Compartilhar

Bab 13

Autor: Thaiteaa
last update Data de publicação: 2026-05-09 23:16:10

"Mas kok Mas mau rawat aku? Kemarin padahal marah-marah, " Ungkap karina halus, ia sudah duduk di ranjang dengan punggung menyandarkan ke dipan ranjang.

Suaminya itu masih menatap lekat dirinya, dan melipat tangan ke dada. "Nanti kamu lapor ke mamah sama ibu, kalau saya suami yang kejam, " Komentar Alfan acuh, membuat karina mendengus malas.

"Lagi pula kamu pagi-pagi sudah protes saja. Mana rasa Terima kasih kamu untuk saya? " Sambung Alfan dan menatapnya mengintimidasi.

Karina mencoba menutup mata sebentar, lalu ia tersenyum penuh paksa ke arah Alfan. "Iya Mas Alfan, Terima kasih banyak ya sudah merawat saya yang manja ini. Saya akan selalu mengingat kebaikan Mas Alfan sampai mati. Mas Alfan ini sangat baik rupanya, " Tutur karina tenang, kedua tangan nya menyatu dengan tatapan binar si iris matanya.

Alfan menyeringai tipis. "Saya tidak sembarangan memeberikan kebaikan Karina, jadi kamu harus ingat terus, " Lontar pria itu dengan telunjuk besarnya menekan lembut kening karina.

"Iya Mas Alfan, saya mengerti Mas Alfan yang baik hati, " Sambung karina dibuat-buat.

Alfan memutar bola matanya malas, lalu berdeham. "Karina... " Panggil nya seketika membuat perempuan itu menatapnya.

Pria itu mengusap dagunya. "Mengenai kemarin saya ingin minta maaf. " Ucap Alfan tulus.

"Iya Mas sama-sama,aku juga minta maaf , kemarin aku terbawa emosi Mas. " Jawab karina lembut.

*****

"Assalamu'alaikum Alfan, karina" Ucap mamah sekar yang berkunjung ke mansion suami istri itu.

"Waalaikumsalam mamah" Jawab Alfan sambil membukakan pintu.

"Mana karina nya Alfan, mamah khawatir. Kenapa dia bisa sakit? Kamu nggak jagain dia ya! " Curiga mamah sekar pada Alfan

"Maaf mah, sekarang karina ada di kamar" Jawab Alfan.

"Haloo sayang gimana udah mendingan? Mamah gacu kaget banget denger Mas Alfan izin nggak masuk kantor karena kMu zakit, makanya mamah langsung ngajak papah kesini.

Kenapa bisa sakit sayang hem? Alfan nyakitin kamu ya? "

"Ngak Mah, Mas Alfan baik kok. Aku kecapean aja mah kemarin-kemarin bergadang mulu. Jadi sekarang tumbangnya. " Jawab karina.

"Harusnya kamu istirahat aja, kan ada besoknya buat ngelanjutin kerjanya. " Ucap Sekar pada karina.

"Mas Alfan sekarang kamu sudah menikah. Jangan kebanyakan lembur, istrinya ini loh di temani. Pengantin baru itu harusnya punya banyak waktu buat berduaan, jangan malah sama-sama sibuk sama pekerjaan masing-masing. " Omel Sekar

"Iya mah, lain kali di usahain nggak lembur lagi. " Ucap Alfan

"Jangan iya-iya aja, laksanain kasihan istri kamu".

Setelah satu jam lebih ada papah dan mamah mertuanya, sekarang tinggal lah mereka berdua lagi di mansion itu. Tidak berselang lama ada nada dering telepon dari handphone Alfan. Alfan mengambil handphone nya di atas meja dan menemukan nama Aldo yang terpangpang di layar.

"Ada apa Rafa? " Ujar Alfan datar, iris pekatnya menatap halaman mansion.

"𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘗𝘢𝘬, 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘨𝘶. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘢u 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘬𝘰𝘯𝘧𝘪𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘬, " Jawab Rafa sopan, terdengar sedikit cemas. Alfan mengerutkan alisnya, merasa tidak adatamubyanh harus ia temui untuk perihal pekerjaan.

"Siapa Aldo? Saya rasa tidak ada janji dengan siapapun? " Tanya Alfan lanjutnya.

"𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘣𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘴𝘢 𝘱𝘢𝘬, " Rafa berkata pelan, membuat rahang Alfan mengetas, tangannya mencengkram pagar yang ada di sana. Hingga urat birunya menonjol yang jelas sekkau ia menahan amarah.

"Saya sudah pernah bilang, jangan pernah menerima tamu perempuan sial itu lagi! " Sembur Alfan, kesal sekali rasanya.

"Baik Pak, saya mengerti. Akan segera saya tindak setelah ini. " Rafa menjawab dengan tegas.

Alfan langsung memastikan panggilan sepihak, lalu menghela napas panjang karena hanya ingin meluruhkan emosi yang mulai menguasainya. Tidak habis pikir dengan perempuan sialan itu, sangat bermuka tebal setelah lima tahun melakukan hal menjijikan yang berakhir sebuah perpisahan.

setelah mengangkat telepon tersebut Alfan kembali ke kamar, dia melihat karina yang bengong di atas kasur.

"kamu kenapa? mau sesuatu, apa ada yang sakit hem? "

"nggak ada Mas, nggak papa kok. Mas jangan khawatir. sekali lagi minta maaf ya Mas aku udah ngerepotin Mas "

"shutt, ngak boleh bilang gitu, kamu tanggung jawab aku. gak ada kata merepotkan, saya juga minta maaf ke kamu." Ucap Alfan tulus

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 24

    "Makanya, kalau mau minum atau makan sesuatu tanyakan dulu, sebelumnya. Jadinya kamu sendiri yang rugi. Dan sekarang saya juga kena imbasnya, " Imbuh Alfan pelan, namun terdengar sarkas. Karina mengerutkan dahinya dan menggigit ujung bibirnya. "Mas Alfan, aku mau tanya. Siapa yang ganti baju saya ya? " Tanyanya dengan hati-hati. Lalu seketika ia menyesal karena pertanyaannya. Alfan kembali menyesap kopinya. "Oh, tidak tahu sih mungkin ibu peri kali ya? " Jawabnya asal, membuat Karina semakin kesal akan tetapi ia mencoba sabar. "Ya kamu pikir aja, di rumah ini kan cuma ada kita Karina kalau malam. Hal seperti itu kenapa harus dipertanyakan sih. " Seloroh Alfan tidak sabar, tidak habis pikir dengan pertanyaan konyol Karina. Jawaban Alfan semakin membuat Karina kalang kabut, tanpa sadar menutup dadanya, membuat Alfan menyeringai. "Kenapa? Malu daya lihat tubuh kamu? Wajar kan? Karena saya suami kamu, " Ujar Alfan seakan tahu apa yang dipikirkan Karina. "Bukan begitu Mas Alfan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 23

    Rasa cenat-cenut mulai Karina rasakan di kepala, seperti ada yang menghantam kepalanya dengan batu. "Sshhh.... " Ringisnya lalu pelan ia membuka mata dan merasakan aroma yang berbeda dari ruangan kamarnya. Aroma jasmine tercampur tembakau yang seketika membuatnya rilex. Namun, detik selanjutnya ia tersadar jika ini bukan di kamarnya. Perempuan itu langsung terduduk, terkejut karena bangun fi kamar Alfan sendirian."astaga!kok aku bisa tidur fi kamar Mas Alfan?"paniknya seketika.Karina mendadak buntu seketika, karena pagi ini ia terasa kacau. Perempuan itu sejenak merenung dan mengingat apa yang terjadi tadi malam, sembari memegang kepalanya. "Habis muntah aku nggak ingat ngapain lagi? " Gumamnya pelan, mengigit jempolnya karena takut berbuat yang tidak-tidak. Karina lalu meraba tubuhnya, yang ternyata ia memakai kaus longgar milik suaminya. "Ya ampun, untung aja aku pakai dalaman celana ketat tadi malam, tapi pasti Mas Alfan lihat.. " Ucapannya langsung lalu ia buru-buru menggelengkan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 22

    "Wah, ini istrinya Pak Alfan? " Suara feminim tiba-tiba mendistraksi Karina. Perempuan dengan gaun pendek model Sabrina menampakkan belahan dadanya yang bedar.anis dan eksotik dua kata yang pas untuk menggambarkan perempuan ini. Karina mengerutkan dahi, dan baru sadar jika perempuan ini adalah sekertaris Alfan di kantor. "Salam kenal Mbak Ica, " Sapa Karina lembut. Ica bersedih menatap rendah Karina, 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘹𝘺 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. "Aku nggak tahu kalau Pak Alfan seleranya downgrade banget. Wajah kamu pasaran. " Hina Ica dingin, lalu menyeringai puas. Karina sendiri tidak tahu masalah perempuan ini, kenal saja tidak dan tiba tiba dia datang untuk menghinanya. "Astaga Mank Ica.. Saya nggak nyangka lo Mbak Ica bersikap seperti ini. Saya kira selain cantik dan berbakat dalam bekerja, Mbak ini ramah. Tapi ternyata kurang sopan, masa ke istri bos bersikap begini?, tutur Karina halus, namun mengandung unsur sarkas. Rahang Ica mrngetat mendengar kalimat Karina, b

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 21

    Pagi ini Alfan disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang telah ia tunda kemarin. Seperti menangani masalah serius yang menimpa proyek nya yang ada di bali. Alfan merasa pening dengan masalah proyek ini dia akan serahkan ini kepada asistennya untuk mengontrol langsung ke Bali. Karena Alfan tidak bisa. Ia ada pertemuan kolega nanti malam. "Rafa saya mau kamu, pergi langsung ke Bali. Saya ada pertemuan kolega malam nanti. ""Ia siap pak" Jawab Rafa"Kamu kalau ada apa-apa di sana langsung kabarin saya, bagaimana pun ke adaanya. " Iya paham pak, kalau gitu saya permisi. "Ungkap Rafa. ***Sorenya, Karina berada di kamarnya untuk di buat cantik oleh dua orang yang tiba-tiba datang ke mansionnya. Dan ternyata adalah fashion stylish dan MUA yang disewa suaminya untuk acara pertemuan kolega satu jam lagi akan berangkat. "MasyaAllah, cantik dan elegan sekali bu, " Komentar MUA setelah selesai memoleskan lipstik nude di campur warna orange di bibir mungil milik Karina. Surai legam nan panja

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 20

    Alfan menyusul duduk di sebelah Karina, di pakuannya ada Salma dan satu tangannya membantu bayi itu untuk memegang dit susus agar tidak jatuh ke bawah. Merasa jika posisinya sangat nyaman, Salma menyusu sembari menyandarkan tubuhnya pada Alfan, menyender langsung pada perut keras Alfan. "Salma di jemput jam berapa? " Tanya Alfan sedikit menoleh pada karina yang duduk di sebelahnya. "Tadi sih Tante Citra ngasih tau kalau Tante Citra masih lumayan sibuk di sana. Jadi aku bikang dari pada di jemputnya nanti-nanti yang malah ujung-ujungnya kemaleman, jadi aku saranin Salma nginep di sisi saja, gapapa kan Mas? " Ucap Karina. Tadi ia sudah mengirim pesan pada Citra, menanyakan jam berapa Salma akan di jemput, danCitra memberi tahu jika kesibukannya masih belum selesai, jadi Karina tawarkan saja Salma untuk menginap di sini, hitung-gitung menemaninya tidur malam ini. "Tidak papap kalau Salmanya tidak rewel, karena rumah ini kan baru Salma datangi, jadi dia masih asing dengan suasana di s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 19

    "Ambil, lempar pakannya ke ikannya. " Ucap Alfan pada Salma. Batu perempuan itu menatap Alfan ragu, takut untuk mengambil pakan ikan yang berukuran kecil-kecil itu dari telapak tangannya. Alfan menganggukkan kepalanya. "Tidak papa. Ambil saja. " Alfan bergerak sedikit maju ke arah kolam ikan dan berjongkok untuk memudahkan Salma melempar pakan ikan. Menurut, telapak tangannya Salma yang k3cil mengambil pakan ikan dengan sembarang, sehingga sebagian ada yang tumpah ke bawah mengenai rumput. Namun setelahnya, Salma dengan semangat melempar pakan ikan yang ia genggam ke arah ikan-ikan yang sudah bergerombol di tepi kolam, yang seolah sudah tau jika akan di beri makan. Dan benar saja, ikan-ikan besar yang semula ada yang terpencar menjadi mengerubung semua di tepi kolam, menimbulkan cipratan kecil yang mengenai Wajah Salma, membuat bayi perempuan itu tersentak kaget namun juga tertawa di saat yang bersamaan. Alfan mengambil paka ikan lagi, dan Salma dengan semangat yang sama mulai ber

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status