LOGINTak mau membuat istrinya larut dalam kesedihan, Alfan ambil handphonenya untuk memesan mobil untuk pulang ke Jakarta karena mobil yang di pakai kemarin buat mamah Sekar pulang. "Udah pesen mobil sayang. Mas gak akan pernah jadiin kamu opsi lIn jadi mas Akan tetap ikut sama kamu dan nurutin maunya kamu walaupun di pilihan lainnya ada keluarga mas" Ucap Alfan tulus. Alfan bangkit dari duduknya, ia masuk kan baju yang sudah ia keluarkan sebelumnya lagi kedalam koper. Karina berjalan keluar dari kamar datar, tangannya yang di genggam oleh Alfan sudah ia lepas sejak tadi. "Maafin Mas sudah buat hati kami sedih di bogor ya sayang. Tapi janji... Sampaii Jakarta mas akan tebus semuanya sayang, Mas Akan jadi Alfan yang nya kamu tanpa ada orang lain didalamnya. " Ucap Alfan lagi. Karina tak menjawab ucapan Alfan ia hanya melangkah menuju ruang keluarga Tidak yai apa yang akan ia jawab ketika nantinya orang tua Alfan dan semua keluarga menanyakan kepulangan mereka. Pandangan pertama yang
Wanita itu tersenyum kaku, ia mendekati Alfan "lam gak ketemu ya bang, ini anakku bang namanya Alfan juga. Tapi umurnya masih 3 tahun lebih"Dunia Karuna berhenti 3 detik, hanya 3 detik yang mampu membuat hatinya bertanya-tanya. Alfan langsung kamu. Keringat dingin melihat WA ita itu" Eh... Alya... I-ya ini Istriku Karina"Ucap Alfan. Tidak, Karina sebenarnya tidak masalah siapapun wanita itu namun yang membuat nya bingung adalah nama anak wanita itu. Karina merasa perutnya kencang, dia lihat Alfan, wanita itu kemudian menyempatkan untuk memperhatikan wajah tampan yang bernama Alfan juga. "Alfa...? " karina berbisik fi telinga Alfan, suaranya bergetar. Menyadari itu, Alfan langsung mengenggam tangan Karina. "Mas bisa jelasin sayang... "Karina tak menjawab, ia masih ingin melihat reaksi mereka. "Syang, salim dulu sama Om Alfan nya kak. Ini Om Alfan temanya6ibu duku" Ucap si wanita. Anak kecil itu menyodorkan tangan mungilnya untuk menyalimi Alfan. "Om Alfan.. "Om AlfanDaddy
Kegiatan tasyakuran 4 bulanann Karina berjalan dengan lancar, acara di tutup dengan pengajian dan doa bersama bapak-bapak pengajian. Tidak istirahat Karina sudah duduk kembali di ranjang sembari menyusun baju yang akan ia bawa ke Bogor, besok pagai-pagi sekali mereka akan melakukan perjalanan ke Bogor untuk menghadiri resepsi pernikahan saudara Alfan lusa. Awalnya ia menolak keras untuk hadir, nemuin mertuanya mengajaknya untuk berkenalan lebih lanjut dan bertemu dengan keluarga mereka yang ada di sana. Jujur saja Karina, dekat dan akrab dengan orang tua Alfan saja sudah merupakan suatu kebahagiaan untuk nya. Bukan tidak mau mengenal keluarga Alfan lebih jauh tapi jika ujung-ujungnya hanya untuk menjatuhkan satu smaa lain untuk apa? Tak banyak yang ia bawa, hanya pakaian yang akan mereka pakai seragam dengan keluarga kemudian sepasang baju tidur dan juga selasa baju formal lainnya. CeklekPintu dibuka, Alfan masuk setelah selesai mengobrol bersma para tetangga. Karina menatap Al
"Wah ini yang di tungguin dari tadi" Ucap Bude nya Alfan ketika melihat Karina keluar digandeng oleh Alfan. Karina mendekati bude Risma kemudian mencium tangannya. "Maaf ya bude Karina baru keluar""Gapapa nak, Alfan udah bilang tadi kamu kurang enak badan" Ucap bude Risma. Karuna duduk di sebelah bude Risma. "Mbakku, baby bagaimana hari ini? " Tanya Sintia yang tiba-tiba datang dari belakang Karina. "Baik Sin, tidak rewel paling sama Ayahnya aja banyak maunya" Jawab Karina. "Berarti tandanya itu mirip Ayahnya nanti" Ucap Sintia lagi. Karina mengedikkan kedua bahunya acuh. "Ibu-ibu semuanya maaf Karina sudah merepotkan ya" Ucap Karina pada ibu-ibu para tetangga dan saudara yang ikut membantu. Selain tradisi yang masih kental inilah salah satu alasan Karina senang kerumah mertuanya, semua orang masih peduli jadi ketika ada acara seperti ini mereka akan ramai-ramai datang membantu. "Ngerepotin apanya mbak Karin, sini duduk di sini mbak" Sahut salah satu ibu-ibu. Karina duduk,
"Lho Fan kok sudah bangun? " Tanya mamah Sekar yang langsung diikuti tatapan para tetangga yang ternyata sudah berada di rumah Alfan. "Mah ada air hangat? " Tanya Alfan. "Untuk apa Fan? " Tanya balik mamah Sekar. "Karina mual, mau minum""Bentar mamah ambilin""Kapan sampe Dan? " Tanya salah satu ibu-ibu yang ada di sana. "Baru tadi mbak, adalah 1 jam an yang lalu " Jawab Alfan. "Mana istrimu Dan? " Gak dibawa keluar "tanya tante Fitri. " Masih di kamar tan, istirahat dulu lah bagi nanti keluar'Tante Fitri dan para tetangga mengangguk bersama dengan ibunya yang sudah membawa nampan berisi air hangat. "Makasih ya Mah""Iya sama-sama, sana kasih langsung kasihan Karina" Ucap Mamah Sekar. Alfan berjalan masuk ke kamar, begitu ia masuk Karina sudah duduk sembari menatap nya datar. "Kenapa sayang? Minum dulu ya" Alfan tidak duduk karena Karina tidak mempersilahkan nya. Setelah meminum air yang diberikan Alfan Karina langsung menatap Alfan. "Kamu gak mau ya duduk deketan sama K
Beberapa hari setelah pulang dari Bandung, Hari ini Karina ada jadwal untuk ke rumah sakit. Kehamilan kedua yang di jalani Karina kali ini berbeda jauh dengan kehamilan pertamanya, jika di minggu-minggu awal mungkin ia ingin selalu berdekatan dengan Alfan memasuki trimester ke dia bahkan ja sedikit ilfeel dengan suaminya itu sehingga membuat suaminya itu sering uring-urunga frustasi ketika ingin tidur. Melewati perdebatan panjang sejak kemarin akhirnya Alfan di perbolehkan oleh Karina untuk ikut ke rumah saku melaksanakan USG di usia kehamilan yang sudah menginjak 16 minggu. Kali ini juga mereka mengikuti semua rangkaian kehamilan anak pertama sesuai kepercayaan ibunya Alfan, sebab itu juga setelah dari rumah sakit mereka akan langsung menuju rumah Wijaya untuk mengadakan acara 4 bulanan esok di rumah mertua nya. Karina belajar banyak, bahkan banyak sekali ilmu yang ia dapat dari ibunya Alfan yang ternyata berbeda dengN pengetahuan dokter. Dia tidak mempercayai semua yang di kata
"Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme
"Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen
Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew
Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina







