Share

Bab 3

last update Tanggal publikasi: 2026-09-24 18:57:41

Gerbang raksasa yang ada di hadapan Jaka Srenggi dan dewa Jasin terbuka, dan hawa panas langsung sambut kedatangan keduanya.

"Api?" desis Jaka Srenggi saat melihat keadaan di dalam neraka tingkat satu.

Dewa Jasin tersenyum, dan berjalan lebih dahulu untuk masuk ke dalam neraka tingkat satu.

"Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin.

Jaka Srenggi menelan ludah, dan angguk kepala untuk ikuti dewa Jasin, untuk ikut masuk ke dalam neraka tingkat satu.

"Neraka tingkat satu ini dinamakan juga dengan neraka kejujuran Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin.

"Neraka kejujuran?"

"Iya, di sini, semua kebohongan yang kau lakukan saat berada di dunia akan terbongkar!" kata dewa Jasin dan mereka terus berjalan melewati jalanan yang mengeluarkan hawa panas.

Telapak kaki Jaka Srenggi bahkan hampir mengelupas karena hawa panas yang muncul dari jalanan di neraka tingkat satu itu.

"Sampai semua kebohongan yang kau lakukan terhapus, kau akan berada di dalam neraka tingkat satu ini, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin.

"Gila, berapa lama waktu yang kau butuhkan, aku sudah hidup sangat lama, dan aku akan ditanyai akan hal itu?" kata Jaka Srenggi tak percaya.

"Sudah ikuti saja aku!" kata dewa Jasin.

Mereka berdua terus berjalan, dan sampai di sebuah ruangan yang terkunci.

"Buka, aku datang membawa seseorang yang akan diadili!" teriak dewa Jasin.

Pintu ruangan itu terbuka, dan mereka berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang mana di dalam ruangan itu ada seorang dewa yang sudah menunggu mereka.

"Dewa perang Jaka Srenggi!" desis dewa yang ada di dalam ruangan itu.

"Dia bukan lagi dewa perang, saat ini dia hanya Jaka Srenggi yang masuk ke dalam neraka, dan saat ini dia akan diadili dan aku akan mendampingi dia!" kata dewa Jasin.

Dewa pengadil di neraka tingkat satu itu angkat tangan ke atas, dan tahu-tahu puluhan buku jatuh ke atas meja, dan dewa pengadil itu hanya bisa menatap Jaka Srenggi.

"Apa kau tahu apa semua ini, Jaka Srenggi?" tanya dewa pengadil neraka tingkat satu.

"Tidak!" jawab Jaka Srenggi.

"Ini semua adalah bukti kebohongan yang kau lakukan saat kau masih berada di dunia manusia!" jawab dewa pengadil.

"Tidak mungkin!" kata Jaka Srenggi.

"Apa yang tidak mungkin! Kau sudah hidup lebih dari seribu tahun, dan sudah jelas kebohongan yang kau lakukan sangat banyak!" bentak dewa pengadil.

"Mulai saja pengadilan untuk Jaka Srenggi, dewa pengadil!" kata dewa Jasin dan berjalan ke hadapan dewa pengadil itu.

"Baik!" kata dewa pengadil.

Dewa pengadil membacakan semua kebohongan yang Jaka Srenggi lakukan di masa dia hidup, dan Jaka Srenggi bahkan sudah tak ingat akan semua itu.

"Apa kau mengakui semua ini, Jaka Srenggi?" bentak dewa pengadil.

Jaka Srenggi malah garuk kepala karena hal itu, dia tak ingat akan semua itu, jadi Jaka Srenggi ragu untuk menjawab itu.

"Dewa pengadil, Jaka Srenggi hidup sudah lebih dari seribu tahun, dan ia melakukan semua itu karena perintah dari Sang Penguasa, dia berbohong, namun itu untuk kedamaian!" kata dewa Jasin membela Jaka Srenggi.

Sebagai dewa pendamping untuk Jaka Srenggi, itulah tugas dewa Jasin, membela Jaka Srenggi.

"Dewa Jasin, aku tahu kau ada di sini untuk membela Jaka Srenggi, namun kebohongan yang ia lakukan ini sangat banyak, apa benar semua ini karena perintah Sang Penguasa?" tanya dewa pengadil.

"Dewa pengadil, aku tak bisa ingat semua itu, terlalu banyak yang harus aku ingat!" kata Jaka Srenggi.

"Cih, kau menjadikan itu alasan, sungguh tak masuk akal!" kata dewa pengadil.

"Dewa pengadil, berikan kemurahanmu untuk Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin.

"Dia akan tetap dihukum dalam neraka tingkat satu ini, dan hukumannya akan dikurangi karena dia pernah jadi manusia yang mengikuti semua perintah dari Sang Penguasa!" kata dewa pengadil.

"Terima kasih untuk kemurahan hatimu, berapa lama Jaka Srenggi akan dihukum di neraka tingkat satu ini?" tanya dewa Jasin.

"Akan ada waktunya dimana dia akan naik ke neraka tingkat dua!" kata dewa pengadil.

"Neraka tingkat dua?" kata Jaka Srenggi bingung.

"Penjaga!" teriak dewa pengadil.

Dua penjaga datang dan masuk ke dalam ruangan itu, yang mana mereka langsung pegang kedua tangan Jaka Srenggi.

"Bawa manusia ini ke ruang hukuman!" teriak dewa pengadil.

"Baik, dewa pengadil!" kata dua penjaga neraka tingkat satu itu.

Dewa Jasin tersenyum pada dewa pengadil, dan dewa pengadil angguk kepala saat dewa Jasin pergi untuk ikuti Jaka Srenggi dibawa.

"Biarkan dia, aku yang akan antarkan dia!" kata dewa Jasin.

"Baik, dewa Jasin!" kata dua penjaga neraka tingkat satu.

Bersama dewa Jasin, Jaka Srenggi kembali berjalan dan mereka kini menuju ke ruangan penghukuman, yang mana Jaka Srenggi tak tahu apa hukuman yang akan ia terima.

"Hukuman apa yang akan aku terima, dewa Jasin?" tanya Jaka Srenggi.

"Mungkin kau akan dimasukkan ke dalam penjara api, Jaka Srenggi!"

"Penjara api?" kata Jaka Srenggi bingung.

"Iya, dan nikmati saja, mungkin kau tidak akan lama berada di neraka tingkat satu ini!"

"Apakah mungkin aku akan bebas jika semua hukuman di neraka ini aku lewati?" tanya Jaka Srenggi.

"Aku tak tahu, tapi semuanya mungkin saja," jawab dewa Jasin.

"Boleh aku tahu berapa tingkat neraka ini, dewa Jasin?" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.

"Semuanya ada beberapa tingkat Jaka Srenggi, dan satu demi satu akan kau lewati, semuanya akan kau hadapi dan semua yang kau lakukan saat kau hidup, akan diadili di neraka ini!" kata dewa Jasin.

"Hhhmmm! Apakah ini adil?" tanya Jaka Srenggi.

"Adil atau tidak, semua itu tergantung pada Sang Penguasa, Jaka Srenggi! Kita dan termasuk dirimu hanya mengikuti dan menjalani takdir dari Sang Penguasa!" jawab dewa Jasin.

"Apakah Sang Penguasa tidak mempertimbangkan semua yang aku lakukan pada dunia? Aku sudah berkorban, bahkan aku rela tak mati hanya demi jadi orang yang setia pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi.

"Seperti yang sudah aku katakan, semua pertanyaanmu tidak mungkin bisa aku jawab, satu-satunya yang bisa menjawab itu hanya Sang Penguasa!"

"Kau benar juga, namun apakah mungkin bagiku bertanya langsung pada Sang Penguasa?"

"Tidak, itu tidak bisa kau lakukan!" kata dewa Jasin dan berhenti di depan sebuah ruangan.

"Apa ini?"

"Ini adalah ruangan penghukuman, dan kau akan masuk ke dalam ruangan ini!" kata dewa Jasin.

Pintu ruangan itu terbuka, dan mata Jaka Srenggi terbelalak saat melihat ruangan itu penuh dengan api yang membara.

"Masuklah, Jaka Srenggi!"

"Kau menyuruh aku masuk ke dalam api?"

Namun, sebelum Jaka Srenggi bicara lebih panjang, dewa Jasin mendorong tubuh Jaka Srenggi, dan langsung menutup pintu ruangan itu.

"Argggg! Ini sangat panas!" teriak Jaka Srenggi dengan suara yang sangat keras membahana.

"Nikmati itu Jaka Srenggi, aku harap kau mampu!" kata dewa Jasin dan tersenyum, sebelum ia tinggalkan neraka tingkat satu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 13

    Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 12

    Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 11

    Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 10

    Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 9

    Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 8

    Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status