Share

Bab 14 - Portal

last update publish date: 2025-06-01 16:02:00
Menyadari tatapan tenang Luo Yi yang terus mengarah padanya, Luo Qin akhirnya membuka suara. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya pelan, tanpa berani menatap balik.

“Aku merasa Bibi sedang menyembunyikan kesedihan,” jawab Luo Yi dengan nada lembut namun yakin.

Luo Qin terdiam sejenak, lalu tersenyum samar. “Aku tidak sedih. Hanya ... lelah setelah menjalani misi seharian.” Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya, tetapi matanya tak bisa berbohong, ada kegetiran yang sulit disembunyika
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 70 - Masa Lalu Yun Xiao Part 4

    Zhang Hao mengeratkan genggamannya pada kristal itu. "Jangan mimpi!"Tiba-tiba tubuhnya menghilang setelah mengatakan itu.Tiga pria berjubah hitam yang mengepung Zhang Hao membelalakkan matanya sebelum celingukan ke segala arah."Itu dia!" Salah satu dari mereka menunjuk ke arah Zhang Hao yang kini telah berada di dekat Yun Xiao. "Bunuh dia sebelum kekuatannya pulih!"Ketiga pria itu melesat ke arah Zhang Hao dan Yun Xiao seraya menghunuskan senjata masing-masing—pedang, sabit besar, dan tombak yang telah dialiri Qi hitam."Guru!" Yun Xiao hendak meloncat untuk menghindar, tetapi Zhang Hao menahannya, memberi isyarat padanya untuk tetap tenang.Namun, dalam jarak tujuh tombak sebelum mereka sampai ....DUAR!"Aaaaa!"Ketiga pria berjubah hitam itu terpental dua puluh tombak. Dua orang berhasil menancapkan tombak dan sabit ke tanah untuk mengerem, sementara yang lain tubuhnya menghantam tanah gunung, menggelinding tak terkendali hingga menabrak batu.Pria berjubah hitam yang membawa s

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 69 - Masa Lalu Yun Xiao Part 3

    Zhang Hao mengalirkan Qi-nya ke telapak kaki, mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan Bulan, lalu berlari ke arah bangau raksasa itu dengan cepat.Setiap langkah ke sepuluh, sebuah replika bayangan yang menyerupai dirinya muncul dan berpencar untuk menyerang bangau itu dari segala arah.Melihat itu, bangau raksasa itu tidak tinggal diam. Beast seratus ribu tahun itu langsung melesat ke udara untuk menghindari serangan sekaligus memikirkan strategi untuk menyerang balik.Namun, dalam waktu dekat itu, Zhang Hao telah berhasil membuat seratus bayangan. Dengan kompak, ia dan seratus bayangannya membuat segel tangan, mengaktifkan Formasi Seratus Bayangan Bulan yang membentang dengan skala empat ratus tombak persegi.Karena formasi tersebut terbentuk dengan sangat cepat, bangau raksasa itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur dan terkurung di dalam formasi.'Apa yang orang ini rencanakan?' pikir bangau raksasa itu. 'Kenapa dia mengurungku dengan formasi sebesar ini?'Tanpa berpikir lebih lanj

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 68 - Masa Lalu Yun Xiao Part 2

    Angin dingin berhembus pelan di Puncak Gunung Baihe. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan tua. Dari puncak itu, terlihat seekor bangau putih raksasa beranjak berdiri. Matanya yang tajam menatap Zhang Hao dengan penuh kebencian.Sementara itu, dari jarak dua ratus meter, Yun Xiao mencengkeram dadanya, mencoba meredamkan rasa sakit akibat aura ganas yang bangau raksasa itu pancarkan. Setiap kata yang diucapkan beast seratus ribu tahun itu seperti jarum yang menusuk jantung dan paru-parunya. Napasnya tersendat. Tubuhnya terasa berat, sulit digerakkan. Dirinya yang baru berada di Ranah Lanjutan Tahap Awal tentu tak kuasa menahan aura seganas ini.'Aku harus menjauh lebih jauh lagi. Aura Bangau Putih Seratus Ribu Tahun ini benar-benar ganas sekali,' batin Yun Xiao seraya berusaha melangkahkan kakinya meski tertatih-tatih, setiap langkah ia menjauh, rasa sakit akibat aura ganas itu berkurang.Di sisi lain, Zhang Hao telah bersiap dengan pedang besar yang berada di genggaman tanganny

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 67 - Masa Lalu Yun Xiao Part 1

    "Gurumu yang telah meninggal?" ualng Luo Yi.Yun Xiao menganguk, kemudian ia melanjutkan, "Dua tahun lalu ...." Pikirannya kembali ke masa di mana gurunya masih hidup.Waktu itu, tepatnya pada malam yang sunyi di pedalaman Hutan Moyun, yang terletak di sebelah timur laut Kerajaan Li, Yun Xiao sedang duduk di depan api unggun bersama gurunya, Zhang Hao. Meski tampak seperti lima puluhan tahun, usia Zhang Hao sebenarnya adalah seratus tujuh puluh enam tahun.Sambil menatap api unggun, Yun Xiao membuka suara. "Guru, kenapa kau menyelamatkanku dan mengangkatku menjadi murid?"Pertanyaan itu membuat Zhang Hao teringat saat pertama kali melihat Yun Xiao menyelamatkan seekor kancil dari lilitan ular sanca. Sambil mengelus-elus jenggotnya, ia menatap bocah dua belas tahun itu seraya menjawab, "Karena kau anak yang baik.""Apakah hanya karena itu?" tanya Yun Xiao.Zhang Hao menjelaskan, "Dunia kultivasi yang kejam ini membutuhkan seseorang yang berhati mulia sepertimu. Kancil saja kau selamatk

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 66 - Insting Chen Kai

    "Berapa usiamu, Tuan Muda Xiao?" tanya Chen Kai."Empat belas tahun, Paman," jawab Yun Xiao.Chen Kai menatap wajah Yun Xiao dengan serius, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan di sana, tetapi ia tidak menemukannya sedikit pun.Ia kemudian menoleh ke arah Luo Yi seraya bertanya, "Lalu, berapa usiamu, Tuan Muda Luo?""Usia saya tujuh belas tahun, Paman," jawab Luo Yi dengan tenang.Mendengar Luo Yi menjawab dengan setenang itu, Chen Kai juga kesulitan mencari tanda-tanda kebohongan dalam diri pemuda itu. Namun, ia juga sulit percaya pada jawaban mereka.Chen Kai bisa merasakan aura Ranah Tinggi Tahap Delapan dalam diri Yun Xiao, tetapi ia sama sekali tidak dapat merasakan aura kultivasi dalam diri Luo Yi.Ia lalu kembali menatap Yun Xiao dan bertanya, "Bagaiman caramu menerobos ke Ranah Tinggi Tahap Delapan di usia semuda itu?""Apa?!" kata Chen Lao dan Tang Yue secara bersamaan, terkejut. Pasalnya, ranah setingi itu kekuatannya setara dengan jenderal kerajaan. "Ranah Tinggi Tahap De

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 65 - Kedatangan Orang Tua Chen Jia

    Halaman Kediaman Tabib Chen mulai tenggelam dalam sunyi. Chen Jia tak lagi bertanya, ia hanya diam memperhatikan Luo Yi yang tampak terpaku menatap langit jingga yang mulai memudar. Cahaya senja menyapu wajah tenang pemuda itu, menciptakan bayangan panjang di atas tanah."Kakak Yi, hari sudah sore. Ayo kita masuk," ajak Chen Jia memecah keheningan seraya beranjak berdiri.Luo Yi menoleh pelan, tersenyum tipis. "Kau duluan saja."Chen Jia mengangguk patuh. Namun, tepat saat ia hendak berbalik, dua sosok muncul di pintu gerbang. Mata bocah itu seketika berseri, beban di pundaknya seolah menguap saat melihat siapa yang datang."Ayah! Ibu!"Tanpa menunggu lama, Chen Jia berlari kencang, menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita.Sepasang pria dan wanita yang tampak berusia dua puluh lima tahunan itu tersenyum, lalu memeluk Chen Jia saat anak itu berada di hadapan mereka."Benarkah kau sudah bisa mendengar, Nak?" tanya Tang Yue, ibu Chen Jia."Iya, Ibu, aku sudah bisa mendengar,"

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 56 - Formasi Tujuh Bayangan Cahaya

    Karena penasaran, Yun Xiao pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari rumah kayu itu. Setelah Yun Xiao keluar, Luo Yi membuat segel tangan, mengaktifkan suatu teknik, dan seketika itu juga, tujuh cahaya muncul mengelilingi Luo Yi.Cahaya itu membentuk persis seperti replika tubuh

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 55 - Arti di Balik Kata 'Xir'

    Rusa itu berjingkrak-jingkrak dengan ceria seraya berkata, “Ya, aku bisa mendengar lagi! Terima kasih telah menolongku! Kalian benar-benar manusia yang baik.” Yun Xiao mengerutkan keningnya. “Kau bisa bicara dengan rusa?” “Ya.” Luo Yi mengangguk. “Aku bisa bicara dengan hewan apa pun.” Yun Xiao m

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 54 - Energi Hitam

    “Baiklah, akan kuceritakan kejadian sebenarnya tentang hutan ini,” kata Yun Xiao. “Namun sebelum itu, ayo kita cari tempat yang nyaman untuk mendengarkan ceritaku, karena ceritaku ini cukup panjang.” Tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya, Yun Xiao membalikkan tubuhnya. Namun, tepat saat ia he

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 53 - Pertemuan antara Dua Pengembara

    “Tidak akan kubiarkan!” kata seseorang yang berada di belakang Luo Yi. “Tiadak akan kubiarkan kau merebut jatahku!”Meski Luo Yi tidak mengerti dengan maksud ucapan seseorang yang di belakangnya itu, ia tetap tenang dan wajahnya tetap datar—tidak ada kerutan sedikit pun di dahinya.“Apa yang kau ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status