Share

Bab 53

Penulis: Gekko
last update Tanggal publikasi: 2025-10-13 08:01:18
Mendengar pertanyaan Istrinya, Qiang Jun hanya menyeringai kecil dan berkata. “Akan kukatakan saat waktunya tiba.” Dia kembali mendorong kursi rodanya pergi ke kamar.

Sedangkan Ming Yue hanya terdiam di tempat, sedikit kesal karena ia jadi penasaran apa yang suaminya inginkan.

‘Dasar pria menyebalkan,’ gerutunya dalam hati.

Beberapa minggu berlalu, tibalah hari perayaan ulang tahun Kaisar Qiang Mingze, acaranya selalu meriah setiap tahun, dan terdapat festival yang diadakan warga di alun-alun I
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 346 END

    Qiang Rui dan Qiang Shen, adik-adik Qiang Jun, mendekat dan berdiri di sampingnya."Kakak ipar pasti bisa melewatinya," ujar Qiang Rui meyakinkan, menepuk pundak kakaknya memberi semangat.Qiang Shen ikut menambahkan, "Iya, Kak. Tenang saja. Semua akan baik-baik."Qiang Jun hanya mengangguk lemah, matanya masih tertuju pada pintu kamar.Tak lama kemudian, Qiang Suli kembali dengan membawa ramuan. Tanpa banyak bicara, ia langsung masuk kembali ke kamar. Wajahnya serius, penuh konsentrasi.Waktu berputar terasa berabad-abad bagi Qiang Jun. Ia mondar-mandir, sesekali menarik rambutnya frustrasi. Keluarganya hanya bisa diam, ikut mencemaskan keadaan di balik pintu.Akhirnya, suara tangis bayi terdengar memecah keheningan."Oeek! Oeek!"Semua yang menunggu langsung berdiri tegak, wajah tegang berubah menjadi harap-harap cemas. Beberapa waktu setelah suara bayi itu terdengar, pintu kamar terbuka. Salah satu tabib keluar dengan wajah berseri."Selamat, Yang Mulia! Seorang pangeran lahir denga

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 345

    Hailan buru-buru menjelaskan, takut terjadi kesalahpahaman. "Yang Mulia, aku sudah berkali-kali melarangnya ikut denganku. Aku tidak ingin—""Ini keinginanku sendiri, Ayah, Ibu." Qiang Wangyi memotong tegas. "Tolong izinkan kami, ya."Mereka masih diam, seolah mempertimbangkan dengan matang. Helaan napas panjang keluar dari bibir Qiang Jun.Qiang Wangyi dan Hailan tegang. Jantung mereka berdebar menanti keputusan."Ternyata kau memang anakku, ya," ucap Qiang Jun akhirnya, nada bicaranya sedikit bergetar. Matanya tampak sendu mengenang masa lalu. "Dulu setelah menyelesaikan balas dendam, niatku juga ingin pergi dari kekaisaran ini."Keduanya terkejut. Qiang Wangyi membelalak. "Sungguh, Ayah?"Qiang Jun mengangguk pelan."Ya. Tapi karena Kaisar sebelumnya mendesakku untuk naik tahta, aku tidak punya pilihan." Ia melipat kedua lengannya dengan ekspresi kesal. "Si kembar tidak bisa diandalkan. Ck!"Ming Yue hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat suaminya masih kesal pada mendiang ayahn

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 344

    "Apakah itu benar, Yang Mulia?" tanya Qiang Rui dengan nada tidak percaya bercampur antusias.Ming Yue mengangguk pelan, wajahnya berseri. Tangan kanannya mengusap perutnya dengan lembut, senyum kecil terukir di bibirnya."Ternyata dia sudah ada di sini sejak bulan lalu.""Wah, selamat!" seru beberapa pejabat langsung bersorak riang.Suasana ruang rapat yang tadinya tegang berubah menjadi hangat. Yong Guan yang sebelumnya paling keras bersikeras, kini hanya bisa terdiam dengan ekspresi campur aduk.Ming Yue kemudian menoleh pada suaminya yang masih terdiam membeku di sampingnya. Qiang Jun belum bergerak sejak mendengar pengumuman itu. Matanya masih terpaku pada istrinya."Kau tidak senang?" tanya Ming Yue lembut, sedikit menggoda.Qiang Jun langsung bergerak. Tanpa peduli para pejabat yang masih ada di ruangan, ia memeluk istrinya dengan erat. Wajahnya ia benamkan di leher Ming Yue."Mustahil aku tidak senang," gumamnya dengan suara bergetar. "Terima kasih, Yue."Ming Yue membalas pel

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 343

    Yong Guan menegakkan punggungnya, dan mengangguk yakin."Anda tahu sendiri, Yang Mulia. Pangeran sering menunjukkan kedekatannya. Dan gadis itu bahkan tinggal di istana. Sudah banyak rumor tidak sedap beredar tentang Pangeran dan gadis itu."Beberapa bangsawan lain mulai berbisik setuju. Seorang pejabat paruh baya menambahkan dengan nada khawatir."Benar. Kami khawatir dengan masa depan kekaisaran, Yang Mulia. Jika Pangeran menikahi gadis biasa tanpa nama keluarga, apa kata kerajaan tetangga?"Qiang Jun menanggapi dengan santai, namun matanya mulai menyipit tajam. Ia menggeser posisi duduknya, bersandar di kursi singgasana dengan satu tangan menopang dagu."Jika putraku menyukainya, memang apa salahnya?" katanya dengan santai.Mereka sedikit terkejut, dan hanya menghela napas pelan. Kaisar memang orang yang seperti itu.Yong Guan tidak menyerah. Ini bukan pertama kalinya ia berdebat dengan Kaisar, dan ia tahu bagaimana cara menyampaikan pendapat tanpa terlihat membangkang. Ia menunduk

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 342

    Beberapa hari telah berlalu sejak pengumuman mengejutkan di final sayembara. Namun seluruh kekaisaran masih digemparkan oleh kabar bahwa Putri Qiang Suli dimenangkan oleh Jenderal An Beiye yang menyamar. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata mereka saling mencintai selama ini.Ada yang bersimpati pada Jing Ai, wanita yang ditinggalkan di depan umum. Mereka menyebutnya korban cinta segitiga yang tak berdosa.Namun tak sedikit pula yang membela An Beiye dan Qiang Suli. Mereka menganggap Jing Ai-lah yang justru mencoba merebut Jenderal An dari Putri. Jing Ai sendiri telah meninggalkan kediaman keluarga Jenderal An malam itu juga.Di kediaman putri, suasana pagi terasa hangat. Sinar matahari masuk melalui celah-celah tirai, menerangi ruangan dengan cahaya keemasan. Hailan berjalan menyusuri lorong menuju kamar Qiang Suli. Ia mengetuk pintu pelan.Tok! Tok!"Masuk," sahut Qiang Suli terdengar dari dalam, memberi izin.Hailan membuka pintu, melangkah masuk. Di kursi kerja, Qiang Suli terliha

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 341

    Ciuman pertama yang terasa lembut, ragu, seperti menanyakan izin. Tapi Qiang Suli membalas ciuman itu dengan lebih berani. Merespons dengan intensitas yang sama.“Hmph!” Gadis itu sedikit melenguh.An Beiye melumat lebih dalam, tangannya semakin erat memeluk tubuh ramping gadis itu. Keduanya larut dalam sensasi yang selama ini hanya bisa mereka impikan.Dunia di luar kamar itu seolah lenyap, hanya ada mereka berdua yang saling menemukan setelah sekian lama memendam rasa.Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, mereka terpaksa melepas diri. Nafas mereka terengah-engah, wajah saling berhadapan hanya dengan jarak beberapa sentimeter.An Beiye merasa bersalah. Ia menunduk, mencoba mengatur napas yang memburu. Matanya menatap lantai dengan penyesalan. "Maaf, aku seharusnya—"Qiang Suli kembali mengecup bibir pria itu. Hanya kecupan kecil, tapi cukup untuk membungkam penyesalannya. Seulas senyum merekah di wajahnya yang masih merona."Tidak apa-apa. Ayah tidak akan tahu," bisik

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 288

    "Mana surat itu?" tanya Ming Yue tak sabar. Raut wajahnya masih terlihat tak menyangka.Qiang Suli berbalik dan mengambil surat yang sebelumnya ia baca, lalu memberikannya pada sang ibu.Ming Yue langsung membacanya dengan cepat. Dan ternyata memang benar. Surat lamaran itu berasal dari seorang put

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 282

    Tanpa membuang waktu, Qiang Jun bergegas pergi. Langkahnya sangat cepat menuju bagian belakang istana, lalu ke pegunungan daerah utara melewati hutan.Setelah beberapa waktu di perjalanan, akhirnya Qiang Jun sampai di depan kuil. Napasnya terengah-engah, dia tiba secepat yang ia bisa.Pintu kuil dib

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 281

    Tatapan Zhao Yina berubah, tampak sendu seolah mengenang kenangan pahit."Aku sangat mencintainya, tapi kami tidak bisa bersama dulu. Dia juga sudah menderita karena kepergianku dan harus menanggung semua permasalahan yang kutinggalkan."Ming Yue ikut merasakan kesedihan yang Zhao Yina rasakan. Ent

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 280

    Qiang Jun bergegas masuk, lututnya nyaris terantuk pinggir ranjang kayu. Dia berjongkok, memegang erat tangan istri yang tergeletak lesu."Yue," desisnya, satu tangan menggoyang pundak Ming Yue. "Bangun."Tubuh itu tak bergerak. Dingin dan mematung."Ming Yue!" suaranya meledak, guruh yang memecah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status