MasukDi dalam neraka.
Pemuda itu memang adalah Jaka Srenggi, yang mana dahulu dia adalah manusia yang terpilih, dan menjadi manusia yang paling ditakuti, tidak hanya bangsa manusia, bahkan bangsa iblis dan bangsa dewa menujukkan rasa takut, dan rasa segan kepadanya. Namun kali ini, Jaka Srenggi benar-benar dimasukkan ke dalam neraka, suatu hal yang sama sekali tidak pernah di duga oleh Jaka Srenggi. "Bagaimana bisa hal ini terjadi padaku, dewa neraka?" tanya Jaka Srenggi. "Kau tanyakan saja langsung pada Sang Penguasa, aku hanya melakukan tugas dari pemilik alam semesta," jawab dewa neraka. Sesungguhnya masih ada rasa segan dalam diri dewa neraka untuk memberikan hukum pada Jaka Srenggi. Tapi, sebagai seorang dewa penguasa alam bawah, ataupun alam neraka, dewa neraka tidak akan memberikan sedikit pun ampunan pada siapapun yang masuk ke dalam neraka itu. Jika seorang roh masuk ke dalam neraka, itu artinya dia memiliki kesalahan, dan Jaka Srenggi memang memiliki kesalahan yang sangat besar. "Bawa dia ke ruang penghukuman!" kata dewa neraka pada anak buahnya. Jaka Srenggi yang tahu akan dihukum memberontak, dan melawan saat akan dibawa, namun ia tak mampu berbuat apa-apa karena rantai ditubuhnya telah mengunci semua kemampuan yang ia miliki. "Jaka Srenggi, jangan melawan! Mungkin dengan hukuman ini kau akan di reinkarnasi!" bentak dewa neraka. "Tidak bisa, aku tidak terima hukuman ini!" teriak Jaka Srenggi. Whusssssssss!! Dewa neraka melesat cepat, dan tangannya langsung cengkeram leher Jaka Srenggi. "Jangan merasa kalau kau ini masih dewa perang, Jaka Srenggi! Kau kini hanya roh yang siap menuju penghukuman. Jangan coba-coba membuat aku marah!" desis dewa neraka dengan mata yang merah. Hawa yang panas keluar dari tubuh dewa neraka, dan itu berhasil menekan roh Jaka Srenggi yang terikat rantai besar. "Aku sudah melakukan ribuan kebaikan, apakah satu kesalahan itu tak bisa dimaafkan Sang Penguasa?" teriak Jaka Srenggi. "Itu bukan urusanmu, soal kebaikan, itu urusanmu dengan Sang Penguasa. Saat ini urusanku adalah menghukum dirimu di dalam neraka ini!" tegas dewa neraka. Jaka Srenggi diam, namun di wajahnya masih terlihat tanpa tidak terima dengan hukuman dalam neraka itu. "Bawa dia ke neraka tingkat satu!" kata dewa neraka. "Baik, dewa neraka!" kata Prajurit dewa neraka. Mereka menarik rantai di tubuh Jaka Srenggi, dan akan menyeret pemuda itu ke neraka tingkat satu. "Tunggu!" teriak satu suara. Dewa neraka dan prajurit neraka melihat ke arah suara itu, dan satu tubuh pemuda berdiri dengan aura yang cukup kuat dan menakutkan. "Dewa Jasin, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau berada di dimensi Sang Penguasa?" tanya dewa neraka. Dewa Jasin merupakan satu dari ratusan dewa yang ada di dimensi Sang Penguasa, dan ia datang langsung dari dimensi itu. "Aku akan jadi pendamping Jaka Srenggi untuk hadapi perjalanan di dalam neraka ini!" kata Dewa Jasin. "Pendamping?" kata dewa neraka. "Iya, Jaka Srenggi akan memulai pengadilan di dalam neraka ini, dan aku akan jadi pendamping untuknya!" "Apakah itu perlu?" "Aku diutus langsung oleh Sang Penguasa, jika kau tidak percaya, kau bisa tanyakan langsung pada Sang Penguasa!" kata dewa Jasin. "Baik, tunggu disini. Aku harus pastikan hal ini!" kata dewa neraka. Whusssssssss!! Dan setelah itu, tubuh dewa neraka hilang dari pandangan semua dewa yang ada di neraka itu. Dewa Jasin mendekati Jaka Srenggi, dan tersenyum hangat pada pemuda itu. Dia tak menunjukkan sedikit pun rasa benci, ataupun niat menghina pada Jaka Srenggi. "Sungguh nasib membawamu kemari, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Aku tak tahu apa niatmu datang ke neraka ini. Namun apa boleh rantai ini dilepaskan?" tanya Jaka Srenggi. "Tunggu saat dewa neraka datang, dia sendiri yang akan lepaskan rantai itu!" kata dewa Jasin. Jaka Srenggi melihat ke arah wajah dewa Jasin, dan merasa ada yang disembunyikan dewa yang datang langsung dari Dimensi Sang Penguasa itu. "Apa ada yang aku sembunyikan dariku?" tanya Jaka Srenggi. "Aku adalah dewa, dan banyak hal yang aku sembunyikan, dan kau akan tahu nantinya!" "Apa itu?" "Nanti kau akan tahu, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. Saat mereka bicara, satu aura panas terasa, dan itu adalah aura dari dewa neraka yang telah kembali dari dimensi Sang Penguasa. "Kau benar dewa Jasin, Sang Penguasa sendiri yang mengutusmu!" kata Dewa Neraka. Matanya menatap Jaka Srenggi dengan tatapan yang kagum, namun ia tak ucapkan satu patah kata pun pada Jaka Srenggi. Tangan dewa neraka bergerak, dan semua rantai yang membelenggu tubuh Jaka Srenggi, langsung berjatuhan dan hilang masuk ke dalam lantai. Whusssssssss!! Dan tiba-tiba saja, dewa Jasin bergerak ke arah Jaka Srenggi, kecepatan itu cukup membuat Jaka Srenggi kaget. Tukkkkkk!! Dan setelah itu dewa Jasin menotok kekuatan Jaka Srenggi, yang mana itu membuat Jaka Srenggi tetap tak bisa berbuat apa-apa. "Kekuatan yang ada dalam dirimu sudah aku kunci, meskipun tidak semuanya, namun itu membuat kau tidak bisa berbuat sesukamu di neraka ini, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Untuk apa bagiku kekuatan, toh aku berada dalam neraka ini untuk dihukum, kan?" kata Jaka Srenggi. "Kau akan tahu, jangan anggap di neraka ini kau akan tenang saja, kau mungkin akan bertemu dengan orang-orang yang kau bunuh terdahulu Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. Wajah Jaka Srenggi sedikit pucat, karena mendengar perkataan dewa Jasin. Dia tak percaya akan hal itu, namun dia harus siap hadapi kemungkinan itu. "Jika aku bertemu dengan mereka, apakah kekuatan yang aku miliki saat ini mampu untuk hadapi mereka?" "Itu bukan urusanku. Aku disini untuk dampingi dirimu, Jaka Srenggi! Namun bukan untuk membantumu dalam pertarungan!" "Cukup perdebatan kalian, bawa dia dewa Jasin, aku masih ada tugas lain!" kata dewa neraka. "Baik!" kata dewa Jasin dan berjalan lebih dahulu. "Ikuti dewa Jasin, Jaka Srenggi!" kata dewa neraka. "Baik!" kata Jaka Srenggi. Dewa Jasin membawa Jaka Srenggi melewati sebuah tangga yang sangat panjang, dan bahkan Jaka Srenggi tak bisa melihat ujung dari tangga itu. "Jaka Srenggi, saat ini tubuhmu masih hidup di dunia, Sang Penguasa ganti roh dalam tubuhmu!" kata dewa Jasin. "Kenapa dan untuk apa?" tanya Jaka Srenggi. "Mungkin kau bisa hidup lagi setelah melewati hukuman dalam neraka ini!" "Aku tak yakin," ucap Jaka Srenggi. "Hahahah, dimana Jaka Srenggi yang memiliki keyakinan yang besar itu? Aku bersedia menjadi pendampingmu karena aku mendengar nama besarmu selalu disebut bangsa dewa, Jaka Srenggi!" "Itu hanya nama masa lalu!" "Hahaha, sebaiknya kau bersiap Jaka Srenggi, karena kita akan tiba di neraka tingkat satu!" kata dewa Jasin. Wajah Jaka Srenggi seketika itu berubah menjadi tegang, apalagi saat gerbang raksasa terlihat di hadapan Jaka Srenggi. "Seperti apa neraka tingkat satu itu?" gumam Jaka Srenggi.Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,
Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad
Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.
Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera
Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"
Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima







