/ Romansa / KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN / Part 21 Rencana Kedua

공유

Part 21 Rencana Kedua

last update 게시일: 2024-04-16 19:33:25
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" selidik Cassandra saat memergoki Andrian tersenyum aneh.

Andrian tergagap, tetapi hanya sesaat. Selanjutnya, laki-laki itu kembali bisa menguasai diri. Jari kanannya menunjuk ke arah kastil yang terlihat samar dari keremangan malam musim panas.

Cassandra mengikuti arah telunjuk Andrian. "Ada apa dengan kastil itu?" tanyanya lagi.

"Itu adalah hotel bergaya Eropa klasik. Apa kamu pernah mendengar, kalau di dalamnya ada gereja?"

Kening Cassandra langsung me
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Ekstra Part 2

    Kekesalan Cassandra berlanjut sampai malam. Meskipun Andrian sudah merayunya, tetapi Cassandra tidak peduli. Dia menatap tak minat pada beberapa paper bag berisi baju-baju couple, tas, dan sepatu baru. "Siapa yang akan menikah, Andrian? Dokter Ariana Federica itu selingkuhanmu juga? Awas, kalau sampai benar, kamu akan aku usir dari Italia. Aku ingin lihat, kamu pergi tanpa uang sepeser pun." Alis Andrian naik sebelah. "Aku yakin kamu tidak serius. Sudahlah, daripada berdebat, lebih baik kita ..." "Dalam mimpi!" Cassandra justru menarik selimut dan membungkus tubuh seperti kepompong. Andrian tidak tinggal diam. Dia ikut menyelusup dalam selimut itu dan memeluk erat tubuh Cassandra dari belakang. Terdengar hembusan napas kesal berkali-kali dari bibir Cassandra. "Dokter Ariana akan menikah tiga hari lagi di Gereja Santa Margherita." Andrian memainkan rambut Cassandra. Seketika, Cassandra membalikkan badan menatap dalam manik kebiruan Andrian. Kening wanita itu mengernyit. Berusaha

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Ekstra Part 1

    Kehangatan kembali mewarnai rumah tangga Andrian dan Cassandra. Kebahagiaan mereka semakin lengkap, semenjak kelahiran si bungsu Antonio Cesare Petruzzelli. Hari ini, Cassandra mengajak ketiga anaknya ke kantor La Stampa. Dia ingin memberi kejutan ulang tahun untuk Andrian yang ke-30. Cassandra tersenyum pada Emillia dan Davidde yang turun lebih dahulu dari mobil, dibantu sopir. Lantas, Cassandra menurunkan Cesare dan membaringkan bayi berusia tujuh bulan itu di dalam stroller. Kedatangan istri bosnya, disambut antusias oleh sahabat-sahabat Cassandra. Angelica tampak bersemangat menggendong Davidde. Bocah berusia hampir tiga tahun itu sesekali berceloteh lucu ala bahasanya sendiri. Lusiana memeluk Cassandra, menumpahkan rindu. Mereka terakhir bertemu dua bulan lalu, ketika Andrian dan Cassandra menjalani pemberkatan pernikahan ketiga, setelah pembaptisan Cesare. “Nyonya Bos, kamu semakin cantik saja!” Angelica ikut bahagia melihat wajah segar Cassandra yang tanpa beban. Dia juga ta

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 65 Kembali Bersatu

    Andrian menggenggam jemari tangan Cassandra di atas makam Antonio. Sebelah tangannya mengusap batu nisan Antonio. Ada rasa sedih mendalam kehilangan sosok sahabat meskipun sempat menjadi saingannya. "Aku datang untuk meminta kembali Cassandra. Aku yakin, kamu setuju. Aku janji akan menjaganya dengan nyawaku. Damailah di sana, Antonio. Terima kasih sudah menjaga mereka dengan baik." Andrian tersenyum samar, kemudian menatap Cassandra yang duduk di seberangnya. "Ayo, kita pulang!" ajak Cassandra. Cassandra tidak ingin terus bersedih karena kehilangan Antonio. Dia harus bisa menghargai perasaan Andrian, setelah berani berdamai dan memutuskan menerima kembali laki-laki itu. Andrian mengangguk menuruti permintaan Cassandra. Tangannya tidak lepas dari jemari Cassandra hingga memasuki mobil. Sejenak, keduanya terdiam di dalam mobil dengan pandangan sama-sama tertuju pada makam Antonio di sana. "Aku tahu kamu sedih dengan kepergian Antonio. Aku juga sedih. Tapi hidup harus tetap berjalan

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 64 Saling Memaafkan

    "Cassandra, hentikan!" Angelica segera berdiri di samping Andrian. Andrian mengerang kesakitan. Luka bekas operasi yang masih basah itu, terasa sangat nyeri. Cassandra termangu melihat Andrian kesakitan sambil memegangi dadanya. Karena emosi membuat Cassandra bertindak di luar kendali. "Kenapa berhenti? Lakukanlah, Amore!" ucap Andrian pasrah. Tatapannya nanar pada Cassandra. Tidak ada kemarahan sedikit pun di sana. Bella segera memeluk Cassandra. Mencegah wanita itu berbuat yang lebih brutal. Bella maklum, kondisi Cassandra benar-benar jatuh sehingga bisa saja bertindak seperti itu. Angelica segera memanggil perawat. Tidak lama kemudian, seorang perawat memasuki ruangan. "Kenapa luka Anda bisa mengeluarkan darah?" tanya perawat sembari melepas perban di dada Andrian. Andrian menggeleng pelan. "Maaf, saya tidak sengaja menyenggol perbannya!" jawabnya berbohong. Mata Andrian terpejam sambil menggigit bibir menahan sakit. Sedangkan Cassandra tampak ketakutan di dekat Bella. Wajah

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 63 Kembali Terluka

    "Lepaskan saya, Bunda! Saya harus ikut mereka!" Cassandra kembali memberontak. Cassandra meringis sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba kram. Bella segera memanggil sopir untuk membawa Cassandra ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan USG, Cassandra dibawa ke ruang perawatan. Dia masih menangis. Tidak menyangka, hari bahagianya berubah kelam. Cassandra juga belum tahu nasib Andrian dan Antonio di ruang operasi.... Bella yang mendorong kursi roda, tiba-tiba menghentikan langkah. Terdengar suara seseorang sedang berbicara di telepon. Setelah menyadari sesuatu, Cassandra mendongak menatap Bella. Air mata kembali menetes membasahi pipi Cassandra, mendengar suara yang dikenalnya itu. Bella hendak kembali mendorong kursi roda, tetapi Cassandra mencegahnya. "Tunggu sebentar, Bella! Tolong antar aku ke pengawal itu!" Bella tampak ragu, tetapi Cassandra terus memaksa. Pada akhirnya, Bella menurut. Dia mendekati pengawal yang berdiri di lorong dekat ruang operasi. "

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 62 Takut Kehilangan

    Mendengar jawaban Cassandra, Antonio hanya bisa mengangguk. Meskipun dia tahu, Cassandra tidak melihatnya. Cassandra kembali meneruskan langkah. Di ruang bawah tampak sepi, mungkin anak-anak sedang bersama Nanny. Cassandra juga tidak melihat keberadaan Andrian dan mobilnya. Tiba-tiba ada perasaan aneh menghinggapi Cassandra. Dia memaki dirinya sendiri yang terlalu munafik. Kepergian Andrian membuatnya merasa kehilangan. "Aku pulang dulu. Kamu segera istirahat. Hati-hati naik turun tangga!" ucap Antonio begitu mereka sampai di lantai bawah. Cassandra mendongak menatap manik Antonio lalu mengangguk samar. Antonio tersenyum, kemudian mencium bibir Cassandra sekilas, sebelum berlalu dari hadapan kekasihnya itu. "Ciao Amore. Hati-hati di jalan!'' Cassandra mengikuti langkah Antonio sampai di depan pintu. Antonio tersenyum, sebelum memasuki mobil. Segera, BMW X6 warna hitam itu pun meninggalkan car port rumah Andrian. Sesampainya di luar pagar, Antonio sedikit menurunkan kaca jendela.

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 9 Khawatir

    Marta kembali ke ruangannya dengan hati masgul. Namun, dia tidak menunjukkan rasa marah itu pada Angelica, mengingat dirinya baru masuk La Stampa. Masih banyak waktu membuat Andrian kembali jatuh ke pelukannya, seperti 10 tahun yang lalu. Ya, Marta adalah gadis cinta pertama Andrian. Mereka sering m

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 8 Misi Lain Marta

    "Sekretaris?" ulang Cassandra memastikan. Tiba-tiba ada perasaan tidak nyaman di hatinya. Wanita di depan Cassandra itu pun mengangguk. "Iya, benar! Saya sudah lolos seleksi. Jadi, bisa antar saya pada Tuan Andrian?" tanyanya, dengan senyum dibuat seramah mungkin. Cassandra yang kecewa dengan sika

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 7 Kekecewaan Gennaro

    Cassandra pun ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Andrian. Dia takut Andrian akan semakin kecewa pada Gennaro. Namun, jika dia terus bungkam, Andrian pasti selalu menuduhnya menjadi pengkhianat. Padahal, saat itu Cassandra sudah memohon pada Gennaro berkali-kali supaya memaafkan Andrian

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 6 Kesalahan

    Polisi? Bola mata Andrian bergerak-gerak menandakan sangat gelisah. Ah, tidak! Dia tidak ingin berurusan dengan polisi. Apa kata media dan mitra bisnis, kalau mengetahui dia sudah menganiaya Cassandra? Dunia Andrian pasti berhenti di saat itu juga. Hujatan dan makian dialamatkan padanya. Sedangkan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status