Share

Bab 14 - Portal

last update publish date: 2025-06-01 16:02:00
Menyadari tatapan tenang Luo Yi yang terus mengarah padanya, Luo Qin akhirnya membuka suara. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya pelan, tanpa berani menatap balik.

“Aku merasa Bibi sedang menyembunyikan kesedihan,” jawab Luo Yi dengan nada lembut namun yakin.

Luo Qin terdiam sejenak, lalu tersenyum samar. “Aku tidak sedih. Hanya ... lelah setelah menjalani misi seharian.” Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya, tetapi matanya tak bisa berbohong, ada kegetiran yang sulit disembunyika
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 86 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 7

    Tanpa berkata-kata, Luo Yunxi langsung berlari dan masuk ke kediaman, diikuti Luo Qin dan Luo Han yang tidak jadi pulang karena mendengar kabar itu. Hati pemuda itu tergerak untuk ikut menjenguk ayah kekasihnya.Setelah memasuki kediaman, tepatnya di kamar tempat ayahnya duduk bersila di atas ranjang, Luo Yunxi langsung mendekat dengan raut wajahnya yang menyiratkan kepanikan."Ayah!"Mendengar panggilan itu, Luo Zhan, ayah Luo Yunxi, menoleh. "Xi'er."Begitu berada di sisi ranjang, gadis itu langsung naik ke atas ranjang dan menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung ayahnya, mengalirkan energi Qi-nya ke tubuh sang ayah. "Aku akan berusaha memulihkan meridian Ayah. Ayah fokus saja menstabilkan aliran energi Qi Ayah!"Luo Han, yang baru saja menyusul bersama Luo Qin, menatap pria itu beberapa saat. Kemudian, pandangannya beralih pada darah di dalam wadah kayu yang terletak di atas meja di samping ranjang.Pemuda itu kemudian menoleh ke arah Luo Qin yang berdiri di sampingnya. "

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 85 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 6

    Setelah mengantar para pengungsi dari Kota Baiyun ke Kota Heiyun, Kapten Yu Lei, Luo Han, dan Luo Yunxi disambut sorak-sorai oleh para penduduk yang telah mereka selamatkan."Hidup Kapten Yu Lei!""Hidup Pendekar Yin Yang!""Hidup Kapten Yu Lei!""Hidup Pendekar Yin Yang!"Beberapa saat kemudian, kerumunan manusia itu membelah, membuat jalan untuk dilewati Pemimpin Kota Baiyun dan Pemimpin Kota Heiyun.Setelah kedua pemimpin kota itu berada di dekat Kapten Yu Lei, Luo Han, dan Luo Yunxi, mereka memberi salam hormat sebelum berkata, "Terima kasih telah menyelamatkan para penduduk kota kami dari serangan Singa Seratus Ribu Tahun. Jasa kalian akan selalu kami kenang sampai kapan pun."Pemimpin Kota Baiyun kemudian mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil dari balik jubahnya dan menyerahkannya kepada Kapten Yu Lei. "Ini adalah Medali Penyelamat Kota Baiyun. Kami tidak memiliki sesuatu yang cukup berharga untuk membalas jasa kalian, tetapi mulai hari ini, nama kalian akan tercatat dalam sejara

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 84 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 5

    Luo Yunxi dengan tulus menyembuhkan semua luka di kaki Singa Seratus Ribu Tahun, membuat binatang spiritual itu bisa berdiri dengan tegak."Terima kasih," kata singa raksasa itu dengan tulus. "Sudah saatnya aku mengaktifkan Teknik Reinkarnasi.""Sama-sama." Luo Yunxi melangkah mundur beberapa langkah. "Lakukanlah!"Singa raksasa itu mengangguk."Teknik Terlarang: Pembuka Segel Inti Jiwa!" Setelah mengatakan kata kunci teknik itu, tiba-tiba cahaya lembut terpancar dari tubuh Singa Seratus Ribu Tahun itu. Bulu-bulunya yang semula rontok dan gosong perlahan tumbuh hingga lebat seperti semula. Kemudian, tubuh singa raksasa itu terangkat, mengambang di udara.Saat tubuhnya terangkat cukup tinggi, sekitar empat puluh tombak di atas daratan, Singa Seratus Ribu Tahun itu mengucapkan kata kunci teknik."Teknik Reinkarnasi: Pemangil Jiwa yang Telah Pergi!"Seketika itu juga, seluruh energi kehidupan di dalam inti jiwa Singa Seratus Ribu Tahun itu keluar dari dalam tubuhnya, membuat cahaya yang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 83 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 4

    "Menebus kesalahan?" Kapten Yu Lei menatap singa raksasa itu dengan heran. Ia dan Luo Han refleks menghentikan serangan ketika mendengar binatang spiritual itu berkata seperti itu. "Apa aku tidak salah dengar?""Aku juga mendengarnya." Luo Han menimpali. Energi Qi kuning yang melapisi pedangnya perlahan meredup. "Dia meminta diberikan kesempatan karena ingin menebus kesalahan."Luo Yunxi berbalik, menatap singa raksasa itu. Gadis itu juga melihat binatang spiritual itu membalas tatapannya. Ia kemudian menoleh ke arah Luo Han dan Kapten Yu Lei. "Tenggorokannya sepertinya terluka. Suara yang barusan dikatakannya parau sekali."Singa Seratus Ribu Tahun itu berusaha bangkit dengan dua kaki depannya yang bergetar hebat, membuat Kapten Yu Lei dan Luo Han mengeratkan genggaman pedangnya. "Tenang saja. Aku sudah tidak memiliki niat sama sekali untuk bertarung," kata singa raksasa itu dengan suara paraunya. "Aku hanya ingin menggunakan Teknik Reinkarnasi untuk menghidupkan kembali orang-orang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 82 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 3

    Bola Simfoni Yin Yang itu melesat bagai meteor raksasa yang jatuh dari langit, menerjang Singa Seratus Ribu Tahun itu tanpa ampun.Singa Seratus Ribu Tahun itu langsung menyalurkan seluruh energinya ke tenggorokannya, mengaktifkan Teknik Auman sang Raja Rimba, mencoba menahan serangan itu dengan seluruh sisa energi Qi yang dimilikinya. Hanya ini yang bisa dilakukannya, karena binatang spiritual raksasa itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang terjerat jaring laba-laba Arachna.GROAAAR!Auman bertekanan tinggi dan Bola Simfoni Yin Yang itu bertabrakan, saling menekan dengan kekuatan yang nyaris seimbang. Hingga dalam waktu tujuh tarikan napas kemudian, terjadilah ledakan dahsyat di udara.DUAAAR!Tekanan dari gelombang ledakan itu membuat tanah yang dipijak Singa Seratus Ribu Tahun itu ambrol, membentuk kawah berdiameter sekitar tiga puluh tombak. Sementara nasib singa raksasa itu mengenaskan sekali. Tubuhnya tergeletak lemas di tengah-tengah kawah yang baru saja terbentuk itu, seola

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 81 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 2

    Dengan Ilmu Meringankan Tubuh, Kapten Yu Lei melesat ke arah Singa Seratus Ribu Tahun itu seraya mengayunkan pedangnya secara vertikal. Menyadari serangan itu, singa raksasa itu langsung mengaum. Auman bertekanan tinggi dari binatang spiritual seratus ribu tahun itu membuat tubuh Yu Lei terdorong ke belakang. 'Kuat sekali tekanan aumannya!' pekik Yu Lei dalam hati seraya melakukan putaran di udara dan mendarat dengan aman di daratan. Debu-debu yang berterbangan membuat penglihatannya sedikit terhalang. Dari jarak seratus lima puluh tombak di atas daratan, dengan Teknik Pedang langit Luo Han dan Luo Yunxi sedang mengawasi pertarungan antara Yu Lei dan Singa Seratus Ribu Tahun itu, bersiap melakukan serangan Teknik Kombinasi Simfoni Yin Yang ketika mendapat instruksi dari sang kapten. Meski Luo Han kultivasinya hanya Ranah Tinggi Tahap Awal dan Luo Yunxi masih berada di Ranah Lanjutan Tahap Sembilan, kekuatan mereka akan meningkat tujuh kali lipat lebih kuat jika mereka menggabungkan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 53 - Pertemuan antara Dua Pengembara

    “Tidak akan kubiarkan!” kata seseorang yang berada di belakang Luo Yi. “Tiadak akan kubiarkan kau merebut jatahku!”Meski Luo Yi tidak mengerti dengan maksud ucapan seseorang yang di belakangnya itu, ia tetap tenang dan wajahnya tetap datar—tidak ada kerutan sedikit pun di dahinya.“Apa yang kau ma

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 52 - Misteri Hilangnya Indera Pendengaran

    Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancu

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 44 - Dalang di Balik Munculnya Siluman Kijang Serigala

    Di pedalaman Hutan Huoluo, terdapat satu bangunan yang sangat besar. Ada banyak ruangan di dalam bangunan ini. Di salah satu ruangan terdalam, terlihat seorang pria berjubah putih dan mengenakan kacamata tengah sibuk dengan pekerjaannya.Tangan pria itu dengan lincah menekan-nekan tombol keyboard.

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 43 - Arti dari Kekuatan Sejati

    “Tidak mungkin. Anda pasti bercanda.” Qing Yue memperhatikan wajah Luo Yi dengan seksama, mencoba mencari kebohongan di sana. Namun, ia tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dalam ekspresi datar yang ditunjukkan Luo Yi.“Saya tidak bercanda,” kata Luo Yi. “Memang seperti itulah kenyataannya.”Qing

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status