Share

Bab 21

Author: Cathy
"Santai saja," kata Ryan saat keluar dari kamar mandi. "Aku bakal minta pelayan turunin tasmu. Aku turun dulu untuk minum kopi, jadi temui aku kalau kamu sudah selesai siap-siap saja." Dia menghilang ke dalam walk-in closet, dan aku langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur ke kamar mandi, pipiku masih panas membara mengingat insiden semalam.

Aku cepat-cepat mandi, air dingin yang menyegarkan membantu menenangkan kepalaku. Hanya berbalut handuk, aku buru-buru kembali ke kamar dan lega mel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 50

    Tujuh tahun kemudian.Sudut Pandang Ryan:Tujuh tahun berlalu begitu saja, tetapi kekosongan di dadaku tetap terasa dan tidak pernah benar-benar hilang. Aku tidak pernah membayangkan bisa menjalani hidup tanpa Abigail di dalamnya.Sudah sejak lama aku menerima kenyataan pahit itu. Aku terlambat menyadari betapa berharganya Abigail. Saat aku akhirnya mengakui bahwa aku benar-benar mencintainya, dia sudah menghilang tanpa jejak, tanpa meninggalkan jalan apa pun untuk kutemukan.Aku pernah pergi sendiri ke kampung halamannya, berharap ada petunjuk. Namun, orang-orang yang kutemui memastikan bahwa dia tidak pernah kembali setelah berangkat ke Kota Marina untuk meraih gelar sarjana akuntansi.Memang sulit menemukan seseorang yang tidak ingin ditemukan. Setiap hari aku menanggung akibat dari perbuatanku sendiri. Andai saja aku tahu semua ini akan terjadi, aku pasti sudah mengambil keputusan yang benar sejak awal.Aku mengakui bahwa semuanya salahku. Tidak ada yang patut disalahkan atas apa y

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 49

    Kami hampir punya segalanya ... punya anak bersama dan menjadi keluarga sungguhan. Lalu dalam satu momen yang menyakitkan, semua itu hancur begitu saja.Aku tidak pernah membayangkan rasa sakit seperti ini. Ada kekosongan yang menganga, membuat segalanya terasa tidak berarti. Hilangnya Abigail menancapkan duka yang belum pernah kurasakan. Seolah-olah ada bagian penting dari diriku yang ikut hilang.Rasanya berbeda dengan saat Iris meninggalkanku di pelaminan. Waktu itu yang terpukul hanyalah egoku, tetapi yang ini ... rasanya seperti jiwaku diobrak-abrik.Apakah rasanya lebih menusuk karena aku takut dia benar-benar pergi selamanya? Atau karena ada ketakutan lain yang lebih dingin, bahwa dia mengandung anak kami, dan dia bisa saja menjadikan aku sebagai orang asing bagi mereka seumur hidup?Aku mengepalkan tangan, rasa frustrasi menekan dadaku. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Kalau bukan karena Nenek, mungkin aku sudah tenggelam dalam keputusasaan dan membiarkan hari-hari b

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 48

    Sudut Pandang Ryan:Kami tinggal di rumah sakit selama tiga hari sebelum Dokter Sandi akhirnya mengizinkan Nenek pulang. Dia bilang pemulihannya bisa dilanjutkan di rumah dengan istirahat dan obat-obatan.Aku langsung setuju. Sejak kejadian itu, aku tidak pernah meninggalkan sisinya. Aku merawatnya sendiri dan menunda semua urusan kantorku. Arthur membawakan dokumen penting yang harus kutandatangani langsung ke rumah sakit. Aku tidak sanggup membiarkan Nenek lepas dari pandanganku setelah kesalahan besar yang sudah kulakukan padanya.Selama tiga hari itu, Iris sama sekali tidak muncul.Nenek tidak mengatakannya secara langsung, tetapi aku tahu ketidakhadiran Iris ada hubungannya dengan kebenaran tentang insiden jatuhnya. Ingatan itu sudah jelas sekarang. Aku melihat Iris di atas tangga sesaat sebelum menemukan Nenek, dan Iris yang pertama kali menuduh Abigail.Abigail .... Hatiku pedih setiap kali memikirkan keadaannya. Aku sudah menyuruh orang-orang mencarinya, tetapi tidak ada petunj

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 47

    'Ya, aku memang punya uang. Dan aku akan pakai setiap sennya untuk menemukan Abigail. Tapi jangan pernah berpikir buat merebut dia dari aku. Kalau aku sampai tahu kamu sudah mengambil sesuatu yang jadi milikku, kamu akan kuberi pelajaran,' kataku dalam hati, pikiranku kalut ketika aku melangkah pergi dari kantor Liam.Aku kembali ke kamar Nenek, di mana seorang dokter yang tidak kukenal, mungkin Dokter Sandi yang tadi disebutkan Liam, sedang memeriksa tanda-tanda vitalnya. Aku duduk perlahan di sofa untuk menunggu, tetapi pikiranku melayang jauh, hanya tertuju pada Abigail.Aku tahu aku tidak akan mendapat informasi apa pun dari Liam, tetapi aku akan melakukan apa pun untuk menemukan Abigail. Aku akan memohon maaf darinya. Aku akan mengakui semua penyesalanku dan mencoba menebus semua hal keji yang sudah kulakukan padanya.Menyadari kebodohanku sendiri terasa seperti beban yang mengimpit. Selama ini aku buta dan egois, terlalu terseret bayang-bayang masa lalu sampai tidak melihat luka

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 46

    "Kamu bohong!" balasku cepat. "Aku nggak tahu permainan macam apa yang kamu jalankan, Liam, tapi ini soal istriku. Aku nggak pernah berniat membiarkan dia menderita di penjara. Sekarang aku tahu kebenaran soal Nenek, aku memang sedang menuju ke sana untuk membebaskan dia!"Liam mengangkat alisnya dengan ragu."Jadi, buatmu semudah itu?" balasnya tajam. "Menyeret orang yang nggak bersalah ke penjara, apalagi dia istrimu sendiri! Itu menunjukkan kalau kamu sama sekali nggak percaya sama dia. Kamu egois, Ryan. Kamu nggak peduli sama apa dia butuhkan atau dia rasakan!""Menurutmu dia itu apa?" teriaknya, amarahnya akhirnya pecah. "Mainan yang bisa kamu buang kalau kamu sudah bosan? Bagimu, semudah itukah menjebloskan perempuan nggak berdaya ke penjara?"Dia melangkah mendekat, matanya berkobar penuh amarah. "Kamu suami yang nggak berguna! Kalau kamu masih punya sedikit saja rasa bersalah, kamu nggak usah cari dia lagi. Kalau dia mau kembali padamu, dia pasti sudah pulang. Kenyataannya dia

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 45

    Sudut Pandang Ryan:Aku menggebrak setir dengan telapak tanganku. Percakapanku dengan petugas di kantor polisi terus terulang di kepalaku. Abigail sudah pergi."Maaf, Pak. Kami menunggu Bapak kemarin untuk membuat laporan resmi dan menyerahkan bukti, tapi Bapak nggak datang. Belum sampai lima jam setelah Bu Baskoro diproses, seorang pengacara dan seorang pria datang menjemputnya," kata petugas itu dengan nada netral."Siapa mereka?" tanyaku cepat, kepalaku penuh dugaan. Abigail tidak punya kenalan di kota ini. "Mereka kenal istriku?"Dia memeriksa berkas di depannya. "Namanya Dokter Liam Lesmana. Dia cukup ... terpancing emosinya saat melihat kondisi Bu Baskoro. Dia dan pengacaranya meminta peninjauan penuh soal legalitas penangkapan itu dan berhasil mengeluarkan dia."Liam. Tentu saja dia orangnya.Aku keluar dari kantor polisi tanpa berkata apa-apa lagi, emosiku tegang seperti pegas yang ditarik terlalu kencang. Sekarang, duduk di mobil ini, nama sahabatku itu terasa seperti kutukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status