Share

Sebuah Pertanyaan

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-05-24 12:40:43

​"Yaa gitu, Sin... tapi sekarang sih udah gak lah, keadaan kami berdua sekarang perlahan-lahan udah mulai membaik daripada waktu itu," ucap Juned pelan.

​"Mungkin waktu itu karena aku juga posisi kerjaan cuma buruh kasar dengan gaji kecil, terus ditambah lagi kena musibah di-PHK dari pabrik pengolahan kayu di desa," lanjut Juned.

​Sinta mendengarkan penjelasan itu dengan seksama, ia menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda rasa simpati yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Suasana Dejavu

    "Iya Ned... ini sebenarnya jadi kenang-kenangan kita berdua dulu waktu masih sering main di desa yaa," ucap Sinta sembari mengelus pelan punggung tangan kanan Juned yang masih setia menempel di permukaan kulit bahunya. ​Sinta menghentikan usapan tangannya, ia membiarkan jemari tangan Juned tetap berada di sana, "Aku masih ingat betul dulu kalau kita sehabis selesai mandi di sungai, kamu sering banget usap-usap rambutku sampai kering." ​Juned tersenyum lebar mendengar penuturan barusan, kenangan belasan tahun lalu mendadak berputar kembali di kepalanya, memancing gerakan tangannya untuk naik menyentuh helaian rambut hitam panjang Sinta yang masih agak basah. Juned mulai mengusap-usap rambut Sinta dengan gerakan tangan yang sangat lembut dan penuh kehati-hatian, sebuah gerakan yang persis sama saat dulu mereka berdua masih kecil dan sering menghabiskan waktu bermain di tepi sungai desa. "Kalau tahu hub

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Dosa Masa Lalu

    "Ya aku sih nggak apa, Sin... kalau kamunya memang nggak keberatan sama sekali kita tidur seruangan," ucap Juned sembari menganggukkan kepalanya perlahan di tengah lobby hotel. ​Juned menurunkan tas jinjingnya sejenak ke atas lantai marmer, memandangi Sinta yang tampak tersenyum tipis melihat respon santai yang diberikan oleh dirinya. ​"Yaudah kalau begitu kita gak usah pesan kamar tambahan lagi yaa malam ini, biar hemat juga," ucap Sinta yang langsung melangkah lebar menuju meja resepsionis di sudut lobby. ​Juned hanya berdiri memperhatikan dari kejauhan bagaimana Sinta mengobrol singkat dengan petugas hotel serta menyerahkan kartu identitas untuk mengambil kunci pesanan kamarnya. ​Setelah mendapatkan kunci kamar berupa kartu digital, Sinta kembali mendekat dan memberi isyarat dengan kepalanya, lalu Juned dan Sinta melangkah bersama menuju lorong lift. ​Mereka langsung masuk ke

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Keinginannya Yang Tak Terduga

    "Ned! Udah siap semua keperluan yang mau dibawa?" tanya Sinta yang mendadak membuka pintu ruangan kerja Juned dengan gerakan tangan yang cekatan. ​Sinta berdiri di ambang pintu sembari menenteng tas kerja kecilnya, pandangan matanya tertuju pada Juned yang masih memegang ponsel pintar di atas meja. ​"Eh, udah nih semua baju dan perlengkapan sudah masuk ke dalam tas jinjing... kita mau berangkat sekarang apa gimana, Sin?" tanya Juned sembari bangkit dari kursi kerja. ​Pria tegap itu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana kainnya, lalu meraih tas jinjing berisi pakaian ganti yang diletakkan di lantai dekat kaki meja. ​"Iya Ned, biar sampai sana gak kesorean banget, jadi kita bisa jalan-jalan dulu keliling kota nanti malam, haha," ucap Sinta sembari tertawa kecil di depan pintu. ​Juned melangkah lebar mendekati posisi Sinta, ia mengangguk perlahan menyetujui usulan dari teman masa kecilnya tersebut agar perja

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Rencana Keberangkatan

    "Keluar kota?? Sama siapa di sananya nanti?" tanya Juned sembari meletakkan garpu peraknya ke atas piring sarapan yang sudah kosong. ​Pria tegap itu menatap lekat-lekat ke arah sepasang mata Ratna, menunggu jawaban pasti mengenai rekan perjalanan dinasnya kali ini ke wilayah Bandung. ​"Hmmm..." Ratna mengetuk-ngetukkan jemari tangannya di atas permukaan meja makan marmer, tampak berpikir sejenak mengatur jadwal timnya. ​"Kalau pergi keluar kota sama aku itu gak mungkin, karena minggu ini aku ada banyak urusan besar juga yang harus diselesaikan di sini," ucap Ratna. ​"Paling kamu nanti pergi keluar kotanya sama Sandra aja kali ya untuk mengurus berkas klien itu?" ucap Ratna memberikan usulan awal. ​"Sandra?" Juned mengernyitkan dahinya. ​"Eh jangan... kamu pergi sama Sinta aja ya, itu lebih bagus... kamu siapin baju ganti mu habis ini, nanti aku yang kabarin Sinta," ucap Ratna cepat.

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kehangatan Yang Terlaksana

    Juned dan Ratna langsung menjauhkan wajah mereka secara refleks dengan gerakan canggung, sementara Maudy masih berdiri mematung di ambang pintu kayu yang terbuka lebar. ​"Ehh maaf... aku gak tau kalau ada Mas Juned di dalam sini," ucap Maudy sembari menutupi sebagian wajahnya dengan telapak tangan, namun matanya tetap melirik nakal ke arah ranjang. ​Ratna dan Juned sama-sama menghela napas singkat, mencoba menetralkan kembali detak jantung mereka yang mendadak berpacu cepat akibat kedatangan remaja itu yang tiba-tiba. ​Maudy menurunkan tangannya dari wajah, ia melangkah maju satu tapak sembari memandangi daun pintu yang tidak tertutup rapat, "Lagian, kenapa gak dikunci sih pintunya dari tadi?" ​Ratna langsung menarik selimut tebal untuk menutupi bagian dadanya, ia menatap tajam ke arah anak gadisnya tersebut, "Eh, kamu tuh yaa... bukannya ketuk pintu dulu, main buka aja." ​Maudy hanya nyengir lebar tanpa mera

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Sentuhan Hangat Yang Terganggu

    Juned memajukan posisi duduknya di tepi kasur, menatap balik ke arah sepasang mata Ratna yang masih menunggu kelanjutan penjelasannya mengenai Sinta di dalam kamar lantai dua tersebut. ​"Jadi begini cerita lengkapnya, Na... waktu hari Senin kemarin kan hari pertama aku datang dan menginjakkan kaki ke kantor pusat untuk mulai bekerja sebagai staf khusus kamu," ucap Juned santai. ​"Awalnya aku beneran gak ngeh sama sekali kalau ada Sinta berdiri di barisan karyawan dalam ruang rapat besar itu, pandanganku terlanjur fokus pada pemaparan materi di depan," lanjut Juned. ​"Tapi pas kamu bilang ke forum kalau nanti Sinta yang bakal mengajarkan dan mendampingi aku buat urusan operasional kantor, awalnya aku sempat ragu kalau itu adalah Sinta teman SMA-ku dulu." ​"Kenapa kamu bisa ragu begitu pas mendengar nama dia disebut di ruang rapat? Apa penampilannya berubah drastis sekarang?" tanya Ratna memotong penjelasan Juned dengan nada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status