Início / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 198 Menolak Pembayaran

Compartilhar

198 Menolak Pembayaran

Autor: Heartwriter
last update Data de publicação: 2026-05-28 19:28:31

Wandra mulai bekerja. Jari-jarinya yang terlatih menusukkan jarum demi jarum di titik-titik tertentu di tubuh Halim. Setiap tusukan dilakukan dengan presisi yang sempurna, tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal, tepat di titik yang dibutuhkan. Dari ujung setiap jarum, Wandra mengalirkan energinya, energi yang telah dia kumpulkan dan purnakan selama ribuan tahun pengajaran yang dia dapat dari Ruang Penakluk Naga.

Halim merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan dari pengobatan mana p
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Nur Hakim
tamat kah.. ceritanya...
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   350 Dixon Memberitahu Semuanya

    Wandra memandang Dixon dengan ekspresi yang tetap tenang, meskipun tuduhan tentang kematian Yang Dipertuan Agung baru saja dilontarkan kepadanya."Aku tidak mau masalah," Wandra berkata dengan suara yang datar. "Aku cuma ingin tahu tentang Mayang Terurai. Apa yang kau ketahui tentangnya?"Wandra menatap lurus ke mata Dixon. "Dan aku ingatkan, jangan sampai kau membawa masalah bagi Mayang Terurai. Aku tidak akan senang kalau itu terjadi."Kata-kata terakhir Wandra, meskipun diucapkan dengan nada yang sama tenangnya, mengandung sebuah peringatan yang tidak bisa disalahartikan. Wajah Dixon yang tadi sudah waspada kini berubah menjadi merah padam oleh kemarahan yang campur dengan sesuatu yang lain, mungkin rasa terhina karena diperingatkan oleh seseorang yang dia anggap jauh di bawah levelnya."Kau berani mengancamku di rumahku sendiri?" Dixon mendesis.Tanpa memberikan peringatan lebih lanjut, Dixon melangkah mundur dan menekan sebuah tombol tersembunyi yang terpasang di dinding di belak

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   349 Peramal Naga Merah

    Percakapan di ruangan itu berlanjut. Rupanya keenam orang ini adalah perwakilan dari sebuah klan kecil yang ingin meminta petunjuk dari Peramal Naga Merah tentang lokasi sebuah tambang mineral langka yang bisa meningkatkan kultivasi mereka. Untuk mendapatkan pertemuan dengan sang peramal, mereka harus membawa persembahan berupa inti roh binatang iblis atau barang-barang berharga lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kultivasi.Wandra memahami sekarang. Peramal Naga Merah tidak bisa ditemui begitu saja. Dibutuhkan persembahan dan penghubung khusus untuk bisa mendapatkan akses kepadanya.Beberapa saat kemudian, pintu ruangan VIP itu terbuka. Seorang pria bertubuh gemuk dengan wajah bulat yang selalu tersenyum melangkah masuk. Dia mengenakan jubah berwarna hijau tua dengan sulaman benang emas di beberapa bagian, terlihat mahal tapi tidak berlebihan.Keenam orang di dalam ruangan itu langsung berdiri dan memberikan penghormatan yang sangat dalam kepada pria gemuk itu."Tuan Dixon Kan

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   348 Kota Red Cliff

    Wandra melesat menembus udara dengan kecepatan yang jauh melampaui pemahaman manusia biasa, meninggalkan kompleks keluarga Lontaan yang masih diselimuti debu dan reruntuhan pertarungan. Informasi yang baru saja dia gali dari pikiran Yang Dipertuan Agung Sekte Ilahi Hitam terus berputar di benaknya. Istana Pualam Putih. Tebing Merah. Peramal Naga Merah. Dan yang paling penting, sebuah nama yang sudah delapan ratus tahun dia rindukan.Perjalanan dari kota Filemon menuju Tebing Merah memakan waktu sekitar dua hari dengan kecepatan Wandra yang melesat melintasi hutan, sungai, dan perbukitan tanpa henti. Dia hanya berhenti sesekali untuk memurnikan diri dan memastikan arah yang dia tuju masih benar berdasarkan ingatan yang dia curi.Saat Wandra akhirnya tiba di kaki sebuah tebing besar berwarna kemerahan yang menjulang tinggi di kejauhan, dia langsung mengerti mengapa tempat ini dinamakan Tebing Merah. Batuan di tebing itu memang berwarna merah kecoklatan alami, seperti darah yang mengerin

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   347 Mencari Jiwa yang Dipertuan Agung

    "Menarik," Yang Dipertuan Agung berkata. Suaranya sekarang menunjukkan rasa hormat yang enggan, dicampur dengan kemarahan yang membara. "Dua sesepuh utamaku, yang masing-masing menghabiskan lebih dari empat puluh tahun untuk mencapai level mereka, kau bunuh dalam waktu kurang dari semenit."Yang Dipertuan Agung melangkah maju. Dengan setiap langkahnya, auranya semakin meningkat, dan tanah di bawah kakinya retak semakin dalam."Sekarang aku yang akan menghadapimu sendiri."Yang Dipertuan Agung menyerang dengan seluruh kekuatan alam manusia suci level delapan yang dia miliki. Serangannya membawa esensi hukum alam yang jauh lebih murni dan lebih dalam dari apa pun yang pernah Wandra hadapi. Setiap pukulan mengandung kekuatan yang bisa menghancurkan gunung.Soraya dan keluarganya berdiri di kejauhan, menyaksikan pertarungan yang benar-benar berada di luar pemahaman mereka. Tekanan dari kedua kekuatan yang bertarung membuat mereka harus mundur puluhan meter, mencari perlindungan di balik r

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   346 Yang Dipertuan Agung

    Di dalam rumah, Leo Lontaan berdiri dengan tubuh yang masih belum sepenuhnya pulih dari luka-lukanya. Roni berdiri di sampingnya dengan pedang terhunus meskipun dia tahu itu tidak akan cukup. Soraya menggenggam handphone-nya dengan tangan yang gemetar, terus mencoba menghubungi Wandra. Wandi berdiri di sudut dengan wajah yang sudah putih pucat."Wandra tidak mengangkat lagi!" Soraya berteriak putus asa saat panggilannya tidak terjawab untuk kesekian kalinya."Coba lagi," Leo berkata dengan suara yang serak. "Terus coba."Di luar, para anggota Sekte Ilahi Hitam mulai bergerak maju menuju gerbang kompleks. Beberapa pengawal keluarga Lontaan yang masih tersisa berdiri di depan gerbang, siap mengorbankan nyawa mereka sekali lagi untuk melindungi keluarga yang mereka layani.Soraya mencoba lagi. Dan kali ini, nada sambung terputus, digantikan oleh suara Wandra."Wandra! Sekte Ilahi Hitam! Mereka mengepung rumah kami!"Setelah percakapan singkat itu, Soraya menutup telepon dengan tangan y

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   345 Kecurigaan Pao Pao

    Setelah berhubungan intim mesra, Wandra menatap wanita itu. "Nona Pao Pao, boleh aku bertanya sesuatu?"Pao Pao memandang Wandra dengan mata yang menyipit sedikit, penuh perhitungan. "Bertanya apa?"Wandra menarik napas. Setelah delapan ratus tahun, akhirnya dia berada satu langkah lebih dekat dengan jawaban yang dia cari."Mayang Terurai," Wandra berkata. "Aku mencarinya. Aku dengar kau memiliki akses kepadanya."Perubahan yang terjadi di wajah Pao Pao sangat cepat dan sangat drastis. Ketenangan yang selama ini menjadi ciri khasnya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh kewaspadaan yang sangat tajam, hampir seperti binatang buas yang merasakan ancaman."Siapa kau sebenarnya?" Pao Pao berkata dengan suara yang berubah menjadi sangat dingin. "Siapa yang mengirimmu?""Tidak ada yang mengirimku. Aku hanya—"Sebelum Wandra sempat menyelesaikan kalimatnya, Pao Pao sudah bergerak. Kecepatannya yang selama ini tersembunyi di balik penampilan anggun sekarang terlihat sepenuhnya. Dia melesat da

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   1 Barang Peninggalan Kakek

    Pagi itu kabut masih menyelimuti Desa Sukamakmur ketika Wandra terbangun oleh suara batuk ayahnya yang begitu memilukan. Suara itu sudah menjadi alarm alami baginya selama tiga bulan terakhir, menggantikan kokok ayam yang biasanya membangunkannya untuk pergi ke sawah.Wandra segera bangkit dari tik

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status