مشاركة

Bab 26

مؤلف: Thaiteaa
last update تاريخ النشر: 2026-05-22 21:57:56
Alfan yang sedang merebahkan kepalanya setelah kepergian asistennya melaporkan hasil kunjungan kemarin yang tidak dapat Alfan hadiri. Alfan menghadap langit-langit atap ruangan. Seketika ia teringat wajah istrinya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu tadii pagi. Pria itu merongoh ponselnya untuk mengentik pesan kepada Karina namun belum sempat ia mengirim, suara ketukan terdengar lagi dan kali ini Rafa muncul dengan wajah cemas.

'Kenapa Karina? "Rajasthan mengerutkan dahinya menatao Rafa.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 148

    "Hallo Mas" Jawab Aldan"Kalian dimana? Sama istri Mas juga mana? " Tanya Alfan panik. "Kan kita antar mbak Karina pulang Mas""Kan Mas juga pulang, kenapa kalian tinggal" Ucap Alfan kesal. "Kesal? Tentu saja karena pasalnya saat Alfan masih berbincang dengan ayahnya, Aldan sudah menjalankan mobilnya. " Mbak Karina yang minta kok, katanya Mas Alfan masih mau disana sama mbak Alya"ledek Aldan. "Gak ada yah, istri Mas kan mbak Karina titi gak pake koma""Yaudah sih orang sebentar lagi juga sampe, ini lagi jalan terus. ""JEMPUT DAN, KAMU BUAT MAS MARAH" Suratan Alfan sudah naik satu oktaf lebih tinggi diseberang sana. "Mas, kok Mas marah sama Aldan? Kan mbak yang minta""Kamu tau Mas sama mbak lagi gak bak tadi, kenpa sih kalian itu"TutttTelpon di putus sepihak oleh Alfan, Aldan sudah kalang kabut mendengar Mas nya marah tadi. Karina tersenyum "tenang aja, gak usah khawatir sama Mas nanti biar mbak yang bicara""Mbak ikut pulang kan? " Tanya Sintia. "Iya ikut, tapi tolong ini

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 147

    Tak mau membuat istrinya larut dalam kesedihan, Alfan ambil handphonenya untuk memesan mobil untuk pulang ke Jakarta karena mobil yang di pakai kemarin buat mamah Sekar pulang. "Udah pesen mobil sayang. Mas gak akan pernah jadiin kamu opsi lIn jadi mas Akan tetap ikut sama kamu dan nurutin maunya kamu walaupun di pilihan lainnya ada keluarga mas" Ucap Alfan tulus. Alfan bangkit dari duduknya, ia masuk kan baju yang sudah ia keluarkan sebelumnya lagi kedalam koper. Karina berjalan keluar dari kamar datar, tangannya yang di genggam oleh Alfan sudah ia lepas sejak tadi. "Maafin Mas sudah buat hati kami sedih di bogor ya sayang. Tapi janji... Sampaii Jakarta mas akan tebus semuanya sayang, Mas Akan jadi Alfan yang nya kamu tanpa ada orang lain didalamnya. " Ucap Alfan lagi. Karina tak menjawab ucapan Alfan ia hanya melangkah menuju ruang keluarga Tidak yai apa yang akan ia jawab ketika nantinya orang tua Alfan dan semua keluarga menanyakan kepulangan mereka. Pandangan pertama yang

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 146

    Wanita itu tersenyum kaku, ia mendekati Alfan "lam gak ketemu ya bang, ini anakku bang namanya Alfan juga. Tapi umurnya masih 3 tahun lebih"Dunia Karuna berhenti 3 detik, hanya 3 detik yang mampu membuat hatinya bertanya-tanya. Alfan langsung kamu. Keringat dingin melihat WA ita itu" Eh... Alya... I-ya ini Istriku Karina"Ucap Alfan. Tidak, Karina sebenarnya tidak masalah siapapun wanita itu namun yang membuat nya bingung adalah nama anak wanita itu. Karina merasa perutnya kencang, dia lihat Alfan, wanita itu kemudian menyempatkan untuk memperhatikan wajah tampan yang bernama Alfan juga. "Alfa...? " karina berbisik fi telinga Alfan, suaranya bergetar. Menyadari itu, Alfan langsung mengenggam tangan Karina. "Mas bisa jelasin sayang... "Karina tak menjawab, ia masih ingin melihat reaksi mereka. "Syang, salim dulu sama Om Alfan nya kak. Ini Om Alfan temanya6ibu duku" Ucap si wanita. Anak kecil itu menyodorkan tangan mungilnya untuk menyalimi Alfan. "Om Alfan.. "Om AlfanDaddy

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 145

    Kegiatan tasyakuran 4 bulanann Karina berjalan dengan lancar, acara di tutup dengan pengajian dan doa bersama bapak-bapak pengajian. Tidak istirahat Karina sudah duduk kembali di ranjang sembari menyusun baju yang akan ia bawa ke Bogor, besok pagai-pagi sekali mereka akan melakukan perjalanan ke Bogor untuk menghadiri resepsi pernikahan saudara Alfan lusa. Awalnya ia menolak keras untuk hadir, nemuin mertuanya mengajaknya untuk berkenalan lebih lanjut dan bertemu dengan keluarga mereka yang ada di sana. Jujur saja Karina, dekat dan akrab dengan orang tua Alfan saja sudah merupakan suatu kebahagiaan untuk nya. Bukan tidak mau mengenal keluarga Alfan lebih jauh tapi jika ujung-ujungnya hanya untuk menjatuhkan satu smaa lain untuk apa? Tak banyak yang ia bawa, hanya pakaian yang akan mereka pakai seragam dengan keluarga kemudian sepasang baju tidur dan juga selasa baju formal lainnya. CeklekPintu dibuka, Alfan masuk setelah selesai mengobrol bersma para tetangga. Karina menatap Al

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 144

    "Wah ini yang di tungguin dari tadi" Ucap Bude nya Alfan ketika melihat Karina keluar digandeng oleh Alfan. Karina mendekati bude Risma kemudian mencium tangannya. "Maaf ya bude Karina baru keluar""Gapapa nak, Alfan udah bilang tadi kamu kurang enak badan" Ucap bude Risma. Karuna duduk di sebelah bude Risma. "Mbakku, baby bagaimana hari ini? " Tanya Sintia yang tiba-tiba datang dari belakang Karina. "Baik Sin, tidak rewel paling sama Ayahnya aja banyak maunya" Jawab Karina. "Berarti tandanya itu mirip Ayahnya nanti" Ucap Sintia lagi. Karina mengedikkan kedua bahunya acuh. "Ibu-ibu semuanya maaf Karina sudah merepotkan ya" Ucap Karina pada ibu-ibu para tetangga dan saudara yang ikut membantu. Selain tradisi yang masih kental inilah salah satu alasan Karina senang kerumah mertuanya, semua orang masih peduli jadi ketika ada acara seperti ini mereka akan ramai-ramai datang membantu. "Ngerepotin apanya mbak Karin, sini duduk di sini mbak" Sahut salah satu ibu-ibu. Karina duduk,

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 143

    "Lho Fan kok sudah bangun? " Tanya mamah Sekar yang langsung diikuti tatapan para tetangga yang ternyata sudah berada di rumah Alfan. "Mah ada air hangat? " Tanya Alfan. "Untuk apa Fan? " Tanya balik mamah Sekar. "Karina mual, mau minum""Bentar mamah ambilin""Kapan sampe Dan? " Tanya salah satu ibu-ibu yang ada di sana. "Baru tadi mbak, adalah 1 jam an yang lalu " Jawab Alfan. "Mana istrimu Dan? " Gak dibawa keluar "tanya tante Fitri. " Masih di kamar tan, istirahat dulu lah bagi nanti keluar'Tante Fitri dan para tetangga mengangguk bersama dengan ibunya yang sudah membawa nampan berisi air hangat. "Makasih ya Mah""Iya sama-sama, sana kasih langsung kasihan Karina" Ucap Mamah Sekar. Alfan berjalan masuk ke kamar, begitu ia masuk Karina sudah duduk sembari menatap nya datar. "Kenapa sayang? Minum dulu ya" Alfan tidak duduk karena Karina tidak mempersilahkan nya. Setelah meminum air yang diberikan Alfan Karina langsung menatap Alfan. "Kamu gak mau ya duduk deketan sama K

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status