Teilen

26. Sisi Rapuh

last update Veröffentlichungsdatum: 08.06.2026 21:32:26
Dania mencoba mengingat-ingat kembali informasi yang pernah ia dengar samar-samar tentang keluarga calon suaminya itu. Setahu dirinya, orang tua Gathan adalah pengusaha besar yang hampir tidak pernah pulang ke Indonesia karena kesibukan mereka yang luar biasa di luar negeri.

Akan tetapi, surat di tangannya ini justru berkata sebaliknya. Seseorang telah mengirimkan pesan ini kepada Gathan, menyatakan bahwa orang tua pria itu telah tiada, dan penyebabnya bukan karena kecelakaan biasa.

Seketika i
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   39. Pengawas

    Pria itu berdiri di sana, masih mengenakan jaket olahraga tim basketnya dengan tudung yang sengaja ditarik untuk menutupi rambutnya yang acak-akan. Napas Gathan tampak sedikit memburu, seolah-olah ia baru saja berlari cepat melintasi kompleks kampus yang luas dari gedung olahraga menuju fakultas bahasa hanya untuk mencari Dania.Wajahnya terlihat luar biasa tegang, dan matanya yang tajam langsung memindai tubuh Dania dari ujung kepala hingga ujung kaki, memastikan bahwa juniornya itu tidak kurang satu apa pun."Gathan? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Dania setengah berbisik, matanya melirik cemas ke arah mahasiswa lain yang berjalan melewati mereka di koridor. "Bukannya kamu masih ada jadwal rapat evaluasi tim dengan Pelatih?"Gathan tidak langsung menjawab. Ia melepaskan cengkeramannya di lengan Dania, tapi matanya tetap menatap tajam. Mengunci pergerakan gadis di hadapannya."Aku sudah bilang padamu semalam, Danie. Jangan pergi ke mana-mana sendirian.""Aku kan cuma pergi ke kelas k

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   38. Lingkaran Berbahaya

    Sebelum Dania sempat memikirkan jawaban untuk menyelamatkan diri dari jebakan pertanyaan Revan, sebuah hantaman keras terdengar dari arah lapangan tengah.Brakkk!Bola basket melesat dengan kecepatan tinggi, menghantam papan pembatas di dekat meja dengan suara dentuman nyaring. Bola itu mamantul liar ke lantai, memotong pembicaraan antara Revan dan Dania secara paksa.Beberapa mahasiswa di tepi lapangan bahkan sampai tersentak kaget. Gathan berjalan mendekat dengan langkah tegap dan mengintimidasi. Napasnya memburu berat, dengan keringat yang membanjiri seluruh jersi hitam tanpa lengannya.Otot-otot tubuhnya tampak berkilat di bawah lampu aula olahraga. Sorot mata elangnya berkilat penuh permusuhan dan kemarahan yang tertahan saat melihat posisi Revan terlalu dekat, condong ke arah Dania."Revan, waktu istirahatmu sudah habis lima menit yang lalu," desis Gathan. Suaranya terdengar seperti geraman rendah seorang alfa yang wilayah kekuasaannya sedang diusik secara terang-terangan. "Kemb

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   37. Protektif

    Gathan yang baru saja hendak melangkah menuju tempat tidurnya seketika menghentikan pergerakannya. Kalimat pendek dari Danie seolah-olah menjadi pukulan telak yang menyinkronkan rasa takut di dalam kepalanya dengan realitas di depan mata.Pria itu membalikkan tubuh dengan cepat. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Danie yang kini terduduk lesu di pinggiran ranjang bawah. Ia memperhatikan detail penampilan juniornya itu. Napas yang masih tersengal, keringat dingin membasahi pelipis, dan kedua tangan meremas lututnya sendiri dengan erat."Diikuti?" Gathan mengulang kata itu dengan nada yang sangat rendah, hampir menyerupai bisikan berbahaya.Ia berjalan mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga bayangan tubuh tegapnya menenggelamkan sosok Danie yang rapuh. "Siapa? Sejak kapan?"Dania mendongak, sedikit terkejut dengan reaksi Gathan yang terkesan sangat intens, jauh lebih agresif daripada biasanya."A-aku tidak tahu pastinya. Sejak aku naik bus kota

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   36. Ancaman

    Di kamar 302, Gathan sedang sendirian. Buku teks kuliahnya terbuka di atas meja, tapi fokusnya sama sekali tidak berada di sana.Biasanya, jam segini Danie sudah kembali dari kegiatannya, entah itu mengeluh panjang lebar karena ototnya yang pegal akibat latihan fisik, atau ribut sendiri mondar-mandir mencari catatan kuliah yang hilang di kolong ranjang. Namun, sore hari ini kamar terasa terlalu sunyi dan hampa.Tanpa sadar, Gathan melirik ke arah ranjang bawah yang kosong melompong. Meja belajar Danie di sudut ruangan juga tampak terlalu rapi. Tidak ada tumpukan buku yang berserakan, tidak ada botol minum yang tertinggal setengah penuh, atau barang-barang kecil yang biasa membuat matanya sakit.Pria itu mendecakkan lidahnya dengan gusar, menutup buku tebal di depannya dengan sentakan kasar."Berisik sekali kalau ada di kamar, tapi ternyata jauh lebih mengganggu kalau tidak ada," bisik Gathan dengan nada kesal yang tidak ia mengerti dari mana asalnya.Gathan mencoba mengabaikan perasaa

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   35. Merasa Diikuti

    Dania berhasil berganti menjadi Danie dengan aman. Ia bahkan sempat merasa lega karena pertemuannya dengan Revan tadi hanyalah kebetulan yang menyebalkan. Untung saja ia bergerak cepat untuk menghindar sebelum pria bertanya macam-macam atau mencurigai sesuatu yang lebih jauh.Di dalam bilik toilet umum pom bensin yang letaknya beberapa blok dari rumahnya, seluruh atribut feminin itu kembali disimpan rapat ke dalam tas ransel abu-abunya. Wig panjangnya dilepas, digantikan topi hitam dan kacamata yang menjadi tameng andalannya selama ini. Bebat kain kasa kembali melilit dadanya dengan ketat, mengembalikan sosok Danie yang kikuk dan tampak ringkih.Karena ingin menghemat uang jajannya yang semakin menipis untuk ongkos taksi, ia memutuskan untuk naik bus kota menuju kampus. Sudah lama sekali ia tidak menaiki transportasi umum di jam-jam nanggung seperti ini. Suasana di dalam bus tidak terlalu padat, menyisakan deretan kursi kosong di bagian tengah dan belakang.Dania memilih duduk di deka

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   34. Benang Kusut

    Perjalanan dari supermarket menuju rumah terasa begitu panjang karena pikiran Dania yang berkecamuk. Namun, begitu taksi berhenti di depan pagar rumahnya yang sederhana, seluruh rasa cemas itu perlahan luruh, digantikan oleh rasa hangat yang ia rindukan.Dania melangkah masuk ke halaman rumah. Suasana sepi yang sempat menyelimuti rumah ini selama orang tuanya dirawat di rumah sakit kini telah berganti. Pintu depan terbuka lebar, dan samar-samar aroma harum bumbu dapur yang ditumis tercium hingga ke teras. Aroma masakan rumahan yang sangat ia kenali."Mama? Papa?" panggil Dania setengah berlari memasuki ruang tengah.Seorang wanita paruh baya dengan celemek kain yang masih terikat di pinggangnya keluar dari arah dapur. Wajahnya kini terlihat jauh lebih segar dan bertenaga. Begitu melihat anak perempuan satu-satunya berdiri di sana dengan rambut panjangnya, senyum sang ibu langsung merekah."Dania! Jagoan Mama sudah pulang!" seru Bu Femmy, langsung menyambut Dania ke dalam pelukan hanga

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   7. Kebenaran Tertunda

    Aroma kayu manis yang bercampur kehangatan kemeja Gathan setidaknya berhasil meredam gemetar di tubuh Dania. Ia merapatkan kain tebal itu ke dadanya, mencoba mencari secercah rasa aman di tengah badai informasi yang siap memporak-porandakan kepalanya.Matanya terus melirik ke arah pintu ruang rawat

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   3. Rahasia Keluarga

    Hari Sabtu itu terasa seperti napas buatan bagi paru-paru Dania yang sudah hampir mati terimpit perban dan kebohongan. Setelah dua bulan terjebak dalam penyamaran, ia akhirnya memutuskan untuk pulang.Dania merindukan aroma masakan ibunya, kehangatan pelukan sang ayah, dan yang paling penting menja

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   2. Olahraga Malam

    Pukul tujuh malam di Asrama Gedung C biasanya merupakan waktu paling bising. Suara petikan gitar dari kamar sebelah, tawa yang meledak-ledak di koridor, hingga dentuman musik dari pengeras suara portabel bersahut-sahutan menciptakan hiruk-pikuk.Malam itu terasa jauh lebih mengancam bagi Dania. Per

  • Jangan Jatuh Cinta, Danie!   1. Batas Terlarang

    "Berani sekali kamu!"Gathan mencengkeram kedua tangan Dania dengan kasar. Kekuatan tangan laki-laki itu bukanlah sesuatu yang bisa dilawan. Dalam satu gerakan sentak, Gathan menarik kedua pergelangan tangan Dania ke atas kepala, mendorongnya hingga punggung gadis itu menghantam tembok kamar dengan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status