Share

Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi
Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi
Penulis: Jazzy

Bab 1 

Penulis: Jazzy
Ketika selingkuhan Wilson datang membuat keributan di depanku untuk yang kesembilan kalinya, aku tidak lagi merasakan apa pun.

Aku menatap Wilson dengan tenang dan berujar, "Kamu sudah berkali-kali berjanji nggak akan biarkan selingkuhanmu membuat masalah di depanku."

Wilson terkekeh dan menyahut dengan nada datar, "Molly masih muda dan sifatnya cuma lebih menggebu-gebu. Sebagai kakak, bukankah kamu seharusnya lebih pengertian dan menoleransinya?"

Wilson menyilangkan tangannya sambil menatapku. Sorot matanya jelas menunjukkan sikap meremehkan. Aku tahu dia menungguku menangis, mengamuk, mengancam bunuh diri, dan memohon padanya untuk berjanji bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.

Namun, dia tidak menyangka bahwa aku akan segera pulang ke rumah. Aku tidak akan pernah lagi mengorbankan diriku ataupun meneteskan air mata untuknya.

...

Ruang tamu dibuat menjadi sangat berantakan oleh simpanan Wilson, tetapi Wilson bersikap seperti tidak menyadarinya. Dia malah melindungi simpanannya, Molly, di belakangnya.

Aku menekan kepahitan di hatiku, lalu memijat pelipisku sambil menatap Wilson. "Kamu sudah berjanji berkali-kali bahwa kamu nggak akan biarkan siapa pun buat masalah di depanku lagi. Apalagi, hari ini ulang tahunku."

Wilson hanya mengangkat bahu. Dia sama sekali tidak peduli pada kata-kataku, juga tidak berusaha menyembunyikan sikap protektifnya terhadap Molly.

"Aku tahu. Tapi, ini kan bukan masalah besar. Buat apa kamu bersikap seagresif ini?"

Molly yang merasa aman karena mendapat perlindungan Wilson mengangkat kepalanya dengan sombong.

Aku memperhatikan pasangan itu dan tersenyum getir. Berhubung tidak memiliki energi untuk berdebat dengan mereka lagi, aku pun berbalik dan naik ke lantai atas.

Pada saat ini, ekspresi Wilson sedikit berubah. Dia menyuruh Molly pergi dan mengikutiku. Kemudian, dia memelukku dari belakang dan berbisik di samping telingaku, "Aku sudah janji hal seperti itu nggak akan terjadi lagi. Kenapa kamu masih ngambek?"

Dia berbicara dengan penuh keyakinan, tetapi aku sudah mendengar kata-kata itu ribuan kali sebelumnya. Tidak ada satu pun katanya yang bisa dipercaya.

Aku menghela napas, lalu melepaskan diri dari pelukan Wilson. "Aku nggak ngambek. Mau dengan siapa kamu bersama, atau siapa yang kamu bawa pulang, itu kebebasanmu."

Wilson tidak percaya.

"Hari ini ulang tahunmu. Molly yang datang ke rumah memang agak keterlaluan. Aku pasti akan memberinya pelajaran nanti."

Sambil berbicara, dia mengeluarkan kartu hitam baru dan memberikannya kepadaku. "Ini kompensasi buat kamu. Beli saja apa pun yang kamu mau."

Aku menerima kartu hitam itu tanpa merasa tertekan.

Wilson mengira aku menerima kompensasinya dan setuju untuk tidak lagi mengungkit tentang kejadian hari ini. Dia pun menatapku dengan penuh persetujuan.

"Begitu dong. Selama kamu tetap patuh dan berperilaku baik, nggak akan ada yang bisa mengancam posisimu."

Aku tersenyum dingin dan menyahut, "Aku juga nggak sudi terima posisi yang kamu berikan. Wilson, aku mau cerai."

Wilson terkejut sejenak, lalu tertawa. "Yasmin, kamu benar-benar nggak bisa dipuji. Bercerai? Memangnya kamu rela?"

Aku mengerutkan kening. "Kenapa harus nggak rela?"

Dia mengamatiku dari atas ke bawah, lalu berujar dengan nada yang sangat merendahkan, "Kamu mau pergi ke mana habis cerai denganku?"

Aku memang tidak punya tempat tujuan.

Dulu, seluruh keluargaku memandang rendah Wilson dan memberikan ultimatum. Jika aku memilih untuk bersamanya, aku harus memutuskan hubungan dengan keluarga.

Aku memilih Wilson. Ayahku sangat marah dan langsung mengadakan konferensi pers.

Semua orang dalam negeri tahu bahwa aku, putri orang terkaya dalam negeri telah diusir dari rumah demi seorang pria. Sejak itu, aku yang selama ini hidup mewah dan tidak pernah merasakan penderitaan hidup pun hanya bisa bersandar pada Wilson.

Wilson juga memahami hal ini dengan sangat baik. Jadi, di tahun kedua pernikahan kami, dia mulai berselingkuh.

Awalnya, dia masih bisa mencari alasan untuk membohongiku. Dia mengatakan bahwa mitra bisnis yang memaksa untuk menyediakan wanita untuknya di acara sosial dan dia tidak bisa menolak.

Setelahnya, dia bahkan tidak repot-repot berbohong lagi. Ketika simpanannya membuat keributan di depanku, dia bahkan membela selingkuhannya itu.

"Yasmin, laki-laki harus hadiri begitu banyak acara sosial di luar. Main-main sedikit itu hal yang sangat wajar. Selama kamu nggak buat keributan dan urus rumah dengan baik, nggak ada yang bisa mengancam posisimu sebagai istriku."

Awalnya, egoku terlalu tinggi untuk menerimanya. Aku pun mengemasi barang-barangku dan pulang ke rumah. Namun, orang tuaku memarahiku dan mengatakan aku pantas mendapatkannya. Sementara itu, kakak laki-lakiku bahkan menghubungi Wilson untuk membawaku pergi.

Sejak itu, Wilson makin menjadi-jadi. Dia membawa selingkuhannya muncul di publik, juga membiarkan selingkuhannya menghinaku berulang kali. Hubungan yang mati-matian kupertahankan meskipun harus memutuskan ikatan dengan orang tuaku, kini telah sirna sepenuhnya.

Aku menghela napas pelan, lalu mengiakan ucapan Wilson. "Ya sudah, terserah kamu."

Namun, setelah kembali ke kamar, aku mengirim pesan yang sudah kutulis sebelumnya kepada ayahku.

[ Aku bersedia penuhi tanggung jawabku. Jemputlah aku pulang. ]
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 8

    Setelah hari itu, Wilson masih tidak menyerah. Dia masih bersikeras ingin bertemu denganku dan meminta maaf kepadaku. Namun, setelah orang tua dan kakakku mengetahui tentang insiden hari itu, dia tidak lagi menemukan kesempatan untuk mendekatiku dan selalu diusir oleh satpam dari jauh.Hal ini membuat Sean sangat kesal."Yasmin, mereka bahkan nggak beri aku kesempatan untuk balaskan dendammu."Aku mendorong kepalanya yang bersandar di bahuku dan terkekeh. "Memangnya apa yang mau kamu lakukan kalau kamu punya kesempatan?"Sean langsung bersemangat dan menjawab, "Aku akan melemparnya ke laut untuk dijadikan santapan ikan! Aku akan pastikan dia nggak pernah punya kesempatan untuk dekati istriku lagi!"Aku memutar bola mataku. "Kalau begitu, kamu tinggal tunggu dijebloskan ke penjara dan lihat aku nikah sama orang lain."Sean langsung terdiam dan tidak berani mengungkit hal itu lagi.Namun, tidak bisa menyentuh Wilson bukan berarti tidak bisa menyentuh perusahaannya. Melalui serangkaian ti

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 7

    Wilson tahu aku tidak akan bertemu dengannya jika menggunakan alasan urusan pribadi. Dia pun dengan cerdik mengubah namanya dan menggunakan dalih kerja sama bisnis untuk mengatur pertemuan denganku. Jadi, ketika melihat Wilson di ruang penerimaan tamu perusahaan, aku sangat terkejut.Namun, Wilson tiba-tiba berlutut di depanku di hadapan semua orang."Yasmin, aku benar-benar sudah sadari kesalahanku. Maafkanlah aku. Kita kembali seperti dulu, ya?"Aku tersenyum dingin dan membanting pintu hingga tertutup."Wilson, kamu sudah selingkuh berkali-kali. Atas dasar apa aku harus maafkan kamu?""Aku nggak akan begitu lagi!" Wilson merangkak mendekatiku dan berseru, "Yasmin, aku sudah putuskan hubungan dengan mereka semua! Aku bahkan buat Molly menggugurkan kandungannya! Mulai sekarang, aku cuma akan setia sama kamu! Aku akan mencintaimu selamanya! Yasmin, kumohon, maafkan aku. Kembali ke sisiku, ya?"Bibirku berkedut dan aku menendangnya ke samping."Kamu lagi mimpi? Pergi dari sini sekarang

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 6

    Aku kembali ke rumah setelah sepuluh tahun, tetapi dekorasinya masih sama persis seperti dulu. Mulai dari halaman hingga segala sesuatu di dalam rumah dan bahkan para pembantu, semuanya masih sama seperti saat aku pergi."Ini semua perintah Ayah dan Ibu." Kakakku berbisik, "Dulu, mereka bilang mau putuskan hubungan denganmu. Tapi ... mereka sebenarnya nggak tega."Aku mengangguk dengan berlinang air mata, lalu menyahut dengan suara tercekat, "Aku tahu. Aku tahu semuanya. Maaf, aku yang terlalu keras kepala waktu itu. Ini semua salahku."Orang tuaku memang memutuskan hubungan denganku secara terbuka. Namun, kenyataannya, mereka tidak pernah benar-benar mengabaikanku. Jika mereka tidak peduli padaku, aku dan Wilson tidak akan memiliki perusahaan yang begitu sukses. Ketika diculik, aku juga tidak akan ditemukan secepat itu.Hanya saja, aku yang meninggalkan mereka dan pergi bersama Wilson dulu sangat menyakiti mereka.Demi seorang pria yang tiba-tiba muncul, anak yang telah mereka sayang

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 5

    "Pak Wilson, mitra bisnis yang baru saja kita hubungi tiba-tiba mau batalkan kerja sama! Beberapa investor juga mau tarik kembali dana mereka! Orang-orang dari kantor pajak dapat laporan entah dari mana dan sudah datang ke perusahaan!""Pak Wilson! Arus kas perusahaan sudah benar-benar putus! Pajak kita juga bermasalah! Kalau ini berlanjut, perusahaan kita akan bangkrut dalam waktu kurang dari tiga hari!"Ketika perusahaan berada di ujung tanduk, benak Wilson dipenuhi dengan kata-kata Yasmin "kamu bukan cuma lupa diri, tapi juga pintar berangan-angan" yang dingin dan tanpa emosi.Pada saat itu, perhatiannya terfokus pada anak Molly yang belum lahir. Setelah mendengar ucapan Yasmin, dia mengira Yasmin hanya sedang merajuk.Sebelumnya, Yasmin juga sering merajuk dan akan kembali seperti biasa setelah dihibur. Sekarang, Wilson baru menyadari bahwa itu jelas adalah peringatan dari Yasmin.Dia telah lupa diri, juga melanggar janji untuk mencintai Yasmin dan hanya bersikap baik terhadap Yasm

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 4

    Setelah membawa Molly melakukan pemeriksaan kehamilan, Wilson panik sejenak ketika tidak melihat Yasmin. Namun, dia dengan cepat menyadari bahwa Yasmin hanya sedang merajuk dan segera tenang. Dulu, Yasmin juga pernah pergi selama beberapa hari karena merajuk, lalu selalu kembali sendiri. Namun, kali ini berbeda.Seminggu kemudian, Wilson menerima akta cerai dari Kantor Catatan Sipil. Bersamaan dengan akta cerai itu, datang juga kabar mengenai semua mitra perusahaannya yang mendadak ingin mengakhiri kerja sama mereka. Selain itu, ada juga kabar yang paling dia takuti, yaitu kembalinya Yasmin ke keluarganya.Jelas-jelas, setiap patah kata itu merupakan kosakata yang paling mendasar. Namun, setelah digabungkan, Wilson merasa dirinya seolah-olah tidak mengerti artinya lagi. Dia hanya merasa pusing.Akta cerai ... perceraian .... Dia jelas-jelas tidak pernah menandatangani surat kesepakatan cerai, bagaimana mungkin dia dan Yasmin sudah bercerai?Selain itu, perusahaan .... Setelah kerja sa

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 3

    Aku menarik napas dalam-dalam dan meletakkan surat cerai di depannya. Di bawah tatapan bingung Wilson, aku berkata dengan tenang, "Tandatangani dulu dokumen ini."Wilson menandatanganinya tanpa curiga. Kemudian, aku dengan hati-hati menyimpan surat kesepakatan cerai itu dan terlebih dahulu keluar untuk mengambil mobil.Wilson duduk di kursi belakang sambil memeluk Molly. Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan.Molly tersenyum manis dan bertanya, "Wilson, menurutmu kita akan punya anak laki-laki atau perempuan? Kita mau kasih dia nama apa?""Aku suka anak laki-laki maupun perempuan," jawab Wilson dengan sangat lembut."Mana bisa begitu." Molly menyahut dengan tampang cemberut, "Sekarang, semua orang pengen punya anak laki-laki dan perempuan! Kalau anak kita cuma satu, aku pasti akan lahirkan satu lagi buat kamu kelak!""Iya, iya, kamu putuskan saja," kata Wilson dengan nada penuh kasih sayang.Molly menatapku dengan menantang melalui kaca spion dan melanjutkan, "Wilson, setelah peme

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status