แชร์

Bab 217

ผู้เขียน: Finella Zakaria
Nayla sama sekali tidak ingin terlibat apa-apa dengan Karin.

Tapi, dia tidak bisa menahan godaan.

Takut terjebak, dia pura-pura tidak peduli. "Kamu pikir aku mau percaya sepatah kata pun yang keluar dari mulutmu?"

"Semua omong kosong ini? Kamu cuma takut aku kembali dengan Hans dan menghancurkan kesempatanmu untuk naik ranjangnya."

Kata-kata Nayla diucapkan dengan ringan tapi tajam, menusuk hati Karin hingga dadanya terasa terbakar.

"Itulah tepatnya kenapa aku mengusulkan kerja sama! Aku ingin k
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Silvia Lina
Logikanya. ngapain dia penasaran trus nanya Karin yg psti beresiko. Knp ga nanya Simon yg lbh bisa dipercaya. Kn simple. Kesannya jd keq MAKSA bngt ceritanya.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1525

    Mario tidak memberikan tanggapan apa pun atas perkataan Amanda.Setelah mendengarkan penjelasannya, Amanda mengatakan bahwa dia bisa mengerti, tetapi melarangnya untuk mengulangi hal serupa di masa depan.Kali ini, Farrel tidak bisa lolos dari hukuman.Selama dua hari berikutnya, kasus penggunaan obat terlarang oleh Farrel diliput secara luas oleh media.Keluarga Wistara segera mengeluarkan pernyataan, menyatakan bahwa Farrel telah diusir dari Keluarga Wistara, dan segala perbuatannya tidak berhubungan dengan Keluarga Wistara.Tidak ada yang menjamin pembebasan Farrel, jadi dia ditahan oleh polisi.Selama beberapa hari berturut-turut, berbagai opini bermunculan di media.Amanda tidak peduli dengan semua itu, dan memang tidak bisa berbuat apa-apa. Nayla sudah sehat kembali dan pulang dari rumah sakit untuk beristirahat di rumah.Amanda dan Winda pergi menjenguknya, membawakan banyak perlengkapan bayi."Kalian agak berlebihan nggak sih? Beli sebanyak ini?"Nayla berseru kaget melihat bag

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1524

    "Jadi, bagaimana menurutmu?"Sandra menatapnya dengan mata merah dan berkaca-kaca. "Aku ingin pergi, pergi begitu saja.""Semua orang mengira aku akan menikah dengan Mario, tapi kamu juga dengar sendiri tadi, aku sekarang cuma jadi bahan tertawaan di rumah sakit.""Bahkan semua orang mengira aku dan Julian sudah seperti itu."Sandra menundukkan kepalanya dengan putus asa, wajahnya basah oleh air mata yang berderai.Calvin mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata di wajahnya, suaranya berat dan dalam."Katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?"Sandra terdiam, lalu menatapnya lagi. "Pak Calvin, kamu mau membantuku?""Masih belum cukup jelas?" tanya Calvin balik dengan senyum tipis.Beberapa hari yang lalu, kabar bahwa Mario akan menikah dengan Amanda telah menyebar di kalangan mereka.Sandra diinterogasi dan disalahkan oleh orang tuanya. Dia lari dari rumah di tengah malam sambil menangis, pergi ke jembatan untuk mencari udara.Dia berdiri di tepi jembatan, wajahny

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1523

    Amanda bertanya dengan nada kesal.Mario mengangkat tangannya untuk melihat waktu di arlojinya. "Tunggu aku pulang kerja, nanti aku jelaskan semuanya di rumah, oke?"Amanda juga merasa tempat ini kurang tepat untuk bicara, jadi dia menyetujuinya.Dia tidak takut Mario tidak jujur, jadi dia ikut bersamanya kembali ke ruangannya untuk berganti pakaian.Mereka berjalan berdua di lorong rumah sakit. Para perawat wanita yang melihat mereka pun berbisik-bisik."Aku dengar katanya Dokter Mario dan Amanda mau menikah.""Serius?""Pastinya serius. Beberapa hari ini, Dokter Sandra cuti berturut-turut, kemungkinan besar sedang menyembuhkan patah hati."Para perawat berkumpul dan asyik mengobrol.Tiba-tiba, ada yang membocorkan kabar sensasional."Aku dengar, luka Dokter Julian itu terkait dengan Dokter Sandra. Sepertinya, Dokter Mario yang suruh orang melakukannya."Para perawat pun heboh."Beneran? Sampai segitunya?""Ibunya Dokter Julian pernah datang ke sini menuntut penjelasan Dokter Mario. A

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1522

    Dia benar-benar bisa saja membunuh Farrel."Jangan marah, dokter barusan bilang janinmu terpengaruh karena kamu ketakutan. Kamu perlu banyak istirahat."Amanda buru-buru mengalah, memaksakan senyuman.Dalam hati, dia sudah merencanakan untuk menanyakan kepada Mario nanti, bagaimana dia menangani Farrel.Saat ini, di lorong di luar pintu, dua pria sedang membicarakan kejadian itu.Lima menit yang lalu, Ben menerima hasil tes Farrel."Si Farrel ini memang cari mati sendiri. Berani-beraninya menyentuh barang seperti ini," komentar Simon setelah membaca laporan tersebut.Mario mengambil laporan itu, meliriknya, lalu mencibir, "Keluarga Wistara memang sejak dulu nggak bersih. Farrel pakai obat-obatan terlarang ini sekarang, itu memang akibat perbuatannya sendiri.""Pejabat kota sudah lama memantau obat terlarang semacam ini. Kalangan artis dan anak-anak keluarga kaya sedang marak mengonsumsi obat-obatan ini."Simon diam sebentar. "Katanya, orang yang mengonsumsi obat ini akan menjadi sangat

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1521

    "Dokter, bagaimana keadaan istri saya?"Simon mendekat dengan langkah lebar, wajahnya tampak muram saat bertanya kepada dokter.Wajahnya serius, dan dia memancarkan aura yang menakutkan. Seolah-olah jika terjadi hal buruk pada Nayla, seluruh rumah sakit akan celaka.Amanda berdiri di sana dengan hati penuh rasa bersalah, wajahnya pucat dan panik. Bahkan cat merah di wajahnya belum sempat dibersihkan, sehingga dia kini tampak berantakan dan gelisah.Hati Mario terasa sesak melihatnya seperti itu. Dia mendekat, merangkulnya, dan memeluknya dengan erat."Jangan khawatir."Amanda mendengar suara lembut itu, dan kegelisahannya pun sedikit mereda.Kemudian, dokter berkata, "Pak Simon, jangan khawatir, Bu Nayla baik-baik saja. Walaupun ada tanda-tanda gejala keguguran, nggak akan ada masalah setelah diberi oksigen dan istirahat yang cukup.""Oh ya, masalah ini karena ketakutan berlebihan. Selama beberapa hari ke depan, pastikan dia tetap dalam suasana hati yang baik, dan diberi oksigen selama

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1520

    Jujur saja, mustahil untuk tidak merasa takut melihat pemandangan ini.Winda pucat pasi karena ketakutan, menatap Farrel dengan tatapan kosong. Pria ini seperti seekor anjing gila.Pengawal harus berjuang keras untuk menjatuhkan Farrel ke lantai, menekan punggungnya dengan lutut, dan membelenggu kedua tangannya ke belakang punggungnya.Wajah Farrel menempel di lantai, napasnya terengah-engah, suaranya serak dan parau, seperti raungan binatang.Dia tampaknya kelelahan hingga pingsan, sama sekali tidak bisa bergerak.Pengawal yang menindihnya bertanya kepada Nayla, "Nona, mau diapakan?"Nayla merasa ada yang sesuatu yang salah dengan Farrel, tanpa berpikir panjang berkata, "Laporkan saja ke polisi. Yang dia lakukan kali ini sudah cukup untuk membuatnya dihukum."Pengawal lainnya segera menelepon polisi.Kapten Fadli segera tiba bersama anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk membawa Farrel ke mobil polisi.Dengan sopan dan hormat, dia berkata kepada Nayla, "Bu Nayla, mohon ikut pergi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status