แชร์

Bab 25 - Leave Me

ผู้เขียน: Author Lee
last update วันที่เผยแพร่: 2024-12-28 17:59:17
Tepat lima menit sebelum jam tangannya menunjukkan pukul satu malam, Theo tiba di rumahnya. Dua buah mobil yang berdiri di pekarangan rumahnya membuatnya keningnya berkerut. Ia tidak pernah melihat kedua mobil ini sebelumnya.

Theo segera turun dari mobil, dengan langkah lebar langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Nafasnya yang semula menderu perlahan mereda saat melihat 'para tamu' yang ada sedang duduk di sofa, meskipun tidak di waktu yang seharusnya. Kedatangannya disambut oleh empat pasang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
miss komunikasi akut..
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 76

    Apa yang dipikirkan Elise memang benar. Ia mendapati para pelayan yang tergeletak tidak sadarkan diri saat berlari menuju kamarnya. Di belakangnya, Felix berlari mengejarnya seperti binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.Tidak ada waktu bagi Elise untuk melihat kondisi para pelayan saat itu. Rasa takut menjalar cepat dalam dirinya, membuatnya tidak bisa memikirkan hal lain selain melarikan diri.Elise berlari ke lantai dua menuju kamarnya. Tanpa perlu menoleh ke belakang, ia sudah bisa mendengar suara derap langkah Felix yang begitu cepat di belakangnya. Suara erangan pria itu berhasil membuat jantung Elise semakin berpacu.Ia berhasil meraih gagang pintu kamar dan membukanya. Ruangan itu tampak gelap. Elise ingat bahwa dirinya sempat memadamkan lampu kamar sebelum turun untuk makan malam bersama Theo tadi.Sebelum Elise berhasil menutup pintu, dari arah luar ia merasakan dorongan yang sangat kuat, sampai-sampai tubuhnya terpental dan jatuh terduduk di atas lantai yang dingin.

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 75

    Hujan turun deras di tengah makan malam yang sedang berlangsung. Theo menoleh keluar jendela sambil mendesah pelan. Kilat menyambar cepat, meninggalkan seberkas cahaya di ruang makan lalu segera lenyap dalam hitungan detik.Elise menatap Theo penasaran. "Kenapa? Kau kelihatan agak muram."Alis Theo yang tegas terangkat saat menoleh ke arah istrinya. "Awalnya aku ingin mengajakmu mengunjungi kakek setelah makan malam. Sudah lama kita tidak ke sana." sahutnya agak kecewa. "Tapi hujannya terlalu deras."Seulas senyum terukir di wajah Elise. Sebelah tangannya terulur dan meyentuh lengan Theo sambil mengusapnya pelan. "Tidak apa-apa, kita bisa mengatur waktu besok."Melihat sikap istrinya yang begitu tenang, Theo agak lega. Sejak Kelly Dempsey dan Jessica ditahan, Theo dapat merasakan perubahan dalam hidupnya, terutama dalam pernikahannya. Elise sendiri terlihat lebih ceria dan bahagia.Theo baru saja akan membuka mulut hendak mengatakan sesuatu ketika ponsel dalam saku celananya berdering

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 74

    Elise yang tengah duduk di atas kasur sambil memeluk kedua lututnya langsung menyibakkan selimut saat melihat kehadiran Theo. Raut wajah suaminya itu tampak sedikit tegang saat kembali ke kamar.Elise pun turun dari atas tempat tidur dan menghampiri Theo.Pria itu tengah melepas seluruh kancing kemejanya, lalu menanggalkan kain yang menutupi tubuhnya. Ia melemparkannya asal ke atas lantai."Ada apa?" tanya Elise lembut. "Kau terlihat tegang." Kedua tangannya terangkat dan diletakkannya di atas dada bidang Theo.Ketika tangan istrinya menyentuh kulitnya, Theo merasakan kembali gejolak dalam dirinya yang sempat tertunda. Kekesalan yang dirasakannya barusan perlahan meluruh.Theo melingkarkan tangannya di pinggang ramping Elise. Sudut bibirnya terangkat. Langkahnya perlahan menuntun Elise ke arah kasur."Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah." gumam Theo sambil tersenyum.Elise menatapnya dengan tatapan menyelidik, seakan berusaha mencari sesuatu di dalam sana. "Jadi, kau sudah melihat reka

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 73

    Elise langsung mendorong tubuh Theo menjauh darinya. Nafasnya memburu setelah melihat bayangan di luar jendela yang menghilang secepat kilat tersebut."Hei," Theo menatapnya agak kaget bercampur bingung. Wajah Elise berubah memucat. "Ada apa?"Sekujur tubuh Elise membatu. Ia sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Theo yang tengah menatapnya kebingungan.Theo menoleh ke arah Elise memandang dan tidak menemukan apa pun di luar sana. "Kau baik-baik saja? Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" desak Theo tidak sabar.Elise akhirnya tersadar. Ia menoleh menatap Theo dengan raut ketakutan. "A-aku..." ucapnya terbata-bata. "Tadi aku melihat bayangan seseorang di luar sana. Dia melihat ke arah kita!"Saat mengatakannya, tubuh Elise tanpa sadar bergetar. Theo langsung menariknya mendekat, lalu memeluknya erat. "Tenang, aku di sini.""Tapi," Elise menggeleng cepat. "Orang itu ada di luar sana!"Theo mendorong sedikit tubuh Elise menjauh darinya agar bisa menatap wajah istrinya itu. Sorot

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 72

    Atas desakan Elise, akhirnya mereka meninggalkan vila pagi itu. Setelah menghabiskan waktu sejenak untuk berendam di bak air hangat bersama, lalu sarapan ringan, Theo melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan kembali ke kota. Di sepanjang perjalanan, Elise tidak banyak berbicara. Ia lebih banyak diam menikmati pemandangan alam yang indah di luar jendela. Pemandangan yang belum tentu bisa didapatkannya setibanya di kota nanti. “Aku sudah memberitahu kakek bahwa kita akan pulang hari ini.” kata Theo di sela keheningan. “Kalau memungkinkan, kakek ingin kita mampir dan makan malam di sana.” tambahnya lagi sambil menoleh ke arah Elise sekilas, lalu kembali menatap jalan di hadapannya. “Boleh saja,” sahut Elise ringan. Sebenarnya ia juga sudah cukup merindukan para anggota keluarga yang lain. Mereka sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Mereka tiba di pekarangan rumah tepat saat waktu menjelang makan siang. Kepulangan mereka disambut hangat oleh Bibi Bernadeth yang terlihat sud

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 71 [21+]

    Dengan sekali gerakan halus Theo berhasil melucuti gaun tidur satin yang dikenakan oleh Elise malam itu.Gaun tidur indah namun cukup tipis itu jatuh sempurna ke atas lantai granit yang mengkilap dan dingin. Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah istrinya.Kepalanya yang semula bersandar di pundak Elise kini bergerak mendekat ke leher Elise, menikmati aroma wewangian lembut dari tubuh wanita itu.Elise menggeliat geli ketika ujung hidung Theo yang mancung mulai bergerak mengitari lehernya yang jenjang. Nafas panas Theo terasa jelas di kulitnya yang kini terekspos sepenuhnya.Seulas senyum sumringah diam-diam terukir di wajah Theo saat menyadari tubuh istrinya yang menerima setiap sentuhan darinya.Kedua tangan besar Theo bergerak turun perlahan, dari pundak menuju ke arah pinggang Elise. Sentuhannya lembut, seakan takut jika kasar sedikit saja, permukaannya akan terluka.Kulit tubuh Elise terlalu indah untuk disentuh dengan kasar. Putih bersih dan terasa sangat le

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 7 - Drunk

    Cellina tersengir sambil menggelengkan kepala melihat Theo yang baru saja menghabiskan segelas minuman beralkohol dalam satu kali teguk.Malam itu Theo tiba-tiba menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu di salah satu bar yang tak jauh dari tempat Cellina menginap. Awalnya Cellina ingin menolak,

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 6 - He

    "Aku mencoba menghubungi ponselmu berkali-kali, tapi tak ada jawaban." sahut Nathan yang saat ini duduk di samping Elise.Mereka berpindah ke sebuah kursi kayu yang ada di taman. Suasana taman begitu sunyi malam itu, sampai-sampai mereka bisa mendengarkan nafasnya masing-masing."Aku mengkhawatirkan

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 5 - Feeling

    Theo menyeret Elise ke kamar dan menutup pintu dengan sekali bantingan keras. Elise hampir terhuyung ketika Theo melepaskannya dengan kasar seperti sebuah benda tak berguna."Dia tamuku. Kau tak punya hak untuk mengusirnya!" desis Theo tajam.Elise melipat tangan di depan dada, berusaha meredam emo

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 4 - Her

    "Jadi, kau belum memutuskan untuk menetap di sini?" tanya Elise pada Nathan yang saat itu duduk berhadapan dengannya.Jonathan Nilsson mengangguk sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Aku masih memikirkannya."Elise mengangguk pelan sambil menyesap kopinya.Pria yang kerap disapanya Nathan itu ber

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status