Share

Bab 244 Kamu Kalah?

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-09-09 12:42:24

​Azalea termenung di sudut luar gudang tua yang remang-remang, masih didampingi Jeje dan Ezra yang tampak merasa bersalah.

Suara riuh penonton di dalam bangunan tua itu samar-samar masih terdengar memekakkan telinga.

​"Kenapa kamu tidak bilang padaku, Ez? Harusnya pertandingan konyol ini tidak perlu ada," kata Azalea dengan raut wajah tegang.

​Ezra tergagap, salah tingkah. "Bukan begitu, Lea. Kamu tahu sendiri, Zayn kalau sudah mengambil keputusan tidak bisa diubah. Dan dia memintaku untuk dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 246 Zayn&Azalea

    ​Zayn tidak menjawab secara gamblang. Tadi di dalam gudang, ia memang sempat tersungkur akibat tinju telak Raven. Namun, kejatuhatannya itu justru membakar sisa-sisa amarahnya. Dengan sisa tenaga dan ego yang terluka, Zayn bangkit kembali dan membantai Raven tanpa ampun hingga lawannya itu tak sanggup berdiri lagi sampai hitungan sepuluh berakhir. Zayn menang, hanya saja, saat Azalea bertanya di luar gudang tadi, Zayn memilih diam karena emosinya masih belum berakhir. ​"Aku tidak pernah kalah dari bajingan itu, Lea," ucap Zayn penuh penekanan. Cengkeramannya pada roda kemudi makin mengencang. "Raven tidak punya hak apa pun atas kamu. Pertandingan itu selesai, dan aku yang menang."​Azalea menatap Zayn tak percaya, campuran antara lega, marah, dan semakin terkejut dengan jalan pikiran Zayn "Kalau kamu memang menang, kenapa tadi kamu diam saja saat aku tanya?!"Zayn tersenyum miring. "Itu karena sejak awal kamu menganggapku kalah. Jadi aku enggan bicara."Azalea menarik napas dalam-d

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 245 Ia Bukan Apa-Apa

    Sementara itu tak jauh dari sana, sebuah mobil hitam terparkir tanpa lampu menyala. Rico bersama dua anak buahnya sudah sejak tadi mengintai pergerakan Zayn dan Azalea dari kejauhan tanpa menarik perhatian. ​"Bos, mereka pergi," ucap salah satu anak buah Rico seraya menunjuk mobil Zayn yang melesat pergi meninggalkan pelataran. ​Rico terkekeh rendah, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan senyum miring yang penuh arti. ​"Biarkan saja dulu, aku yakin mereka hanya akan menghabiskan waktu untuk bertengkar," sahut Rico tenang, menikmat kekacauan yang baru saja terjadi. ​Ia mengisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya ke udara, menatap jalanan kosong yang baru saja dilewati mobil Zayn. Bagi Rico, kehancuran hubungan Zayn dan Azalea dari dalam adalah pemandangan yang sangat menguntungkan. ​"Yang penting... selalu awasi pergerakan Zayn," lanjut Rico dengan nada dingin dan penuh penekanan. "Tunggu sampai dia benar-benar lengah." Dua anak buahnya mengangguk. "Kurasa Zayn s

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 244 Kamu Kalah?

    ​Azalea termenung di sudut luar gudang tua yang remang-remang, masih didampingi Jeje dan Ezra yang tampak merasa bersalah. Suara riuh penonton di dalam bangunan tua itu samar-samar masih terdengar memekakkan telinga.​"Kenapa kamu tidak bilang padaku, Ez? Harusnya pertandingan konyol ini tidak perlu ada," kata Azalea dengan raut wajah tegang.​Ezra tergagap, salah tingkah. "Bukan begitu, Lea. Kamu tahu sendiri, Zayn kalau sudah mengambil keputusan tidak bisa diubah. Dan dia memintaku untuk diam... ."​Ezra sama sekali tidak berdaya. Meski ia takut, teman-temannya jelas menekan dan memintanya untuk bungkam dari Azalea.​Azalea menghela napas berat, merasakan kepalanya makin berdenyut nyeri.​Jeje mengusap pundak Azalea untuk menenangken sahabatnya itu. "Sabar ya, Lea... ."​"Aku hanya merasa ini sangat konyol," Azalea berucap getir. "Raven bahkan bukan anggota inti Black Viper, tapi Zayn justru menantangnya. Apa yang sebenarnya kalian pertaruhkan di dalam sana?"​Azalea kembali menata

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 243 Kalah Sejak Awal

    ​"Kita lewat samping," bisik Azalea, mengabaikan rasa takut yang sempat merayapi benaknya.​Menggunakan bayangan kontainer-kontainer bekas di sekitar gudang, Azalea dan Jeje menyelinap masuk melalui pintu samping yang terbuka sedikit.Pemandangan di dalam gudang tua itu seketika membuat napas Azalea tertahan.​Di tengah ruangan yang remang-remang, berdiri sebuah ring tinju rakitan berbahan besi dan rantai kawat, dikelilingi oleh puluhan sorot lampu gantung. Seratusan orang berkerumun riuh memegang uang taruhan, saling berteriak melempar provokasi.​Mata Azalea menelusuri sudut-sudut ring dengan cepat, mencari keberadaan sosok yang dicarinya. Dan di sana, di bawah ring, Azalea menemukan Zayn.​Zayn sedang bersiap hendak berjalan ke arah arena. Azalea tidak sanggup lagi berdiam. Sebelum Zayn sempat melangkah naik ke atas ring, Azalea berlari menerobos kerumunan orang, lalu berdiri tepat menghadang langkah cowok itu dengan mata yang memerah menahan tangis.​"Zayn," panggil Azalea. Suar

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 242 Membuntuti Zayn

    "Tidak. Aku tidak punya acara, hanya saja kamu pasti lelah setelah kegiatan kemarin, lebih baik istirahat dulu di panti. Di apartemen kamu pasti tidak mau diam, selalu ingin beres-beres," kata Zyan cukup panjang, penjelasan yang jarang lelaki itu lakukan. Azalea mendengarkan. Zayn berdehem pelan, membuang muka saat menyadari tatapan heran dari Azalea. Ia tahu penjelasannya barusan terdengar terlalu dipaksakan. Seorang Zayn yang biasanya hemat bicara tiba-tiba menasihati Azalea panjang lebar, jelas aneh.​"Pokoknya kamu istirahat aja," tambah Zayn singkat, berusaha mengembalikan nada bicaranya menjadi dingin dan datar seperti biasa sebelum Azalea makin curiga. ​Azalea hanya mengangguk pelan tanpa membantah. Meski lidahnya gatal ingin mendesak, ia menahannya. Sikap Zayn yang tampak menutupi sesuatu justru makin memperkeruh suasana hatinya yang sudah kacau akibat pesan dari Alya.​Melihat Zayn yang kukuh menolak bertemu malam ini, pikiran Azalea langsung berputar mencari jalan kelua

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 241 Terpaksa Bohong

    Malam makin larut saat Azalea merebahkan tubuhnya di ranjang. Rasa lelah setelah seharian ikut kegiatan bakti sosial membuat matanya berat. Namun, tepat ketika ia hendak mematikan lampu kamar, ponselnya berdenting, menandakan ada pesan masuk.​Azalea mengurungkan niatnya untuk tidur, ia meraih ponsel lalu membuka pesan. Dahi gadis itu berkerut dalam saat mendapati pengirimnya adalah nomor yang tidak dikenal.​Layar ponselnya menampilkan sebuah foto testpack dengan dua garis yang sangat jelas. Belum sempat Azalea mencerna maksud gambar itu, sebuah pesan teks langsung menyusul di bawahnya.​[Lea, aku yakin kamu sangat penasaran kenapa Ibu dan Kakek Adinata sangat cemas denganku siang tadi. Kondisiku memang sedang sangat butuh perhatian.]​Azalea mematung sesaat. Otaknya butuh waktu beberapa detik untuk mencerna korelasi antara foto, kalimat penuh teka-teki itu, serta kejadian siang tadi. Hingga akhirnya sebuah nama terlintas di kepalanya, memicu rasa curiga. Ia yakin pengirim pesan in

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status