Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 32. Tungku Enam Inti.

Share

Bab 32. Tungku Enam Inti.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-06-02 07:48:20

Bab 32. Tungku Enam Inti.

Sambil menunggu bahan mencapai suhu yang diinginkan dan kepadatan yang sesuai, Tian Fan berjalan menuju sudut ruangan lalu mengambil beberapa bongkah tanah liat berkualitas tinggi yang biasa digunakan para pandai besi untuk membuat cetakan logam.

Ia meletakkan tanah liat itu di atas meja kerja kemudian mulai membentuknya.

Tangannya bergerak cepat.

Sedikit demi sedikit cetakan besar mulai terbentuk. Namun berbeda dengan cetakan biasa, setiap ukuran yang dibuat Tian Fan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 36. Jejak yang Tertinggal.

    Bab 36. Jejak yang Tertinggal.Tanpa ragu sedikitpun, Tian Fan mengeluarkan tiga botol Ramuan Penaik Ranah dan melemparkannya ke arah Shui Wen, Shui Xian, dan Lu Tang.Ketiganya refleks menangkap botol tersebut.Mata mereka langsung membelalak."B-Berikan sekarang?" tanya Shui Wen terkejut.Shui Xian bahkan terlihat tidak percaya."Tapi urusan yang kau minta belum selesai."Lu Tang juga memandang Tian Fan dengan heran namun Tian Fan hanya mengangkat bahu santai."Aku percaya pada kalian."Kalimat sederhana itu membuat ketiga orang tersebut terdiam, Namun Xiao Long dan Long Fang yang berdiri tidak jauh dari sana langsung saling berpandangan. Keduanya mengenal Tian Fan terlalu baik.Percaya? Itu hanya sebagian kecil alasannya.Yang sebenarnya sedang dilakukan bocah itu adalah membuat ketiga orang tersebut berhutang budi padanya.Dan tentunya hutang budi adalah sesuatu yang jauh lebih sulit dibayar dibanding emas ataupun batu spirit.Shui Wen menggenggam botol itu erat."Kami tidak akan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 35. Izin Seorang Shiyi.

    Bab 35. Izin Seorang Shiyi.Begitu melihat senyum seringai yang muncul di wajah Tian Fan, Ju Na langsung merasa firasat buruk, sudah terlalu sering ia melihat ekspresi Tuan Mudanya itu.Dan setiap kali Tian Fan tersenyum seperti itu, biasanya seseorang akan menjadi sasaran rencananya. Entah kenapa kali ini ia merasa orang tersebut kemungkinan adalah dirinya sendiri.Benar saja…Tian Fan langsung menoleh ke arahnya."Paman Ju Na…"Ju Na menghela napas pelan."Ya, Tuan Muda?"Tian Fan mengangkat salah satu botol ramuan berwarna emas kemerahan tersebut."Minumlah.""..."Ju Na menatap botol itu dengan mata terbelalak kemudian menatap Tian Fan lalu kembali menatap botol itu.Jelas ia terkejut mendengarnya karena kali ini ia mendapat durian runtuh dari Tuan Mudanya itu.Tanpa banyak bertanya dan menunggu lagi ia menerimanya."Baik!"Melihat itu, wajah Xiao Long langsung berubah."Tunggu! Kenapa tidak aku sa…ja…!” Namun semuanya sudah terlambat karena Ju Na langsung bertindak lebih cepat.

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 34. Ramuan Penaik Ranah.

    Bab 34. Ramuan Penaik Ranah.Enam pil berwarna emas kemerahan perlahan mendarat di telapak tangan Tian Fan. Segera aroma pil yang lembut segera memenuhi ruang bawah tanah. Tatapan Tian Fan tertuju pada keenam pil tersebut.Senyumnya perlahan melebar."Berhasil."Persepsi jiwanya menyapu permukaan pil satu per satu,tak lama kemudian senyum itu berubah menjadi tawa kecil."Hahaha...efektivitas sembilan puluh persen, ternyata ini jauh di atas perkiraanku!” Pil Penaik Ranah Tingkat Dua merupakan pil yang digunakan untuk membantu cultivator Ranah Bumi hingga Ranah Raja Bumi meningkatkan kultivasi mereka.Di dunia kultivasi sendiri Pil Penaik Ranah sendiri terbagi menjadi lima tingkatan.Tingkat Satu untuk Ranah Petarung dan Tubuh Emas.Tingkat Dua untuk Ranah Bumi dan Ranah Raja Bumi.Tingkat Tiga untuk Ranah Kaisar dan Ranah Langit.Tingkat Empat untuk Ranah Raja Langit dan Ranah Pertapa.Sedangkan Tingkat Lima digunakan oleh para cultivator Ranah Saint hingga Immortal dimana memiliki t

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 33. Hal yang tidak diketahui.

    Bab 33. Hal yang tidak diketahui.Di tengah ruangan, Tian Fan duduk bersila dengan punggung tegak, di hadapannya berdiri Tungku Enam Inti yang baru saja selesai dibuatnya.Empat inti beast merah yang menonjol di sisi luar tungku masih memancarkan cahaya redup seperti bara api yang belum sepenuhnya padam.Tatapan Tian Fan tertuju pada tungku tersebut. Senyuman tipis muncul di wajahnya."Akhirnya…sudah waktunya aku mencobanya lagi seperti waktu itu,” ujarnya penuh arti.Ingatan Tian Fan kembali melayang ke masa ketika dirinya terjatuh ke dalam lubang misterius di dalam gua, sebuah peristiwa yang mempertemukannya dengan pecahan jiwa Master Hua Tuo.Namun seiring berjalannya waktu, Tian Fan menyadari bahwa tempat dengan gravitasi tinggi itu ternyata menyimpan rahasia lain yang jauh lebih mengejutkan. Rahasia tersebut bahkan tidak diketahui oleh siapa pun selain dirinya.Gua itu berada tepat di wilayah perbatasan antara Lembah Kematian dan Hutan Hijau Purba. Di atas kawasan tersebut berdi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 32. Tungku Enam Inti.

    Bab 32. Tungku Enam Inti.Sambil menunggu bahan mencapai suhu yang diinginkan dan kepadatan yang sesuai, Tian Fan berjalan menuju sudut ruangan lalu mengambil beberapa bongkah tanah liat berkualitas tinggi yang biasa digunakan para pandai besi untuk membuat cetakan logam.Ia meletakkan tanah liat itu di atas meja kerja kemudian mulai membentuknya.Tangannya bergerak cepat.Sedikit demi sedikit cetakan besar mulai terbentuk. Namun berbeda dengan cetakan biasa, setiap ukuran yang dibuat Tian Fan terlihat sangat presisi.Ketebalan dinding.Lengkungan bagian dalam.Jarak antar lapisan.Semua dihitung dengan sangat teliti.Bahkan beberapa kali ia menghapus bagian yang sudah selesai lalu membuatnya kembali.Setelah hampir tiga batang dupa bekerja, sebuah cetakan tanah liat sempurna akhirnya terbentuk.Tian Fan mengangguk puas dengan hasil karyanya."Ini baru sempurna!” ujarnya sumringah.Kemudian ia mengeluarkan enam buah inti beast dari cincin spasialnya. Masing-masing berwarna merah tua

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 31. Warisan yang Disiapkan.

    Bab 31. Warisan yang Disiapkan.Melihat ekspresi Tian Fan yang penuh kemenangan, Xiao Long akhirnya hanya menghela napas panjang.“Pergilah,” ujarnya sambil melambaikan tangan.“Jangan menghabiskan semuanya!”Tian Fan langsung tersenyum lebar mendengarnya.“Terima kasih, Kek!”Seketika Xiao Long melemparkan sebuah token giok hitam ke arahnya.Tian Fan menangkapnya dengan satu tangan. Tanpa sedikit pun sungkan, ia langsung berbalik dan berjalan menuju kediaman Xiao Long.Melihat punggung cucunya yang semakin menjauh, wajah Xiao Long tampak sedikit kecut.Ju Na yang berdiri di sampingnya hanya tersenyum geli melihatnya. Sementara itu Shui Wen, Shui Xian, dan Lu Tang masih berada di sekitar bangunan berbentuk ember terbalik tersebut sambil terus mengamati formasi yang dibuat Tian Fan.Ju Na melirik Xiao Long.“Apa Tuan tidak menyesal?”“Gudang rahasia itu berisi sebagian besar harta pribadi Tuan.”“Bahan obat langka, logam berharga, bahan tungku, dan berbagai koleksi yang Tuan kumpulkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status