Share

Bab 3 : Tawaran pernikahan: Diterima!

Author: S H Y
last update Last Updated: 2026-01-26 15:06:45

Kakek langsung berdiri kaget dan segera melangkah mendekat ke arah sang Duke.

Ia ingin marah pada Aline rasanya, tetapi lidahnya kelu. Ia terlalu sungkan, untuk menunjukkan amarah di hadapan pria dengan kedudukan setinggi itu.

"Saya menerima tawaran pernikahan yang diajukan Lady Shanzai. Saya akan menikahinya."

Tiba-tiba sang Duke masuk dan langsung mengucapkan kalimat itu tanpa basa-basi.

Baik sang kakek maupun cucunya sama-sama terdiam. Aline memang yang menawarkan pernikahan itu, tetapi justru dia yang paling terkejut ketika Duke menerimanya tanpa syarat.

"Saya datang ke sini juga khusus untuk mendiskusikan hal ini secara serius," tambah sang Duke lagi, suaranya datar namun tegas.

Aline terpaku. Bibirnya sedikit terbuka, jelas terkejut. Ia sempat berpikir harus memainkan beberapa trik untuk menarik perhatian Duke, atau bahkan memaksanya dengan embel-embel balas budi yang selama ini mengikat pria itu pada keluarganya.

Namun Duke sendiri langsung menerimanya?

"Terima kasih atas kebaikan Tuan Duke. Saya sangat menghargai keputusan Anda. Akan tetapi, Aline hanya menginginkan Marquess Haren menjadi suaminya. Tadi, karena gengsi, Aline mengatakan hal itu. Tolong jangan diambil hati. Setelah urusan Haren selesai, kami akan menggelar pernikahan lagi. Mohon jangan dihiraukan."

Kakek menjawab, mencoba mewakili Aline. Tutur katanya lembut, tetapi terselip penekanan yang jelas.

"Tidak, Kakek. Aku serius. Aku ingin menikah dengan Duke Sheldian, bukan lagi dengan Haren." Sela Aline mantap, tanpa ragu sedikit pun.

Kakek menatapnya tajam.

"Jika hari ini kau berkata ingin menikahi Duke, lalu besok menangis ingin menikahi Haren lagi, aku tidak bisa menyelamatkanmu. Aku tahu kau sangat mencintai Haren. Tunggu saja. Jangan mengambil keputusan yang akan membuatmu menyesal."

Aline terdiam.

Memang benar. Selama bertahun-tahun ia tergila-gila pada Haren. Semua surat cinta yang dikirim pria itu ia anggap sebagai bukti ketulusan.

Kini ia sadar. Dulu ia seperti anjing gila yang terus mengejar Haren, menuruti setiap perkataannya tanpa berpikir. Seolah Haren adalah udara; ia merasa tak bisa bernapas tanpanya.

Gila. Mengingatnya saja Aline tak sudi.

"Tapi, Kakek—"

"Maaf karena sudah bersikap tidak sopan kepada Tuan Duke. Cucu saya masih muda dan masih harus banyak belajar. Mohon maafkan kelancangannya untuk kali ini saja."

Sekali lagi sang kakek memohon maaf, seakan ingin memastikan kepala cucunya tidak akan berakhir terpajang di guillotine.

Duke Sheldian masih diam sambil mengamati gerak-gerik Baron. Lalu perlahan tatapannya bergeser ke arah Aline.

Jantung Aline berdetak sedikit lebih kencang karena sorot mata dingin itu.

"Tapi tampaknya cucu Anda memiliki pendapat yang berbeda."

"Seperti yang sudah saya katakan, Alinea hanya..." Kakenya buru-buru menjawab, tapi ucapan tegas Duke menahannya.

"Saya bertanya pendapat cucu Anda."

Kakek terdiam, lalu melirik pada Aline. Gelengan kecil dan tatapan tajam itu adalah kode agar cucunya diam dan patuh, agar tidak bersikap lancang lagi.

Namun ini adalah Aline. Lady yang terkenal dengan sifat keras kepala.

Ia langsung membuang wajahnya, enggan menatap sang kakek. Ia justru memilih menatap wajah dingin sang Duke.

"Saya mau menikah dengan Anda!"

Suaranya lantang. Ia mengangguk mantap, berusaha meyakinkan calon suaminya bahwa ia tidak main-main.

Detik itu, sang kakek menghela napas berat, panjang, seolah mengisyaratkan: habislah sudah, tamatlah riwayat keluarga mereka.

"Kalau begitu, kita akan menikah."

Duke menatap Aline dan mengangguk dengan formal.

Aline tersenyum puas. Rencana pertamanya berhasil… setidaknya untuk saat ini.

"Saya rasa, perbincangan kita sudah cukup hari ini. Keputusan sudah dibuat. Tuan Baron, Lady Shanzai, saya pamit. Saya akan segera mengurus pernikahan."

Duke berbalik dan pergi dengan langkah tegap serta teratur.

"T-Tuan Duke!" sang kakek belum merasa lega. Ia belum bisa menerima keputusan itu sepenuhnya.

Ada ketakutan yang menggerogoti hatinya, bagaimana jika ini hanya awal dari kehancuran yang lebih besar di masa depan?

Ia menoleh tajam ke arah Aline dengan tatapan kesal. "Kau, anak nakal! Tunggu di sini dan kita akan bicarakan hal ini!"

Setelah memperingatkan Aline, Kakek mengikuti langkah Duke sambil memanggilnya. "Tuan Duke! Tunggu sebentar!"

Sementara itu, gadis biang segala kekacauan ini justru tersenyum lega. Ia mensyukuri kesempatan terlahir kembali yang diberikan Tuhan kepadanya.

Baron Leofan Shanzai dulu hanyalah rakyat biasa. Berdagang membuatnya kaya raya. Sejak muda, ia berkelana ke berbagai negara, menaklukkan samudra, mengumpulkan pengalaman, dan membangun kekayaan.

Ia adalah pedagang kaya raya dengan pengaruh besar di dataran Granzreich.

Namun, tetaplah dia rakyat jelata. Dua puluh tahun lalu, ia memutuskan berhenti mengembara, menetap di Kekaisaran Venseul. Membeli gelar bangsawan dan tanah luas, hingga Kaisar memberinya gelar Baron Shanzai.

Tetap saja, darah biru bukan miliknya. Para bangsawan menghargai hubungan darah di atas segalanya. Sebagian masih menganggapnya ‘darah rendah’ meski statusnya Baron dengan kekayaan yang melimpah.

Karena itu, pernikahan keluarga Shanzai hanya dihadiri bangsawan kelas rendah dan partner bisnis Baron Shanzai, rakyat biasa.

Itu juga sebab Marquess Haren tampak mudah meninggalkan acara. Semua tamu datang dari pihak Aline.

Berbeda dengan Duke Darryl Winter Sheldian. Ia hadir karena hutang budi seumur hidup pada keluarga Shanzai.

Di kehidupan lalu, Aline tak pernah mengerti kenapa orang terhormat seperti Duke Sheldian mau hadir di pernikahan putri seorang Baron rendah mantan rakyat biasa.

Ia baru mengetahuinya saat kebenaran mulai terkuak, saat racun dari Haren telah membutakan matanya.

"Ayah, ibu… aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan kalian. Aku pasti akan menikah dengan Duke. Haren dan Karina akan hancur sampai menjadi abu."

Menjadi abu, seperti kertas-kertas ini, batin Aline.

Api di perapian menari liar, membakar semua surat cinta Haren. Surat yang ditulis Karina.

Ironis. Menyakitkan. Mati-hidup lagi tidak menghapus rasa sakit itu, tapi berhasil memadamkan cinta tulus yang dulu mengalir dalam dada Aline.

Sekarang, yang tersisa hanyalah kebencian dan dendam pada semua yang telah menghancurkannya di masa lalu.

"Aku diberi kesempatan untuk mengulang hidup. Aku masih bisa memulai lagi. Belum terlambat. Aku belum menikah. Aku tidak buta. Aku bisa mengubah takdir. Dan aku masih punya kakek…"

Aline menatap jendela. Angin malam dingin pun tak mampu menyejukkan hatinya yang panas oleh penyesalan.

"Kakek…"

Dia menangis, namun juga tersenyum, kelegaan dan rasa sakit menjadi satu. Dia lemah, namun juga semangat, segalanya tumpang tindih sekarang.

Dia sangat menyesal untuk dirinya di kehidupan pertama, tapi dia juga ingin merubah segalanya di kehidupan ini, sederhana namun sulit.

Hanya ingin hidup bahagia dengan orang-orang yang menyayanginya secara tulus.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!   Bab 5 : Calon istriku!

    Aline menatap surat-surat yang ada di tangannya. Ia baru kembali dari kantor notaris resmi yang berada di ibu kota, kantor khusus yang mencatat seluruh kekayaan dan urusan aset para bangsawan, baik kelas tinggi maupun rendah.Namun sayangnya, Viscount yang mengurus surat aset miliknya sedang tidak bisa hadir, sehingga ia belum dapat menghapus nama Haren dari aset-aset tersebut.Kini Aline duduk berdua bersama Sienna di dalam kereta kuda yang berjalan perlahan meninggalkan pusat kota.Aline ingat betul, salah satu syarat agar Haren mau menikah dengannya adalah memindahkan kepemilikan aset Aline atas nama Haren. Saat itu, Aline menyetujui tanpa banyak berpikir. Ia terlalu mencintai pria itu hingga rela memberikan apa pun.Untungnya, sang kakek turun tangan. Baron Shanzai membuat berbagai syarat untuk mempersulit perpindahan kepemilikan tersebut.Salah satunya, aset atas nama Aline hanya akan menjadi milik Haren apabila mereka sudah resmi menikah. Dan apabila mereka bercerai, seluruh ase

  • Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!   Bab 4 : Memulai hidup baru

    Aline menatap dirinya di cermin.Cantik.Ia baru menyadari betapa indah wujudnya sendiri, terlebih setelah kembali menjadi Lady Shanzai. Sangat jauh berbeda dibanding dirinya saat menjadi Marchioness sebelum ia buta oleh cinta.Dulu ia kurus, kurang istirahat, matanya menggelap, dan terlalu banyak pekerjaan yang membebaninya.Namun sekarang, tubuhnya terlihat sempurna, wajahnya menggemaskan, dan sorot matanya kembali hidup.“Tidak heran kalau Duke yang dingin itu bisa tiba-tiba jatuh cinta padaku, kan? Aku semenggemaskan ini soalnya.”Terdengar agak narsis, tetapi itulah kenyataannya. Jika bukan karena Haren, entah sudah berapa putra Count dan Viscount yang berdatangan untuk melamarnya. Mungkin hidupnya tidak akan seburuk kehidupan lalu.Tok. Tok. Tok.Suara ketukan pintu terdengar. Aline melirik sekilas.“Nona, ini saya, Sienna.”Di depan pintu, Sienna sudah bersiap menghadapi segala kemungkinan amarah yang mungkin akan dilampiaskan nonanya.Seperti sebelumnya, jika ada masalah antar

  • Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!   Bab 3 : Tawaran pernikahan: Diterima!

    Kakek langsung berdiri kaget dan segera melangkah mendekat ke arah sang Duke.Ia ingin marah pada Aline rasanya, tetapi lidahnya kelu. Ia terlalu sungkan, untuk menunjukkan amarah di hadapan pria dengan kedudukan setinggi itu. "Saya menerima tawaran pernikahan yang diajukan Lady Shanzai. Saya akan menikahinya." Tiba-tiba sang Duke masuk dan langsung mengucapkan kalimat itu tanpa basa-basi. Baik sang kakek maupun cucunya sama-sama terdiam. Aline memang yang menawarkan pernikahan itu, tetapi justru dia yang paling terkejut ketika Duke menerimanya tanpa syarat. "Saya datang ke sini juga khusus untuk mendiskusikan hal ini secara serius," tambah sang Duke lagi, suaranya datar namun tegas. Aline terpaku. Bibirnya sedikit terbuka, jelas terkejut. Ia sempat berpikir harus memainkan beberapa trik untuk menarik perhatian Duke, atau bahkan memaksanya dengan embel-embel balas budi yang selama ini mengikat pria itu pada keluarganya. Namun Duke sendiri langsung menerimanya? "Terima

  • Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!   Bab 2 : Harus Menikahi Duke!

    Duke Darryl menatapnya.Seketika, tubuh Aline membeku.Mata biru setenang laut itu seakan menahan setiap gerak, setiap kata. Aura pria itu benar-benar berbeda, mengubah suasana yang semula Aline kira bisa dikendalikan menjadi hancur berkeping-keping.‘Jadi, inilah pesona seorang Duke Sheldian…’Aline tahu, meski dia diberi kesempatan untuk mengulang hidup, dia tetap tak mampu menyaingi pria ini. Energi yang menguar dari pria ini tak sebanding dengannya."Aline! Apa yang kamu lakukan?"Suara tegas kakeknya membuyarkan lamunan itu.Aline tersentak, kembali sadar dari kekaguman yang tak seharusnya ia rasakan di situasi seperti ini."Apa?" tanyanya pelan, menoleh.Tatapan sang kakek begitu dalam, penuh kekecewaan yang tak disembunyikan sedikit pun.Baron Shanzai menarik napas panjang. Ia melangkah ke tengah aula, menenangkan keributan yang masih bergema akibat Haren yang dengan angkuhnya meninggalkan altar pernikahan."Hadirin sekalian…"Suara sang Baron bergema mantap. Seketika para tamu

  • Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!   Bab 1 : Terlahir kembali

    Tubuh Alinea Tyranne terdampar di tanah, darah mengaliri sebongkah batu di belakang kepalanya. Rasa sakit yang hebat menjalar, hingga ia kesulitan bernapas.Di atas sana, ia dapat melihat langit mendung terhampar luas, dan dua orang yang baru saja mendorongnya dari ketinggian balkon.Wanita itu, Karina Granners, adalah selingkuhan suaminya. Dan di sampingnya… Marquess Haren Tyranne, suami Aline sendiri.Hari ini, ia mengetahui kebenaran itu. Karin hamil anak Haren.Demi menjaga martabat pernikahan mereka, Aline datang menawarkan tambang emas agar kandungan di luar nikah itu digugurkan. Untuk membicarakannya, ia mendapat undangan makan malam di balkon vila pribadi Haren.Undangan yang ternyata sebuah jebakan.“Apa kau tahu, Aline?” Bisikan Karin terngiang di telinga Aline sebelum ia didorong dari tepi balkon.“Pernikahanmu dengan Haren hanyalah untuk balas dendam pada keluargamu yang sudah mengacaukan rencananya mengambil gelar Duke. Setelah menguasai harta keluargamu, dia sudah merenc

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status