karina mendengarkan dengan raut wajah keruh saat detektif swasta kepercayaan keluarga Adhiwangsa menyampaikan laporan awalnya.“Hasil penyisiran awal untuk transaksi keuangan dan aliran dana mencurigakan atas nama Pak Raymond hampir tidak ditemukan sama sekali, Bu.” Lembaran dokumen diletakkan di atas meja. “Semua arus kas Vastu Chandra maupun rekening pribadinya sangat bersih dan berada di jalur yang wajar.”Felisa yang duduk di samping Karina memutar cangkir tehnya, lalu menyahut dengan senyum pahit.“Raymond punya Jimmy. Pria itu selalu bisa diandalkan kalau soal mengamankan aset. Cara kerjanya sangat rapi.”Ingatan Felisa terlempar pada masa-masa proses perceraiannya dulu. Seharusnya ia bisa menuntut harta gono-gini dalam jumlah yang jauh lebih fantastis. Tapi, karena kelihaian Jimmy dalam memilah dan menyembunyikan portofolio kekayaan Raymond, Felisa pada akhirnya hanya mendapatkan sebuah rumah dan mobil yang bila dihitung-hitung bahkan tidak mencapai li

  • Istri Rahasia Om Raymond   165. Cinta yang Terlambat

    “Ini portofolio arsitektur terbaik tahun ini yang sudah kita kerjakan,” ujar Damian sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Dylan. “Beberapa di antaranya ada sentuhan dari Vastu Chandra.”Dylan menerima flashdisk itu, memutarnya di sela jari seraya bergumam dengan nada sinis yang tak bisa disembunyikan.“Bosnya awet muda banget ya, Pi. Jampi-jampinya kayaknya kuat banget.”“Jampi-jampi apa?” tanya Damian sambil terkekeh.Sebagai seorang ayah yang kenyang pengalaman hidup, Damian langsung menangkap getaran cemburu yang tersembunyi di balik suara putranya.Damian menyahut santai, “Memang masih muda. Waktu Papi sudah terima banyak proyek besar di mana-mana, dia baru terbang ke Australia buat kuliah.”Dylan menaikkan sebelah alisnya, tampak kebingungan dengan garis waktu yang baru saja dibeberkan papinya. Namun sebelum Dylan sempat bertanya lebih jauh, Damian menepuk bahu putranya pelan.“Sudahlah,” potong Damian cepat. “Kalau kamu mau punya keahlian desain yang setara atau bahkan mela

  • Istri Rahasia Om Raymond   164. Memastikan Aman

    Di atas sofa empuk di sudut ruangan, Jovita berbaring bersandar pasrah di dada bidang Raymond. Napasnya masih tersengal tipis, tubuhnya terasa lemas dan lelah usai gejolak percintaan panas yang baru saja mereka lewatkan di tengah keheningan kantor.Raymond melingkarkan lengan kokohnya, merengkuh tubuh Jovita rapat-rapat dalam kehangatan. Jemarinya mengusap lembut pundak istrinya yang penampilannya sudah terlihat rapi kembali.“Maaf... mungkin sampai kamu benar-benar lulus kuliah nanti, aku belum bisa mengumumkan pernikahan kita di depan publik,” bisik Raymond pelan, suaranya sarat akan rasa bersalah.Jovita mendongak, menatap garis rahang suaminya. Wajah tenang dan penuh wibawa itu membuatnya sering merasa rendah diri.“Nggak apa-apa, Om. Setelah lulus nanti, aku akan berusaha keras dapat pekerjaan yang bagus... biar aku benar-benar pantas berdiri di samping Om Ray.”Raymond tersenyum tipis, matanya berbinar haru mendengar ucapan polos itu. Ia mempererat pelukannya.“Ini bukan soal ka

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status