Share

BAB 355

Penulis: Nona Mentari
last update Tanggal publikasi: 2026-09-16 11:21:36

Beberapa hari kemudian, di tengah-tengah lahan, sebuah panggung mini beralaskan karpet merah tebal telah berdiri tegak.

Tirai merah berornamen emas terpasang rapi di latar belakang, mengapit spanduk raksasa bertuliskan "Groundbreaking Expansion Drive-Thru & VIP Lounge Cabang 4 Heri Group".

Puluhan awak media dari surat kabar lokal maupun jaringan televisi nasional sibuk merapikan kamera dan mikrofon mereka.

Jajaran pejabat pemerintah daerah, perwakilan dinas perizinan, hingga para mitra bisnis
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 373

    Pukul tujuh pagi tepat, deretan kendaraan yang mengantar para siswa memadati area depan gerbang utama SMP Favorit Kota.Sinar matahari pagi yang cerah memantul di atas kap mobil SUV hitam milik Heri Group yang berhenti sempurna di tepi jalan.Suasana di sekitar gerbang yang semula riuh oleh celoteh para murid mendadak agak mereda saat pintu penumpang belakang kendaraan mewah tersebut terbuka.Nathan melangkah keluar dengan gerakan yang tenang dan mantap.Remaja tiga belas tahun itu mengenakan seragam SMP yang amat rapi, kemeja putih bersih tersetrika licin dengan dasi biru tua terpasang presisi, serta celana bahan yang pas di badannya.Postur tubuhnya tumbuh tinggi tegap melebihi rata-rata anak seusianya. Rambut hitamnya tertata rapi, dan rahang tegasnya membiaskan garis wajah yang sangat mirip dengan sang papa, Heri.Personel pengawal bimbingan Maman yang mengemudi di depan hanya menurunkan kaca jendela sedikit, menatap sekeliling area gerbang dengan kewaspadaan terukur."Nanti sore

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 372

    Pukul sepuluh pagi tepat, tiga unit SUV VIP hitam milik Heri memutar perlahan memasuki gerbang besi tempa kediaman utama.Begitu roda kendaraan berhenti sempurna, Maman bersama empat personel pengawal elit langsung menyebar cepat memagari perimeter lobi depan, memastikan situasi aman total dari segala kemungkinan gangguan luar.Heri melangkah keluar pertama kali dari kabin penumpang belakang.Pria tegap itu mengenakan kemeja kasual hitam berlengan panjang yang tergulung rapi hingga siku.Dengan gerakan yang amat cekatan dan penuh kehati-hatian, Heri membopong boks bayi portabel berbahan kulit eksklusif yang memuat putra kecilnya, Dimas Hermawan Utama.Di sampingnya, Karin membukakan pintu untuk Sintya. Istrinya melangkah anggun keluar dari mobil, mengenakan terusan longgar bahan sutra lembut berselimut kain syal.Kendati wajahnya masih menyisa sedikit keletihan pasca-persalinan tiga hari lalu, kebahagiaan terpancar jelas dari paras ayunya."Semua jalur lorong lantai satu sudah disteri

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 371

    Suara garis pemantau detak jantung janin berbunyi teratur di dalam ruang bersalin VIP Rumah Sakit Ibu dan Anak Internasional.Suasana di dalam ruangan berpendingin udara itu terasa amat tegang dan steril.Pukul empat lewat empat puluh lima menit subuh, tim dokter spesialis bedah dan perawat senior bersiap penuh mengelilingi ranjang persalinan.Pendar lampu operasi yang terang benderang menyinari wajah Sintya yang membasah oleh keringat dingin, menahan gelombang kontraksi asli yang kian rapat dan menghantam hebat.Di samping kiri kepala Sintya, Heri berdiri tegap tanpa goyah sedikit pun.Pria itu telah mengenakan pakaian steril hijau lengkap dengan masker melingkar di lehernya.Kemeja di balik jubah medisnya sudah tergulung, memperlihatkan lengan kekarnya yang memegang erat jemari halus Sintya.Telapak tangan kanan Heri yang lebar tak berhenti mengusap lembut kening dan pelipis istrinya dengan selembar kain kasa basah."Tarik napas dalam-dalam, Sintya. Atur doronganmu," instruksi Heri

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 370

    Tiga hari usai menjalani observasi di rumah sakit, suasana di kediaman pribadi Heri dipenuhi kesiapan mutlak.Pukul empat sore, Heri berdiri tegap di ambang pintu kamar bayi yang terletak tepat di sebelah kamar utama.Ruangan berukuran luas itu kini sudah tertata sempurna dengan pendar interior berwarna krem hangat, tempat tidur bayi kayu jati berukir halus, serta perlengkapan medis darurat yang sengaja disyiagakan atas perintah langsung sang CEO.Maman dan Karin berdiri di koridor utama dekat tangga, menyodorkan map dokumen berisi laporan berkala. Heri berbalik, menatap dua kepercayaan utamanya itu dengan sorot mata yang dingin dan penuh kendali."Pengerjaan fondasi tiang pancang untuk Cabang Lima sudah tuntas seratus persen siang tadi, Heri," pangkas Maman dengan nada suara yang tegas dan mantap."Seluruh perimeter proyek disterilkan. Karin juga sudah mengunci pos anggaran termin kedua."Karin menyerahkan lembar verifikasi akhir kepada Heri. "Semua sistem administrasi dan perizinan

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 369

    Pendar temaram lampu sudut kamar perawatan VIP membiaskan ketegangan gairah yang teramat pekat di atas sofa kulit cokelat tua. Pintu tebal yang terkunci rapat dari dalam memberi jaminan privasi mutlak bagi Heri.Rasa ragu yang sempat terlintas di benak sang CEO sirna sepenuhnya begitu jemari lentik Sintya mencengkeram tengkuknya, menarik wajah tegas Heri untuk mengunci bibir ayunya dalam ciuman yang mendalam.Heri membalas ciuman itu dengan dominasi jantan yang sangat membara, namun tetap dibalut kehati-hatian tingkat tinggi. Kedua tangan kekar Heri merengkuh pinggul tebal Sintya, menyangga tubuh istrinya agar posisi duduknya di pangkuan Heri benar-benar stabil.Pria tegap itu mengatur kemiringan tubuh mereka dengan presisi, memastikan perut buncit delapan bulan Sintya tersangga sempurna oleh dada bidangnya tanpa mengalami tekanan sekecil apa pun."Mas... perlahan," desah Sintya lirih di sela ciuman mereka, matanya terpejam pasrah saat merasakan jemari hangat Heri mulai menyingkap gau

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 368

    Pukul lima sore, Sintya dipindahkan ke ruang perawatan VIP suite di lantai paling atas Rumah Sakit Ibu dan Anak Internasional.Keputusan observasi satu malam diambil langsung oleh Heri untuk memastikan tidak ada lagi gelombang kontraksi palsu yang mengejutkan.Suasana ruangan itu sangat privat dan luas, lebih menyerupai kamar hotel berbintang lima ketimbang fasilitas medis.Dinding berbahan kedap suara, sofa kulit panjang berwarna cokelat tua, serta pendar lampu temaram menciptakan atmosfer yang amat tenang dan terisolasi dari garangnya lalu lintas kota di luar.Di luar pintu utama suite, Maman menempatkan dua pengawal berbadan tegap yang menjaga akses masuk secara mutlak. Tidak ada staf rumah sakit yang diizinkan masuk tanpa izin langsung dari sang komandan keamanan.Heri berdiri di samping ranjang periksa listrik yang empuk, sudah menanggalkan jas formalnya.Pria tegap itu kini hanya mengenakan kemeja putih yang lengannya tergulung rapi hingga siku, menunjukkan otot lengan bawahnya

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 6

    “Nih, makan. Anggap aja bonus karena kamu nggak becus kerja kalau perut kosong. Jangan pikir aku lagi perhatian, ini cuma supaya kamu nggak pingsan pas jaga,” ketus Sintya dengan nada yang amat gengsi.Heri yang baru saja hendak melangkah keluar dari dapur saat Sintya menyodorkan secangkir kopi hit

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 5

    Pagi itu, udara masih lembap sisa hujan semalam. Heri berada di dalam pos keamanan yang sempit, melepas seragamnya yang bau keringat dan apek. Saat ia baru saja menyampirkan handuk di bahu, memperlihatkan dada bidangnya yang cokelat legam dengan otot-otot perut yang keras dan padat, pintu pos terbu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 4

    Jam menunjukkan pukul dua pagi. Hujan di luar bukannya mereda, justru semakin menggila. Suara angin yang menghantam atap rumah elit itu terdengar seperti raungan binatang buas. Heri masih terjaga di sofa, berusaha memejamkan mata namun gagal total. Pikirannya masih kacau, antara bayangan kemolekan

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 3

    Kegelapan di dalam kamar itu terasa begitu pekat, hanya menyisakan deru napas Sintya yang memburu karena panik. Heri merasakan sebuah tubrukan keras di dadanya. Sintya, yang tadi memaki-maki seperti singa betina, kini justru memeluknya erat dengan tubuh yang gemetar hebat.“Nyonya... tenang, Nyonya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status