Share

215. Video Terkirim

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-08-27 14:42:22

"Tembak saja!"

"Dua orang di sana terlihat mencurigakan. Jangan-jangan mereka penyusup."

"Siapkan senjata! Tembak!"

​"Tunggu! Jangan gegabah! Bagaimana kalau mereka hanya nelayan biasa?"

​Para anak buah Zhang saling berdebat. Senjata di tangan mereka mulai diturunkan saat melihat kedatangan Fu, tangan kanan Zhang.

​"Kita amati dulu. Kalau benar mereka hanya nelayan, mereka bukan ancaman. Kalau kita asal tembak, warga setempat bisa mendatangi tempat ini dan memicu masalah baru!" tegas Fu.

​"Baik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   215. Video Terkirim

    "Tembak saja!""Dua orang di sana terlihat mencurigakan. Jangan-jangan mereka penyusup.""Siapkan senjata! Tembak!"​"Tunggu! Jangan gegabah! Bagaimana kalau mereka hanya nelayan biasa?"​Para anak buah Zhang saling berdebat. Senjata di tangan mereka mulai diturunkan saat melihat kedatangan Fu, tangan kanan Zhang.​"Kita amati dulu. Kalau benar mereka hanya nelayan, mereka bukan ancaman. Kalau kita asal tembak, warga setempat bisa mendatangi tempat ini dan memicu masalah baru!" tegas Fu.​"Baik!""Bubar!"​Puluhan anak buah Zhang yang menjaga tepi pulau kembali berpencar mengawasi sekitar.​"Jangan lepas pengawasan! Walau terlihat seperti nelayan, kita tidak boleh lengah!" perintah Fu.​"Baik!"​Di tengah danau, rakit yang ditumpangi Jackie dan Yenzing nyaris terbalik akibat kepanikan mereka.Namun, mereka mulai bernapas lega saat melihat moncong senjata tak lagi terarah pada mereka.​"Sepertinya anak buah Zhang mengira kita nelayan biasa," bisik Jackie.​Yenzing mengembus napas panja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   214. Missi Penyelamatan

    Di tempat berbeda, Jackie dan Yenzing baru saja tiba di pinggir dermaga. Mobil dinas Jackie berhenti di bawah rindangnya pepohonan.​Jackie turun lalu mengumpulkan ranting-ranting pohon untuk menutupi bodi kendaraan roda empatnya.Melihat itu, Yenzing bergegas membantu, mengambil daun-daun kering dan menaburkannya ke atap.​"Di mana markas Zhang?" tanya Yenzing.​"Markas Zhang ada di seberang sana," tunjuk Jackie pada daratan mirip pulau di tengah danau.​Dari jarak yang cukup jauh, Yenzing hanya melihat deretan pepohonan tanpa tanda-tanda kehidupan."Di balik pepohonan itu ada bangunan besar yang terbuat dari baja," lanjut Jackie.Yenzing melangkah mendekati bibir danau untuk memperjelas penglihatannya, sementara Jackie melepas plat nomor mobil dan menyimpannya di dalam bagasi.'Apa mungkin Tuan Diego dan Zhue ada di sana?' batin Yenzing kurang yakin.​Selesai dengan pekerjaannya, Jackie menghampiri Yenzing, menepuk bahu pria itu. "Apa kamu bisa berenang?"​Mata sipit Yenzing membula

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   213. Menyiksa Batinnya

    ​"Brengsek!" Zhang mengumpat murka sambil menyeka darah yang terus mengucur dari sudut bibirnya.Gerahamnya berdenyut nyeri, hantaman Diego tadi berhasil mematahkan setengah giginya.​Darah segar terus mengalir tanpa henti, membuat Zhang panik dan langsung memerintah dokter pribadinya untuk mengobati.​Setelah lukanya ditangani, Zhang keluar dari ruang rahasia dengan langkah gusar, menuju kamar tempat Zhue disekap."Nona Zhue menolak makan dan minum Tuan," lapor anak buah Zhang.​"Buka pintunya!" perintah Zhang dingin pada dua anak buah yang menjaga ketat ruangan itu.​Saat pintu terbuka lebar, Zhue tampak tengah duduk termenung di sudut dinding.​"Aku akan mengampuni semua kesalahanmu, asalkan kamu mau kembali menjadi bagian dari klan Xhu!" seru Zhang tanpa basa-basi.​Zhue bergeming. Tak ada sedikit pun ketertarikan di wajahnya mendengar tawaran sang ayah. Bahkan untuk sekedar menatap pria paruh baya itu pun ia malas.​"Jangan keras kepala, Zhue! Kamu tidak akan bisa bertahan hidup

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   212. Ditangkap

    ​"Diego Foster ... besar juga nyalimu berani masuk ke markasku tanpa membawa satu pun pengawal!"​Dengan senyuman angkuh yang mengembang di bibirnya, Zhang melangkah perlahan mendekati Diego yang baru saja menembus pintu utama markas besarnya.​Berbeda dari biasanya, kali ini Sang Naga Emas yang tersohor paling ditakuti dan disegani oleh para petinggi dunia, tampak kehilangan keagungan.Tubuh Diego diseret paksa oleh dua pengawal bertubuh kekar yang menjaga pintu depan.​Dorongan kasar itu membuat tubuh Diego sempat terdorong ke depan, sebelum akhirnya ia berdiri tegak persis di hadapan Zhang, tanpa menunjukkan perlawanan sama sekali.​Sementara itu, Zhue diseret paksa menuju ruangan lain dan disekap di balik pintu terkunci.​"Bagaimana rasanya menjadi orang biasa yang tidak berdaya, Diego?" kekeh Zhang sambil menunjuk dan menepuk-nepuk dada bidang Diego penuh penghinaan.​"Katakan saja apa yang kamu inginkan, Zhang! Jangan banyak bicara!" desis Diego dingin. Meski kedua tangannya dik

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   211. Demi Kebahagiaannya

    ​Gemuruh helikopter membelah udara, terdengar begitu bising tepat di atas kepala Freya.Setelah kakinya memijak pelataran rooftop, komandan penerbangan segera menginstruksikan pilot untuk mendaratkan armada udara tersebut.​Angin kencang berhembus hebat akibat hempasan baling-baling, membuat barisan pengawal Diego bersiap pasang badan menahan langkah Freya agar tidak terhempas.​Setelah helikopter mendarat sempurna, seorang aparat bersenjata menghampiri Freya. "Mari, Nona! Segera naik ke helikopter!"​Freya bergeming di tempat. Memutar kepala, menatap ke arah pintu akses dengan cemas. "Aku ingin tetap di sini! Tunggu sampai suamiku datang!"​Aparat dan para pengawal Diego saling bertukar pandang dengan cemas. Han melangkah mendekat. "Nona, Tuan Diego berpesan agar Nona segera menyelamatkan diri bersama Tuan Muda Dante. Tuan pasti menyusul."​Freya membelalak, menolak mentah-mentah perintah itu. "Tidak! Aku akan tetap menunggu suamiku di sini! Biarkan aku menunggu dia!"​Han hanya mamp

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   210. Gagal Meledak

    ​Geram melihat kegilaan yang tak kunjung selesai, Diego melangkah cepat menghampiri Zhue.Dengan gerakan secepat kilat, ia menarik lengan gadis itu hingga pistol di tangannya terlepas dan jatuh membentur marmer.​Mata Zhue membulat terperanjat kaget. "Apa yang Anda lakukan, Tuan?"​Diego mendengus dingin. Dengan pembawaannya yang berwibawa dan mematikan, ia menjawab tegas, "Aku tidak punya waktu untuk drama bunuh diri ini!" Pandangannya beralih tajam pada ponsel di tangan wanita gila di sampingnya. "Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Zhang? Aku akan menurutinya, tapi hentikan semua kegilaan ini sekarang juga!"​Hahahahahaha!​Suara tawa Zhang membahana dari pengeras suara. "Bagus! Aku akan menghentikan semuanya asalkan kamu menuruti syaratku. Datanglah ke markasku sekarang juga bersama putriku! Ingat, jangan ada satu pun pengawal yang mengekor di belakangmu! Paham?"

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status