LOGINDi hari Yuan berusia 15 tahun, Kerajaan Qingce diserang oleh Kekaisaran Wuyan yang menginginkan harta tersembunyi yang ada di tanah Qingce. Yuan menyaksikan bagaimana ayahnya dibantai di depan mata dan sang ibu yang tewas karena melindunginya. Satu-satunya yang tersisa untuk Yuan adalah Fengyin, tunangannya. Keduanya berhasil melarikan diri dan bersembunyi di dalam goa dalam keadaan sekarat. Namun, saat akhirnya Yuan membuka mata kembali, ia merasakan keanehan dalam dirinya. Ada energi asing yang mendorongnya untuk mencapai hasrat Yuan yang paling dalam, yakni pembalasan dendam. Dengan dibantu Hongli, penyelamatnya, dan suku kulit merah yang menganggungkan dirinya sebagai nabi yang ditunggu-tunggu, Yuan mengobarkan api perperangan atas nama dendam. Dia tidak akan pernah beristirahat sampai seluruh manusia tunduk di bawah kakinya.
View MoreUntuk beberapa hari ke depan cerita ini akan berhenti update untuk sementara dikarenakan akan ada perbaikan alur cerita.Begitu semuanya sudah diperbaiki, ceritanya akan kembali berlanjut.Pantengin terus ya :D
Malam hari yang gelap, memancarkan hawa dingin dari rembulan biru tertutup setengah paras oleh awan. Distrik Qingchong menjadi sunyi dan sepi tanpa ada tanda-tanda kehidupan sosial. Yuan dan kawan-kawan menyelinap dari satu tempat ke tempat lain dalam bayangan kegelapan. Mereka bertujuh berusaha berkamuflase sebisa mungkin agar tak ketahuan oleh siapapun, terutama oleh mereka para prajurit yang sedang berpatroli.“Kalian mencium sesuatu?” Tanya Tangfei pada yang lain.“Iya, ini bau bensin. Pastinya bukan cuma aku yang mencium ini dari tadi di sepanjang jalan.” Jelas Hongli.“Hati-hati saja jangan sampai ketahuan oleh para pasukan yang sedang berjaga,” kata Yuan.Mereka melanjutkan merayap menyusuri kegelapan di belakang bangunan distrik Qingchong. Makin lama bau bensin kian menyengat, namun hidup mereka semua perlahan bisa beradaptasi. Bau bensin ini sudah tidak mengganggu bagi hidung mereka lagi.Dalam jarak seratus meter lebih, balai kota tempat di mana anak dan istri milik Xueyi d
Pada keesokan harinya, sebuah rombongan prajurit Wuyan berjajar rapi di jalanan berbatu yang menuju ke Bing Qing. Matahari pagi memancarkan cahaya keemasan, menyinari kereta yang diangkut oleh dua kuda hitam berkilat. Kereta itu terlihat megah dengan ukiran-ukiran rumit pada kayunya dan hiasan bendera kebesaran Wuyan yang berkibar anggun di sepanjang jalan. Semua prajurit, mengenakan armor logam berwarna hijau yang mengkilap, meningkatkan kewaspadaan di atas kuda mereka, berbaris dengan disiplin menuju kerajaan dagang internasional. Ternyata, rumor mengenai Kaisar Wuyan hendak berkunjung ke Bing Qing bukanlah isapan jempol belaka. Kereta yang diangkut oleh dua kuda berwarna hitam pekat itu bergerak dengan tenang, roda kereta yang terbuat dari kayu kokoh berderak lembut di atas jalan yang ditutupi lapisan debu halus. Di dalam kereta, sosok yang sangat penting sedang berada, menambah aura misterius pada perjalanan tersebut.Yuan dan kawan-kawan sedang bersembunyi di dalam hutan jauh d
Yuan coba membaca surat yang ada di tangan pamannya. Bunyinya:“Jika kau mau anak dan istrimu selamat, temui kami di balai kota distrik Qingchong. Bawa tiga orang terbaik bersamamu. Kami akan menyambut kalian.Tertanda: Xu Yanzhi.”Semua orang sepakat siapa yang harus pergi ke tempat itu malam ini. Xueyi, Yuan dan Hongli.Ketiganya tanpa pikir panjang berlari menuju tempat yang dijanjikan dalam gelap malam. Sementara Tangfei dan yang lainnya mengawasi dari kejauhan.Begitu tiba, empat prajurit sudah menunggu di pintu masuk.. Xueyi langsung disambut oleh Xu Yanzhi.“Selamat datang, wahai samurai dan kawan-kawan. Akhirnya kau datang.”“Dimana anak dan istriku?”Pria berpakaian emas itu menggeser diri dari pintu, memperlihatkan pemandangan mengerikan di dalam ruangan Lian dan dua anaknya sedang diikat pada sebuah tiang. Mulut mereka disumpal dengan kain yang membuat mereka tak bisa berbicara.Teriakan mereka tak terdengar, tapi ekspresi mereka menunjukkan ketakutan.Xueyi mengerang pelan
Brak!!!“Argh!”Belum sempat kapten dan pasukannya merayakan kemenangan, pisau Yuan sudah menusuk punggungnya sampai menembus dada melalui zirah besi. Suara pria itu bungkam dengan darah menggumpal di mulut, menyekat tenggorokan.“Si-siapa kau….”Tanya sang kapten dengan sisa nyawa yang ada.Dari balik t
“Kau harus mati!” Yuan menghunuskan pisaunya dengan niat membunuh yang kuat, matanya menyala penuh kebencian.“Hentikan!” Hongli dan Xueyi segera merangsek maju, berusaha menghentikan Yuan. Mereka menekannya ke dinding goa, menahan amarahnya.Di luar goa, Zhenwu, Dwei, dan Xiao saling berpandangan, pe
Sebuah kereta yang dinaiki oleh seorang pria berkacamata bulat, yang dikenal sebagai arsitek ternama, diarak oleh sepuluh prajurit di sampingnya. Arsitek itu terbenam dalam pikirannya sendiri, fokus pada perkamen yang penuh dengan rancangan senjata pesanan Kaisar Wuyan. Sesekali, ia melakukan perhit
Setelah selesai dengan Yenn dan Guozhi, Raja Bao beralih fokus ke Yuan dan kawan-kawan. Ketiga tamu dari luar Bing Qing ini masih belum jelas menemukan makna dari undangan mendadak yang mereka terima. Yuan, khususnya, merasakan ketegangan yang semakin membara antara Wuyan dan Bing Qing, dan ia tahu,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews