แชร์

Bab 207. Telepon Mendesak

ผู้เขียน: Sweety
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-02 12:00:56
Tak terasa Festival Musim Dingin Alveroz High akhirnya tiba. Halaman sekolah dipenuhi cahaya hangat dari lampu-lampu gantung, berpadu dengan dekorasi putih keperakan yang berkilau seperti embun beku. Musik pelan terdengar dari kejauhan, menyatu dengan riuh rendah suara siswa yang sudah mulai berkumpul.

Aula utama menjadi pusat perayaan, para siswa dan guru bergerak di antara meja-meja panjang berisi hidangan musim dingin. Beberapa sibuk berbincang, bersulang dan foto bersama. Sebagian lainnya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
Uing
semangqttf andr3aa
goodnovel comment avatar
Weiwei
Waaahhh beneran gawat tuh
goodnovel comment avatar
cheesecakee
jut lanjutt
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jerat Ketos Galak   Bab 341. Memohon

    "Saya akan membawa cucu saya kembali ke Mirelle Girls Academy, tempat seharusnya dia berada."Kalimat Kakek Dedrick membuat Andrea tersentak. Kepalanya terangkat dan matanya yang memerah, membelalak."Kakek, enggak…" Andrea menggeleng cepat. Tanpa pikir panjang, ia meraih lengan pria tua itu."Aku gak mau pindah sekolah, Kakek," ujar Andrea, suaranya bergetar. "Aku gak mau ke Mirelle, aku mau lulus dari Alveroz High.""Aku mau di sini, Kakek," isak Andrea.Kakek Dedrick menatap tangan Andrea yang mencengkeram lengannya. Namun ekspresinya tidak berubah. Tetap dingin dan tegas."Tolong, Kakek." Mata gadis itu semakin memerah. "Tolong dengarkan aku, aku mau lulus di sekolah ayah dan Ibu."Kakek Dedrick tidak menanggapi, alih-alih pria tua itu perlahan melepaskan genggaman Andrea. Gerakannya tidak kasar. Namun cukup untuk membuat hati gadis itu semakin tenggelam."Kita bicara nanti, segera kemas barang-barangmu.""Kakek—""Sudah cukup, Andrea." Kakek Dedrick berbalik meninggalkan ruangan.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 340. Rahasia Terbongkar

    Tak terasa tiga hari telah berlalu sejak keberangkatan Kyrran ke Valkenburg, German. Awalnya Andrea mengira waktu akan berjalan lambat. Namun kenyataannya, hari-hari gadis itu tetap dipenuhi berbagai kesibukan. Pagi hari ia mengikuti kelas seperti biasa, mencatat materi, mengerjakan tugas dan sesekali menahan kantuk di kelas ketika guru menjelaskan terlalu panjang. Di sela-sela kegiatan itu, ponsel Andrea tak pernah jauh dari jangkauannya. Setiap kali ada kesempatan, ia akan membuka aplikasi pesan. Senyum kecil sering muncul di wajah Andrea saat membaca kabar dari Kyrran yang berada ribuan kilometer jauhnya. Ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai ketua klub jurnalistik. Sore hari, Andrea memimpin rapat mingguan klub. Membahas edisi majalah sekolah berikutnya, membagi tugas peliputan dan mengatur jadwal wawancara. Setelah rapat selesai, ia bahkan masih sempat nongkrong bersama para anggota gengnya di kafe dekat sekolah. Mereka mengobrol, bercanda dan saling mengejek seperti bias

  • Jerat Ketos Galak   Bab 339. See You

    Ini kali kedua Andrea berdiri di bandara untuk mengantar Kyrran pergi. Di balik kaca besar terminal, landasan terlihat diterangi lampu-lampu terang. Tidak jauh dari sana, jet yang akan membawa cowoknya telah disiapkan. Beberapa petugas tampak masih sibuk melakukan pemeriksaan terakhir.Andrea menatap jet itu cukup lama. Ada perasaan tidak nyaman yang perlahan memenuhi dadanya. Ya, Kyrran akan tinggal lama di Valkenburg karena operasi yang harus dijalani cowoknya itu.Andrea mengalihkan pandangan ketika Kyrran selesai berpamitan dengan Noela dan Derby. Cowok itu mendekat ke arahnya. Ia mengenakan jaket hitam dengan sebuah tas tersampir di bahunya.Begitu jarak mereka tinggal beberapa langkah, Andrea memeluknya erat. Kyrran sempat terdiam sebelum kedua tangannya membalas pelukan tersebut."Kali ini kamu pasti lebih lama, Baby Ran." Suara Andrea terdengar pelan di dada Kyrran.Cowok itu mengusap pucuk kepala Andrea perlahan. "Iya dan aku bakalan kangen banget sama kamu, Baby Rea.""Aku j

  • Jerat Ketos Galak   Bab 338. Noela Mengomel

    Andrea tersenyum kecil saat memperhatikan Kyrran yang tampak sibuk di depan kompor. Kaus abu-abu yang dikenakan cowoknya itu sedikit tergulung di lengan, memperlihatkan gerakannya yang cekatan saat menyiapkan sarapan.Andrea melangkah mendekat dan berdiri di samping Kyrran."Kamu gak bangunin aku buat bantuin kamu," protes gadis itu pelan.Kyrran menoleh sekilas lalu tersenyum tipis. "Gak perlu, Sayang. Kamu pasti kecapean.""Tapi aku kan bisa bantu."Belum sempat Andrea meraih piring di dekat wastafel, Kyrran menggeleng. Dengan gerakan cepat, cowok itu mengangkat Andrea, menggendongnya lalu mendudukkannya di kursi tinggi yang menghadap meja marmer dapur."Baby Ran!" Gadis itu terkesiap kecil.Kyrran berdiri di depannya. Kedua tangan cowok itu bertumpu di pinggiran kursi, mengurung paha Andrea, seolah memastikan gadis itu tidak turun lagi."Tunggu di sini," katanya sambil tersenyum. "Sudah hampir selesai kok."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 337. Reka Ulang

    Jeritan tipis Andrea membuat Kyrran tersenyum. Cowok itu kemudian mengangkat pandangannya tanpa melepaskan bibirnya. Kyrran menatap pipi Andrea yang memerah sembari ia terus menyesap.Puas dengan keindahan kanan kiri itu, Kyrran menaikkan bibirnya menyusuri leher hingga pipi Andrea dengan sapuan dan kecupan-kecupan kecil yang membuat suara Andrea jauh lebih merdu.Selanjutnya, Kyrran meraup bibirnya kekasihnya, ia melumat dan menghisapnya dengan kuat. Wajahnya berputar ke kiri dan ke kanan."Rea… mhm… aku bakalan kangen banget sama kamu, Sayang," ucap Kyrran di depan ciumannya yang mendesak."Aku bakalan kangen sama kamu," balas Andrea dengan hisapan yang sama kuatnya.Beberapa lama kemudian, Kyrran melepaskan pagutan bibir mereka dan menatap Andrea dalam-dalam."Mau coba sekarang?" tanya Kyrran dengan suara paraunya.Andrea mengangguk malu-malu sambil mengulum bibirnya. "Hmm…"Kyrran mengulas senyum tipis sebelum merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memperli

  • Jerat Ketos Galak   Bab 336. Jangan Digigit

    Kyrran berdeham. Ia meluruskan punggung dan menoleh pada Andrea. "Jadi… kamu… mau coba?" tanya cowok itu pelan dengan nada yang terdengar gugup.Andrea melipat bibirnya lalu menoleh tipis-tipis ke arah Kyrran yang mengunci tatapan ke arahnya."Memangnya… boleh?" tanya Andrea balik.Kyrran menarik napas pelan. "Hm, boleh," jawabnya pendek, lalu mengeluarkan deham tipis.Andrea menoleh ke depan sembari mengulum bibirnya dan mengangguk. "Oke."Setelah itu, Kyrran juga menoleh ke depan dan menyalakan mesin mobilnya.Di dalam mobil, tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara. Hanya musik pelan dari speaker yang terdengar.Andrea menggigit bibir dan memainkan jemarinya di pangkuannya. Ia tidak pernah sedeg-degan ini.Kyrran juga sama, cowok itu lebih fokus mengemudi dengan tatapan tajam lurus ke depan. Laju mobilnya stabil, tetapi pikirannya berkecamuk. Apa dia bisa mengontrol dirinya nanti setelah membiarkan Andrea

  • Jerat Ketos Galak   Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

    Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 3. Kemunculan Tiba-tiba Kyrran

    Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 2. Ketua OSIS Galak

    Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 1. Skandal di Lab Biologi

    "Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status