เข้าสู่ระบบSang nenek tersenyum menatap ke arah Zhue. Selama tinggal di hutan, untuk pertama kali ia didatangi seorang tamu, apalagi tamu ini gadis muda yang cantik. Meski kondisi Zhue sangat memprihatinkan seperti habis dikeroyok massa."Habiskan makanannya, kalau kurang, Nenek akan memasak pasta lagi. Kebetulan stok pasta di rumah ini cukup banyak."Zhue hanya mengangguk sedikit. Perutnya terasa sangat lapar hingga membuatnya tak sanggup berbicara."Uuh!"Seteguk air hangat dan beberapa suap pasta hangat itu perlahan mengembalikan tenaga Zhue yang sempat terkuras habis.Setelah menghabiskan sisa makanan di piring, Zhue meletakkan gelas kayu itu perlahan.Tangannya yang lecet masih terasa perih, tetapi rasa penasarannya jauh lebih besar.Gadis itu menatap nenek tua yang sedang merajut kain di sudut meja dengan tenang."Nenek .
Jauh dari keramaian kota, seorang gadis muda sedang berjuang untuk hidupnya seorang diri di selimuti ketakutan yang menghancurkan kewarasannya."Aku takut ... Ibu, tolong selamatkan anakmu." Zhue menahan napas di dalam kegelapan rongga pohon raksasa itu.Suasana hutan lambat laun kembali menghening, menyisakan gesekan dedaunan yang ditiup angin malam dan derik jangkrik yang bersahut-sahutan.Suara letusan senjata api serta teriakan kasar anak buah Kevin perlahan menjauh dan menghilang di balik bukit.Setelah memastikan situasi aman, Zhue perlahan merangkak keluar dari lubang pohon.Tubuhnya gemetar hebat, rasa perih akibat gigitan semut ganas dan sengatan luka-luka di kulitnya masih menyengat tajam."Aku ... aku harus terus berjalan," ucap Zhue pada dirinya sendiri dengan suara parau yang hampir tak terdengar.Dengan pergelangan kaki k
"Di dekat sini tempatnya." Yoss membuka sabuk pengaman di pinggang dan mendorong pintu. "Ayo turun!" ajaknya pada Bayu yang duduk di jok samping."Hmm." Bayu membuka pintu dan segera keluar dari mobil. Ia mengamati sekitar, mencari jejak-jejak kecelakaan mobil yang dikendarai Yenzing."Bukan di titik ini," kata Yoss menggeleng pelan. "Di mana?" Bayu mengerutkan kening. "Aku lupa, ingatanku tidak sebagus dirimu.""Di sebelah sana." Yoss menunjuk ke depan. "Ikuti aku.""Hmmm."Keduanya melangkah mendekati lokasi sebenarnya.Yoss dan Bayu menghentikan langkah tepat di lokasi tempat mobil Yenzing menghantam dinding pembatas dari beton.Berbekal instruksi rahasia dan jaminan perlindungan dari Freya, kedua pengawal itu menyisir area sekitar tanpa berani membuang waktu sedikit pun."Kita mulai dari mana, Yoss?" tanya Bayu mengedarkan pandangan ke sepanjang trotoar yang mulai sepi."CCTV lalu lintas kota," sahut Yoss mantap, memajukan posisinya. "Seseorang menculik Nona Zhue saat situasi s
"Bisa-bisanya dia datang ke sini dan menemui suamiku! Dasar wanita murahan! Aku tidak akan membiarkannya mendekati Paman!"Sepanjang jalan menghampiri Diego, Freya terus mengoceh dan mengumpat. Tatapan matanya lurus ke depan, melotot tajam seperti ingin menelan Laura hidup-hidup.Namun, langkah kaki Feya yang semula mantap terhenti mendadak saat melewati persimpangan lorong.Dari balik dinding pembatas, samar-samar terdengar pembicaraan serius dua orang pria.Freya mengenali suara itu ... itu adalah Yoss dan Bayu, dua pengawal kepercayaan Diego.Bukannya langsung menghampiri, Freya memilih menempelkan tubuh rapat ke dinding, menguping pembicaraan sensitif tersebut."Aku masih merasa ada yang aneh," ucap Yoss dengan wajah tegang. "Tuan Diego sangat yakin Nona Zhue adalah dalang di balik kecelakaan itu setelah mendapat informasi dari Dokter Laura. Tapi firasa
Kelopak mata Yenzing bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka sempurna.Pandangan yang semula kabur, perlahan mulai menajam, mengenali langit-langit serba putih khas ruang perawatan rumah sakit. Bau karbol yang menyengat langsung menusuk indra penciumannya."Zhue ...." gumam Yenzing dengan suara parau dan bibir yang terasa sangat kering. "Di mana kamu Sayang?"Yenzing memegang kepala yang terasa amat berat. "Zhue .... "Saat ingatan tentang detik-detik kecelakaan membayang kembali di kepalanya, Yenzing langsung menegakkan posisi secara mendadak.Matanya menyapu sekeliling ruangan, melihat Yoss dan tiga pengawal lain berdiri tegap mematung di sisi tempat tidur."Di mana Zhue?" tanya Yenzing dengan raut wajah panik, menatap para pengawal itu satu per satu. "Jawab aku, Yoss! Di mana Nona Zhue sekarang? Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja 'kan? Dia d
"Dia benar-benar kabur? Bagaimana bisa?" cecar Laura panik setengah mati. "Kalau dia kembali ke mansion Diego dan membongkar semua rencana kita. Kita pasti akan mati!"Suara Laura bergetar. Air matanya runtuh dengan wajah pucat pasi ketakutan."Aku tidak ingin gagal mendapatkan Diego. Tidak!" tangis Laura tak tertahankan."DIAM!" bentak Kevin emosi. Di situasi seperti ini Laura masih saja memikirkan cara mendapatkan Diego yang membuatnya muak.Laura terdiam, kaget mendengar suara menggelegar Kevin. Tubuhnya mendadak kaku bagai patung lilin."Dia pasti belum pergi jauh!" Tanpa membuang waktu, Kevin memanjat kloset dan menerobos masuk ke dalam rongga atap yang gelap dan berdebu.Matanya menyipit, menangkap jejak bercak darah segar yang tercecer di atas papan dek kayu.Pria itu menyusuri jejak tersebut dengan rahang menegang tajam, didorong
"Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?Namun, Freya sadar s
[Aku menerima tawaran itu]Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.Tidak ada ja
"Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... ""Aku akan membantumu, dengan satu syarat."Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak
"Pakai gaun malammu!"Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size."Emm, Paman ... sebaiknya kita me







