Teilen

Bab 26

last update Veröffentlichungsdatum: 22.05.2026 21:57:56

Alfan yang sedang merebahkan kepalanya setelah kepergian asistennya melaporkan hasil kunjungan kemarin yang tidak dapat Alfan hadiri. Alfan menghadap langit-langit atap ruangan. Seketika ia teringat wajah istrinya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu tadii pagi. Pria itu merongoh ponselnya untuk mengentik pesan kepada Karina namun belum sempat ia mengirim, suara ketukan terdengar lagi dan kali ini Rafa muncul dengan wajah cemas.

'Kenapa Karina? "Rajasthan mengerutkan dahinya menatao Rafa.

" Begini pak, ada-"

"Hai Mas Alfan. " Suara yang telah lama Alfan hilangkan kini terdengar kembali. Sosok perempuan masa lallu yang pernah membuat hatinya membuncah tiba-tiba saja muncul di belakang Rafa. Tersenyum cerah metapnya.

"Pak Alfan saya-"

"Tinggalkan kami berdua Rafa, saya perlu bicara dengan perempuan bebal ini, " Sarkas Alfan dingin, membuat Rafa menundukan kepala lalu meninggalkan ruangan.

"Ngapain kamu di sini? Bukannya sudah mati? " Puggkas Alfan tajam, iris pekatnya mentap Salsa penuh kebencian.

Perempuan dengan aura yang memikat bagi siapapun yang menatapnya dengan ekspresi sedih. Surai panjanya ia kuncir tinggi dengan daun cream pendek tanpa lengan yang dilapisi jaket kulit coklat. Begitu kontras dengan kulit putihnya yang pucat. Tidak heran dari dulu Salsa mampu memikat siapapun termasuk Alfan.

Salsa tersenyum mendengar kalimat kejam dari Alfan. "Kamu kenapa sih Mad, kok masih benci sama aku? Aku kesini cuma ingin lihat kamu Mad. Sekaligus meminta kesempatan kedua, " Tutur Salsa mendatu, mencoba merayu sosok Alfan yang dulu selalu ada untuknya, dan memberikan apa yang Salsa inginkan. Salsa merindukan Alfan yang dulu, Alfan yang menatapnya penuh cinta, memuja kecantikannya yang seolah jika ia adalah perempuan yang sangat berharga.

Terdengar kekehan hampa dari suara Alfan. Pria itu masih duduk di kursi, enggan berdiri atau berdekatan langsung dengan Salsa. Perempuan penuh Tipu daya dan manipulatif.

"Aku pikir Selama lima tahun kamu ini ke psikolog, buat sembuhin diri kamu yang gila itu Salsa. Ngga taunya kewarasanmu memang sudah hilang, " Jawab Alfan dingin, kilatan api semakin terlihat di iris matanya.

Salsa semakin tertawa mendengar Alfan. "Apa kamu nggak kangen Mas sama aku? Aku nggak bisa lupain sentuhan kamu Mas, aku tahu aku salah. Aku tahu kamu di jodohkan kan? Kamu terpaksa sama istrinmu yang sekarang kan? Ayo kembali sama aku Mas, " Celoteh Salsa semakin menggebu, berusaha untuk membujuk Alfan dengan kini ia berdiri di depan Alfan yang terhalang meja kerja pria itu.

Alfan semakin menajamkan matanya menatap Salsa seolah ingin menghancurkannya tanpa sisa. Rahangnya mengeras dengan kepalan tangan yang kuat. "Berhenti membual Salsa, urusan kita sudah selasai sejak kamu melakukan kesalahan menjijikkan itu.

Urus hidup kita masing-masing, " Tandas Alfan serak, dengan sikap yang tenang.

Salsa menggeleng keras, wajahnya semakin berkaca-kaca menatap penuh harap Alfan. "Ngga Mas. Aku tahu kamu masih cinta aku. Aku minta maaf Mas. Selama kita putus, aku nggak bisa berhenti mikirin kamu, rasa bersalah ini masih terus menjadi mimpi burukku dan-" Ucapannya menggantung seraya ia menghela napas panjang, mengusap air matanya. "Aku ingin kamu ceraikan istrimu terus kita kembali lagi, menjadi lebih bahagia, "lanjutnya begitu lirih.

Alfan berdiri dari duduknya, kedua tangannya terkubur dalam saku celana. Dagunya mendongak menatap Salsa semakin dingin. " Kamu tahu Salsa? Aku mengalami mimpi buruk selama ini. Rasanya seperti menelan racun yang sengaja kamu kasih ke aku. Aku kasih kamu waktu -ku rela membela kamu di depan keluargaku.Tapi apa? Balasan kamu kayak ngelempar kotoran ke wajah aku! "Ungkap Alfan rendah, setiap kalimat yang keluar dari mulut terasa ada diri yang menancap di tenggorokannya. Tatapan Alfan terlihat kosong seketika.

Salsa lalu terisak, lalu ia berlutut di hadapan Alfan dan membuat pria itu mundur. " Biarin aku menebus kesalahan ku buat kamu Mas, ayo kita kembali seperti dulu. Kali ini biar aku yang buat kamu bahagia Mad, please, "Salsa semakin menunjukkan ekspresi lemahnya. Semua tindakan itu membuat Alfan menatapnya tidak percaya. Pria itu terdiam sejenak lalu menyeringai.

'Oke. Aku ceraikan istri ku dan kembali sama, " Celetuk Alfan selanjutnya membuat Salsa berdiri menatap Alfan berbinar. Perempuan itu sampai menutup mulutnya, akhirnya Alfan sedikit luluh. "Beneran Mad? " Salsa merasakan jantungnya berdebar kencang, seakan takut ini mimpi.

"Tapi dengan satu syarat yang harus kamu penuhi Salsa, kamu harus turuti syarat itu dan nggak boleh menolak, " Lanjut Alfan menatap datar Salsa.

Salsa semakin tersenyum lebar seraya mengangguk cepat. "Aku turuti Mas, apapun itu syaratnya asalkan sama kamu. "

Dan tanpa mereka tahu jika di balik pintu, ada seorang perempuan yang berdiri kalau dengan mencekam kotak bekak yang akan ia

Berikan Pada suaminya.

"Mbak-"

"Saya titip ini buat Mas Alfan ya Mas Rafa, Tiba-tiba saya ada urusan, " Sela Karina lembut sembari menyerahkan kotak itu kepada Rafa. Meningalkan kantor Alfan dengan Perasaan penuh sesak di dadanya.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 30

    Kali ini rasanya Karina ingin kabur saja kalau sudah begini, malam ini Alfan mengatakan hal yang membuat tubuhnya meremang satu badan. Karina tidak bodoh, dan justru ia tahu maksud sang suami. Terkadang ia ingin menjitak kepalanya keras-keras supaya tidak kelepasan emosi, dan tetap tenang menahan diri untuk tidak mengeluarkan kalimat yang tidak penting seperti tadi. Rupanya, mengetahui Alfan bertemu Salsa sangat membuatnya sedikit menarik emosi yang ia tahan-tahan. Namun, di satu sisi Karina menjadi lega karena Alfan juga masih ingin bertahan dengannya di dalam pernikahan ini. Dan, kini ia masih di dalam kamarnya setelah selesai mandi, dan mencoba untuk memakai gaun malam pemberian Aldan tadi, yaitu set satin warna butter yellow lembut, dengan model nighgown yang sekarang ia balut dengan Kimono. Rbut panjangnya yang lurus dan setengah basah ia gerai. Sedari tadi ia di depan kaca, malu karena ia pertama kalinya menggunakan pakaian tidur seperti ini. "Kok jadi aneh gini ya? "Gumamnya

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 29

    Menjelang pukul delapan malam, Karina akhirnya kembali ke mansion setelah seharian ia diajak pergi oleh Aldan, yang tiba-tiba saja mengajaknya belanja. Aslinya ia ingin menolak, namun demi menghibur dirinya ia akhirnya menerima ajakan Aldan. Dan, ternyata pria itu membelanjakannya sebuah gaun malam, yang Karina rasa ini hanya menjadi pajangan di lemari saja. 'Ingat ya Karin, pokoknya gaun malam ini cepat dipakai supaya suamimu terkesima'ucaoan Aldan terngiang setelah ia turun dari mobil. "Apanya yang terkesima? Mas Alfan mungkin lebih terkesima sama mantannya mbak Salsa, " Omelnya pelan pada dirinya sendiri. Karina menghela napas panjang, menatap kondisi rumah yang sedikit gelap, mungkin saja suaminya belum pulang atau? Karuna lalu menggeleng cepat. Tidak mau memikirkan hal yang menyakiti hatinya. Perempuan itu lalu membuka pintu rumah, dengan menenteng satu paper bag lumayan besar belanjaan dari Aldan. "Istriku cintaku sudah pulang rupanya? " Suara rendah Alfan membuat Karina terk

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 28

    Sedangkan Salsa menatapnya pucat, dengan posisi sudah memakai Bathrobe bentuk kimono, dengan wajah yang merah dan sebagian tubuhnya ada bercak kemerahan yang semakin membuat Alfan menjadi jijik. "Apa-apaan ini Salsa? " Suaranya getir, seperti menelan ribuan Duri durian. Salsa membuang tatapannya, bahkan ia tidak menangis dan lebih seperti maling yang kepergok mencuri barang berharga. "JAWAB LU BAJINGAN!!! " bentak Alfan masih berdiri seperti tadi, menatap pacarnya itu seperti binatang yang terluka. "Kamu nggak perlu tahu Mas, " Jawab Salsa menatapnya tanpa bersalah. "Ha? Apa maksudmu sialan!!! Dada Alfan semakin gemuruh. "Jauh aku sebelum kenal sama kamu, aku udah begini. Inilah aku yang sebenarnya, dan pacaran dengamu adalah kesalahan untukku. Lagipula keluarga mu juga nggak suka kan sama aku? " Balas Salsa tidak tahu malu. Alfan menatap Salsa semakin getir,ternyata selama ini rasa cinta dan upayanya untuk membuat Salsa benar-benar diterima di keluarga nya hanyalah serpihan sa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 27

    5 years agoSiang ini Alfan baru saja kembali dari kota Surakarta, karena ada pertemuan dengan klaien, dan sekaligus meninjau lokasi yang akan dipakai untuk proyeknya. Dalam perjalanan pulang dari Surakarta menuju Jakarta, ia sempatkan membeli buket bunga untuk perayaan anniversary dengan Salsa yang sudah berlangsung dia tahun. Alfan aslinya ingin membeli buket bunga mawar, tapi ia berikan pada pembeli lain karena lebih memilih buket lily. Cantik seperti pacarnya. Alfan ingin memberikan kejutan kepada Salsa dengan bunga ini, dan mengajaknya dinner. Namun, sayang sekali pacarnya itu sedang photoshoot dengan brand pakaian untuk olahraga dan jaket di kota Yogyakarta. Seharusnya sekarang pacarnya pulang, akan tetapi Salsa baru mengabari jika masih ada pemotretan lagi. Bagi Alfan tidak Masalah, karena sebagai pacar ia tidak ingin menghalangi mimpi pacarnya untuk masa depan dan tetap mendukung meski ada batasan tertentu. Sejujurnya pacaran dengan Salsa ini Alfan sempat mendapat pertentan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 26

    Alfan yang sedang merebahkan kepalanya setelah kepergian asistennya melaporkan hasil kunjungan kemarin yang tidak dapat Alfan hadiri. Alfan menghadap langit-langit atap ruangan. Seketika ia teringat wajah istrinya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu tadii pagi. Pria itu merongoh ponselnya untuk mengentik pesan kepada Karina namun belum sempat ia mengirim, suara ketukan terdengar lagi dan kali ini Rafa muncul dengan wajah cemas. 'Kenapa Karina? "Rajasthan mengerutkan dahinya menatao Rafa. " Begini pak, ada-""Hai Mas Alfan. " Suara yang telah lama Alfan hilangkan kini terdengar kembali. Sosok perempuan masa lallu yang pernah membuat hatinya membuncah tiba-tiba saja muncul di belakang Rafa. Tersenyum cerah metapnya. "Pak Alfan saya-""Tinggalkan kami berdua Rafa, saya perlu bicara dengan perempuan bebal ini, " Sarkas Alfan dingin, membuat Rafa menundukan kepala lalu meninggalkan ruangan. "Ngapain kamu di sini? Bukannya sudah mati? " Puggkas Alfan tajam, iris pekatnya mentap Salsa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 25

    "Kamu mau pesan apa? " Tanya Salsa ramah, tersenyum lebar. "Saya macha latte aja Mbak Salsa, " Ujarnya halus, membuat Salsa langsung mengkonfirmasi langsung kepada waiters cafe. "Maaf ya aku tiba-tiba saja ngundang kemari, " Selorohnya santai, lalu menyilangkan kaki jenjangnya yang mulus. Seakan menunjukkan siapa yang berhak bicara di sini. Karina tersenyum tipis menanggapinya. "Jujur saja saya kaget karena Mabk Salsa bisa dapet nomer saya, " Ungkap Karina lembut, ia menyatukan kedua tangannya di pangkuan, menabak-nebak apa yang ingin dibicarakan perempuan didepannya ini. "Ouh, aku dapat dari media sosial kamu Rin. Kamu kan illustrator art kan? Ada nomer kamu di bio, " Jelas Salsa menatao Karina cukup mendominasi. "Langsung saja Mbak, apa yang ingin Mabk omongin sama saya? " To the point Karina, sikapnya cukup tenang. Salsa tertawa pelan, sambil menutupi mulutnya seakan menutupi sesuatu. "Kamu ini nggak suka basa-basi ya ternyata. Tapi sebelumnya aku mau ngucapin selamat buat pe

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status