ログインBukannya mendapat nafkah batin dari suami sendiri, Zevanya Aletta dipaksa untuk memuaskan rekan kerja sang suami demi memenuhi hutang keluarga. Konon pria tersebut bahkan enggan untuk menyentuh tubuh sang istri hingga beralih menjadi mantan suami. Sebelum resmi bercerai, kepedihan yang Zeva rasakan perlahan diperbaiki oleh Galaksa Afham. Seorang laki-laki pemilik perusahaan tempat suami Zeva bekerja. Namun, mengetahui hal itu, mantan suami justru kembali dan ingin merusak segalanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
もっと見る***Aksa masih tidak menyangka jika Zeva akan melakukan cumbuan itu tepat di depan kamera yang ia gunakan untuk memberi Deren pelajaran. Ia yakin sekali bahwa saat ini Deren tengah berusaha meredakan emosi dengan meluapkan tekanan itu semua.Saat perempuan tersebut memundurkan tubuh sedikit menjauh, ia menunduk malu karena perbuatannya sendiri.“Rasanya aneh ketika kamu mengizinkan aku untuk kembali dengan suamiku,” lirihnya memberikan konfirmasi.“Bukankah itu yang kamu mau selama ini? Untuk apa masih menanyakan seorang suami biadab jika kamu tidak berharap kembali kepadanya?”Mendadak mulut Zeva seola tak mampu berbicara. Ia bakan menjadi ragu dengan perasaannya sendiri.Terkadang lubuk hati kecilnya merindukan masa-masa bersama Deren meskipun tak pernah tercatat memori bahagia di sana. Namun, Zeva juga merasakan pedih ketika mendengar Aksa memperbolehkan dirinya kembali pada sang suami.Aksa kemudian menautkan jari jemari tangan kiri di atas tangan kanan Zeva yang disatukan dengan
CEKLEK!Gagang pintu pun berbunyi ketika Aksa menarik benda tersebut ke bawah agar terbuka.Sesaat kemudian, terlihat seorang perempuan dengan baju miliknya sedang menyiapkan hidangan di atas meja makan tak jauh dari kamar.Zeva segera melempar senyuman ramah ketika Aksa muncul tiba-tiba. “Maafkan aku karena memakai kaos dan celana panjangmu,” ucapnya sesekali menengok ke arah lawan bicara.“Bukan masalah. Pakai saja selagi kamu nyaman,” jawab Aksa sembari berjalan mendekati Zeva.Semula menghadap perempuan itu, Aksa memalingkan pandangannya pada sebuah mangkuk besar berisikan sup buntut yang terlihat segar dan mengundang lapar.“Karena hidanganmu, hidungku menjadi lebih peka soal makanan,” guraunya di tepi meja.Zeva tertawa kecil. “Silakan,” ramahnya menawari Aksa untuk segera menyantap makan siang.Sebelum Zeva mengambilkan makanan untuk Aksa, pria tersebut meraih tangan kanan Zeva pelan. “Ze, bisakah kamu bertahan denganku saja?”Mendengar pertanyaan itu membuat Zeva hanya bisa me
***Senang rasanya melalui malam yang begitu panjang dengan penuh ketenangan. Setidaknya, ada sedikit celah bagi seorang Zeva untuk berdamai dengan rasa sakit.Di sisi lain, kejadian tak terduga yang semalam masih meragnkul ingatannya erat-erat. Sentuhan lembut dari seorang pria yang tak sengaja bertemu berhasil meninggalkan kesan tak biasa di lubuk hatinya. “Aku ingin ikut denganmu,”Suara itu berhasil menghentikan langkah seorang pria tengah merapikan baju kerjanya. “Tunggu saja di sini. Sore nanti aku akan membawamu pergi,” ucap Aksa melanjutkan aktivitasnya.“Bagaimana dengan permintaanku semalam?” ragu Zeva menanyakan ketersediaan Aksa untuk memberinya izin bertemu dengan sang suami.Aksa masih berharap jika ingatan perempuan tersebut bisa dengan mudah menyingkirkan bahasan tentang suaminya. Namun, Aksa juga paham jika semua itu belum terjadi, maka permintaan akan terus disampaikan hinggag disetujui.“Aksa…”“Kita bahas nanti sore saja,” sahut Aksa meraih tas kerjanya.Sesaat s
Meskipun kondisi luka belum membaik, Zeva masih sempat memikirkan sang suami yang menurutnya akan datang untuk mencari. Seolah ia lupa tentang siapa yang membuat luka dari mulanya tidak ada menjadi ada.Aksa menghela napas pelan di samping perempuan itu. “Haruskah aku memberitahu tentang keberadaanmu padanya?” tanya Aksa dengan nada terpaksa.Sebagai manusia yang memiliki akal, Aksa merasa kesal ketika Zeva menanyakan perhatian Deren yang jelas-jelas sangat mencurigakan untuk dipercaya.“Setidaknya seseorang butuh waktu tiga hari untuk bisa berubah. Sekarang apa yang kamu harapkan dari seorang suami yang kemarin baru menyiksamu seburuk ini?”Zeva mengikuti kemana arah tubuh Aksa dibawa beranjak dari posisinya. Sekilas ia memperhatikan raut wajah Aksa yang terkesan kecewa.“Jika butuh bantuan, panggil saja. Aku ada di lantai bawah,” kata Aksa meninggalkan Zeva tanpa menoleh sekalipun.Mendapat perlaku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.