Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 144. Rencana.

Share

Bab 144. Rencana.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-09-02 22:33:39

Bab 144. Rencana.

Pemimpin Kelompok Harimau Hitam baru saja membuka mulutnya. Kemarahan di balik penutup wajahnya semakin jelas setelah melihat salah seorang rekannya tewas mengenaskan dengab kehilangan kepala hanya dalam satu serangan.

Namun Tian Fan sama sekali tidak berniat memberinya kesempatan untuk berbicara.Bagi Tian Fan, pertarungan bukanlah tempat untuk saling memperkenalkan diri atau memberikan kesempatan kepada lawan untuk menyesuaikan diri.

Kakinya langsung bergerak.Tubuhnya melesat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin sedikit
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 207. Hubungan.

    Bab 207. Hubungan.Tian Fan menyeringai tipis ketika melihat kelima tetua Sekte Harimau Merah tergeletak tak berdaya di hadapannya. Namun, senyum itu bukanlah senyum seseorang yang baru saja berhasil mengalahkan lima lawan kuat. Sebaliknya, tatapannya justru dipenuhi ketertarikan, seolah-olah ia sedang menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik daripada pertarungan itu sendiri.Perlahan, ratusan Gu Raja mulai muncul di sekitar kelima tetua tersebut. Serangga-serangga kecil itu merayap dari berbagai arah, kemudian naik ke tubuh mereka. Sebagian menyusup melalui celah pakaian, sementara yang lainnya berkumpul di sekitar dada dan punggung. Dalam waktu singkat, tubuh kelima tetua itu telah dipenuhi Gu Raja yang bergerak tanpa henti.Melihat pemandangan tersebut, kelima tetua berusaha memberontak. Sayangnya, racun yang telah memasuki tubuh mereka membuat seluruh tenaga terkuras. Bahkan untuk menggerakkan jari saja mereka tidak sanggup, apalagi mengerahkan energi spiritual untuk mengusir ser

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 206 — Mengelabui

    Bab 206 — MengelabuiBegitu melihat kelima tetua menerjang ke arahnya, Tian Fan segera menggerakkan kedua tangannya. Dalam sekejap, di sela-sela jari tangannya muncul beberapa butir pil berukuran sebesar biji anggur dengan warna abu-abu kehitaman. Tanpa ragu, ia melemparkan pil-pil tersebut ke tanah di sekelilingnya.Plak! Plak! Plak!Begitu menyentuh permukaan tanah, pil-pil itu langsung pecah. Asap tebal berwarna kelabu kehitaman menyembur keluar, kemudian menyebar dengan cepat hingga menyelimuti Tian Fan dalam radius sekitar lima zhang. Dalam beberapa tarikan napas saja, sosoknya telah tertutup sepenuhnya oleh kabut aneh tersebut.Kelima tetua yang sedang melancarkan serangan langsung menghentikan gerakan mereka. Masing-masing segera menarik tubuh ke belakang dan menjaga jarak, tidak berani sembarangan menerobos kabut yang belum mereka kenali.Tetua pertama mengerutkan kening. Tatapannya mengamati kabut yang terus bergulung di hadapannya sebelum akhirnya memperingatkan, "Hati-hati!

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 205 — Lima Tetua Sekte Harimau Merah.

    Bab 205 — Lima Tetua Sekte Harimau Merah.Setelah meninggalkan Han Qiming dan kedua rekannya di kaki bukit, Tian Fan melanjutkan perjalanan menuju ibu kota. Langkahnya santai, seolah tidak memiliki urusan mendesak. Angin sore berhembus melewati pepohonan di sepanjang jalan, sementara cahaya matahari yang mulai meredup menyisakan bayangan panjang di atas tanah.Namun, sebelum ia tiba di ibu kota, langkah Tian Fan tiba-tiba melambat.Sesuatu telah menarik perhatiannya.Bukan suara langkah kaki ataupun perubahan aliran udara yang terlalu jelas, melainkan sebuah firasat tajam yang muncul dari instingnya. Ada beberapa orang yang sedang mengawasinya dari kejauhan. Mereka menyembunyikan keberadaan dengan cukup baik, tetapi bagi Tian Fan, usaha semacam itu masih jauh dari kata sempurna.Ia terus berjalan seolah tidak menyadari apa pun. Matanya hanya melirik sekilas ke beberapa arah, sementara kesadarannya diam-diam menyebar untuk mengamati keadaan di sekelilingnya."Dingin... tajam... Beberap

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 204. Janji dan bukti.

    Bab 204. Janji dan bukti.Di sebuah kaki bukit yang cukup jauh dari keramaian ibu kota, suasana tampak begitu sunyi. Pepohonan tumbuh lebat di sepanjang lereng, sementara angin sore berembus perlahan melewati rerumputan liar. Tidak banyak orang yang melewati tempat tersebut, sehingga kawasan itu menjadi lokasi yang tepat untuk melakukan sesuatu tanpa menarik perhatian.Tian Fan berdiri dengan ekspresi tenang. Ia mengangkat tangan dan mengibaskannya ke samping. Seketika, tiga sosok manusia terlempar keluar dari kehampaan seperti benda tak berharga yang dibuang begitu saja. Ketiganya menghantam tanah dengan keras, berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti di atas rerumputan.Mereka adalah Han Qiming, Luo Shiming, dan Wei Zhenyuan, tiga alkemis dari Sekte Lembah Obat yang sebelumnya menghilang di dalam Formasi Tanam Gu.Namun, penampilan mereka sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali bertemu Tian Fan. Jubah yang dahulu bersih dan menunjukkan kedudukan mereka

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.

    Bab 203. Tantangan secara tidak langsung.Di sebuah ruangan pertemuan khusus di dalam istana, beberapa sosok penting Kerajaan Shui telah berkumpul. Raja Shui Long duduk di kursi utama, sementara di sisi kanannya terdapat Pangeran Shui Wen dan Jenderal Lu Bu. Di sisi lainnya duduk Tian Fan bersama dua master sekte besar, Ming Yi dan Song Lau.Pertemuan tersebut sengaja dilakukan secara tertutup. Setelah kejadian mengejutkan di kamar Tian Fan sebelumnya, Permaisuri mengambil inisiatif untuk membawa Shui Xian, Mu Xueyan, dan Yue Qing'er meninggalkan tempat itu. Dengan begitu, para pria yang berkumpul sekarang dapat membicarakan persoalan kerajaan tanpa terganggu oleh keributan lain.Meskipun demikian, Tian Fan masih mengingat ekspresi kedua gadis yang meninggalkan ruangan tadi. Yue Qing'er bahkan sempat menatapnya dengan pandangan seolah-olah memperingatkan agar ia tidak melupakan janji mereka, sementara Mu Xueyan hanya tersenyum tipis sebelum mengikuti Permaisuri.Tian Fan menggelengkan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 202. Situasi pelik.

    Bab 202. Situasi pelik.Tian Fan masih berdiri di tempatnya dengan senyum canggung. Ia dapat merasakan tatapan semua orang tertuju kepadanya, terutama kedua master sekte yang sejak tadi mengamati Mu Xueyan dan Yue Qing'er. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut untuk menjelaskan keadaan, Yue Qing'er justru melangkah setengah langkah ke depan."Master, jangan terlalu terkejut. Selama beberapa waktu terakhir, kami memang pergi untuk berkultivasi. Kami berdua berada di bawah arahan Kakak Tian Fan, dan berkat bimbingannya, kami berhasil menerobos ke Ranah Langit," jelas Yue Qing'er dengan nada riang.Mu Xueyan mengangguk di sampingnya. "Benar. Kami sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat fondasi kultivasi. Kakak Tian Fan banyak membantu kami selama proses tersebut."Ming Yi, Master Sekte Bulan yang juga merupakan guru Yue Qing'er, langsung mengerutkan kening. Sementara itu, Song Lau, Master Sekte Pedang Surgawi sekaligus guru Mu Xueyan, menunjukkan ekspresi yang tidak jauh be

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status