LOGINPernikahan Angga dan Rania yang sudah berada di ujung tanduk harus diterpa dengan musibah lain yaitu kelumpuhan Angga akibat kecelakaan yang mereka alami. Rania yang tak tega memilih, akhirnya tak jadi berpisah, tetapi justru mendapat perlakuan kasar dari Angga hingga menyebabkan calon bayi mereka meninggal. Sanggupkah Rania bertahan dalam pernikahan yang sedari awal memang penuh luka?
View MoreDi ruangan serba putih, seorang wanita terlihat sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Selang infus bertengger manis di punggung tangan sebelah kiri, sedangkan di bagian atas mulut selang oksigen masih terpasang rapi.Perlahan, salah satu jari wanita itu bergerak untuk sesaat dan mulai terdengar lenguhan kecil dari mulut yang terlihat kering dan pucat itu. Sedangkan seorang perawat yang baru saja menukar cairan infus, tersentak kaget mendengar pasien yang sedang dirawatnya saat ini mulai tersadar.“Dokter, pasien sudah sadar,” ucap perawat cantik itu setelah sesaat keluar dari ruangan pasien.Bergegas dokter dan beberapa perawat lain masuk ke dalam ruangan dan mulai mengecek keadaan wanita yang sudah beberapa hari tidak sadarkan diri.“Syukurlah keadaannya mulai membaik, cepat kabari keluarga nya,” ujar dokter setelah memastikan keadaan pasiennya.Tidak menunggu lama, perawat yang diperintah sudah pergi meninggalkan ruangan lalu menuju ruangan yang satunya. Sedangkan dokter yan
Dengan menggerakan kaki yang sangat pelan, Rania berusaha bangkit dari atas ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi dengan wajah yang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Sesekali Rania meringis karena menahan rasa sakit yang sangat terasa tepat di bagian intimnya.Rania menangis, terduduk di dalam bathtub yang sudah terisi dengan air. Rasa kecewa dan juga terluka akibat perbuatan sang suami benar-benar membuat Rania sakit hati. Dirinya tak ubah seperti wanita malam ketika Angga menggagahinya dengan sangat penuh nafsu.Mungkin, malam pertama adalah sebuah malam yang sangat sakral bagi pasangan pengantin yang baru saja melakukan acara akad sebelumnya. Malam yang yang selalu ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai setelah sehari menjadi ratu dan raja. Lalu mereka akan menyatu dalam sebuah ikatan halal dengan mengubah status mereka dari lajang dan juga kehidupan mereka.Sebuah malam yang tidak akan pernah terlupakan sakralnya, karena menyatukan dua hati dalam segenap cinta dan juga kasih
"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Reta Mama Angga menatap wajah menantunya."Karena ,,,,." Rania tercekat tidak bisa meneruskan kalimatnya, karena bagaimanapun juga apa yang akan disampaikannya nanti akan berpengaruh besar terhadap hubungan mereka."Katakan saja," ucap Reta mulai tidak sabar."Karena kami telah pernah periksa dan tidak ditemukan masalah apapun pada kami, Ma," jawab Angga menyela pembicaraan istri dan Mamanya. Sedangkan Rania yang mendengar suara suaminya, hanya bisa menelan ludah lalu dengan tergesa pergi dari hadapan suami dan mertuanya."Maaf, Ma. Aku keluar dulu," pamit Rania serak sebelum meninggalkan anak dan Ibu itu. Dia tidak bisa berlama-lama berada di hadapan mertuanya, apalagi membahas tentang anak, tidak. Rania tidak sekuat itu."Apakah itu benar?" tanya Reta mencari jawaban dari Angga."Buat apa kamu berbohong, Ma. Dan tolong mama jangan bahas soal anak lagi jika di depan Rania, aku tidak mau melihat istriku selalu menderita karena Mama dan Papa selalu meneka
Angga tersenyum manis menatap kedua orang tuanya yang juga sedang menatapnya. Sedangkan Rania yang tidak tahu kenapa suaminya tiba-tiba berada di rumah, hanya bisa menghela nafas pelan lalu membuang muka ke arah lain.Rasa sesak akibat pertengkaran mereka tadi malam dan masih berlanjut sampai pagi tadi membuat Rania jengkel dan tidak ingin berinteraksi dengan sang suami. "Kamu tidak ke gudang, Ngga?" tanya laki-laki paruh baya yang masih terlihat garis ketampanannya."Ke gudang, Pa. Cuma tadi ada berkas yang tertinggal makanya balik lagi ke rumah," jawab Angga menjelaskan kenapa dia kembali kerumah."Lalu, kenapa kau berada di jendela seperti orang sedang ingin mencuri?" tanya sang mama sambil menunjuk dimana Angga tadi berdiri.Angga sejenak terdiam mendengar pertanyaan sang mama, lalu dengan enteng menjawab, "Biasa, Ma. Kan aku mau liat dulu gimana istri dan orang tua aku mengobrol." Sambil menaik-naikan kedua alisnya, sedangkan Rania yang mendengar penjelasan sang suami hanya diam












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.