LOGINPernikahan Angga dan Rania yang sudah berada di ujung tanduk harus diterpa dengan musibah lain yaitu kelumpuhan Angga akibat kecelakaan yang mereka alami. Rania yang tak tega memilih, akhirnya tak jadi berpisah, tetapi justru mendapat perlakuan kasar dari Angga hingga menyebabkan calon bayi mereka meninggal. Sanggupkah Rania bertahan dalam pernikahan yang sedari awal memang penuh luka?
View More"Sanaaaa, pergi, pecundangan, untuk apa kamu masih disini, mantu kurang ajar, tidak tahu diri, hanya menumpang, masih tidak puas." Amanda marah marah melempar semua barang Hendrik Snowander ke pelataran rumah keluarga Nicken.
"Ibuuu, jangan usir saya, saya bersedia melakukan apapun untuk keluarga ibu, suruh saya masak, cuci dan bersih bersih rumah , apa aja bu,,,, tapi jangan usir saya." Ratap Hendrik dengan menangis.
Hendrik adalah pemuda yang di bawa pulang kepala keluarga Nicken yang telah menolongnya dari perampokan anak anak berandal di kawasan kumuh bawah tanah di dekat wilayahnya.
Hendrik bukan pemuda yang berada, dia tinggal diantara tumpukan sampah selama kurun waktu yang tidak diingat oleh Hendrik.
Hendrik pun lupa dia siapa, yang dia sadar ketika dia siuman ada adegan beberapa pemuda ingin memukul seorang kakek kakek tua.
"Hai, kakek renta, cepat berikan arloji mu itu, rolex lho, hayo buka juga sepatumu"
"arloji untukmu'.
"sepatu untukku."
Mereka saling berebut, padahal semua barang itu masih di berada di badan kakek itu.
Tanpa berpikir panjang, Hendrik memukulkan batangan besi ke para pemuda berandal itu sehingga mereka lari tunggang langgang. lalu Hendrik membantu kakek itu menghampiri mobil hitam panjang yang Hendrik tidak tahu namanya.
Setelah itu , hidup Hendrik sama saja , dia tetap tidur ditumpukan sampah dan makan dari sisa makanan di sampah.
Sampai suatu hari, seorang petugas rumah tangga mencari dia dan mengajak dia ke villa mewah di tanah yang luas dibilangan pegunungan material.
"Anak muda , siapa namamu?" Tanya kakek tua yang pernah ditolong itu.
"Hendrik, tuan besar."
"Umumkan, mulai sekarang dia akan menjadi mantu keluarga NiCken, akan saya nikahkan ke anak perempuan tercantik keluarga Nicken, yaitu Elisa, anak Amanda." kata tuan besar keluarga nicken itu.
Sayang belum diadakan pesta pernikahan, kakek Abrahan itu meninggal karena serangan jantung dan Hendrik pun menjadi mantu Amanda yang hanya diakui tapi tidak diresmikan secara pesta cuma diatas secarik kertas.
Hendrik telah tinggal tiga tahun di rumah nyonya Amanda, sebagai mantu numpang yang dibayar sepuluh ribu sebulan, harus mengerjakan semua keperluan rumah tangga dan tidak boleh membantah kalau mau makan dan tidur dirumah Amanda.
Seperti kejadian hari ini, Hendrik lupa mencuci pakaian nyonya( Ini Yang harus Hendrik panggil) Amanda, karena kemarin dia terlalu cape membersihkan seluruh perabot rumah tangga yang harus dia bersihkan sendiri sehabis pesta anak bungsu nyonya Amanda. Markus.
Hendrik tinggal dengan nyonya Amanda Nicken , suaminya benhad snep yang juga takut istri, Markus dan Elisabet.( putri kedua Amanda) yang memiliki pacar Darren lou, merupakan anak konglomerat keluarga Lou.
Jadi yang termiskin di rumah itu ,cuma Hendrik, sang pengemis yang diangkat mantu oleh mantan kepala keluarga Nicken,
Kepala keluarga Nicken sekarang digantikan oleh anak tertuanya, yang tentu saja tidak akan mengakui Hendrik, bahkan mengharapkan Hendrik bercerai dengan Elisa, putri tercantik keluarga Nicken. Tuan besar Stefanus Nicken
Karena Elisa tidak mau bercerai dengan Hendrik, maka keluarga Amanda dikucilkan, diusir dari villa mewah mereka, dibelikan rumah sederhana dari papan berlantai dua, hanya cukup untuk mereka sekeluarga tanpa pembantu rumah tangga.
Dan hanya Elisa yang bekerja untuk keluarga Nicken.
Jadi Hendrik harus menjadi pembantu mereka, jika masih mau tinggal di rumah ini.
"Ibuuu, bukakan pintu, saya mau masuk, apapun dan dipukul pun saya terima ,bu,,,," Jerit Hendrik dengan Pilu.
"Hai,,,, pecundang, masuk, kamu di panggil ibu,,,ha ha ha, akan ada petunjuk bagus.'Ketawa Markus dengan senang, karena dia selalu kebagian untuk menyiksa Hendrik.
" Sini, kamu, berlutut, kalau masih mau tinggal disini, siapa ibumu? sudah saya bilang panggil saya nyonya." Kata Amanda sambil memukul Hendrik dengan pukulan bisbol di badan Hendrik.
"Berlutut disana, sampai kami selesai makan, markus ambil baskom isi air tiga perempat, awas jangan sampai tumpah airnya, angkat diatas kepalamu dengan lengan yang lurus, begitu kamu tekuk, markus akan memukul telapak kakimu dengan rotan ini," Sambil berkata Nyonya Amanda mengambil rotan dari gantungan alat alat khusus untuk menyiksa Hendrik.
Hendrik menerima hukuman dengan diam, Elisa cuma melihat dan berkata dengan sedih:"Ibu, jangan terlalu keras menghukum dia, kalau sakit harus berobat dan itu perlu biaya."
"Sakit, tidur saja di tumpukan sampah dan makan dari sisa makanan, mana bisa sakit dia." Kata Amanda dengan emosi.
"Sudah ibu, makan sarapan nya, nanti setelah selesai dia mencuci piring dan perabotan yang lain, baru kita siksa dia sepuasnya."kata Markus menenangkan.
"Mmmm, melihat dia membuat saya tidak nafsu makan." Kata Amanda.
"Sana, berlutut dipojok kanan ruangan dekat depan pintu toilet".perintah Markus.
"Awas jangan sampai airnya tumpah" kata Amanda mengingatkan.
Baru di ucapkan air tumpah menggenangi ruangan
Dengan kemarahan meluap luap Amanda menghampiri Hendrik dan memukulnya dengan gagang sapu.
"Sudah ibu, sini saya bantu memukulnya, kalau hanya memukul dia keenakan, "
"Hai,. Pecundang, ambil kain keringkan air ini, lap seluruh ruangan ini sampai bersih dan kering, mmmm, selama kamu lap, saya akan mengikuti kamu sambil memukul dengan rotan panjang ini, "kata Markus sambil melihat rotan sebesar kelingking yang panjangnya satu meter ini.
Markus Paling senang menyiksa Hendrik, tiap hari kalau dia ada di rumah, selalu Markus mencari cara untuk menghukum Hendrik.
"Saya berangkat kerja, jangan terlalu keras menyiksanya, dia masih harus ke pasar membeli sayur dan masak untuk makan siang".kata Elisa.
Pernikahan mereka sudah tiga tahun tapi Elisa belum mengijinkan Hendrik naik ke atas ranjang mereka.
Hendrik tidur di lantai.
Hendrik menuruti perintah Markus, mengepel ruangan sampai bersih dan kering, ruangan sampai dipel tiga kali baru kering, selama itu badannya di dera dengan rotan, sekali kali mengenai telapak kaki nya.
Sebenarnya Markus masih ingin mengotori ruangan itu dengan berjalan bolak-balik di ruangan dengan memakai sepatu atau nya yang kotor, tapi Amanda menyuruh Hendrik membersihkan meja dengan harus menghabiskan sisa makanan mereka dikumpulkan di satu piring dimakan setelah dia selesai membersihkan perabot rumah dan kemudian ke pasar
Setelah selesai semua, Hendrik ke pasar dengan berjalan kaki sejauh 500 meter.
"Bu, belikan saya ikan 3 ekor yang agak besar." Kata Hendrik
"Hai lihat, mantu malas itu habis di pukul lengannya pada biru"
"Ya, nyonya Amanda sering cerita, mantunya sangat malas ,dasar pengemis yang kerjanya cuma minta minta dan dapat makan."
"Dulu sebelum jadi mantu kata nyonya Amanda, dia tidak mau kerja makan sisa makanan dari tempat sampah."
"Jadi setelah menjadi mantu, nyonya Amanda mau dia rajin, katanya untuk supaya dia mau kerja dia harus di siksa baru nurut, dasar pecundang yang tidak tahu malu dan tolol"
Sepanjang jalan di pasar mereka menghina Hendrik.
Di ruangan serba putih, seorang wanita terlihat sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Selang infus bertengger manis di punggung tangan sebelah kiri, sedangkan di bagian atas mulut selang oksigen masih terpasang rapi.Perlahan, salah satu jari wanita itu bergerak untuk sesaat dan mulai terdengar lenguhan kecil dari mulut yang terlihat kering dan pucat itu. Sedangkan seorang perawat yang baru saja menukar cairan infus, tersentak kaget mendengar pasien yang sedang dirawatnya saat ini mulai tersadar.“Dokter, pasien sudah sadar,” ucap perawat cantik itu setelah sesaat keluar dari ruangan pasien.Bergegas dokter dan beberapa perawat lain masuk ke dalam ruangan dan mulai mengecek keadaan wanita yang sudah beberapa hari tidak sadarkan diri.“Syukurlah keadaannya mulai membaik, cepat kabari keluarga nya,” ujar dokter setelah memastikan keadaan pasiennya.Tidak menunggu lama, perawat yang diperintah sudah pergi meninggalkan ruangan lalu menuju ruangan yang satunya. Sedangkan dokter yan
Dengan menggerakan kaki yang sangat pelan, Rania berusaha bangkit dari atas ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi dengan wajah yang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Sesekali Rania meringis karena menahan rasa sakit yang sangat terasa tepat di bagian intimnya.Rania menangis, terduduk di dalam bathtub yang sudah terisi dengan air. Rasa kecewa dan juga terluka akibat perbuatan sang suami benar-benar membuat Rania sakit hati. Dirinya tak ubah seperti wanita malam ketika Angga menggagahinya dengan sangat penuh nafsu.Mungkin, malam pertama adalah sebuah malam yang sangat sakral bagi pasangan pengantin yang baru saja melakukan acara akad sebelumnya. Malam yang yang selalu ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai setelah sehari menjadi ratu dan raja. Lalu mereka akan menyatu dalam sebuah ikatan halal dengan mengubah status mereka dari lajang dan juga kehidupan mereka.Sebuah malam yang tidak akan pernah terlupakan sakralnya, karena menyatukan dua hati dalam segenap cinta dan juga kasih
"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Reta Mama Angga menatap wajah menantunya."Karena ,,,,." Rania tercekat tidak bisa meneruskan kalimatnya, karena bagaimanapun juga apa yang akan disampaikannya nanti akan berpengaruh besar terhadap hubungan mereka."Katakan saja," ucap Reta mulai tidak sabar."Karena kami telah pernah periksa dan tidak ditemukan masalah apapun pada kami, Ma," jawab Angga menyela pembicaraan istri dan Mamanya. Sedangkan Rania yang mendengar suara suaminya, hanya bisa menelan ludah lalu dengan tergesa pergi dari hadapan suami dan mertuanya."Maaf, Ma. Aku keluar dulu," pamit Rania serak sebelum meninggalkan anak dan Ibu itu. Dia tidak bisa berlama-lama berada di hadapan mertuanya, apalagi membahas tentang anak, tidak. Rania tidak sekuat itu."Apakah itu benar?" tanya Reta mencari jawaban dari Angga."Buat apa kamu berbohong, Ma. Dan tolong mama jangan bahas soal anak lagi jika di depan Rania, aku tidak mau melihat istriku selalu menderita karena Mama dan Papa selalu meneka
Angga tersenyum manis menatap kedua orang tuanya yang juga sedang menatapnya. Sedangkan Rania yang tidak tahu kenapa suaminya tiba-tiba berada di rumah, hanya bisa menghela nafas pelan lalu membuang muka ke arah lain.Rasa sesak akibat pertengkaran mereka tadi malam dan masih berlanjut sampai pagi tadi membuat Rania jengkel dan tidak ingin berinteraksi dengan sang suami. "Kamu tidak ke gudang, Ngga?" tanya laki-laki paruh baya yang masih terlihat garis ketampanannya."Ke gudang, Pa. Cuma tadi ada berkas yang tertinggal makanya balik lagi ke rumah," jawab Angga menjelaskan kenapa dia kembali kerumah."Lalu, kenapa kau berada di jendela seperti orang sedang ingin mencuri?" tanya sang mama sambil menunjuk dimana Angga tadi berdiri.Angga sejenak terdiam mendengar pertanyaan sang mama, lalu dengan enteng menjawab, "Biasa, Ma. Kan aku mau liat dulu gimana istri dan orang tua aku mengobrol." Sambil menaik-naikan kedua alisnya, sedangkan Rania yang mendengar penjelasan sang suami hanya diam
Rania bersedekap dengan posisi kaki salah satu diatas kaki yang satunya. Wanita itu menatap tidak suka ke arah wanita yang sekarang berada tepat di hadapannya. Rambut basahnya sudah digulung dengan handuk berwarna putih lembut, Rania terlihat sangat kesal ketika seseorang mengganggu waktu mandinya.
"Aku berangkat," ucap Angga setelah menghabiskan sarapan paginya. Sedangkan Rania yang masih duduk di tempatnya hanya diam saja tidak menyentuh sedikitpun makanan yang baru saja dibuatnya pagi ini. Meskipun semalam mereka berselisih paham, Rania tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri
"Kenapa harus sesakit ini, Bang?" tanya seorang wanita dengan nada yang begitu pelan. Bukan pelan, hanya saja untuk mengucapkan sebuah kalimat saja tenggorokannya hampir tercekat. Tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang lelaki, wanita itu menoleh dengan tersenyum getir ke arah laki-laki yang suda












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.