Share

Bab 5

last update publish date: 2026-09-24 18:58:13

Jaka Srenggi yang berada di neraka tingkat satu untuk beberapa waktu terus berada di dalam ruangan yang ia miliki di neraka itu.

"Kata dewa Jasin, aku harus meredam amarah di neraka ini, mungkinkah ada orang lain di neraka ini yang alami nasib sepertiku?" kata Jaka Srenggi.

Karena hal itu, Jaka Srenggi memilih untuk keluar dari dalam ruangan itu, dan berjalan-jalan di sekitar area itu.

Hingga, mata Jaka Srenggi melihat sebuah bukit merah yang mengeluarkan hawa panas.

"Sungguh dunia yang panas!" ucap Jaka Srenggi dan melangkah ke arah bukit merah itu.

Whusssssssss!!

Bammmmmmm!!

Namun, tiba-tiba saja, ada satu serangan datang dari belakang Jaka Srenggi, dan Jaka tidak mampu hindari itu karena tak tahu kapan serangan itu datang.

Tubuh Jaka Srenggi terjerembab ke tanah, namun Jaka Srenggi segera bangkit dan melihat ke arah orang yang menyerang dirinya itu.

"Siapa kau?" tanya Jaka Srenggi dengan amarah yang besar.

"Kau lupa padaku, keparat?" maki orang itu.

Bagaimana mungkin Jaka Srenggi ingat akan orang itu, dia sudah hidup di dunia terlalu lama, dan tak ingat siapa saja lawan dan kawan yang ia jumpai selama ia masih hidup.

"Aku Ki Saba, keparat!" maki orang itu lagi.

"Ki Saba, sungguh maaf, aku tidak ingat siapa dirimu?" kata Jaka Srenggi.

"Kurang ajar!"

Ki Saba datang, dan menyerbu Jaka Srenggi dengan serangan yang cukup kuat, dan itu berhasil menekan Jaka Srenggi.

Bammmmmmm!!

Tiga jotosan beruntun hantam dada Jaka Srenggi, dan lagi-lagi lemparkan tubuh Jaka Srenggi.

"Bagaimana bisa aku ingat dirimu!" teriak Jaka Srenggi.

Amarahnya mulai memuncak, dan pada saat itulah Jaka Srenggi merasakan ada rasa panas yang mengalir di seluruh tubuhnya.

"Meredam amarah!" kata Jaka Srenggi langsung ingat nasehat dewa Jasin.

Jaka Srenggi menarik napas yang dalam, dan menghilangkan amarah yang ada di dalam dirinya, yang mana hawa panas itu berangsur-angsur hilang dari tubuh Jaka Srenggi.

"Apa kau melupakan masalah di kerajaan lembah bunga, jika bukan karena dirimu, aku tidak akan mati!" kata Ki Saba.

"Kerajaan Lembah bunga? Bukankah itu kerajaan yang dulu aku bangun di lenahh kematian?" gumam Jaka Srenggi.

"Apa kau sudah ingat keparat?" maki Ki Saba.

Jaka Srenggi memaksa ingatan untuk kembali ke masa seribu tahun yang lalu, dan barulah Jaka Srenggi tersenyum pada Ki Saba.

"Itu salahmu, jika kau tak memilih jadi pemberontak, mana mungkin kau akan mati!" kata Jaka Srenggi.

"Jangan sok suci kau Jaka Srenggi, kau juga mendirikan kerajaan itu dengan membunuh ratusan bangsa siluman!"

"Iya, aku memang melakukan hal itu, namun itu juga demi bangsa manusia!" kata Jaka Srenggi.

"Aku juga melakukan itu demi kebaikan bangsa manusia!"

"Bukan kebaikan bangsa manusia, namun untuk memenuhi keinginanmu akan kekuasaan!" kata Jaka Srenggi.

"Diam kau!"

Haaaaaaaaaaa!!

Ki Saba melepaskan kekuatan yang ada dalam dirinya, dan akan menyerang Jaka Srenggi.

Namun, yang jadi perhatian Jaka Srenggi adalah, Ki Saba tidak alami hal seperti yang ia alami, yang mana tubuh Ki Saba tidak terbakar meskipun ia sudah dipenuhi dengan amarah.

"Ki Saba, aku tidak memiliki waktu untuk meladeni dirimu, aku permisi!" kata Jaka Srenggi.

Amarah Ki Saba malah semakin tak mampu dia bendung karena ucapan Jaka Srenggi itu.

"Kurang ajar, kau sudah mengirimkan aku ke neraka ini, jangan harap kau akan bisa pergi semudah itu Jaka Srenggi!" teriak Ki Saba.

Hiatttttt!!

Ki Saba melompat ke arah Jaka Srenggi, dan menyerang Jaka Srenggi dengan serangan yang tak ada hentinya.

Namun, Jaka Srenggi meladeni setiap serangan Ki Saba dengan ketenangan, dan tak mau terpancing amarah karena Ki Saba.

"Di sini, aku bebas untuk menyerang dirimu, dan aku pastikan, kalau kau akan menderita di neraka ini, Jaka Srenggi!" teriak Ki Saba yang terus menyerang Jaka Srenggi.

Namun, Jaka Srenggi tetap tenang dan hanya hindari setiap serangan Ki Saba tanpa membalas semua serangan itu.

"Ada apa Jaka Srenggi, apa kau tidak ingin bertarung?" teriak Ki Saba.

"Ki Saba, apa kau tidak merasa lelah untuk bertarung? Kau sudah bertarung saat kau hidup, dan kau masih ingin bertarung setelah kau mati?" kata Jaka Srenggi.

"Bebedah, siapa yang meminta nasehat darimu, keparat?" teriak Ki Saba.

Bukannya menerima nasehat Jaka Srenggi, Ki Saba malah semakin marah karena hal itu.

Karena hal itu pula, serangan Ki Saba semakin cepat dan kuat untuk menyerang Jaka Srenggi.

Bammmmmmm!!

Plakkkkkk!!

Jaka Srenggi kembali harus menerima serangan kuat Ki Saba, yang mana itu memaksa Jaka Srenggi untuk terlempar jauh.

"Kenapa kau tak melawanku, Jaka Srenggi?" teriak Ki Saba.

"Aku tidak ingin bertarung, aku lelah terus bertarung!" kata Jaka Srenggi.

Whusssssssss!!

Dan belum juga Jaka Srenggi berhasil untuk hindari Ki Saba, satu bayangan lain muncul dari belakang Jaka Srenggi.

Plakkkkkk!!

Punggung Jaka Srenggi dihantam dari belakang, dan itu membuat Jaka Srenggi lagi-lagi harus terjerembab ke tanah.

"Siapa lagi yang menyerangku?" tanya Jaka Srenggi dan balik badan.

Lagi-lagi sosok yang tak Jaka Srenggi kenali muncul di hadapan Jaka Srenggi.

"Kita bertemu lagi Jaka Srenggi!" kata orang itu.

"Kau siapa pula?" kata Jaka Srenggi.

"Aku Radika, orang yang kau bunuh saat ingin memiliki kemuning!"

"Aku sungguh tak ingat dengan kalian semua. Masalah di dunia manusia, tidak usah kalian bawa ke neraka ini!" kata Jaka Srenggi.

"Hahahaha! Jangan harap aku akan diam saat tahu kalau kau di neraka Jaka Srenggi!" teriak satu suara lagi dari atas bukit merah.

"Aku juga tidak akan lupakan dirimu, Jaka Srenggi!" sambut satu suara.

Satu demi satu orang-orang bermunculan, dan mereka semua adalah musuh yang Jaka Srenggi bunuh sewaktu masih di dunia manusia.

Namun anehnya, tidak satu pun dari mereka yang Jaka Srenggi ingat, karena mereka mati jauh dari masa lalu Jaka Srenggi.

"Aku tak aman di sini, mungkin aku harus cari tempat yang lebih tenang!" gumam Jaka Srenggi.

Namun, Jaka Srenggi juga sadar kalau tidak ada celah baginya untuk kabur selain harus menghadapi mereka semua.

Selain Ki Saba dan Radika, kini sudah ada lebih dari dua puluh orang yang kelilingi Jaka Srenggi, dan mereka semua sungguh menyimpan dendam besar pada Jaka Srenggi.

Meskipun Jaka Srenggi tidak kenal pada mereka, namun Jaka Srenggi tahu, kalau dialah yang telah membunuh mereka semua saat mereka masih hidup.

"Tidak akan ada satupun dari kalian yang akan membunuh Jaka Srenggi selain diriku!" ucap satu suara.

Satu sosok dengan jubah panjang, dan memakai topeng hitam berjalan ke arah Jaka Srenggi, dan Jaka Srenggi langsung kenal siapa dia.

"Malaikat gerbang neraka?" desis Jaka Srenggi tak percaya kalau sosok sakti dari masa lalu itu ada di neraka tingkat satu.

"Kita bertemu lagi, musuh lama!" ucap malaikat gerbang neraka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 13

    Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 12

    Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 11

    Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 10

    Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 9

    Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 8

    Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status