Share

Bab 49

Penulis: Cathy
Kami hampir punya segalanya ... punya anak bersama dan menjadi keluarga sungguhan. Lalu dalam satu momen yang menyakitkan, semua itu hancur begitu saja.

Aku tidak pernah membayangkan rasa sakit seperti ini. Ada kekosongan yang menganga, membuat segalanya terasa tidak berarti. Hilangnya Abigail menancapkan duka yang belum pernah kurasakan. Seolah-olah ada bagian penting dari diriku yang ikut hilang.

Rasanya berbeda dengan saat Iris meninggalkanku di pelaminan. Waktu itu yang terpukul hanyalah ego
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Jumiroh
sukurin ko ryan, semoga selamanya ko terpuruk dan nanti pas liat anakmu ko akan makin menderita dan merana, anak mu menolak mu dan tidak Sudi mengakui mu ayah
goodnovel comment avatar
Eceu Eceu
semoga dokter Chelsea mengatakan kl nenek baik2 saja. spy Abigail tdk cemas
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 482

    Alexis tidak menjawab, jadi kami langsung meninggalkannya.Kami naik ke lantai dua dan langsung menuju kamar Joseph.Aku masih tidak percaya dengan percakapan mereka tadi. Rahasia yang baru saja terungkap benar-benar mengejutkan. Sepertinya masih akan ada banyak hal lain yang kuketahui dalam beberapa hari ke depan."Abaikan wanita itu. Kalau dia melakukan sesuatu padamu, segera beri tahu aku. Jangan biarkan dia meremehkanmu. Aku nggak mau punya istri yang lemah," kata Joseph saat kami memasuki kamarnya.Aku mengedarkan pandangan dengan santai.Ada sebuah ranjang besar, tetapi kamar itu terasa begitu kosong dan tidak bernyawa. Tidak ada dekorasi sama sekali, seolah-olah dia hanya menggunakan kamar ini untuk tidur. Selain ranjang dan sebuah meja kecil di sampingnya, nyaris tidak ada apa-apa lagi."Sepertinya ucapanmu tadi benar-benar membuatnya malu, Joseph. Mungkin sebenarnya dia hanya mengkhawatirkanmu. Itu sebabnya dia mengatakan hal-hal seperti tadi," kataku.Dia menatapku sejenak la

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 481

    Meskipun gugup, aku memaksa diriku untuk memercayai Joseph. Dia sudah berjanji tidak akan melakukan apa pun padaku tanpa persetujuanku."Joseph, akhirnya kamu pulang juga! Gimana perjalananmu?"Kami sudah berada di dalam kediaman dan baru hendak naik ke lantai atas ketika aku melihat ibu Aaron sedang menuruni tangga.Itu Alexis. Dia mengenakan gaun tidur merah yang seksi.Aku tahu usianya bahkan belum mencapai 40 tahun, jadi dia masih pantas mengenakan pakaian seperti itu. Orang tua Natalie pernah memberitahuku bahwa ayah Joseph menghamili Alexis ketika dia masih sangat muda dan dari hubungan merekalah Aaron lahir.Meskipun menikah di usia muda, tubuh Alexis masih berlekuk indah. Sepertinya dia memang sengaja menunggu Joseph pulang karena dia bahkan sampai memakai lipstik merah.Aku mulai gugup, terutama ketika dia mengangkat sebelah alis dan mengamatiku dari atas sampai bawah."Kenapa kamu masih belum tidur? Jangan bilang kamu menungguku," kata Joseph serius kepada ibu tirinya.Alexis

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 480

    Aku tidak tahu apa yang tiba-tiba kurasakan, tetapi perkataan Joseph terdengar begitu menenangkan di telingaku. Dia bahkan memanggilku "Sayang".Itu pertama kalinya ada seseorang yang memanggilku seperti itu, dan panggilan tersebut justru keluar dari mulutnya, pria yang mungkin akan menghancurkan masa depanku.Rasanya dia benar-benar sedang berusaha menenangkanku.Ya, sebelumnya aku takut melihat kemarahan di matanya, tetapi sikapnya mendadak berubah. Mungkin karena perkataannya tadi.Aku hanya berharap dia sungguh-sungguh dengan ucapannya dan tidak akan melakukan apa pun kepadaku tanpa persetujuanku.Perlahan-lahan aku melepaskan diri dari pelukannya. Kehangatan tubuhnya membuatku merasa canggung. Ini pertama kalinya aku dipeluk oleh seorang pria.Aku berusaha berhenti menangis lalu menghapus air mata. Setelah menarik napas dalam-dalam, aku mengalihkan pandangan ke luar mobil. Aku tidak sempat mengambil ranselku, padahal ada banyak barang penting di dalamnya, termasuk benda-benda peni

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 479

    "Betty, ayo, tunjukkan dirimu. Kamu nggak bisa melarikan diri dariku. Ke mana pun kamu pergi, aku pasti akan menemukanmu! Kamu nggak akan pernah bisa lolos dariku, ingat itu!" kata Joseph.Seluruh bus langsung sunyi. Nggak ada satu pun penumpang yang berani bersuara. Mereka mungkin ketakutan melihat ekspresi marah dan tatapan tajam Joseph, belum lagi anak buahnya yang membawa senjata."Nona, kenapa kamu menangis?" tanya wanita paruh baya di sebelahku.Tubuhku gemetar ketakutan dan wajahku pucat pasi. Aku menatapnya sementara air mata terus mengalir tanpa henti."Tolong bantu aku! Aku takut sama dia!" bisikku.Matanya langsung membelalak kaget. Dia melirik ke arah Joseph sebelum kembali menatapku."Kamu yang sedang dia cari? Kalau begitu, sembunyi! Tundukkan kepalamu dan pura-pura tidur. Jangan perlihatkan wajahmu," bisiknya.Aku langsung mengikuti perkataannya. Aku menundukkan kepala dan menutupi mulut dengan kedua tangan agar tidak mengeluarkan suara. Aku tidak bisa berhenti menangis

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 478

    Jantungku berdebar kencang selama berada di dalam minivan Natalie. Dia menepati janjinya dan mengantarku ke terminal bus. Karena kedua orang tuanya sudah tidur dan dia tidak ingin membangunkan mereka, Natalie menyetir sendiri. Dia memang bisa mengemudi."Natalie, aku mulai gugup! Gimana kalau dia menangkapku? Gimana kalau dia tahu aku melarikan diri darinya?" seruku.Telapak tanganku sampai berkeringat karena gugup.Melarikan diri setelah membuat sebuah kesepakatan bukanlah perkara mudah. Aku akan terlihat seperti orang yang tidak menepati janji, bahkan mungkin bisa dituduh sebagai penipu."Akan jauh lebih menakutkan kalau akhirnya dia benar-benar menjadikanmu tahanannya, Betty. Lebih baik begini. Begitu sampai di Kota Marina, dia nggak akan mudah menemukanmu. Berjanjilah kamu akan berhati-hati!" katanya.Aku tahu Natalie sedang berusaha menguatkan tekadku, tetapi aku tetap merasa takut. Rasanya seperti sedang berjalan menuju tiang gantungan.Situasi ini benar-benar sulit."Andai aku b

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 477

    "Ya Tuhan, aku benar-benar nggak menyangka kamu akan mengambil keputusan seperti itu. Kenapa waktu itu kamu nggak kasih tahu aku? Betty, kita ini teman. Kenapa kamu merahasiakannya dariku?" kata Natalie dengan cemas.Tangisku justru semakin menjadi-jadi. Aku duduk di ranjang kayu sambil menutupi wajah dengan kedua tangan.Ya, aku memang bodoh!Aku bodoh karena terbawa emosi saat itu dan langsung menerima tawaran Joseph!"Aku nggak tahu, Natalie! Yang kutahu saat itu, aku nggak punya pilihan selain menerimanya. Aku benar-benar membutuhkan uang dan dia langsung memberikannya padaku.""Aku bahkan nggak sempat berpikir karena saat itu yang kuinginkan hanyalah membawa jenazah Ibu keluar dari rumah sakit dan melunasi tagihannya," isakku.Baru sekarang aku menyadari betapa gegabahnya tindakanku sampai bisa menghancurkan hidupku sendiri."Dia bajingan! Dia selalu punya cara untuk mendapatkan wanita mana pun yang ingin dipermainkannya! Joseph itu jahat!" kata Natalie dengan marah."Sudahlah! Se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status