MasukBrukkk!!
Dengan gerakan yang cepat, dewa Jasin mendorong tubuh Jaka Srenggi untuk masuk ke dalam ruangan penghukuman, dan dewa utusan Sang Penguasa itu langsung menutup pintu ruangan penghukuman. "Dewa Jasin, apa yang kau lakukan?" teriak Jaka Srenggi. Argggggg!! Dan saat Jaka Srenggi berteriak sangat keras, pada saat itu pula rasa panas yang sangat menyengat membakar tubuh Jaka Srenggi. "Apa ini?" teriak Jaka Srenggi. Rasa panas yang ada di sekitar Jaka Srenggi, masuk melalui pori-pori tubuh Jaka Srenggi, dan itu membuat seluruh tubuh bagian dalam Jaka Srenggi langsung hancur dan kini Jaka Srenggi berubah jadi seonggok abu yang tergeletak di lantai ruangan penghukuman itu. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu, roh Jaka Srenggi kembali muncul dan seolah-olah Jaka Srenggi kembali dibangkitkan dalam bentuk roh, dan tetap berada di d neraka tingkat satu itu. "Kurang ajar, apa kalian sungguh ingin terus hukum diriku?" teriak Jaka Srenggi langsung marah dengan amarah tak tertahan. Dan saat itu pula, api panas kembali masuk ke tubuh Jaka Srenggi, dan membakar tubuh tua berwajah muda. Kembali terjadi, yang mana tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, namun itu hanya sesaat, dan setelah itu roh Jaka Srenggi muncul kembali. Hal seperti itu terjadi secara berulang-ulang, dan Jaka Srenggi tidak tahu sudah berapa kali hal itu berlangsung. Hingga akhirnya, Jaka Srenggi yang kembali dihidupkan menutup matanya, dan manarik napas yang dalam. "Aku sungguh tak ingin merasakan ini lagi! Jangan siksa aku!" kata Jaka Srenggi. Brukkk! Jaka Srenggi jatuhkan tubuhnya, dengan tangan yang menempel di lantai ruangan penghukuman, dan telapak tangan itulah yang menahan tubuh Jaka Srenggi. Jaka Srenggi menahan diri untuk tidak marah, dan Jaka Srenggi merasakan kalau api panas itu sangat pelan, masuk ke dalam tubuhnya, dan itu tak lagi membakar tubuh Jaka Srenggi. "Ada apa ini?" tanya Jaka Srenggi. Hawa panas api neraka itu seolah menyatu dengan tubuh Jaka Srenggi, dan itu sungguh membuat Jaka Srenggi sangat bingung. "Sesungguhnya ada apa ini?" tanya Jaka Srenggi dan melihat sekujur tubuhnya yang diselubungi hawa panas api neraka. Selubung di sekitar tubuh Jaka Srenggi mirip seperti tubuh api, namun hawa panas yang keluar dari selubung api itu, jauh lebih panas dari tubuh api milik Jaka Srenggi. "Sungguh aneh semua ini, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Jaka Srenggi lagi. Jaka Srenggi melihat lagi ke sekujur tubuhnya, dan hawa panas itu seolah tak turun namun semakin lama semakin panas, namun Jaka Srenggi tidak merasakan rasa panas itu, rasa panas api neraka itu seolah-olah keluar dari dalam tubuh Jaka Srenggi. Brakkkkkkk!! Dan tak berapa lama setelah selubung api neraka itu membungkus tubuh Jaka Srenggi, pintu ruangan penghukuman pun terbuka, dan dewa Jasin berdiri dengan senyuman pada Jaka Srenggi. "Satu purnama penuh kau berada di ruangan penghukuman ini, tidak buruk!" kata dewa Jasin. "Satu purnama? Aku merasa seperti sudah puluhan tahun aku di sini!" kata Jaka Srenggi. Tukkkkkk!! Dewa Jasin menusuk dada Jaka Srenggi, dan selubung api neraka di tubuh Jaka Srenggi langsung hilang entah kemana. "Dewa Jasin, boleh aku tahu apa alasan dari semua ini?" tanya Jaka Srenggi yang inginkan jawaban atas kebingungan yang ia alami di dalam ruangan penghukuman itu. "Apa kau belum sadar juga Jaka Srenggi?" tanya dewa Jasin malah balik bertanya. Sambil bicara, dewa Jasin mengajak Jaka Srenggi untuk keluar dari ruangan penghukuman, dan mereka masuk ke dalam sebuah ruangan kosong. "Mulai saat ini kau akan tinggal di sini, hingga hukumanmu di neraka tingkat satu ini selesai!" kata dewa Jasin. "Aku hanya ingin tahu jawaban dari pertanyaan ku tadi, dewa Jasin!" kata Jaka Srenggi. "Kau serius tak tahu?" "Tidak!" kata Jaka Srenggi sambil geleng kepala. "Ruangan yang kau masuki tadi adalah ruangan penghukuman yang juga memiliki nama ruangan amarah!" jawab dewa Jasin. "Ruangan amarah?" kata Jaka Srenggi. Jaka Srenggi pun ingat, setiap dia tak mampu menahan amarahnya, api neraka di ruangan itu langsung membakar habis seluruh tubuhnya hingga berubah jadi abu. "Yang harus kau lakukan di neraka tingkat satu ini adalah meredam semua amarahmu, Jaka Srenggi! Jangan sampai amarahmu itu membakar dirimu sendiri!" kata dewa Jasin. "Ternyata seperti itu ya, jadi api neraka tadi adalah amarah besar yang tersimpan dalam diriku?" "Tepat, karena kau mampu meredam amarahmu, maka hawa panas api neraka itu menjadi milikmu!" kata dewa Jasin. Jaka Srenggi merenung, dan ingat saat ia membuat kehancuran besar di dimensi dewa Kanaya, yang mana di dunia itu, Jaka Srenggi hancurkan seluruh daratan di negeri itu. "Jika waktu itu aku mampu menahan amarahku, mungkin aku tak akan alami nasib seperti ini!" gumam Jaka Srenggi. Dewa Jasin tersenyum karena melihat penyesalan di mata dan pada itu dipertegas oleh perkataan Jaka Srenggi. "Ingat yang aku katakan tadi, di neraka tingkat satu ini kau harus mampu meredam amarahmu, karena setiap kau marah, maka api dalam dirimu akan membakar tubuhmu!" kata dewa Jasin. "Akan aku ingat hal itu, dewa Jasin!" kata Jaka Srenggi. "Baiklah, neraka tingkat satu ini tak ubahnya dunia baru untukmu, Jaka Srenggi. Hiduplah di sini sampai hukuman untukmu selesai!" "Sampai kapan?" tanya Jaka Srenggi. "Aku tidak tahu, namun aku yakin, sampai kau benar-benar mampu menahan amarah yang ada dalam dirimu!" kata dewa Jasin. "Aku sudah mampu menahan dan meredam amarahku, kenapa aku belum naik ke neraka tingkat dua?" tanya Jaka Srenggi. "Artinya amarah itu masih ada. Buang semua amarahmu di neraka tingkat satu ini, maka kau akan naik ke neraka tingkat dua!" "Masih ada amarah dalam diriku?" gumam Jaka Srenggi. "Iya, dan amarah tersimpan jauh di dalam dirimu!" kata dewa Jasin dan bangkit berdiri. "Kau akan kemana, dewa Jasin?" tanya Jaka Srenggi. "Aku akan pergi, aku tak ingin di sini di saat aku dalam hukuman, namun aku akan datang saat kau telah mampu buang semua amarah dalam dirimu!" kata dewa Jasin. Jaka Srenggi diam, dan hanya melihat kepergian dewa Jasin dari ruangan itu. "Oh satu lagi, Jaka Srenggi! Mungkin kau akan bertemu dengan kawan dan musuh lama di neraka ini," kata dewa Jasin. "Kawan dan musuh lama?" ucap Jaka Srenggi tidak percaya. "Iya, jadi hati-hatilah, karena mereka pasti tidak inginkan kau bebas dan naik ke neraka tingkat dua!" kata dewa Jasin dan kali ini benar-benar tinggalkan Jaka Srenggi. Jaka Srenggi kembali merenung saat dewa Jasin sudah tinggalkan dirinya. "Ini bukan seperti hukuman, tapi ini tak ubahnya latihan untuk meredam amarah dalam diriku!" ucap Jaka Srenggi.Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,
Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad
Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.
Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera
Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"
Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima







