Share

Bab 191

Penulis: JQ Hamdani
last update Tanggal publikasi: 2024-05-01 09:04:48

Grace tidak membuang waktu.

Malam itu juga, dia pergi menjemput suaminya. Dia berangkat ke Granda Peko dengan mengendarai sebuah SUV berwarna cokelat terang. Seolah lupa bahwa punggungnya masih memar dan penuh luka akibat pukulan tongkat kayu petugas penegak aturan pengadilan, dia bahkan mengemudikan sendiri mobil besar yang sebenarnya tidak dirancang untuk kaum wanita itu.

Amarah di hati dan rasa sakit di punggung membuat Grace mengemudi seperti orang gila.

Sendirian, dia menyusuri gelapnya ja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 250

    Mayor Marlon bukan pengecut.Dia berbeda dari pemimpin keluarga besar yang lain.Saat para pemimpin keluarga besar kelas dua dan kelas tiga yang lain riuh berteriak tidak puas atas keputusan Gubernur Hanjaya yang hendak mengirim paksa mereka ke medan perang, dia justru berdiri dan menyatakan kesanggupannya.“Aku bersedia!” teriak Mayor Marlon lantang, bahkan terlalu lantang untuk ukuran orang yang sedang berlutut tanpa harga diri.Teriakan pemimpin Keluarga Baruna itu langsung membungkam mulut seluruh pemimpin keluarga besar yang lain. Lebih dari itu, teriakan itu bahkan berhasil membuat Kakek Sanjaya menoleh dengan raut wajah kaget campur kagum. Bagaimanapun, selama ini belum pernah ada orang yang berani berteriak begitu lantang di hadapannya.“Siapa namamu dan dari keluarga mana?” tanya Kakek Sanjaya.Mayor Marlon menjawab, “Nama saya Marlon Baruna, pemimpin Keluarga Baruna saat ini.”Kakek Sanjaya tersenyum dingin, langsung teringat pada Komandan Senior Marcel Baruna yang siang tad

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 249

    Mayor Marlon memang menurunkan senjatanya.Namun, dia tidak menurunkan kewaspadaannya sama sekali. Dia bahkan tidak sedikit pun menurunkan wibawanya sebagai seorang perwira militer. Kepalanya masih tetap tegak dan sikapnya terlihat sangat tenang, elegan dan penuh percaya diri.Sepasang matanya tampak mencorong galak saat dia bertanya, “Siapa yang mengirim kalian?”Tak seorang pun menjawab.Mayor Marlon tersenyum dingin lalu kembali mengangkat senjatanya dan langsung membidik kepala salah seorang prajurit yang mengepungnya.“Katakan!” bentak Mayor Marlon dengan nada mengancam.Tetap tidak ada jawaban.Mayor Marlon mengokang senjatanya, berniat untuk benar-benar menembak.Namun, dia langsung membatalkan niatnya ketika sepasang matanya menangkap sosok seorang lelaki yang amat dikenalnya.“Jacob?” panggil Mayor Marlon ragu, hampir tak percaya pada penglihatannya sendiri.“Ya, ini aku. Prajurit yang mengepungmu adalah pasukanku. Kami datang atas perintah Oditur Jenderal tingkat dua Karel H

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 248

    Strategi yang dirancang Martin memang layak diacungi jempol.Tindakannya mengeksekusi secara brutal seluruh pelaku kasus pembantaian Keluarga Desplazado dan kelompok bandit Rudolf Subrata tanpa menunggu proses peradilan selesai benar-benar efektif. Selain menunjukkan kekuasaan dan kekuatan absolut Keluarga Sanjaya sebagai keluarga teratas, kegilaannya itu ternyata juga berhasil membongkar topeng-topeng kepalsuan yang selama ini menutupi kepentingan dan watak asli para pemimpin keluarga besar Morenmor.“Sepertinya, mereka memang tak dapat dipercaya sama sekali!” ucap Gubernur Morgan Hanjaya, memberitahu Kakek Sanjaya tentang situasi terakhir yang terjadi di ruang sidang tadi siang.“Aku tahu. Sejak awal, aku tahu bahwa keluarga-keluarga rendahan tak tahu diri itu bergabung dengan pasukan milisi hanya untuk melindungi kepentingan dan kekayaan mereka semata. Mereka sama sekali tidak peduli pada Morenmor,” sahut Kakek Sanjaya ringan.Gubernur Morgan Hanjaya menghela napas panjang lalu men

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 247

    DORRR ….!!!Suara letusan senjata bergema di ruang utama Aula Balai Kota Morenmor, membungkam mulut semua orang di dalamnya. Tak seorang pun berani berbicara, apalagi berteriak seperti beberapa saat sebelumnya. Begitu saja, suasana yang awalnya riuh – mendadak berubah hening dan mencekam.Hening.Bahkan sangat hening, hingga setiap orang seakan dapat mendengar detak jantungnya sendiri.Hening dan tetap hening, hingga beberapa saat berlalu.“Jika ada sesuatu yang ingin disampaikan dalam sidang ini, silakan bicara dengan tertib. Sejak awal saya sudah menyatakan bahwa sidang ini terbuka, siapa pun boleh menyampaikan informasi atau keterangan apa pun yang berguna bagi proses peradilan ini!” suara berat dan tegas Jenderal Karel Hartoyo akhirnya terdengar memecah keheningan.Tak ada yang berani menangapi, apalagi menjawab.Hampir semua orang tampaknya masih belum berhasil mengumpulkan kembali seluruh ketenangan dan keberanian mereka yang beberapa saat lalu hancur porak poranda dihantam gema

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 246

    Matahari masih belum sampai di puncak langit.Namun, suasana di Balai Kota Morenmor sudah begitu panas.Ribuan orang berkumpul di pelataran. Mereka adalah penduduk sipil yang sebelumnya bergabung dengan pasukan gabungan sebagai tentara cadangan, lalu mengundurkan diri karena takut dilibatkan dalam pertikaian berdarah antara sesama tentara milisi Morenmor tadi malam.Sementara di dalam ruangan aula utama Balai Kota, puluhan pemimpin dan pewaris serta tetua keluarga-keluarga besar Morenmor terlihat berkumpul dengan wajah tegang. Hampir semuanya didampingi oleh sekurang-kurangnya dua orang pengawal bertubuh tinggi besar. Sebagian ada yang duduk dengan gelisah, sedangkan sebagian lainnya berdiri dengan sikap garang. Beberapa di antara mereka tampak sibuk dengan ponselnya, seolah takut ketinggalan informasi atau terlambat berkoordinasi.“Tadi malam ada ribuan orang yang menjadi korban, kita tidak mungkin diam saja!”“Benar, hari ini kita harus mendapat penjelasan yang sejelas-jelasnya!”“S

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 245

    Malam akhirnya berganti pagi.Operasi senyap yang berubah menjadi perang saudara itu pun berakhir dengan ribuan orang menjadi korban, 445 di antaranya adalah tentara anggota pasukan milisi. Tentu saja, tragedi itu langsung mempengaruhi kekuatan dan kesiapan pasukan gabungan Morenmor.Kabar tentang ratusan tentara milisi yang sedianya akan menyerbu markas tentara Negara Vicinus di pabrik obat Sanus Pharmacy yang justru terlibat dalam perang saudara membuat ribuan penduduk Morenmor yang sebelumnya bergabung sebagai pasukan cadangan mendadak mengundurkan diri. Sementara, para komandan tentara milisi dari keluarga-keluarga teratas yang tidak terlibat dalam tragedi perang saudara malam itu langsung menarik anggotanya dari seluruh kegiatan latihan bersama.Begitu saja, pasukan gabungan Morenmor pun terpecah belah dan jatuh mental.Mereka tenggelam dalam keraguan dan kebingungan tak berujung. Semua meningkatkan kewaspadaan secara berlebihan, bahkan beberapa di antara mereka mulai tampak sali

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 93

    Leon menghela napas panjang lalu mengembuskannya perlahan.Dia sadar sepenuhnya bahwa persoalan akan benar-benar menjadi rumit saat Kakek Sanjaya mencabut status Edward sebagai Tuan Muda Keluarga Sanjaya.“Begini, Tuan Besar. Saat status Edward sebagai Tuan Muda Keluarga Sanjaya dicabut, maka rencana

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 92

    Keyakinan Adelia tidak salah.Malam itu, sebenarnya Kakek Sanjaya juga tengah memikirkan tentang status dan posisi Edward dalam Keluarga Sanjaya selanjutnya. Walaupun tidak mungkin untuk tetap menjadi Tuan Muda Keluarga Sanjaya, namun anak kandung Victoria Desplazado itu tetap merupakan seorang anak

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 91

    Victoria langsung dibawa ke Medicamento Hospital untuk mendapat perawatan.Wanita yang ternyata adalah ibu kandung Edward itu tak sadarkan diri selama beberapa jam. Wanita malang itu baru siuman ketika malam sudah hampir mencapai puncaknya. Dia sedikit bingung saat melihat Adelia duduk terkantuk-kant

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 90

    Bukan hanya Martin yang geram.Isabela Desplazado ternyata jauh lebih geram lagi.Dia geram karena New Fornicatio Hotel ternyata beroperasi kembali, justru setelah berhasil ditutup oleh pihak otoritas kota Granda Peko. Selain itu, dia lebih geram lagi karena mendapat informasi bahwa hotel milik Edward

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status