ホーム / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 200 Dekapan Zayn di Kapal

共有

Bab 200 Dekapan Zayn di Kapal

作者: Ratu As
last update 公開日: 2026-08-19 15:37:43
Azalea menyambut uluran tangan Zayn, merasakan hangat jemari pemuda itu saat menuntunnya keluar dari bus. Begitu melangkah turun, embusan angin laut yang segar langsung menyapa wajah mereka.

​Di dermaga, kapal pesiar berukuran sedang milik keluarga Adinata sudah berlabuh anggun. Varan, Varel, dan Haikal tampak menunggu tak jauh dari dermaga utama.

Kedatangan kapal megah itu disambut sorak-sorai antusias dari teman-teman sekelas Azalea yang tak sabar ingin segera memulai liburan.

​Sebelum r
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 200 Dekapan Zayn di Kapal

    Azalea menyambut uluran tangan Zayn, merasakan hangat jemari pemuda itu saat menuntunnya keluar dari bus. Begitu melangkah turun, embusan angin laut yang segar langsung menyapa wajah mereka. ​Di dermaga, kapal pesiar berukuran sedang milik keluarga Adinata sudah berlabuh anggun. Varan, Varel, dan Haikal tampak menunggu tak jauh dari dermaga utama. Kedatangan kapal megah itu disambut sorak-sorai antusias dari teman-teman sekelas Azalea yang tak sabar ingin segera memulai liburan. ​Sebelum rombongan benar-benar naik ke atas kapal, sebuah mobil mewah berhenti di ujung dermaga. Naura turun diantar sopirnya dan berjalan cepat setengah berlari menghampiri mereka. ​"Zayn!" Suara melengking itu memecah riuh angin dermaga. ​Zayn refleks melepas genggaman tangannya pada Azalea saat Naura menghambur memeluknya. "Tunggu aku!" panggil Naura manja. ​Momen itu terekam jelas oleh semua siswa di sana. Teman-teman Azalea yang semula mengira hubungan Zayn dan Azalea makin dekat, kini kemba

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 199 Uluran Tangan Zayn

    ​"Tanda hitam itu tahi lalat hidup. Kata dokter, kalau dibiarkan tanda itu akan terus membesar," Lanjut Zayn cepat. "Jadi dengan pertimbangan medis, Kakek membawaku ke rumah sakit untuk membuangnya. Fasilitas dan peralatan di rumah sakit itu sangat bagus, sebab itu bisa hilang tanpa bekas."​Azalea terpaku, napasnya tertahan di dada. Seluruh teka-teki yang selama ini membingungkan akhirnya terpasang sempurna.​"Tapi... Naura..." Zayn menggantung kalimatnya, suaranya mendadak ragu. "Naura punya bekas luka di kening kirinya. Dia mengaku kalau dialah anak kecil yang menolongku."​Azalea meyakinkan Zayn, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Sekarang kamu bisa selidiki lebih dalam dan ingat-ingat lagi di mana kamu mengalami kecelakaan itu. Jika nanti semua fakta yang kamu dapatkan sesuai dengan ceritaku tadi, berarti Naura sepenuhnya berbohong."​Zayn meremas jemarinya sendiri. Pikirannya mendadak kacau. Dulu, ia bukan hanya percaya karena klaim sepihak Naura dan beka

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 198 Aku Punya Tanda Itu Lea

    Zayn tidak menjawab. Pemuda itu hanya mengusap lembut bekas luka di kening Azalea dengan ibu jarinya, membiarkan gadis itu berceloteh. Ia bersiap mendengarkan.​"Saat kecil dulu, aku tinggal bersama Bibi di Kota Gala," mulainya pelan. "Kota kecil yang sumber kehidupannya dari laut. Sebagian besar mata pencaharian mereka nelayan, dan banyak juga yang menjadi pengelola pariwisata."​Azalea menatap lurus ke langit-langit ruangan, mencoba memanggil kembali potongan ingatan itu.​"Kota kecil itu sering disinggahi turis, letaknya berada di pinggiran pulau yang jalannya sedikit berliku. Sebelum sampai ke titik pantai, kita harus melewati perbukitan lebih dulu."​Azalea menghela napas sejenak sebelum melanjutkan. "Suatu hari, aku bersama teman-temanku berjalan-jalan pagi. Sangat pagi, bahkan udara masih begitu dingin dan berkabut. Ketika kami berlari-lari kecil di jalan yang menanjak, tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras. Suara itu berasal dari sebuah mobil yang mengalami kece

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 197 Anak Kucing Manja

    Di apartemen, Zayn duduk santai di sofa. Mata tajamnya terus mengawasi gerak-gerik Azalea yang sejak tadi sibuk sendiri. Ia tahu betul gadis itu hanya pura-pura berbenah dan mencari-cari kesibukan semata-mata demi menghindari interaksi dengannya.​Azalea kini berdiri di depan bak cuci piring. Hanya ada satu gelas kotor di sana, tetapi ia membilasnya berulang kali, sengaja mengulur waktu sepanjang yang ia bisa.​Suara langkah kaki mendekat. Sebelum Azalea sempat berbalik, Zayn sudah berdiri tepat di belakangnya. Tanpa aba-aba, sepasang lengan kekar pemuda itu melingkar erat di pinggang Azalea, memeluknya dari belakang hingga punggung gadis itu menempel rapat di dadanya.​Azalea membeku, tangannya yang basah terhenti di atas kran air.​"Masih marah?" berbisik Zayn tepat di samping telinganya. Suaranya terdengar rendah, lembut, dan sarat akan ketulusan yang tak biasa. "Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?"​Azalea menahan napas. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 196 Alya yang Menyedihkan

    Azalea yakin Naura hanya mengarang cerita. Gestur serta nada bicara Naura yang terlalu ngotot saat mengaku mengalami semua peristiwa itu terasa sangat janggal di matanya.​Saat jam pulang sekolah, Zayn mendadak menghadang langkah Azalea dan memaksa ingin mengantarnya pulang. Namun, Azalea sengaja bersikap dingin dan tak acuh. Tak masalah jika Zayn berpikir ia sedang merajuk; saat ini Azalea hanya sedang malas berurusan dengannya.​"Lea, aku antar sampai panti," ujar Zayn sambil memajukan sebelah kakinya untuk menghalangi jalan.​Azalea tak peduli. Ia menghindar lalu melewatinya begitu saja. "Tidak perlu."​"Lea, aku tahu kamu masih marah—" Zayn bergerak cepat meraih pergelangan tangan Azalea.​Dengan hentakan kuat, Azalea menepis genggaman itu hingga terlepas. "Jangan sentuh aku."​Azalea terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Sikap acuh itu akhirnya memancing emosi Zayn. Hilang kesabaran, pemuda itu menyusul setengah berlari, menyambar tubuh Azalea, lalu membopongnya di atas bahu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 195 Malaikat di Masa Lalu

    Azalea kembali ke kelasnya, ia tidak menangis, hanya duduk diam sembari menenangkan diri. Namun sialnya karena ia sekelas dengan Naura, mau tak mau ia harus kembali melihat wajah memuakan itu. Naura sering kali mencuri pandang pada Azalea, memberi senyum penuh ejekkan namun Azalea memilih memalingkan wajahnya. Sepanjang pelajaran, Azalea tidak bisa fokus. Beruntung bel pulang berbunyi. Ia bisa menghela napas lega, mengemasi barang-barangnya dan bersiap pulang. "Lea." Azalea kembali menahan napas saat mendengar suara Naura lagi. Padahal ia berniat ingin menjauh. Naura sudah berdiri di samping meja Azalea dan bersedekap. "Tadi waktu kamu pergi, Zayn tetep nggak hukum aku tuh. Dia cuma bilang lain kali jangan keterlaluan, kasian kamu. Itu saja." Azalea pura-pura tak acuh. "Oh ya, Zayn juga bilang. Sekali pun kalian dekat, Zayn akan tetap memihakku. Karena apa pun alasannya Zayn dekat denganmu pada akhirnya, aku adalah salah satu wanita pilihan keluarga Adinata," ucap Naura perc

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status